CIANJUR, [KC].- Terlalu, begitulah kira-kira ungkapan yang patut disampaikan, betapa tidak sebanyak 160 pekerja perkebunan teh PT. Maskapai Perkebunan Mulia (MPM) di wilayah Desa Batulawang Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur sudah tiga bulan belum menerima gaji. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka terpaksa berhutang.

Para pekerja perkebunan tersebut terdiri dari 100 pekerja lepas atau harian dan 60 pekerja merupakan pegawai tetap. Belum digajinya para pekerja tersebut tidak diketahui persis penyebabnya. Hanya saja berdasarkan keterangan dari bagian produksi, jumlah produksi teh mengalami penurunan.

"Kami para pekerja minta kepada perusahaan untuk memberikan hak kami. Selama ini kami telah bekerja sesuai dengan pekerjaanya masing-masing. Tapi sudah beberapa bulan ini hak kami belum juga diberikan. Kami harus makan, darimana kalau gaji kami tidak diberikan," kata Budi Slamet Riyadi (54) salah seorang pengawas perkebunan saat ditemui, Rabu (8/7/2015).

Dikatakan Budi, saat ini para pekerja masih bisa cukup sabar, mereka baru sebatas bertanya dan saling sindir sesama pekerja mengenai gaji. Namun jika dibiarkan terus berlarut-larut belum ada itikad baik dari perusahaan dikawatirkan para pekerja bisa bertindak dengan caranya sendiri.

"Kami kawatir saja, saat ini para pekerja masih bisa sabar. Ini menyangkut masalah perut, apapun bisa dilakukan kalau sudah terpaksa. Mestinya ini dipikirkan oleh perusahaan, apa yang akan terjadi jika para pekerja nekad," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari diakui Beni, banyak pekerja yang terpaksa harus menghutang. "Kalau urusan perut itu tidak bisa ditunda, banyak pekerja yang terpaksa menghutang. Tentu ini harus dibayar, andalannya hanya dari gaji," tegas Budi.

Hal tidak jauh berbeda juga diungkapkan, mandor Produksi PT. MPM Odih Saputra (34). Ia mengaku harus pura-pura tuli mendengar perbincangan para pekerjanya. Mereka selalu menanyakan kapan gaji akan dibayarkan.

"Saya sendiri tidak bisa menjelaskan, karena saya juga belum gajihan. Memang pihak perusahaan pernah menjanjikan akan dibayar pada Senin kemarin, tapi mundur lagi Kamis sekarang, tahu benar atau tidak. Kita hanya bisa menunggu," kata Odih.

Para pekerja yang belum menerima bayaran itu untuk pekerja lepas selama dua bulan terhitung Februari-Maret. Sedangkan para pekerja tetap belum menerima gajih selama tiga bulan dari Januari, Februari dan Maret.

"Biasanya kalau lancar, gaji itu selalu diterima pada tanggal 5 awal bulan. Sekarang ini saja gaji sampai telat. Kita berharap pihak perusahaan bisa segera membayarkan," paparnya.

Saat  akan di konfirmasi kepada Administratur perkebunan PT. MPM, Dadang Suryadi yang bersangkutan tidak ada di kantornya. Ia sulit ditemui setelah menunggak gaji karyawan. "Bilau (Dadang Suryadi) tidak ada di kantor. Kami tidak tahu hari ini ngantor atau tidak," kata Dedi Rusmana (37) seorang Satpam  [KC-02]**.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.