CIANJUR, [KC].- Meski sudah berulang kali mengadukan ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sambungan air PDAM yang mengarah ke Kantor Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Cianjur di jalan Ariawiratanudatar tetap juga tidak ngocor. Hal itu membuat sejumlah pegawai Diskop harus nebeng ke tetangga jika ingin bauang air kecil/besar.

Kondisi tersebut sudah berlangsung dalam tiga pekan terakhir. Terpaksa para pegawai yang biasanya cukup memanfaatkan sarana air di kantor, harus nebeng ke salah satu masjid yang masih ada sarana air bersihnya didepan komplek Raider 300 atau sekitar 200 meter dari lokasi kantor.

"Kami kurang tahu kenapa air PDAM yang ke kantor kami mati. Kami sudah melaporkan ke PDAM baik secara lisan mapun secara tertulis atau resmi. Mungkin sudah lebih dari 10 kali laporan. Tapi laporan ya laporan, faktanya air tidak juga ngocor sampai saat ini," kata Yadi salah seorang pegawai Diskop UMKM Kabupaten Cianjur, Senin (27/4/2015).

Pihaknya tidak habis fikir, sebab sebelumnya memang pernah mengalami hal serupa. Tapi setelah dilaporkan ada perbaikan dan air kembali berjalan normal. Namun berbeda dengan kejadian yang menimpa dalam tiga minggu terakhir. Meski sudah dilaporkan beberapa kalai, saluran air yang ke arah kantornya tidak juga ngocor.

"Kalau alasan apa kami tidak tahu, itu tekhnis PDAM. Yang kami harapkan laporan kami itu ditindak lanjuti dengan kembali ngocornya air ke kantor. Air itu sangat dibutuhkan, malu masa kantor tidak ada air, kalau ada tamu dari jauh, apa kesan mereka. Ini sudah lama, tiga minggu bukan waktu yang sebentar," tegasnya.

Hal serupa juga tidak jauh berbeda seperti yang dialami sejumlah warga di komplek perumahan Gadung Permai di Jalan Ariawiratanudatar. Setidaknya ada 370 Kepala Keluarga (KK) yang menggunakan atau memanfaatkan air PDAM Cianjur. Saluran air PDAM ke komplek tersebut juga berjalan tidak normal.

"Sudah bosen melaporkan, gitu-gitu lagi, ngocor sebentar mati lagi ujung-ujungnya. Kalau dibilang kesal memang kesal, apa hendak dikata, hanya paling kita hanya bisa berharap agar layanan PDAM itu ditingkatkan. Sebab kami setiap bulannya selalu membayar tagihan, kalau tidak dibayar kan didenda. Tapi kalau air mati tidak apakah PDAM di denda, kan tidak," kata Iis (46) seorang ibu rumah tangga.

Diakuinya, gara-gara air PDAM tidak ngocor, sejumlah ibu-ibu pernah menggelar aksi ke kantor PDAM. Namun aksi tersebut tidak banyak berdampak terhadap layanan air PDAM. "Demo itu puncak kekesalan warga komplek yang tidak terlayani air, pada hal mereka selalu tepat waktu saat membayar tagihan rekening airnya. Apakah ini tidak ada upaya untuk meningkatkan pelayanan," paparnya.

Ia dan warga berharap agar PDAM Cianjur bisa memberikan layanan prima. Jangan sampai matinya air PDAM ini dibiarkan dan tidak ada solusi. "Harapan kami PDAM memperhatikan keluhan warga akan kebutuhan air, ini kan perusahaan daerah, sudah selayaknya meningkatkan pelayanan dan menanggapi keluhan pelangganya, bukan terkesan membiarkan," tegas Iis.

Ketika persoalan itu akan di konfirmasikan ke pihak PDAM Cianjur, belum ada satupun pejabat yang bisa dihubungi. Bahkan Direktur Operasional Budi Karyawan saat dihubungi melalui telpon tidak diangkat meski terhubung [KC-02]**.

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.