CIANJUR, [KC].- Sebanyak 413 hektar lahan pertanian di Kabupaten Cianjur terancam kekeringan. Lahan pertanian tersebut berada diwilayah Kecamatan Ciranjang, Sukaluyu dan Kecamatan Haurwangi.

"Kita lagi berupaya melakukan penanganan menyelematkan tanaman padi yang baru berumur dua bulan itu. Kita cari sumber air terdekat untuk bisa dimanfaatkan mengairi lahan persawahan," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, Rika Ida Mustikawati, saat dihubungi, Minggu (31/5/2015)

Menurut Rika, setelah didapatkan sumber air terdekat, pihaknya akan memberikan bantuan pompa untuk menarik sumber air dan dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian yang terancam kekeringan. Hal ini harus cepat dilakukan untuk menyelamatkan tanaman padi agar bisa panen.

"Ketiga kecamatan ini merupakan sentra padi di Cianjur. Makanya harus dilakukan penanganan. Kita akan droping pompa secepatnya. Jangan sampai daerah sentral padi ini gagal panen," kata Rika.

Rika juga mengungkap,an untuk penanganan masalah kekeringan, pihaknya juga kerjasama denga TNI yang siap turun kelokasi. Mereka akan membantu dalam penanganan lokasi yang terancam kekeringan.

"Kita sudah koordinasi dengan TNI juga dalam penanganan ancaman kekeringan terhadap lahan pertanian. Kita harapkan bisa bekerja bareng dan penanganannya bisa kita laksanakan sehingga tidak sampai terjadi gagal panen," katanya.

Daerah yang saat ini terancam kekeringan diakui Rika merupakan daerah yang setiap tahunnya selalu memgalami ancaman kekeringan. Selain lahannya berada lahan tadah hujan, sumber air tidak semudah didaerah lahan pertanian lainnya.

"Makany kita memastikan dulu mencari sumber air terdekat, baru kita manfaatkan. Dengan menggunakan pompa harapan kita sumber air itu bisa tertarik dan mengairi sawah atau lahan pertanian yang terancam," tegasnya.

Untuk wilayah lainnya seperti di wilayah Cianjur selatan, Rika mengaku masih melakukan pendataan. "Untuk wilayah selatan kita masih mendata, lahan pertanian yang terancam kekeringan. Tentunya dengan data itu kita nantinya bisa mengambil langkah-langkah penangan. Sudah barang tentu penanganannya tidak jauh beda dengan yang diwilayah utara," papar Rika [KC-02]**






Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.