CIANJUR, [KC],- Pernyataan sikap Sarikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Jawa Barat yang menuntut agar Menaker Muh. Hanif Dhakiri mundur dari jabatannya menuai reaksi di tubuh Sarbumusi Kab. Cianjur. Sarbumusi Jawa Barat dinilainya gegabah dan emosional dalam menyikapi kinerja Menaker.

“Kami Sarbumusi Cianjur sama sekali bukan bagian dari pernyataan sikap tersebut. Itu pernyataan mereka saja yang  gegabah dan emosional,” kata Ketua Sarbumusi  Cianjur, Adlan  Tavtazzani, didampingi sekretarisnya, Cecep Kushendar, di ruang kerjanya, Rabu (17/6).  

Seperti diberitakan dalam “PR”  Online tanggal 11 Juni 2015, Sarbumusi Jawa Barat menuntut agar Menaker Muh. Hanif mundur dari jabatannya. Alasannya,  menaker  tidak mampu mengurusi ketenagakerjaan, buntut minimnya kapasitas yang dimilikinya dalam tata kelola tenaga kerja.

Menurut Adlan, penilaian Sarbumusi Jabar terhadap menaker itu keliru atau asbun alias asal bunyi. Bahkan boleh jadi penilaiannya bukan didasari kepentingan umat,  melainkan diduga  ditunggangi kepentingan sesaat segelintir oknum. Akibatnya, penilaian bersipat subjektif emosional.

Justru , timpal Cecep, sejak kemenaker dipimpin Hanief,  melahirkan kebijakan yang strategis, seperti moratorium TKW/TKI ke Timur Tengah. Pun menyangkut kebijakan atau program lainnya, sehingga kemenaker sekarang berstatus Wajar Tanpa Syarat (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dengan prestasi ini tentunya mengindikasikan bahwa menaker Hanif memiliki kapasitas memadai, berintegritas, dan piawai dalam tata kelola ketenagakerjaan. “Lagi pula maju-mundurnya menteri bukan urusan teriak-teriak, tapi hak prerogatif presiden,”  tandas Cecep. [KC.10]**
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.