CIANJUR, [KC].- Selama bulan suci ramadhan, tempat hiburan malam yang ada diwilayah Kabupaten Cianjur dilarang buka. Dengan demikian, selama bulan suci Ramadhan nanti, umat Islam benar-benar bisa menjalankan ibadahnya dengan baik dan tenang, tidak terganggu sesuatu apapun.

Demikian ditegaskan Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh pada suatu kesempatan di halaman Pemkab Cianjur, Minggu (14/6/2015). Untuk mewujudkan itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak baik kepolisian, TNI maupun unsur lainnya.

Menyangkut hiburan malam yang kemungkinan muncul, khususnya di kawasan wisata Cipanas-Puncak, Bupati pun mengaku akan berusaha untuk mengantisifasinya dengan memberdayakan petugas Satpol PP yang dibantu aparat Polres, Polsek-Polsek, Kodim dan Koramil serta aparat Danyon Raider dan Dan-Yon Armed 5.

"Sebelumnya kami juga akan segera mengeluarkan surat edaran yang berisi berbagai larangan, antara lain seperti larangan menggelar hiburan malam, memperjual belikan dan menyulut petasan serta lodong. Kita harapkan selama bulan suci Ramadhan nanti, umat Islam benar-benar bisa menjalankan ibadahnya dengan baik sesuai dengan yang diharapkan," kata Tjetjep.

Ketika ditanya tentang stok sembako dan kebutuhan lainnya selama Ramadhan, Bupati menyatakan tidak ada masalah. Untuk stok beras, tidak hanya cukup tapi juga surplus, stok yang ada sudah mencukupi untuk enam bulan kedepan. Bahkan pihak Bulog juga menyatakan stoknya sangat mencukupi dan sudah siap untuk menyalurkan raskin.

"Demikian pula kebutuhan masyarakat lainnya, seperti daging ayam, daging domba, daging sapi, telur ayam, cabe dan sayur-mayur lainnya. Semuanya sudah siap, sehingga tidak akan terjadi kerawanan pangan di Cianjur," tegas bupati.

Untuk antisipasi terjadinya lonjakan harga yang tidak rasional, bupati sudah mengagendakan akan melakukan operasi pasar seminggu dua kali. "Upaya lainnya, dalam waktu dekat ini kami akan segera mengumpulkan para agen, bandar-bandar atau para pengusaha aneka jenis kebutuhan pokok agar tidak menjual barangnya dengan tarif tinggi yang di luar ketentuan," tegas bupati.

Diakui bupati Tjetjep, permasalahan yang biasa muncul pada bulan suci Ramadhan tidak akan jauh beda dengan tahun sebelumnya. Seperti kasus premanisme, hypnotis, sweping oleh kelompok tertentu yang suka merazia mereka yang "nyemen", dan calo-calo gelap diberbagai terminal, khususnya menjelang dan saat mudik.

"Kami telah siap mengantisipasinya. Tekad ini didasari atas hasil rapat khusus dengan Unsur Muspida, Dan-Yon Armed, Dan-Yon Raider serta para kepala dinas instansi terkait yang telah kami gelar beberapa waktu lalu. Semuanya sudah sepakat untuk mengantisipasi berbagai permasalahan yang kemungkinan muncul di bulan Ramadhan nanti," kata bupti didamping Kabag Humas Setda Cianjur, H. Mukarom [KC-02]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.