CIANJUR,[KC],-  Mundurnya Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Cianjur Neneng Eri Garnasih yang dikawatirkan mempengaruhi pencairan sejumlah bantuan keuangan ternyata tidaklah benar. Bahkan pencairan bantuan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) bagi para Kepala Desa (Kades) yang sangat dikawatirkan terhambat, ternyata berjalan lancar.

"Kami tidak kawatir, karena sekarang terbukti bahwa proses pencairan ADD dan DD tidak terpengaruh atas mundurnya Kadis DPKAD. Sejauh ini masih bisa berjalan lancar," kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (DPC Apdesi) Kabupaten Cianjur, Agus Ishak saat dihubungi, Kamis (2/7/2015).

Berbeda dengan Ketua Apdesi, Sekretaris DPC Apdesi Cianjur, Beni Irawan menilai mundurnya Kepala DPKAD dirasakan ada sesuatu yang janggal. Karena dilakukan disaat tenaganya sangat dibutuhkan. "Penggantinya yang saya dengar jarang di kantor dan lambat untuk tanda tangan surat pencairan. Sementara hasil janji DPKAD dari rekom BPMD, 2 hari paling lambat sudah bisa di cairkan. Ini yang jadi tandatanya besar, ada apa hingga lebih satu mingggi belum juga cair?," kata Beni Irawan dihubungi terpisah.

Kepala Bidang (Kabid) Perbendaharaan DPKAD Kabupaten Cianjur Juwair, menegaskan mundurnya pimpinannya itu tidak mempengaruhi proses pencairan ADD dan DD yang saat ini tengah ditunggu oleh para Kepala Desa (Kades). Semuanya proses berjalan seperti biasa, tidak ada hambatan akibat mundurnya pimpinan DPKAD.

"Kalau ada kekawatiran itu sangat wajar, tapi saya tegaskan bahwa proses pencairan dana ADD dan DD berlangsung seperti biasa, tidak terpengaruh atas mundurnya pimpinan. Toh sudah ada pejabat sementara yang menggantikannya," kata Juwair saat ditemui terpisah.

Ditegaskannya, proses pencairan dana bantuan ADD dan DD menunggu rekomendasi dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD). "Kalau rekomnya sudah ada, kita dibagian keuangan tinggal memprosesnya sesuai dengan ketentuan yang ada sampai proses pencairan ke rekening bank masing-masing desa," paparnya.

Hingga saat ini dari 354 desa yang ada diwilayah Kabupaten Cianjur, sudah setengahnya lebih ADD dan DD masuk kerekening desa masing-masing. Sisanya masih dalam proses pemberkasan untuk segera bisa ditransfer ke rekening desa.

"Data terakhir hingga Rabu (1/7/2015) sudah 231 desa yang sudah ditransfer ADDnya dengan total nilai keseluruhan mencapai Rp 32,5 miliar. Sedangkan untuk DD sudah ada 231 desa yang sudah ditransfer dengan nilai keseluruhan mencapai Rp 27,8 miliar. Jumlah ini akan terus bertambah, semuanya sedang dalam proses pencairan," paparnya.

Untik bantuan DD pencairannya tidak lakukan sekaligus. Bantuan dari pemerintah pusat itu saat ini baru cair sebesar Rp 42,7 miliar atau sekitar 40 persen. "Total bantuan DD yang diterima itu besarnya mencapai Rp 106 miliar. Sebesar 40 persennya sudah di transfer dari pemerintah pusat. Saat ini yang sedang kita proses pencairannya itu," jelasnya [KC-02]**






Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.