CIANJUR, [KC].- Sejumlah orang tua siswa mempertanyakan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPD) dilingkungan SMAN 1 Cianjur.

Mereka menduga dalam PPDB di sekolah unggulan tersebut terindikasi terjadi jual beli. Pasalnya siswa yang memiliki nilai Ujian Nasional dan raport tinggi ternyata malah tidak diterima.

Sementara siswa yang mendaftar dengan nilai dibawahnya malah diterima.

Terjadinya jual beli dalam PPDB tersebut saat ini tengah santer diperbincangkan antara orang tua yang anaknya tidak diterima di SMA unggulan di Cianjur itu. Mereka saling membicarakan siswa yang dianggap nilainya dibawah tapi lulus dengan membayar sejumlah uang.

"Kalau bayarnya berapa pastinya kami tidak tahu, yang jelas indikasi jual beli itu terjadi. Karena dalam kondisi biasa untuk biaya sumbangan ke sekolah dan lainnya itu bisa mencapai Rp 7,5 juta itu yang resminya. Kalau ternyata ada jual beli sudah barang tentu lebih tinggi lagi," kata Suherman (47) warga Kecamatan Cilaku saat ditemui di Cianjur, Senin (6/7/2015).

Suherman mengaku, saat mendaftarkan anaknya ke SMAN 1 ia telah mempertimbangkan segala sesuatunya. Dengan nilai Ujian Nasional (UN)31,4 dan nilai rata-rata rapor 82 lebih ia optimis anaknya bisa diterima di SMAN 1 Cianjur. Namun kenyataanya harapannya tidak sesuai dengan kenyataan. Saat pengumuman, anaknya tidak diterima.

"Awalnya saya berfikir mungkin sudah nasib, belum beruntung saja. Mungkin sekolah memiliki standar yang lebih tinggi. Tapi setelah anak saya cerita bahwa teman sekelasnya dengan nilai UN hanya 28 dengan nilai rapor yang sama malah diterima. Timbul pertanyaan ada apa ini? Seakan membenarkan adanya indikasi jual beli itu," katanya.

Pihaknya sangat menyayangkan indikasisi jual beli dalam PPDB sampai terjadi di SMAN 1 Cianjur. Selain sebagai sekolah favorit, kejadian jual beli itu sangat mencoreng dunia pendidikan di Cianjur. "Untuk membuktikan sebenarnya gampang, tinggal cek saja anaknya yang diterima. Anak saya kan tahu persis nilai temannya itu, jadi semakin kuat duagaan jual beli itu terjadi," paparnya.

Sementara itu ketika akan dikonfirmasi ke Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cianjur Engkus Daryana yang bersangkutan tidak ada di kantornya. Demikian juga saat akan dikonfirmasi ke Humasnya Aryati, menurut seorang petugas yang tengah melayani daftar ulang PPDB yang bersangkutan sudah pulang.

"Besok saja, silahkan datang lagi kesekolah, beliau sudah pulang kasihan," kata Ela seorang petugas yang tengah berada diruangan daftar ulang PPDB SMAN 1 Cianjur.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur Jum'ati terkejut saat mendapatkan kabar adanya dugaan jual beli PPDB di SMAN 1 Cianjur. Pihaknya akan segera menindak lanjuti informasi yang diterimanya. Kalau sampai terjadi hal itu tidak bisa dibenarkan.

"Dalam PPDB itu sudah ada aturannya dengan jelas. Kami sudah sampaikan ke setiap sekolah. Salah satunya penggabungan antara nilai UN dan raport. Tapi kalau sampai terjadi jual beli itu tidak dibenarkan, apapun alasannya. Kami akan kenakan sanksi jika itu dilakukan oleh pihak sekolah," kata Jumati saat dihubungi terpisah.

Pihaknya akan segera melakukan investigasi terkait adanya informasi jual beli PPDB di SMAN 1 Cianjur. "Kami harus kros chek dulu kebenaran informasinya itu. Tidak serta merta informasi yang kami terima itu apa adanya. Kami akan konfirmasi ke pihak sekolah secepat. Intinya saya tegaskan jual beli PPDB itu salah dan tidak dibenarkan, itu mencoreng dunia pendidikan," tegasnya [KC-02]**








Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.