CIANJUR, [KC].- Sejumlah warga yang melintas di sepanjang Jalan Ir. H. Djuanda Salakopi mengaku was-was, pasalnya mereka kawatir tertimpa ranting pohon kanan kiri jalan (Kakija) yang kondisinya sudah mengering. Kondisi tersebut terkesan dibiarkan, pada hal pohon-pohon yang mati atau mengering itu sewaktu-waktu menjadi ancaman keselamatan bagi warga yang melintas.

Farid Dahri (60), salah seorang warga Selakopi menuturkan bahwa sempat ada dahan-dahan yang patah dari pohon-pohon kering itu akibat terjangan angin. Peristiwa itu terjadi hari Jumat (31/7/2015) silam. Menurut Dahri, dahan-dahan yang patah itu menimpa genting rumah warga, dan jika dibiarkan, sebagai warga setempat dia khawatir akan ada korban lainnya.

"Kalau sedang lewat tiba-tiba tertimpa dahan jatuh kan fatal. Lagipula pohon itu sudah lama kering, tidak tumbuh lagi dan seharusnya ditebang untuk diganti pohon yang lain," ujar Dahri, Jumat (7/8/2015.

Dikatakannya, sempat dahan yang menimpa genting warga itu dibiarkan. Warga tidak berani menebang pohon itu. Alasanya kawatir gara-gara bertindak sendiri, nanti malah dikenai sanksi macam-macam

Yudi Setiadi (40) salah seorang pengguna jalan yang melintas di selakopi mengaku khawatir juga jika tetiba ada dahan pohon yang jatuh menimpa. Bukan hanya kepada dirinya, namun juga kepada pengguna jalan yang lain. Mengingat, ruas jalan Selakopi senantiasa ramai.

"Bahaya juga. Apalagi sekarang musim angin. Kalau rapuh dan menimpa siapapun, kan nambah lagi persoalan. Ya, saya harap ditebang cepat-cepat saja," ujarnya.

Kepala Seksi Bina Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Hutan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dihutbun) Kabupaten Cianjur, Tatang Karsono mengaku sudah melakukan penebangan pohon-pohon matai dan kering di Selakopi. Namun,m kata Dia, pihaknya tidak bisa serta merta menebang sekaligus.

Ketidak mampuan itu, karena menurut Tatang, Dihutbun kekurangan biaya untuk melakukan penebangan itu. "Kemarin sudah ditebang dahan-dahan yang patah, tapi kami terbatas tidak bisa semuanya. Dananya kurang," ujar Tatang melalui sabungan telepon, kemarin.

Pemeliharaan pohon-pohon di kanak-kiri jalan (KKJ) merupakan tugas Dinas Bina Marga, namun, kata Tatang, Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh mengintruksikan Dihutbun untuk menghandle pekerjaan itu. "Tapi dananya tidak ada. Jadi untuk penebangan, kami ya nunggu anggarannya turun. Baru bisa bekerja," ujarnya.

BerdaJalan Ir. H. Djuanda Salakopi setidaknya ada 8 pohon angsana yang sudah mati dan mengering. Daunnya sudah meranggas, tinggal ranting saja. Tembokan trotoar sudah mengubur pangkal pohon-pohon itu.

"Selama ini kami alakadarnya saja. Kadang dibantu warga untuk menebang. Kami sadar itu berbahaya, tapi ya gimana lagi," ujar Tatang.

Apalagi, kata Tatang, jika pohon-pohon itu menimpa mobil atau kendaraan yang lainnya, tak ada kompensasi apapun untuk sang pemilik.

Pohon-pohon angsana yang mati dan akan ditebang itu, akan diganti oleh pohon sepatu dea yang menjulang. "Sudah ada 12 pohon di Selakopi itu yang kami tebang. Ya bertahap saja, kami belum bisa memastikan kapan akan mulai menebang pohon mati itu. Nunggu dananya ada," ujar Tatang [KC-02/gp]**

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.