CIANJUR, [KC].- Isak tangis mewarnai pemakaman Nurkhodijah (34), warga Kampung Sukajadi RT 05/RW 04, Desa Cikondang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Tenaga Kerja Wanita (TKW) tiga anak itu dikabarkan tewas mendadak di tempatnya bekerja di negara Singapura. Dugaan penyebab meninggalnya korban akibat darah tinggi.

Informasi yang berhasil dihimpun, meninggalnya TKW yang bekerja menjadi asisten rumah tangga itu terbilang tidak terduga. Perempuan yang akrab disapa Khokho itu sebelum dikabarkan meninggal sempat berkomunikasi dengan pihak keluarga.

‪"Hari Jumat (7/8/2015) Khokho masih telepon dan baik-baik saja. Tidak megeluh sakit atau apa-apa lainnya. Pokoknya dalam kondisi sehat," jelas Enung Nuryani (48), salah seorang kerabat korban. Rabu (12/8/2015).

‪Dikatakan Enung, selama 19 bulan bekerja sebagai asisten rumah tangga di Singapura itu, Khokho hampir setiap hari selalu menjalin komunikasi dengan keluarganya. Bahkan, setiap bulannya, ia selalu mengirimkan hampir seluruh uang gaji bulanannya.‬

‪Enung menambahkan, komunikasi terakhir antara Khokho dengan keluarganya terjadi pada Sabtu (8/8/2015) siang. Dalam komunikasi itu, Khokho mengaku merasa pusing dan sakit kepala sehabis menyantap seporsi nasi Padang dan dua tusuk sate daging kambing.‬

"Katanya pusing-pusing setelah makan itu. Tapi almarhumah tidak punya sejarah penyakit apapun, apalagi darah tinggi," tambah dia.‬

‪Setelah komunikasi itu, keeseokan harinya, pihak keluarga pun kembali mengontak telepon selular korban. Namun, kendati sudah berkali-kali menghubungi dan terdengar nada sambung, korban tidak mengangkatnya.‬ "Dari situ sudah tidak ada kontak lagi dengan almarhumah," tuturnya.

‪Ibarat disambar petir, tiba-tiba pihak keluarga mendapatkan kabar melalui telepon selular dari Jakarta, Selasa (11/8/2015) siang, yang menyatakan bahwa Khokho sudah meninggal dunia. Dalam komunikasi itu pun, pihak keluarga diminta ke Jakarta untuk mengambil jenasahnya.‬

‪Selanjutnya, pihak keluarga pun langsung bergegas ke Jakarta untuk memulangkan jenazah korban yang sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta dengan ditemani agen penyalurnya, PT Harapan Abadi dari Jakarta. Jasadnyapun tiba pada Rabu (12/8/2015) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.‬

Pihak keluarga sempat membuka dan memandikan jasadnya. Mereka sempat terkejut ketika mendapati jasad khokho sudah tidak utuh lagi. Tubuhnya didapati telah dibelah mulai dari bagian tengah bawah leher dan memanjang sampai tepat di atas kemaluan. Selain itu, ada juga dua sayatan lain yang membelah mulai dari bawah tulang pundak kanan dan kiri yang saling bertemu dengan titik awal belahan di bawah leher.‬

‪"Tapi belahan itu sudah ditutup kembali dan dijahit. Jahitan lain juga ada pada bagian belakang kepala. Selain itu ada beberapa luka lebam yang membiru pada bagian leher," beber Enung.‬

Meski sempat curiga, namun pihak keluarga sepenuhnya ikhlas dan pasrah.‬ "Sebenarnya sangat curiga. Katanya meninggal cuma karena darah tinggi. Tapi, kalau hanya karena darah tinggi kok bisa sampai diautopsi seperti itu. Apalagi untuk autopsi, pihak keluarga sama sekali tidak dikonformasi," katanya.

‪Berdasarkan keterangan pihak agen penyalur, Khokho ditemukan oleh majikannya di dalam kamar mandi dalam keadaan sudah tidak bernyawa.‬ "Itu katanya, tapi kami kan tidak tahu persis kejadian sebenarnya," paparnya.

Kepala Seksi Bina Lembaga Ketenagakerjaan Dinas Sosial Tenagakerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur, Ahmad Ubaidillah, membenarkan bahwa pihaknya telah mendapatkan kabar meninggalnya Khokho seorang TKW di Singapura. Hanya saja tidak disebutkan dengan jelas perihal penyebab kematiannya.‬

‪"Kami merasa prihatin dan berbelasungkawa atas meninggalnya almarhumah. Tapi, kami juga tidak mendapatkan keterangan yang jelas soal penyebab meninggalnya alamarhumah ini," kata Ubaidillah.
‪Berdasarkan data dan nomor ID dari pihak keluarga, setelah di cek dalam database, pihaknya sama sekali tidak mendapati nama korban sebagai salah satu TKW yang terdaftar. Karena itu, pihaknya pun cukup kesulitan untuk mendapatkan data terkait korban.‬

‪"Kalau memang berangkat secara resmi pasti ada dalam database. Ini data secara nasional. Karena yang resmi itu pasti memiliki nomor ID," jelas Ubai.‬

‪Kendati demikian, Ubai menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan membantu pihak keluarga agar mendapatkan hak-haknya.‬ "Yang pasti, jika melalui jalur resmi, pasti ada asuransinya dan itu menjadi hak keluarga selaku ahli warisnya. Tapi kami tetap akan berusaha membantu sebisa mungkin," pungkasnya [KC-02/gp]**














Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.