CIANJUR, [KC].- Calon Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengaku miris dengan terungkapnya praktek seks bebas dan penggunaan narkoba anak-anak muda, di kos-kosan wilayah Cianjur.

Herman mengaku, beberapa hari belakangan dia membaca berita di koran tentang razia narkoba yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cianjur. Alhasil dalam razia tersebut ditemukan muda-mudi positif pengguna narkoba dan seks bebas di kos-kosan. Melihat itu, Herman menyatakan pendidikan agama dan budi pekerti harus kembali diajarkan mendalam kepada generasi muda Cianjur. 

“Saya miris, saya sedih  melihat fakta ini. Namun ini menjadi  salah satu sebab kenapa saya bertekad maju menjadi calon Wabup Cianjur berpasangan dengan pak Irvan (Irvan Rivano Muchtar, red), agar Cianjur lebih agamis.  Pendidikan agama dan budi pekerti menjadi fokus perhatian saya kepada generasi muda,” kata Herman.

Pria kelahiran Desa Mangunkerta ini menjelaskan,  untuk membendung dan mencegah perilaku negatif dikalangan anak muda, pendidikan agama penting untuk ditanamkan sejak kecil. Jika sudah tertanam sejak kecil, maka nilai-nilai agama akan menjadi benteng bagi anak muda ketika berhadapan dengan situasi sosial yang baru.

“Anak muda kan selalu mencari dan mencoba yang baru. Mencari proses jati diri, sehingga bertemu dengan situasi yang baru. Ketika itu terjadi, yang memiliki benteng agama tinggi akan bertahan dan menjaga jarak. Namun bila yang bentengnya rapuh, maka akan terbawa arus. Istilah lainnya, kalau seorang anak sudah ditanamkan pendidikan agama sejak kecil, maka kalau sudah dewasa sudah kuat imannya. Mau ke London pun tidak ada masalah, karena benteng agamanya kuat,” tutur Herman.

Herman yan juga alumni STM Negeri Cianjur angkatan tahun 1982 ini menjelaskan, pada program keagamaan pasangan BERIMAN nomor urut dua ini, ada dua hal yang menjadi fokus membangun benteng agama untuk anak-anak Cianjur. Pertama, mendorong lahirnya para penghafal Al-Qur’an (Hafidz). Kedua, terselenggaranya proses belajar mengajar madrasah diniyah takmiliyah. Ketiga, pemberdayaan pondok pesantren.

Program melahirkan para hafidz dikatakan Herman, akan sangat besar hasilnya membentuk iman yang kuat bagi anak muslim Cianjur. Sebab Allah sudah menjamin, bahwa para penghafal Qur’an akan dijaga seluruh hidupnya dan dijamin surganya Allah. Kemudian, para penghafal tentu juga memahami arti dan tafsir ayat-ayat Qur’an, sehingga itu menjadi pagar bagi mereka dalam melangkah di setiap jenjang kehidupan.

Selain itu, kata mantan Kepala Kantor Lingkungan Hidup ini menambahkan, madrasah diniyah dan pondok pesantren adalah pusat pendidikan keagamaan yang terbukti mampu mencetak para santri yang berakhlak baik. Itu kenapa, setiap anak yang tidak pesantren didorong untuk mengikuti belajar di madrasah diniyah usai sekolah formal. Sementara mereka yang mau langsung di pesantren, akan terbentuk karakter akhlaknya.

“Dua anak saya, sejak kecil setelah sekolah formal pagi hari, pada sorenya langsung belajar di madrasah diniyah. Alhamdulillah sampai saat ini, keduanya tetap berada di rel agama, meski berhadapan dengan situasi yang berbeda-beda dalam hidup keduanya,” pungkas Herman [KC-02/dak]**
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.