CIANJUR, [KC].- Jumlah Pemandu tentang perkoperasian di Jawa Barat saat ini sangat terbatas. Bahkan jumlahnya cenderung menurun. Hal itu akibat banyaknya pemandu yang telah beralih profesi dan memasuki usia udzur.

Kepala Lembaga Pendidikan Koperasi (Lapenkop) Wilayah Jawa Barat Asep Saep Nurdin mengatakan, pihaknya tidak memungkiri jika jumlah Pemandu saat ini sangat terbatas. Dari sekitar 800 pemandu, saat ini tinggal sekitar 400 pemandu yang ada.

"Banyak faktor, sejalan dengan kenaikan jabatan usia, banyak juga yang sudah meninggal. Itu jelas mempengaruhi aktivitasnya. Kalu dulu ada suntikan pemerintah, tapi saat ini APBN berkurang dan sudah tidak ada dan sudah tidka aktif. Ada beberapa lainya yang mempengaruhi pekerjaan karena hanya dari kalangan saja tapi berbagai kalangan," kata Asep saat ditemui disela kegiatan Pelatihan Pemandu 1 di gedung PLUT-KUMKM Cianjur, Rabu (21/10/2015).

Faktor lainya yang mempengaruhi minimnya Pemandu lantaran masih adanya anggapan peran pendidikan koperasi belum begitu dibutuhkan. Padahal itu kewajiban. "Inilah salah satunya, padahal jelas pengurus koperasi itu wajib menyisihkan pendanaan dari sisa hasil usaha (SHU) untuk pendidikan," katanya.

Pihaknya berharap, untuk mendongkrak jumlah Pemandu di Jawa Barat, peran APBD baik tingkat provinsi maupun kabupaten bisa memberikan support buat pelatihan pemandu. Hal itu bisa dilakukan melalui Dekopinda dimasing-masing wilayah.

"Patut kita akui bahwa Dekopinda jarang yang mengajukan anggaran ke Pemda untuk program, tapi kebanyakan untuk operasional.
Sebaiknya Dekopinda membuat program ke Pemda dan salah satunya PPD peningkatan SDM. Itu harus didorong dari lembaga," tegasnya.

Saat ini wilayah Jawa Barat menargetkan ada tiga angkatan angkatan pelatihan pemandu. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan pemandu yang jumlahnya sangat terbatas. Apalagi jika melihat sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat masih ada yang sangat minim aktivitas pemandu seperti halnya di Tasikmalaya.

"Padahal Tasikmalaya baik kota maupun kabupaten itu kota bersejarah tentang gerakan koperasi, tapi tidak ada aktivitas pemandu. Wilayh lainya juga seperti Cirebon banyak yang tidak aktif dan wilayah Bogor hanya beberapa tidak aktif seperti Kota Bogor. Sedangkan Purwakarta, yang tidak aktif Bekasi. Sekarang kita genjot ditambah kota pemekaran yang kita bidik," paparnya [KC-02]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.