CIANJUR, [KC].– Rakyat Cianjur harus bangga dengan memakai batik Cianjur. Kebudayaan Cianjur akan terangkat bila rakyatnya suka memakai batik Cianjur. Masyarakat harus lebih mencintai batik Cianjur, dengan memakainya dan mempromosikan ke daerah-daerah lain.
"Saya ketika memakai batik Cianjur,  menajdi bangga terhadap daerah sendiri. Karena di motif batik Cianjur banyak maknanya. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan warisan budaya nenek moyang kita," kata calon Bupati Cianjur nomor urut 2 Irvan Rivano Muchtar (IRM), terkait dengan hari batik nasional.
Irvan yang juga Ketua Karang Taruna Cianjur menceritakan, batik Cianjur yang ada sejak tahun 1920 ini, menyimpan cerita sejarah pertanian Cianjur yang terkenal. Karenanya, pada batik cianjuran ini, pakem yang terkenal adalah beasan. Motif batik yang bersumber dari inspirasi pertanian ini juga mempengaruhi pewarnaaan, sehingga warna umumnya mendekati warna tanah, daun atau bulir padi lebih dominan.
Saat ini ditambahkan Irvan, motif batik Cianjur sudah banyak. Seperti motif padi, kecapi suling atau mamaos, motif maen po atau pencak silat, dan motif ayam pelung. Kesemuanya itu, bersumber dari budaya, tradisi dan sumber daya alam yang melimpah di Cianjur dan dituangkan dalam batik.
Menurut Irvan, dalam cerita  tahun 1920 an itu, sudah mulai ada pengrajin batik yang berada di Kelurahan Bojongherang dan kain Poleng yang terkenal di daerah Sindanglaka, Karangtengah. Kemudian sudah dipatenkan juga Batik Galuh Mukti, ada juga Bren Beasan dan motoif –motif lainnya. Pengrajin batik juga mulai banyak di beberapa kecamatan seperti Cianjur, Sukaluyu, Cugenang dan lainnya.
"Saya bangga, dan semua harus bangga dengan batik Cianjur. Terlebih bila ada kaum muda sekarang bisa menciptakan motif teranyar, seperti pada tahun 2013, hasil kreatifitas rakyat Cianjur memunculkan batik Gurisan dan Pangkur. Saya pun ketika terpilih nanti akan bekerja keras melestarikan dan meningkatkan promosi batik Cianjur ke tingkat nasional bahkan dunia. Dan itu harus dimulai dari sekarang dan dari kita sendiri, bangga memakai batik Cianjur," tuturnya.
Keinginan tersebut diamini oleh rakyat Cianjur. Menurut Eky Aiman, warga Cipanas, seorang pemimpin harus memberikan contoh bagi rakyatnya. Bila batik Cianjur ingin dijadikan kebanggaan, maka harus mendapat dorongan dan dukungan dari pemimpinnya. Terlebih kata Eky, sosok Irvan adalah putra asli Cianjur, yang sudah mendarah daging budaya sundanya.
"Saya setuju, kalau seperti pak Irvan Rivano Muchtar memakai dan bangga dengan batik Cianjur, maka kita semua juga harus memakainya dan bangga. Ini contoh yang benar diajarkan pemimpin.Siapa lagi kalau bukan kita putra Cianjur, yang akan melestarikan warisan orang tua kita, seperti batik Cianjur," kata Eky [KC-02/dak]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!





Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.