CIANJUR, [KC].- Kegiatan istighotsah warga Nahdlatul Ulama (NU) seharusnya menjadi kegiatan yang semata memohon petunjuk pertolongan kepada Allah SWT. Bukan kegiatan yang bisa dipolitisir untuk kepentingan tertentu.

"Istighotsah seharusnya menjadi pengajian bagi seluruh umat muslim di Cianjur khususnya warga NU untuk kemaslahatan Cianjur. Bukan untuk menunjukkan dukungan kepada pihak tertentu. Kami berharap istighotsah dikembalikan kepada fitrahnya seperti yang diajarkan para kyai NU," kata Pengurus PC Muslimat NU, Rismawati Rabu (4/11/2015).

Rismawati mengaku miris kalau dalam istighotsah kemudian digiring menjadi arena dukung mendukung dalam Pilkada Cianjur. Seharusnya pengurus NU yang menggelar istighotsah dalam masa Pilkada ini, mengundang semua kandidat, pemerintah kabupaten, kepolisian dan TNI serta para santri dan guru ngaji di Cianjur, agar doa-doa yang dipanjatkan semata khusus untuk kemaslahatan Cianjur.

"Kegiatan istighotsah harusnya menjadi kegiatan ibadah yang suci, karena memiliki arti memohon pertolongan kepada Allah SWT ketika dalam keadaan sukar dan sulit," paparnya.

Dia menerangkan, istighotsah yang mulai banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia, khususnya kaum Nahdliyyin pada tahun 1990 an, memiliki makna doa yang kuat diawali dengan istighfar, berdasar kitab karangan KH. Muhammad Romly Tamim, "Al-Istighatsah bi Hadrati Rabb al-Bariyyah" pada tahun 1951.

Sesuai amanat KH. Muhammad Romly Tamim, dalam tata cara istighotsah orang yang yang akan melakukan, harus dalam keadaan suci, baik badannya, pakaian dan tempatnya, dan suci dari hadats kecil dan besar.

Serta tidak kalah pentingnya membaca wirid sesuai urutan yang telah ditetapkan. Karena Kyai Romly sebelum menuliskan kitabnya, melaksanakan riyaddloh dengan puasa selama tiga tahun. Pada masa riyaddloh nya itu, Kyai Romly mendapat ijazah wirid-wirid istighotsah dari para waliyullah.

"Terbayang begitu sakralnya istighotsah ini yang diajarkan para kyai kita, sehingga tidak bisa dilakukan sembarangan dan terkesan diatur untuk kepentingan salah satu pihak. Terlebih acara istighotsah yang dilaksanakan Muslimat NU Cianjur itu, dipublikasikan dengan berita yang menegaskan dukungan Muslimat NU ke salah satu kandidat," tuturnya.

Sementara itu, Neng Sukmawati anggota Muslimat MWC NU Cianjur berharap seharusnya kemurnian dan kesakralan istighotsah harus dijaga dengan melibatkan semua orang untuk kemaslahatan Cianjur.

"Kalau semua orang diajak, akan semakin besar ampunan dan doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT. Sehingga Insya Allah Cianjur akan lebih barakah lagi. Saya berharap, jamaah yang hadir saat itu benar-benar semata untuk memohon ampunan dan pertolongan, dan niatnya tidak melenceng ikut mempolitisasi istighotsah," katanya [KC-02/dak]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.