Oleh. Benning Rizahra 
Guru Konsultan Pendidikan Sekolah Guru Indonesia Yayasan Pendidikan Dompet Dhuafa


Hampir setiap orang menyenangi kebersamaan, baik itu bersama keluarga, sahabat, ataupun dengan hanya satu teman. Karena dari kebersamaan itu akan terciptakan keramaian, kebahagian bahkan akan banyak muncul topik pembicaraan. Hasil dari kebersamaan dapat meghasilkan banyaknya ide, karena setiap orang memiliki pemikiran atau keinginan yang berbeda sehingga ide-ide akan banyak bermunculan ketika bersama.

Begitu halnya dengan persahabatan, ketika kami menjalin hubungan lebih dari teman yaitu persahabatan, persahabatan yang ditimbukan karena seringnya bersama dan rasa kami yang selalu untuk menyayangi satu sama lain. Yang awalnya kami tidak mengenal satu sama lain dan bahkan tidak pernah terpikirkan akan saling mengenal, tapi dengan izinNya kami diberikan kesempatan untuk bersama untuk menciptakan cerita indah yang inspiratif.

Kami yang berasal dari berbagai daerah sebagai perwakilan setiap daerahnya untuk sama-sama belajar mengenai tugas dan fungsi manusia sebagai khalifah dan fungsi agar dapat berguna satu sama lain. Tidak kenal satu sama lain dengan tingkah pola kami yang berbeda-beda sebagai langkah pertama untuk menegtahui lebih lanjut tentang pribadi masing-masing.

Kebersamaan yang sangat hangat karena kami memang jauh dari keluarga membuat kami lebih dekat karena kami untuk saat itu hanya miliki mereka yang terdekat. Dari kebersamaan itu banyak hal yang kami kerjakan bahkan ciptakan yang sangat luar biasa, itu semua karena kami bersama.  Keindahan disetiap momennya menjadikan bukti kebersamaan kami dalam kerjakeras menjadikan setiap program kami berjalan lancar. Karena kebersamaan yang kami bangun karena kami bersama-sama ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan bersama-sama ingin mengabdi kepada negara yang kami cintai yaitu Indonesia.

Banyak ide-ide kreatif yang masing-masing dari kami lontarkan. Hal itu membuat kami kaya akan gagasan. Pengalaman yang kami bagikan menjadikan pelajaran yang sangat luar biasa bagi kami. Belajar satu sama lain dan saling intropeksi diri lalu lakukan perubahan  adalah hal yang sering kami lakukan.

Perbedaan kami, baik itu dari suku, budaya, dan sosial bukan menjadi masalah, karena kami tersatu dalam persaudaraan karena kami berada dalam satu agama yaitu Islam. Perbedaan itu yang awalnya sulit kami terima dan terhambat dalam adaptasi  karena kebiasaan kami yang berbeda, namun dari hal tersebut kami belajar menghargai satu sama lain dan menjadikannya sebuah proses. Semua itu membuat kami lebih nyata melihat bahwa Indonesia memang kaya.

Karakter kami yang berbeda karena kami berbeda daerah terkadang membuat perselisihan kecil, namun itu tidak berlangsung lama, karena selain kita belajar menghargai juga kita belajar untuk memahami orang lain.

Sikap kami pun yang berbeda satu sama lain, manja, cengeng, lemah, mengeluh, dan pesimis adalah sikap kurang baik kami, namun diluar itu semua karakter kami yang tegas, bijaksana, penyayang, ramah, baikhati, peduli, humoris,  optimis, dan karakter baik kami lainnya membuat persahabatan kami jadi lebih berwarna.

Didikan tegas dan keras pada awal kami bersama membuat persahabatan kami begitu erat, ketika ada satu dari kami yang down, kami serentak bersama-sama memberi semangat dan menghiburnya. Karakter humoris yang rata-rata ada pada diri kami menjadikan susana persahabatan kami selalu ceria. Keceriaan yang selalu hadir ketika kami bersama adalah momen yang selalu kami nantikan.

Hingga pada saatnya kami harus berpisah satu sama lain untuk mengabdi pada negeri, merelakan semua kebersamaan yang penuh cinta harus tertahan untuk sementara waktu. Komitmen yang kami buat untuk tidak melupakan semuanya adalah salah satu cara kami untuk menjaga persahabatan ini.
Kami terpisah berjauhan. Kebersamaan yang membuat keceriaan itu hilang begitu saja. Akhirnya kami sendiri. Tapi jangan pernah takut sendiri karena sebenernya sahabat-sahabat kita ada di hati kita. Sebut selalu namanya dalam doa agar kita terasa dekat. Raga yang terpisah ini takkan menjadikan jiwa kami terpisah. Ketika rindu melanda, pejamkanlah mata dan rasakan kehadirannya.
Walapun memang pada akhir nanti kita akan sendiri, namun sulit ketika untuk saat ini kami terpisahkan. Mari kuatkan hati dengan , “aku tidak boleh sedih karena masih ada saya”. Ya, kita masih bisa bekerjasama dan menghibur satu sama lain dengan diri kita sendiri. Karena kita memiliki sikap yang bertolak belakangan antara sikap yang satu dengan yang lain, dimana kadang kita yang lemah, namun kadang kita pun bisa menguatkan. Jadi jangan pernah sedih walapun sekarang kita terpisah.

Perpisahan kami bukan hal yang sia-sia, dimana kami mempunyai niat tulus untuk bersama-sama memperbaiki diri dan membangun Indonesia lebih baik. Kami ikhlaskan rasa rindu kami untuk bersama dan menahan semua rindu yang selalu hadir menyapa.

Kami akan selalu menanti waktu itu tiba. Waktu dimana kami diberikan kesempatan untuk dapat bertemu kembali dan mengulang semua kebersamaan yang penuh dengan keceriaan, yang pada akhirnya kami akan menorehkan cerita indah tentang 19 Laskar Nusantara.

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.