Mungkin dalam pemikiran banyak orang Lapas (LP),  adalah sebuah tempat yang sangat mengerikan,seperti rumor yang beredar selama ini, atau seperti  dalam film – film yang memperlihatkan kehidupan yang keras di dalam penjara.

Namun pada dasar nya, lembaga pemasyarakatan atau lapas adalah tempat untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana, penghuni lembaga pemasyarakatan, dengan  tujuan utama membentuk narapidana, agar menjadi manusia seutuhnya yang menyadari kesalahannya, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana, sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat,serta menjadi warga negara yang baik dan bertanggungjawab.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, keberadaan lembaga pemasyarakatan Kelas II B Cianjur, dalam proses pembinaannya mengadopsi pendidikan dan pembinaan pola pesantren,pola pembinaan dan pendidikan di pesantren terpadu Attaubah Lapas Cianjur, hingga kini telah berhasil mengantarkan santri nya,untuk kembali mengandikan diri di tengah tengah masyarakat.

Dalam perjalanannya, di pesantren terpadu  Attaubah,setiap mereka para santri yang telah habis masa penahanannya, akan dikembalikan pihak pesantren Attaubah Lapas Cianjur kepada masyarakat.

Seperti halnya Sudikman atau akrab disapa Dikdik (42Tahun), seorang santri yang berasal dari Desa Kalapa Nunggal Kec.Cikadu, setelah melewati masa pendidikan dan pembinaan selama 6bulan, Dikdik pun dikembalikan kepada keluarga dan masyarakat desa kalapanunggal, pada 18 Februari 2016, yang ditandai dengan timbang terima dari pimpinanPesantren terpadu Attaubah  kepada istri,oang tua, tokoh mui,dan aparat pemerintah desa kalapanunggal.

“Yang membuat saya nyaman sewaktu di Lapas adalah karna adanya progran Lapas yang bekerjasama dengan MUI, yaitu adanya Pesantren attaubah dengan pembinaan yang benar – benar berbasis Pesantren, jadi  saya tida merasa jenuh, karna disana banyak kegiatan yang di isi dengan pengajian dan berbagai kegiatan positif lain nya” terang Dikdik.

Sebagai panutan di tempat asalnya desa kalapanunggal, kehadiran nya pun disambut haru, histeris bercampur menjadi satu,sebagai wujud syukur atas kepercayaan masyarakat  kepada sang tokoh yang diidolakan, karena telah berjasa dalam pembangunan di desanya ini.

“Melalui timbang terima santri yang telah bebas dari Lapas Cianjur ,kami lakukan tida semata – mata untuk menghindari terjadinya intimidasi dari masyarakat  pada santri yang telah selesai masa hukuman, semoga dengan serah terima ini bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat pada santri kami” ucap KH.T. Muchtar gozali,sebagai direktur Pesantren attaubah Lapas Cianjur.[KC.06/Aves]**

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.