Anak  jalanan adalah anak yang sebagian besar waktunya berada di jalanan atau di tempat-tempat umum. Anak jalanan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : berusia antara 5 sampai dengan 18 tahun, melakukan kegiatan atau berkeliaran di jalanan, penampilannya kebanyakan kusam dan pakaian tidak terurus, mobilitasnya tinggi.

Kegiatan yang dilakukan anak jalanan di jalan menggunakan jalan sebagai tempat tinggal dan hidup, untuk bermain, untuk berjualan. Tempat tinggal anak jalanan tinggal di Taman Kota, tinggal di emper toko. Sumber mendapatkan uang dengan cara meminta-minta, dengan cara berjualan, dan dengan cara mengamen.

Seperti hal nya dua anak jalanan ini Jaka (16),dan shabat nya Apay (15), mereka mulai menginjak jalanan sejak tiga tahun yang lalu, mereka sudah banyak  mencicipi ketidak berpihakan seluruh rangkaian kota ini. Kemiskinan (salah satu alasan klasik seluruh anak jalanan yang turun kejalan) yang menerpa keluarganya, ayah nya (Jaka) meninggal sejak dia masih duduk di kelas 4 SD,ibu nya seorang pembantu rumah tangga.

“yah sayah sih sudah lebih nyaman di jalan “bang” terang nya pada saya,  pulang ke rumah sebulan sekali,yah kalo pakaian saya sudah dekil banget aja, Habis nya mau ngapain pulang ke rumah juga kan ga ada siapa-siapa, setidak  nya kalo ngaemen kaya gini kan kita bisa dapet uang buat makan, yah lumayan bang minimal sehari dapat 50 ribu di bagi sama apay, yang paling membuat sayah betah di jalan sih karna banyak teman dan mereka peduli sama saya, terus kalo tidur paling kita di taman atau di emperan toko, dimana aja sih pas kita ngantuk yah kita tidur di situ” terang jaka (16) saat kami berbincang di trotoar jalan, beberapa meter dari  Mesjid Agung Cianjur, kamis (03/03).

Fenomena merebaknya anak jalanan di Cianjur, merupakan persoalan sosial yang kompleks, karena mereka berada dalam kondisi yang tidak bermasa depan jelas, dan keberadaan mereka tidak jarang menjadi “masalah” bagi banyak pihak, keluarga, masyarakat dan negara. Namun, perhatian terhadap nasib anak jalanan tampaknya belum begitu besar dan solutif. Mereka adalah amanah Tuhan yang harus dilindungi, dijamin hak-haknya, sehingga tumbuh-kembang menjadi manusia dewasa yang bermanfaat, beradab dan bermasa depan cerah.

Penanganan anak jalanan di seluruh wilayah kota besar di Indonesia termasuk Cianjur belum mempunyai model dan pendekatan yang tepat dan efektif,  yang memungkinkan anak-anak itu tumbuh dan berkembang dengan baik, sehat dan cerdas. Pemberdayaan keluarga dari anak jalanan, terutama dari segi ekonomi, pendidikan dan agamanya, diasumsikan merupakan basis utama dan model yang efektif untuk penanganan dan pemberdayaan anak jalanan.[KC.06/Aves]**

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.