Boleh dibilang,  dunia esek esek di Kabupaten Cianjur sudah berkembang pesat dari yang kelas On line, sampai yang masuk  ke tempat  khusus. Salah satunya adalah Kuburan Cina,  ditempat ini, bukan PSK yang mendominasi, namun diisi oleh banyak waria dan  pria yang ingin dihibur oleh waria, bahkan memiliki komunitas tersendiri, memang tidak besar, namun jumlahnya bisa mencapai belasan orang.

Ditempat itu disiang hari memang hanyalah tempat orang untuk menunggu bis jurusan Cianjur ke Bandung. Namun, pada malam hari, penghibur dunia malam ini baru menampakkan dirinya. Tentunya, mereka langsung beraksi. Berbagai cara mereka lakukan agar bisa mendapat pelanggan sebanyak banyaknya.

Mereka bergaya seperti wanita modern yang berpakaian mini dan seksi,  tak heran gaya mereka yang seksi ini bisa memecah konsentrasi pengendara motor atau mobil yang melintasi kawasan tersebut.
Hanya 30 ribu rupiah saja untuk bisa menikmati layanan mereka. "Mau ‘di losgendos badai gak’?" Rp 30 ribu doang," ujar waria berbaju merah jambu yang mengaku bernama Cindy sambil menunjuk ke arah pemakaman.

Tapi, malam ini Cindy tidak beraksi. Ia hanya mengunkapkan berbagai unek uneknya, Ia pun sebenarnya enggan untuk melakukan pekerjaan ini."Sudah pasti karena uang lah, habis kaum seperti kami ini kan sulit untuk mendapatkan perkejaan. Kalo gak seperti ini yah gak bisa makan dong," kisahnya.

"Aku memang sudah mempunyai sifat yang menyimpang, dari SMP emang sudah suka sama cowok. Jadi kalau kerja kayak ginikan pas ama saya. Dapet duitnya juga gampang. Semaleman aja bisa dapet Rp 300 ribu bahkan kalau ramai bisa sampai 500Ribu," jelasnya.

"Udah yah janjinya kan wawancara nya cuma sebentar, sekarang ekeu nyari pelanggan dulu nih," tambah Cindy.

Persoalan sulitnya mencari pekerjaan tidak hanya dirasakan oleh Cindy. Waria waria yang ada ditempat ini pun memiliki alasan yang sama. Entah sampai kapan mereka akan terus melakukan pekerjaan ini. Harapan mereka hanya satu, semoga ada perhatian dari pihak lain agar mereka bisa bekerja. “Saya ingin kerja mas, seperti orang orang lain,” pinta Cindy.

Di lain tempat, ternyata permintaan Cindy sudah didengar oleh pihak Dinas Sosial Cianjur. Dan sebenarnya mereka juga telah melakukan berbagai pembinaan untuk memecahkan masalah ini.

“Sebenar nya kami telah mendatangi tempat tersebut bersama dengan satuan lembaga peduli sosial,kepala dinas serta dari  kementrian sosial,saat itu kami tiba pada pukul 00.00, mungkin karna ada kebocoran informasi.saat kami tiba disana, mereka sudah tidak ada di lokasi” terang Dindin, kepala Bidang Sosial Dinsos Cianjur.

Menurut dindin pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya  untuk merangkul dan membina hingga memberikan modal usaha bagi  mereka.

Dindin juga berharap pembinaan terhadap waria ini juga membutuhkan peran berbagai pihak "Jangan hanya tergantung dari aksi pihak Dinsos untuk membina mereka, namun, kami juga berharap pihak lain juga ikut membina mereka.” tambah Dindin.

Maraknya dunia malam di Cianjur, menimbulkan berbagai respon dari masyarakat. Apalagi perkembangan informasi mengenai kehadiran waria waria ini sudah meresahkan. Salah satunya adalah hani, menurutnya “Masyarakat Cianjur yang islami belum bisa menerima keberadaan mereka, bahkan, sebagian masyarakat menganggap mereka sebagai pihak yang harus dibina,” ungkap Hani.

Hani menambahkan, bahwa keberadaan mereka sebenarnya bukanlah karena tidak punya pekerjaan, melainkan karena kebutuhan biologis. “ Itu Cuma alasan mereka saja, padahal mereka juga menikmati keadaan mereka,” tambahnya.

Sayangnya, penolakan masyarakat ini hanya bersifat omongan saja bukan tindakan yang komprehensif. “ Iya, kami sayangnya kami tidak mengambil tindakan. Kami hanya menyayangkan saja. ,” tutup Hani.

Semua pihak harus melakukan tindakan yang arif untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat ini, perlu pendekatan di berbagai aspek, seperti agama, sosial, dan budi pekerti.

Harapan Cindy sebenarnya tidak besar, ,amun jika hanya digantung dan dikubur ditakutkan akan banyak Cindy Cindy yang lain. tentunya, berbagai pihak harus memikirkan nasib Cindy, jika tidak, kabupaten Cianjur yang terkenal sebagai kota santri, akan berubah oleh kehadiran mereka.  [KC.06/Aves]***

Gambar Ilustrasi

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.