CIANJUR,[KC],- Cobalah lihat bak sampah atau  truk sampah yang ada di sekitar lokasi rumah anda (Amrol). Hitung, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi bak dan truk  itu dengan sampah, ternyata, hanya dibutuhkan beberapa jam agar truk itu penuh,  ada banyak bak  sampah dan tempat  penampungan  sampah jenis lain nya, yang tersebar di wilayah Kabupaten Cianjur dan jika semua truk sampah itu membutuhkan waktu yang  sama agar penuh, berapa jumlah banyak sampah yang dihasilkan di Cianjur?

Dari pantauan kabarcianjur.com, semua  hasil sampah dari masyarakat Cianjur ini semuanya dibuang di TPA Pasir Sembung.  setiap harinya, TPA Pasir Sembung menerima sampah hingga 250 ton lebih.

“Seharinya disini bisa mendapat 250 ton sampah” ujar Wawan, salah satu pegawai di TPA Pasir Sembung.

Wawan menambahkan, ada 23 truk sampah yang mengangkut di wilayah cianjur dalam satu hari, ada dua shift yang diberlakukan untuk mengangkuti sampah di Cianjur. Selain truk, ada juga 10 unit cator, selain itu ada juga mobil pick up dari tiap – tiap Desa atau kecamatan, bahkan selain yang dikelola oleh pemerintah ada juga truk sampah milik swasta  yang mengirim sampah ke TPA Pasir Sembung ini. Kami lakukan hal ini agar kota Cianjur bisa terlihat bersih dan sehat” tambah Wawan.

Jika TPA Pasir sembung harus menerima sampah dengan jumlah yang begitu besar pada lahan yang luas nya hanya 61122 m2, maka berapa lama lagi TPA Pasir Sembung ini bisa menerima dan menampung sampah yang di sumbang oleh masyarakat Cianjur.

Jika sampah tidak di Reproduksi  maka akan terjadi penumpukan sampah di TPA  Pasir Sembung, selain itu lingkungan pun akan tercemar terutama  sawah dan sumur warga sekitar, pencemaran udara,  dan sumber  penyakit akan datang, banjir, bahkan longsor  jika TPA Pasir Sembung sudah tidak kuat menampung sampah yang di kirim oleh masyarakat Cianjur,  jangan sampai bencana yang terjadi di TPA  kota lain ter jadi juga di TPA Pasir Sembung.

Kepala Bidang Kebersihan DKP Cianjur, Pratama mengungkapkan bahwa Pengolahan sampah di Pasir Sembung sendiri menggunakan sistem Controll Landfill atau sistem pengurugan yang di lakukan setiap hari secara periodik sampah yang telah tertimbun ditutup dengan lapisan tanah untuk mengurangi potensi gangguan lingkungan yang ditimbulkan, padahal seharus  nya kita pakai sistem Sanitary Landfill, namun itu biaya nya mahal, pengolahan tersebut memakan biaya Rp. 400.000/ton, kalau dikalikan sehari 250 ton maka biaya yang harus di keluarkan adalah Rp.100.000.000/hari, biaya yang di keluarkan untuk operasional DKP saja itu hanya  6 - 8 milyar setiap tahun nya,  maka dari itu sangat di butuhkan kesadaran masyarakat untuk meminimalisir sampah, terutama sampah pelastik dan sampah rumah tangga lain nya”.terang Pratama di kantornya. (12/03/2015).

“Diharapkan di tingkat pemerintahan Desa bahkan sampai tingkat RT dan RW, bisa mengoptimalkan pengolahan sampah di daerah nya masing – masing, dengan cara membentuk pengolahan sampah, misalnya untuk sampah NON ORGANIK seperti plastik bisa dikumpulkan lalu dijual, dan untuk sampah ORGANIK  bisa di manfaatkan untuk pupuk atau dijadikan pakan”. Tambah Pratama.

Setiap individu adalah penghasil sampah dan masyarakat memiliki peran untuk bisa menanggulanginya. Sayangnya, saat ini masih banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana cara mengurangi sampah, padahal setiap individu bisa berteman dengan sampah dan membuat sampah menjadi lebih berguna.

3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle hingga saat ini masih menjadi cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah dengan berbagai permasalahannya. Penerapan sistem 3R atau reuse, reduce, dan recycle menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di samping mengolah sampah menjadi kompos atau meanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (PLTSa; Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Justru pengelolaan sampah dengan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari.

3R terdiri atas reuse, reduce, dan recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

Lewat beberapa langkah mudah di atas, mari memulai kebiasaan hidup yang lebih baik demi masa depan Cianjur yang lebih baik. [KC06/AVES]**

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

2 comments:

  1. Mudah mudahan ditemukan solusinya untuk mendaur ulang sampah,dan memang peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam mengelola sampah.Jadikan sampah sebagai mitra atau teman dalam kehidupan kita sehingga sampah mendapatkan perlakuan yang baik,sekian terima kasih salam.

    BalasHapus
  2. Sipz. Betul sekali pa janjan.. Jadikan sampah sahabat jangan sampai jadi musibah

    BalasHapus

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.