November 2016
CIANJUR, [KC].- Ribuan relawan bencana yang terdiri dari unsur masyarakat, OPD, LSM dan Ormas mengikuti Apel Bersih-Bersih Sungai Citarum di Lapang Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, Sabtu (19/11/2016).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman mengatakan, total keseluruhan yang mengikuti kegiatan bersih aliran sungai Citarum ini berjumlah 1.440 orang.

"Awalnya hanya ditargetkan 1.000 orang, ternyata animo masyarakat cukup antusias dan lebih dari yang kita perkirakan," ujarnya.

Aksi ini menurutnya, juga sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini. Bahkan diperkirakan, cuaca ekstrem akan berlanjut di tahun 2017.

Sementara itu Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman menegaskan, kegiatan ini sangat berdampak positif dan bermanfaat.

"Jadikan kegiatan ini sebagai perekat, sehingga kondusif dan memperkuat mengantisipasi terjadinya bencanan" tegasnya.

Pada kesempatan itu, Wabup secara simbolis juga menyerahkan alat-alat kerja dan pohon kepada perwakilan relawan. [KC.03/her]**
CIANJUR, [KC],- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Cianjur akan memfasilitasi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang akan mengembangkan usahanya melalui program access reform, yakni kemudahan sertifikasi tanah sebagai jaminan untuk agunan di bank.

’’Jadi kami tidak hanya membuat sertifikat tanah saja. Masyarakat dan pelaku usaha juga kami jembatani kepada perbankan untuk dimudahkan dalam permodalan,” ungkap Kepala BPN Kabupaten Cianjur, Lutfi Zakaria saat jumpa pers di kantornya. (17/5).

Tidak hanya para pelaku UMKM saja, kelompok tani pun kata dia bisa menggunakan program access reform. Dengan menggandeng pihak Bank untuk penyediaan akses permodalan kepada petani penerima redistribusi tanah, melalui penyaluran kredit usaha tani dengan agunan sertifikat hak atas tanah yang bersangkutan. ’’Kita sebagai fasilitatornya dan menggandeng pihak ketiga untuk permodalan mereka,” paparnya.

‪Selama ini lanjut Lutfi, BPN Kabupaten Cianjur sudah melakukan asset reform yang merupakan penataan kembali penguasaan, kepemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah berdasarkan hukum dan perundang-undangan pertanahan, mencakup redistribusi tanah dan legalisasi aset.

Namun kata dia, asset reform tanpa diikuti access reform tidak akan berhasil dalam pengembangan ekonomi masyarakat. ’’Sebaliknya, asset reform yang diikuti dengan access reform akan menjadi jalan untuk pengembangan ekonomi,” tandasnya. [KC.01]**
CIANJUR,[KC],- Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Cianjur  menyerahkan 395 sertifikat lahan seluas 200 hektare kepada petani cikencreng Desa Mekarmukti Kecamatan Cibinong Kab. Cianjur.

Penyerahan sertifikat hak milik diserahkan langsung oleh Kepala Kantor BPN Cianjur, Lutfi Zakaria di Aula BPN Kab. Cianjur dengan disaksikan oleh seluruh masyarakat, dan perwakilan pemerintah desa, dan aparat kepolisian, kamis (17/5)

"Redis ini digulirkan melalui Program Reforma Agraria, Sebelumnya sertifikat redis juga sudah dibagikan di 5 lokasi  lainnya, yakni   Desa Neglasari Kecataman Cidaun, Desa Wangunjaya Kecamatan Naringgul, Desa Gelar Pacitan Kecamatan Cidaun, dan Desa Cipendawa Kecamatan Pacet." ujar Lutfi saat Jumpa Pers di kantornya.

Menurut Lutfi, Reforma agraria tidak selesai dengan penyerahan sertifikat, nanti kita lanjutan dengan program access reform untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia menjelaskan, akses reform adalah kegiatan setelah redistribusi yang dilakukan Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan lembaga terkait. Selanjutnya akan ada pendampingan, pelatihan, penyiapan infrastruktur. Mereka juga akan mendapatkan fasilitas akses permodalan ke perbankan.

"Nantinya sertifikat lahan reforma agraria tidak dapat dialihkan atau diperjualbelikan selama minimal 10 tahun. Setelah itu, lahan hanya bisa dijual kepada sesama warga yang menjadi peserta program ini. Calon pembeli pun harus memastikan bahwa lahan tetap digunakan untuk pertanian atau bercocok tanam." Ujar Lutfi.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Petani Mekarmukti, Parno merasa bersyukur dan bahagia karena tanah garapan yang selama ini digarapnya bersama rekan-rekannya akhirnya bisa diserahkan berupa sertifikat kepemilikan kepada masyarakat.

"Saya sangat bersyukur kepada Alloh SWT perjuangan yang selama ini kita lakukan bersama para petani bisa berbuah manis dan dapat dirasakan oleh seluruh petani desa mekarmukti, saya atas nama petani mengucapkan terima kasih kepada BPN Cianjur, Pemerintah Desa, yang telah membantu proses sertifikasi ini dengan baik dan lancar." Ungkap Parno.

Pelaksanaan reforma agraria di Indonesia mengacu pada UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria. Rujukan lainnya adalah Ketetapan MPR Nomor IX/MPR/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam. Aturan ini diperbarui dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2010 tentang Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar. [KC.01]**


CIANJUR,[KC],- Paska dibukanya pintu Spillway 3 waduk saguling beberapa hari yang lalu berdampak pada Puluhan warga Kampung Bantarcaringin, Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, harus  mengungsi karena debit air Sungai Citarum naik sejak Minggu (13/11).

Anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Cianjur, Ayub menyampaikan sedikitnya ada 21 Kepala Keluarga (KK) atau 83 Jiwa  diungsikan ke rumah-rumah saudara mereka yang aman dari ancaman naiknya debit air citarum .

"Apabila malam hari kami  mengungsikan seluruh masyarakat ke  permukiman warga lainnya yang berada di posisi aman, kami juga bersama BPBD menyiapkan tenda darurat,  Tenda itu dapat menampung ribuan jiwa. Segala kemungkinan sudah siap kita hadapi, termasuk kemungkinan terburuknya (banjir)," kata Ayub.

Sementara itu Petugas Lapangan BPBD Kab. Cianjur, Herman menyebutkan sudah mengevakuasi keluarga Lalan (55) yang rumahnya sudah tergerus air bah malam tadi. Korban sendiri sudah dievakuasi ke rumah kerabatnya yang lebih aman.

"Selain rumah, ada pondok pesantren dan sekolah yang terancam juga karena lokasinya tepat di bantaran Sungai Citarum," lanjut Herman

Sejumlah warga mengaku terpaksa mengungsi ke tenda darurat di malam hari karena takut terjadi banjir. Apalagi diakui warga, kondisi air bah sangat mencekam dan terus naik.

"Hidup sudah tidak nyaman dan tenang lagi air sudah naik dan kita terpaksa harus mengungsi. Semoga saja air bisa cepat surut," kata Imas (39), seorang warga setempat. (39), seorang warga setempat. [KC.10/Net]**
CIANJUR,[KC],- Layanan 4G Telkomsel kini resmi mengudara di Cianjur, pada Minggu (13/11/2016), di mana Telkomsel juga sekaligus menggelar kegiatan Telkomsel 4G Fest.

Layanan ini diresmikan oleh Direktur Sales Telkomsel Mas'ud Khamid, Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel Yetty Kusumawati, dan Bupati Cianjur H Irvan Rivano Muchtar

Direktur Sales Telkomsel Mas’ud Khamid menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan layanan berteknologi terdepan di setiap kota. Dengan hadirnya 4G LTE di Cianjur, maka masyarakat setempat telah dapat menikmati keunggulan dari layanan broadband berkecepatan tinggi.

“Sejak akhir Agustus lalu, sekitar 13 BTS eNodeB 4G LTE Telkomsel sudah melayani kebutuhan layanan broadband masyarakat di kota Cianjur. Layanan 4G LTE Telkomsel ini melengkapi penyediaan layanan broadband dari sekitar 156 BTS 3G yang sudah beroperasi di wilayah kota Cianjur sebelumnya. Jaringan teknologi 4G LTE Telkomsel ini juga sudah menjangkau lingkungan Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Cipanas, Cianjur,” katanya.

Untuk menarik animo masyarakat, Telkomsel menghadirkan promo menarik, seperti promo migrasi/upgrade SIM 4G LTE Telkomsel gratis kuota 10GB di semua titik layanan pelanggan Telkomsel.

Menurut Mas'ud, jumlah pelanggan yang sudah melakukan migrasi/upgrade uSIM 4G Telkomsel telah mencapai 75 ribu pelanggan terhitung sejak layanan 4G resmi beroperasi di seluruh wilayah kota Cirebon. [KC.10]**
CIANJUR,-[KC],- Bupati Kabupaten Cianjur Irvan Rivano Muchtar dikukuhkan sebagai pembina Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Cianjur. Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Direktur Bantuan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI, Adi Karyono, A.KS,MM dalam acara Simulasi Kampung Siaga Bencana di Lapangan Desa Mekarmulya Kecamatan Cikalongkulon Cianjur, Sabtu (12/11).

Pengukuhan tersebut berupa penyematan Rompi secara simbolis kepada Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, dan  Anggota DPR RI H. Deding Ishak.

"Dengan dikukuhkannya Bapak Irvan Rivano Muchtar Selaku Pembina Tagana Kab. Cianjur dan H. Deding Ishak Selaku Pembina Tagana Indonesia  ini sehingga mereka bisa merasa memiliki, ini loh saya punya pasukan yang siap mengatasi bencana alam. Karena tugas mereka adalah membina," ungkap Direktur BSKBA Kemensos RI Adhy Karyono. [KC.01]**
CIANJUR, [KC],- Kementerian Sosial Republik Indonesia  membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Mekarmulya kecamatan Cibinong Kabupaten Cianjur.

Kampung Siaga Bencana (KSB) adalah model pendekatan penanggulan bencana berbasis masyarakat untuk berubah pola pikir dan pola tindak masyarakat dalam penanggulan bencana yaitu melalui upaya mempersiapkan masyarakat agar lebih mampu mengelola kerentanan, ancaman dan resiko diwilayahnya sesuai potensi lokal melalui proses perencanaan, pengorganisasasian, penyelenggaraan dan pengendalian.

Hal ini disampaikan Direktur Bantuan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, Adi Karyono dalam sambutannya pada kegiatan Apel Geladi Lapang dan Simulasi KSB di Lapangan Desa Mekarmulya Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur (12/11).

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kabupaten Cianjur Irvan Rivano Muchtar, Anggota DPR RI  RI H. Deding Ishak, Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Dinas Sosial Propinsi Jawa Barat, dan tokoh masyarakat lainnya.

Adi menjelaskan bahwa untuk mewujukan maksud dan tujuan diatas, organisasi pelaksana yang terlibat sebagai personil KSB harus mampu melakukan kolaborasi, koordinasi dan kerjasama yang baik dengan berbagai stakeholder yang terdapat dilingkungan setempat, baik unsur pemerintahan, swasta, LSM, relawan dan masyarakat pada umumnya.

Menurutnya, ada 323 kota/kabupaten di Indonesia yang memiliki indeks risiko bencana tinggi. dan Cianjur masuk di urutan pertama di Jawa Barat sebagai daerah rawan bencana. Untuk itu, masyarakat di Cianjur perlu pengetahuan dan keterampilan untuk dapat membantu menangani bencana.

"Pembentukan KSB ini diharapkan mampu membantu pemerintah untuk menangani berbagai bencana yang sering terjadi di Desa Mekarmulya ," kata Adi. [KC.01]**



CIPANAS, [KC].- Ada 11 rumah yang sempat terendam akibat meluapnya selokan dipinggir pembangunan Bioskop di Kampung Jemprak RT 06/RW 03, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur setelah terjadi hujan deras pada Rabu (9/11).

Berikut rumah yang sempat terendam banjir diantaranya rumah milik Asep Ridwan,  Caca, Diki, Kokom,  H.  Kosim, Hj.  Unasih, Mamad,  Rahmat, Maman, Hasanudin dan Tuti. Upaya penanggulangan, masyarakat yang berbatasan dengan lokasi pembangunan bioskop di evakuasi. [KC-02]**
CIPANAS, [KC].- Sejumlah rumah di Kampung Jemprak RT 06/RW 03, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur terendam air akibat meluapnya selokan yang berada dipinggir jalan nasional pinggir pembangunan bioskop. Selain merendam rumah warga, banjir akibat meluapnya selokan itu juga mengakibatkan longsor pingiran badan jalan nasional.

Menurut Sekretaris Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Asep Yana, banjir terjadi setelah sebelumnya seputaran Cipanas diguyur hujan deras. Belum juga hujan reda sekitar pukul 15.00 WIB, tiba-tiba selokan yang melintas dipinggir pembangunan bisokop itu meluap dan menggenangi rumah-rumah warga.

"Hujannya memang deras, ada sekitar 11 rumah warga yang sempat terendam beberapa saat setelah meluapnya aliran selokan itu yang tersumbat," kata Asep Yana.

Selain mengakibatkan rumah warga terendam, hujan deras itu juga membuat bahu jalan nasional longsor. "Longsor terjadi persisi dibahu jalan. Sehingga tidak sampai memacetkan arus lalu lintas. Kendaraan masih bisa lewat seperti biasa, namun harus hati-hati," katanya.

Masyarakat dibantu pekerja bioskop bergotong royong membersihkan air yang masuk rumah bercampur dengan lumpur. "Ini jarang terjadi, banyak kemungkinan penyebabnya. Yang pasti karena kurangnya resapan air dihulu sehingga air langsung terjun kebawah," paparnya [KC-02]**

CIPANAS, [KC].- Sejumlah rumah di Kampung Jemprak RT 06/RW 03, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur terendam air akibat meluapnya selokan yang berada dipinggir jalan nasional pinggir pembangunan bioskop. Selain merendam rumah warga, banjir akibat meluapnya selokan itu juga mengakibatkan longsor pingiran badan jalan nasional.

Menurut Sekretaris Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Asep Yana, banjir terjadi setelah sebelumnya seputaran Cipanas diguyur hujan deras. Belum juga hujan reda sekitar pukul 15.00 WIB, tiba-tiba selokan yang melintas dipinggir pembangunan bisokop itu meluap dan menggenangi rumah-rumah warga.

"Hujannya memang deras, ada sekitar 11 rumah warga yang sempat terendam beberapa saat setelah meluapnya aliran selokan itu yang tersumbat," kata Asep Yana.

Selain mengakibatkan rumah warga terendam, hujan deras itu juga membuat bahu jalan nasional longsor. "Longsor terjadi persisi dibahu jalan. Sehingga tidak sampai memacetkan arus lalu lintas. Kendaraan masih bisa lewat seperti biasa, namun harus hati-hati," katanya.

Masyarakat dibantu pekerja bioskop bergotong royong membersihkan air yang masuk rumah bercampur dengan lumpur. "Ini jarang terjadi, banyak kemungkinan penyebabnya. Yang pasti karena kurangnya resapan air dihulu sehingga air langsung terjun kebawah," paparnya [KC-02]**