March 2018
CIANJUR-Kabupaten Cianjur menjadi tempat uji coba Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) yang dilaksanakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (UKM) di gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi USaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Cianjur Jalan Gadog II, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Kamis (29/3/2018).

Dalam kegiatan tersebut sedikitnya 30 pelaku usaha koperasi dan UMKM terlibat langsung menjadi peserta penggunaan sistem peringatan dini. Mereka nampak antusias mengikuti pelatihan sekaligus praktek yang didlaksanakan Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Kepala Bidang (Kabid) Sistem Peringatan Dini Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM RI Riwayat mengungkapkan, Early Warning System (EWS) tersebut sebagai alat Kemenkop untuk mendiagnosa kinerja Koperasi dan UMKM. Dengan pemberlakuan sitem EWS ini bisa kelihatan hasilnya apakah sehat, cukup sehat dan kurang sehat.

"Sistem peringatan dini atau EWS ini kita harapkan bisa menjadi salah satu jembatan bagi para pelaku usaha koperasi dan UMKM. Jika kondisinya sehat kedepannya bisa dimitrakan dengan usaha lainnya," kata Riwayat saat ditemui disela kegiatan uji coba sistem peringatan dini di PLUT KUMKM Cianjur.

Setelah diketahui hasilnya melalui EWS, maka akan mudih dilakukan tindak lanjut untuk dilakukan pembinaan berkelanjutan. "Kalau misalnya ternyata pelaku usaha itu kurang sehat, bisa dilakukan pembinaan. Kita ada tenaga konsultan dan pendamping yang siap melakukan pendampingan. Harapannya bisa berkembang dan meningkat," tegasnya.

Diakuinya, EWS ini masih sederhana dari sisi penilainnya. Kedepannya tengah dirancang untuk sistem tahap selanjutnya. "Ini baru tahap pertama, ada tahap kedua yang tengah dirancang," jelasnya.

Pihaknya menargetkan EWS ini bisa diakses oleh para pelaku usaha Koperasi dan UMKM. "Target kita ditahun ini EWS produk Kementerian Koperasi ini bisa diakses oleh para pelaku usaha. Karena pada prinsipnya restrukturisasi itu lebih tepat dilakukan oleh pelaku usaha, perintah sebatas memfasilitasi, regulasi dan katalisasi," ungkapnya.

Ketua Koperasi Bumi Pratama Imas Robiah mengapresiasi EWS yang diberlakukan Kemenkop. "Ini jelas sangat membantu kami selaku pelaku usaha. Kami bisa mengevaluasi sejauh mana usaha yang sudah kita lakukan. Karena dengan sistem ini akan diketahui kekurangannya. Ini sebagai sarana untuk meningkatkan kinerja," tegasnya. (KC-02)
kabarcianjur.com - UNTUK menghindari terjadinya persoalan dalam pengelolaan keuangan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Keuangan bagi Sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat se-kabupaten Cianjur yang dilaksanakann di hotel Yasmin Desa Palasari, Kecamatan Cipanas.

Kegiatan yang diikuti oleh para staff sekretariat urusan tata usaha, keuangan dan logistik itu berlangsung selama dua hari sejak tanggal 20 hingga 21 Maret 2018.

Sekretaris KPU Kabupaten Cianjur, Endan Hamdani dalam laporannya menyampaikan, tujuan penyelenggaraan Bimtek tersebut tiada lain untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pengelola keuangan ditingkat PPK. Dalam bimtek tersebut disampaikan mengenai tata cara pengelolaan, penyaluran dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran dana hibah APBD Provinsi Jawa Barat.


"Kita harapkan setelah mengikuti Bimtek ini semua peserta bisa memahami dan melaksanaan bagaimana mengelola keuangan dalam pelaksanaan Pilgub ini secara baik dan benar dan bisa dipertanggung jawabkan," kata Endang yang juga merangkap sebagai panitia pelaksana Bimtek.

Kegiatan dibuka resmi oleh Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Anggy Shofia Wardany. Dilanjutkan dengan pemaparan materi dengan narasumber dari Kejaksaan Negeri Cianjur untuk memberikan pengarahan tentang penerangan hukum tindak pidana korupsi. Selain itu, terdapat narasumber dari BPKAD yang memberikan arahan tentang akuntansi pengelolaan keuangan, serta langkah-langkah pertanggungjawaban keuangan. [KC-02/**]


kabarcianjur.com - JUMLAH Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2018 di Kabupaten Cianjur mencapai 1.649.874 pemilih. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Dari jumlah DPS tersebut, 60.447 pemilih belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

Jumlah DPS sebanyak 1.649.874 pemilih terdiri dari 838.825 pemilih laki-laki dan 811.049 pemilih perempuan. Adapun jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pelaksanaan Pemilihan Gubvernur dan Wakil Gubernur mencapai 3.921 TPS.

Hal itu terungkap dalam Rapat Pleno Terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur yang dilaksanakan di aula Husni Kamil KPU Cianjur, Jumat (16/3/2018) lalu. Dalam rapat pleno tersebut sempat terdapat catatan yang disampaikan oleh tim pemenangan paslon nomor 2 terkait dengan pemilih yang belum memiliki KTP-el.

"Sebenarnya memang ditujukan bukan ke kita, karena kita tidak memiliki kewenangan untuk progres perekaman KTP-el dan cenderung ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil," kata Ketua KPU Cianjur Anggy Sophia Wardhani kepada awak media.

Menanggapi catatan dari tim pemenangan paslon nomor 2, pihaknya akan terus melakukan kordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil terkait pemilih yang belum memiliki KTP-el. Ia menargetkan sebelum DPT, semua pemilih yang sudah terdaftar dalam DPS itu sudah melakukan perekaman dan memiliki KTP-el.

Sementara bagi pemilih yang belum terdata dalam DPS, menurut Anggy, KPU mmberikan toleransi dengan tahapan hasilperbaikan. Warga bisa aktif mendaftar kepenyelenggara ad hoc yakni Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ditingkat kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa.

"DPS hasil perbaikan itu ada waktu sepuluh hari yang bisa dimanfaatkan oleh pemilih yang belum terdaftar. Selanjutnya hasil perbaikan itu akan dibawa ke pleno sebelum memasuki penetapan DPT yang sesuai dengan jadwal sekitar bulan April mendatang," tegasnya. [KC-02/**]





kabarcianjur.com - KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur baru-baru ini telah melakukan sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2018. Sosialisasi tersebut menyasar sejumlah warga yang tengah berekreasi di Wana Wisata Pokland Haurwangi Cianjur.

Komisioner KPU Cianjur Hilman Wahyudi mengungkapkan, sosialisasi Pilgub Jabar yang mengambil tema “SOSIALISASI PILGUB JABAR GEMBIRA” itu bertujuan mengajak masyarakat Cianjur khususnya dan umumnya untuk masyarakat Jawa Barat untuk mengikuti pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2018.

Salah satu materi sosialisasi yang disampaikan diantaranya mengenai pelaksanaan hari pemungutan suara Pilgub Jabar, yang bertepatan pada Rabu tanggal 27 Juni 2018. Selain itu tentang pendaftaran pemilih, terkait syarat hak pilih Pilgub Jabar.

Tidak hanya itu juga dibahas mengenai nomor urut dan daftar nama pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta hal lain seputar penyelenggaraan Pilgub Jabar Tahun 2018.

“Bagi yang belum terdaftar sebagai pemilih ataupun yang merasa belum didatangi oleh PPDP kami, datang langsung dan tanyakan kepada RT setempat atau PPS untuk segera didata”, ujar Hilman Divisi Sosialisasi dan Parmas KPU Cianjur.

Terpisah Kasubag Teknis dan Hupmas KPU Cianjur Hendi Rohendi mengajak kepada masyarakat Cianjur untuk memilih salah satu pasangan calon pada perhelatan Pilgub Jabar 2018 yang akan dilaksanakan pada 27 Juni mendatang. Masyarakat diminta untuk menentukan pilihannya sesuai dengan hati masing-masing.

“Jangan lupa tanggal 27 Juni 2018 untuk ikut serta dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, siapapun pilihan anda, jadilah pemilih yang cerdas!," tambah Hendi Rohendi. [KC-02].