HEADLINE
---
deskripsi gambar

Dinsosnakertrans Cianjur Bina Anak Usia Sekolah Agar Kembali ke Sekolah

FOTO : Rakor PKH Cianjur
KARANGTENGAH (KC).- Untuk mengembalikan anak ke bangku belajar, Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggelar kegiatan Pengurangan Pekerja Anak Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) yang dipusatkan di dua selter. Kedua selter tersebut berada di Yayasan Darul Rohman di Jalan Gunteng, Kampung Ciroyom, RT 01/RW 08, Desa Bojong, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, dan selter Hariring Resort Babakan Utami Desa MaleberN Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.
Kepala Disnsosnakertrans Kabupaten Cianjur, H. Sumitra melalui Kepala Bidang Bina Perlindungan Ketenagakerjaan Heri Nugraha, mengatakan, kegiatan yang bertujuan mendukung PKH tersebut diikuti oleh 120 anak usia di bawah 18 tahun dari keluarga penerima manfaat PKH. Mereka akan digembleng selama satu bulan dengan melibatkan 12 orang pendamping dan 14 orang tutor yang telah disiapkan.
"Salah satu tujuan kegiatan PPA-PKH ini tidak lain adalah untuk memotivasi bagi anak di bawah umur yang bekerja dan masih usia sekolah. Sesuai dengan aturan mereka harus kembali ke bangku sekolah," jelas Heri Nugraha saat ditemui disela rapat koordinasi PPA-PKH 2012 di aula Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur, Kamis (3/5).
Kegiatan untuk keempat kalinya tersebut merupakan kerja bareng Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur dan instansi terkait. "Para peserta yang terkumpul dalam shelter tersebut akan mendapatkan 192 jam belajar terdiri dari 100 jam pelajaran untuk tutor, 70 jam untuk pendamping, dan 22 jam oleh dinas terkait seperti dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Kementerian Agama," tegasnya.
Selain mengikuti jam pelajaran, anak-anak yang terpaksa harus meninggalkan bangku sekolah untuk bekerja membantu orang tuanya itu juga diberikan waktu untuk rekreasi didampingi para tutor dan pendampingnya. "Kegiatan rekreasi ini bertujuan anak agar tidak jenuh selama mengikuti pelajaran yang penuh dan mereka juga bisa mengenal satu sama lain," ujar Heri.
Setelah mengikuti pemusatan belajar, anak-anak tersebut diharapkan bisa kembali ke sekolah sesuai dengan tingkatannya. Bisa melalui sekolah reguler maupun paket. "Makanya kita kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, agar selepas mengikuti pelajaran anak-anak bisa kembali ke bangku sekolah sesuai dengan keinginannya," paparnya.

Sebagai tolak ukur keberhasilan program, kata Heri, tergantung sejauh mana pendamping untuk bisa mengarahkan anak didiknya kembali ke bangku sekolah. "Tolak ukurnya sejauh mana anak tersebut bisa kembali ke bangku sekolah atau belajar. Kalu diprosentasekan bisa mencapai 50-60 persen anak yang mau kembali ke sekolah. Pengalaman yang sudah, program PPA-PKH ini dinilai berhasil mengembalikan anak ke bangku sekolah," jelasnya (KC-02)***.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Also Read:
Post a Comment
Close Ads