CIANJUR [KC],- Dalam upaya membekali peserta didik dengan kecakapan ekonomi digital, SMK IT Nurul Huda Cianjur menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kewirausahaan dengan pendekatan yang sangat kekinian. Berlangsung dalam suasana alam yang asri di Jamaras Agro Farm Cianjur, kegiatan ini secara khusus menggandeng para praktisi dari Baraya Affiliate Cianjur (BAC) untuk membuka wawasan siswa mengenai peluang tak terbatas di dunia bisnis afiliasi.
Kepala SMK IT Nurul Huda, Asep Moh. Muhsin, menyampaikan bahwa transformasi digital menuntut institusi pendidikan vokasi untuk selangkah lebih maju. Pembekalan wirausaha tidak lagi sebatas teori konvensional, melainkan harus adaptif terhadap tren teknologi. Melalui kegiatan ini, para siswa diarahkan agar mampu mengubah fungsi ponsel pintar mereka dari sekadar alat hiburan menjadi aset produktif pencetak kemandirian finansial sejak bangku sekolah.
Ketua Baraya Affiliate Cianjur, Kang Ridwan, hadir langsung untuk memberikan pemahaman dasar mengenai ekosistem bisnis afiliasi. Dalam paparannya, beliau memotivasi para siswa bahwa di era ekonomi kreator saat ini, memulai bisnis tidak selalu membutuhkan modal besar atau gudang untuk menyetok barang. Kuncinya terletak pada kreativitas, konsistensi, dan kejelian membaca pasar dalam mempromosikan produk pihak lain.
Sesi yang memantik antusiasme tinggi adalah paparan teknis dari Kang Dedi, yang membedah strategi meraup pemasukan di platform raksasa seperti Shopee dan TikTok. Kang Dedi membagikan kiat memproduksi konten promosi dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Namun, beliau memberikan penekanan dan catatan penting bagi para siswa terkait hal tersebut.
"AI hanyalah tools atau alat bantu untuk mempermudah proses pembuatan konten, seperti mencari ide atau menyusun draf," jelas Kang Dedi. Beliau menambahkan bahwa meskipun AI sangat praktis, membuat konten yang orisinal jauh lebih baik dan sangat dianjurkan. Keaslian karya, sentuhan personal, dan karakteristik unik dari masing-masing kreatorlah yang pada akhirnya akan lebih kuat mengikat kepercayaan audiens dibandingkan konten yang sepenuhnya dibuat oleh mesin.
Melengkapi rangkaian materi digital tersebut, Ketua Panitia Diklat Kewirausahaan, Ibu Susan Susanti, S.Pd., menjelaskan bahwa peserta mendapatkan pengalaman belajar yang komprehensif. Beliau menuturkan bahwa para siswa tidak hanya duduk menerima materi afiliasi dan AI, tetapi juga diterjunkan langsung untuk menyerap inspirasi budidaya pertanian.
"Tadi pagi, anak-anak sudah kami ajak berkeliling untuk mengamati seluruh proses agrobisnis yang dikembangkan di JAF (Jamaras Agro Farm). Harapan kami, observasi lapangan ini bisa memantik inspirasi bisnis mereka di sektor agro," ungkap Ibu Susan. Beliau juga menegaskan bahwa panitia turut menghadirkan narasumber praktisi dari berbagai bidang lainnya dalam kegiatan diklat ini agar wawasan kewirausahaan siswa semakin kaya dan beragam.
Kombinasi antara udara segar di Jamaras Agro Farm, observasi lapangan yang nyata, dan materi digital yang inspiratif membuat Diklat Kewirausahaan ini berjalan sangat interaktif. Kegiatan ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi siswa-siswi SMK IT Nurul Huda Cianjur untuk tidak sekadar siap kerja, tetapi juga siap menjadi wirausahawan muda yang mandiri dan tangguh. [KC.03]***


Comments0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.