CIANJUR [KC],- Momentum Ramadan dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan edukasi penting kepada masyarakat. Dalam kegiatan Ramadan Rembug Warga, Ngabuburit dan Buka Puasa Bersama yang digelar di Desa Cibinonghilir, Kecamatan Cilaku, Rabu (25/02/2026) sore, Bupati Cianjur dr. Wahyu bersama istri dr. Najmah Nur Islami berdialog langsung dengan warga.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyoroti maraknya kasus penipuan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa warga Cianjur. Ia menyampaikan keprihatinannya atas kejadian yang baru-baru ini terjadi, di mana sejumlah warga dijanjikan pekerjaan dengan gaji besar di luar daerah, namun kenyataannya justru mengalami eksploitasi dan perlakuan tidak manusiawi.
Sehari sebelumnya, Bupati bersama Gubernur Jawa Barat turun langsung menjemput warga Cianjur yang menjadi korban eksploitasi kerja di Nusa Tenggara Timur. Para korban awalnya dijanjikan pekerjaan dengan gaji Rp8–10 juta per bulan. Namun setelah bertahun-tahun bekerja, mereka justru terlilit utang, mengalami kekerasan fisik, pelecehan, hingga dipaksa bekerja siang dan malam tanpa penghasilan yang layak.
“Bapak Ibu sekalian, jangan mudah tergiur dengan iming-iming gaji besar. Pastikan legalitas perusahaan dan proses keberangkatannya jelas. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban perdagangan orang,” tegas Bupati di hadapan warga.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan dokumen palsu atau jalur ilegal untuk bekerja ke luar negeri. Risiko yang dihadapi sangat besar, mulai dari tidak adanya perlindungan hukum, tidak mendapatkan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, hingga rawan menjadi korban kekerasan.
Pemerintah Kabupaten Cianjur mengimbau masyarakat yang ingin bekerja di luar daerah maupun luar negeri agar melalui jalur resmi dan lembaga yang memiliki izin. Warga juga diminta untuk aktif melapor kepada pemerintah desa, kecamatan, maupun dinas terkait apabila menemukan indikasi perekrutan tenaga kerja yang mencurigakan.
Melalui kegiatan Ramadan Rembug Warga ini, Pemerintah Kabupaten Cianjur berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga tidak ada lagi warga yang menjadi korban eksploitasi. Edukasi, kewaspadaan, dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah praktik perdagangan orang.
Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga saat yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial dan melindungi sesama dari berbagai bentuk kejahatan yang merugikan. [KC.10/Net]**


Comments0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.