CIANJUR [KC],-Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menegaskan bahwa berbagai program pemerintah yang dijalankan di lingkungan pesantren merupakan bagian dari strategi besar pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan mandiri.
Hal tersebut disampaikan Cak Imin usai menghadiri kegiatan Sosialisasi Literasi Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sekaligus peluncuran dan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas sanitasi di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui bantuan sosial, tetapi harus dibangun secara berkelanjutan melalui peningkatan kualitas SDM, penguatan keterampilan, hingga penciptaan ekosistem yang mampu melahirkan peluang usaha dan lapangan pekerjaan.
Ia menilai pesantren menjadi mitra strategis karena memiliki jaringan pendidikan, komunitas, dan lingkungan yang dapat mendukung pelaksanaan berbagai program pemerintah secara terpadu.
"Pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat lahirnya masyarakat yang produktif, mandiri, dan mampu mengembangkan ekonomi berbasis komunitas," ujar Cak Imin.
Ia menjelaskan, transformasi pesantren menjadi salah satu fokus pemerintah melalui pembentukan Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP). Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar pesantren.
Menurutnya, apabila puluhan ribu pesantren di Indonesia mampu berkembang menjadi pusat pendidikan sekaligus pemberdayaan ekonomi, maka upaya mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia maju akan semakin cepat terwujud.
Selain peningkatan kualitas pendidikan, pemerintah juga menyiapkan berbagai program pendukung, mulai dari pelatihan, penguatan kapasitas, hingga penyediaan sarana dasar seperti pembangunan 10 ribu fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) untuk pesantren di berbagai daerah.
Cak Imin menambahkan, pesantren memiliki peran penting dalam membantu menurunkan angka kemiskinan melalui pendidikan, peningkatan keterampilan, penguatan kesehatan lingkungan, serta pengembangan kegiatan ekonomi produktif yang melibatkan masyarakat.
Menanggapi konsep Prabowonomics, ia menjelaskan bahwa arah pembangunan ekonomi ke depan harus lebih berpihak kepada masyarakat. Kebijakan pemerintah, menurutnya, harus mampu menciptakan kesempatan kerja, memperluas akses ekonomi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap lapangan pekerjaan.[KC.11/Ranti]


Komentar0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.