BSY0BSWiGSMpTpz9TUAoGfC7BY==

Gebrakan Kwarcab Cianjur! 20.000 Lebih Anggota Pramuka Bergerak Serentak Perangi Sampah Lewat Aksi Pelepah Kitri


CIANJUR [KC] — Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Cianjur kembali menorehkan sejarah melalui pergerakan massa berskala masif dalam menjaga lingkungan. Melalui Gebyar Aksi Pramuka Peduli Sampah Sekitar Diri atau yang akrab disebut "Pelepah Kitri" Tahun 2026, Kwarcab Cianjur berhasil menggerakkan puluhan ribu anggotanya secara serentak. Kegiatan sosial-lingkungan ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 11 hingga 13 Agustus 2026.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kwarcab Cianjur, Asep Moh. Muhsin, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program insidental. "Pelepah Kitri adalah sebuah program unggulan gerakan kebersihan dan kepedulian lingkungan yang digagas langsung oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Cianjur," ungkap Asep.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa nama "Pelepah Kitri" merupakan akronim dari Pramuka Peduli Sampah Sekitar Diri. Program ini dirancang secara khusus untuk mengajak para anggota pramuka, mulai dari tingkat Siaga hingga Pandega, serta siswa-siswi di sekolah untuk turun tangan secara aktif membersihkan tumpukan sampah di lingkungan terdekat mereka.

Skala keterlibatan peserta dalam aksi tahun 2026 ini terbilang sangat fantastis. Berdasarkan pemantauan Pusdatin Kwarcab Cianjur, pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan skema hibrida. Setiap harinya, tercatat ada sekitar 60 hingga 90 Gugus Depan (Gudep) yang melaporkan aktivitas mereka secara langsung dan terhubung melalui ruang Zoom Meeting.

Dari data tersebut, masing-masing Gugus Depan rata-rata melibatkan 200 hingga 400 anggota Pramuka setiap harinya. Jika menggunakan hitungan estimasi paling minimal—yakni 100 orang per Gugus Depan dikalikan 60 Gugus Depan yang aktif selama tiga hari—maka total keterlibatan peserta secara keseluruhan ditaksir menembus angka 20.000 anggota Pramuka. Jumlah ini dipastikan lebih besar lagi mengingat banyaknya pangkalan yang melaksanakan aksi secara offline penuh dan tidak tercatat dalam sistem absensi virtual.

Menyikapi kesuksesan perhelatan ini, Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat dan Bina Spiritual (Waka Bid. Abdimas Mensprit) Kwarcab Cianjur, Drs. H. Rachmat Sudarman, MM – MD, yang juga bertindak selaku Penanggung Jawab Kegiatan, turut memberikan apresiasi dan arahan tegasnya.

Dalam sambutan resminya, Drs. H. Rachmat Sudarman menegaskan bahwa Pelepah Kitri adalah representasi dan bentuk pengabdian masyarakat yang sangat nyata dari tubuh Gerakan Pramuka. Menurutnya, Pramuka harus hadir memberikan solusi bagi persoalan di tengah masyarakat, salah satunya masalah sampah.

Beliau juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran pembina, pelatih, hingga anggota muda agar semangat kepedulian ini tidak berhenti sampai di sini. "Kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan sanitasi ini harus terus dipertahankan sebagai karakter sehari-hari anggota Pramuka, bukan sekadar seremonial belaka," tegasnya.

Secara filosofis dan praktis, program unggulan Pelepah Kitri ini membawa tiga pilar tujuan dan makna utama. Pertama adalah 'Aksi Nyata Kebersihan', yakni menggerakkan peserta didik untuk rutin membersihkan lingkungan sekolah, fasilitas umum, dan area sekitarnya.

Kedua adalah 'Pendidikan Karakter', yang bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab, semangat, kemandirian, serta ketangguhan generasi muda. Ketiga, 'Kesadaran Ekologis', di mana para anggota dibiasakan untuk peduli pada alam yang dimulai dari tindakan paling kecil dan terdekat dengan diri sendiri. Diharapkan, Pelepah Kitri dapat terus menjadi napas pergerakan pelestarian lingkungan bagi masyarakat Kabupaten Cianjur. [KC.29]**

Komentar0

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.

Type above and press Enter to search.