CIANJUR [KC],-Ketua Umum HMI Cabang Cianjur, Ridha Nestu Adidarma, melayangkan kritik tajam kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) terkait pernyataannya yang menyinggung latar belakang organisasi mahasiswa (HMI) di jajaran pengurus PBNU. Sentimen almamater tersebut dinilai tidak relevan dan justru mengancam tradisi inklusif di dalam tubuh Nahdlatul Ulama.
Poin utama dari kritik HMI Cianjur terhadap pernyataan Cak Imin meliputi,Salah Kaprah Tolok Ukur Organisasi Kinerja PBNU semestinya dinilai murni dari capaian program kerja dan indikator kelembagaan, bukan direduksi menjadi urusan afiliasi historis masa kuliah para pengurusnya,Mencederai Nilai Inklusivitas Sejak awal berdiri, NU merupakan rumah besar umat Islam. Mengotak-ngotakkan pengurus berdasarkan latar belakang aktivis berpotensi menciptakan polarisasi dan merusak persatuan,Ukhuwah di Atas Sentimen Kelompok: PBNU saat ini diisi oleh berbagai macam alumni pergerakan, baik HMI maupun PMII. Keberagaman ini adalah kekuatan, sejalan dengan sikap Ketua Umum PBNU Gus Yahya yang selalu mengapresiasi kontribusi intelektual lintas organisasi tanpa tendensi persaingan.
Sebagai puncak kritiknya, Ridha memberikan sindiran telak terkait posisi teguh NU yang harus steril dari tarikan maupun manuver figur politik perseorangan.
"NU hadir sebagai rahmatan lil ‘alamin, bukan ‘rahmatan lil Muhaimin’. NU jauh lebih besar daripada kepentingan figur ataupun golongan tertentu," tegas Ridha.
Ia mendorong seluruh tokoh politik dan elemen umat untuk lebih mengedepankan kritik berbasis data dan menjaga muruah NU sebagai organisasi keagamaan yang merawat persatuan, bukan justru mempertajam perbedaan.[r]


Komentar0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.