BSY0BSWiGSMpTpz9TUAoGfC7BY==

Kemarau Melanda Cianjur: BPBD Salurkan 65 Ribu Liter Air Bersih dan Upayakan Bantuan Sumur Bor


CIANJUR [KC],-
Musim kemarau panjang memicu krisis air bersih di belasan wilayah Kabupaten Cianjur. Ribuan warga dilaporkan mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air harian. Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur bergerak cepat menyalurkan puluhan ribu liter air bersih ke lokasi-lokasi terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengungkapkan bahwa hingga saat ini fenomena kekeringan telah meluas dan memberikan dampak langsung pada 14 kecamatan di wilayahnya. Beberapa daerah yang terdampak antara lain Cikalongkulon, Naringgul, Leles, Kadupandak, Cibeber, Agrabinta, Karangtengah, Mande, Haurwangi, hingga Sindangbarang.

"Untuk meringankan beban warga, selama periode Juli hingga Agustus 2026 kami telah mendistribusikan total 65.000 liter air bersih. Penyaluran ini difokuskan pada tujuh kecamatan, yaitu Cibeber, Leles, Haurwangi, Karangtengah, Agrabinta, Mande, serta Sukaluyu," jelas Samudra.

Kolaborasi Lintas Instansi Dalam memastikan kelancaran dan pemerataan distribusi air bersih, BPBD Cianjur tidak bekerja sendiri. Penanganan tanggap darurat ini dilakukan melalui skema kolaborasi dengan berbagai instansi terkait, di antaranya,Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur,Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Cianjur,Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Cianjur.

Usulan Solusi Jangka Panjang ke Pusat

Selain penyaluran air tangki secara berkala, BPBD juga menerima banyak aspirasi dari masyarakat terdampak yang meminta pembangunan fasilitas sumur bor sebagai solusi jangka panjang krisis air.

Namun, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam merealisasikan permintaan tersebut. Oleh karena itu, Samudra menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta pemerintah pusat.

"Karena keterbatasan anggaran daerah, usulan permohonan bantuan pembuatan sumur bor dari masyarakat telah kami ajukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Disperkimtan Kabupaten Cianjur," pungkasnya.[r]

Komentar0

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.

BERITA TERKINI KABARCIANJUR.TV
Memuat berita terbaru...

Type above and press Enter to search.