CIANJUR [KC],-Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata Kabupaten Cianjur menunjukkan tren positif pada semester pertama 2026. Hingga awal Agustus, penerimaan daerah dari sektor tersebut telah menembus Rp863,14 juta atau lebih dari setengah target perubahan APBD 2026 yang dipatok sebesar Rp1,4 miliar.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Yudha Azwar, menjelaskan bahwa target PAD tahun ini mengalami penyesuaian setelah pengelolaan kawasan wisata Cibodas mulai berjalan efektif pada Mei 2026. Meski demikian, pihaknya optimistis target yang telah ditetapkan dapat tercapai sebelum tutup tahun.
Menurut Yudha, kawasan wisata Cibodas menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan sektor pariwisata. Hingga pertengahan tahun, destinasi tersebut telah menghasilkan sekitar Rp560 juta, meningkat tajam dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang hanya berkisar Rp250 juta.
Sebaliknya, kontribusi terkecil berasal dari retribusi penyewaan kios di kawasan wisata Gunung Padang. Hingga kini belum terdapat pemasukan dari sektor tersebut karena lokasi kios dinilai kurang strategis dan belum banyak diminati oleh pelaku usaha.
Disbudpar menilai keberhasilan meningkatkan PAD tidak hanya bergantung pada jumlah objek wisata yang dimiliki, tetapi juga kualitas destinasi, promosi yang berkelanjutan, serta tingginya minat masyarakat untuk berkunjung. Ketiga faktor tersebut dinilai menjadi penentu utama dalam meningkatkan jumlah wisatawan.
Melihat perkembangan yang ada, Disbudpar optimistis pendapatan sektor pariwisata tahun ini akan jauh melampaui realisasi tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp300 juta hingga Rp400 juta. Peningkatan pengelolaan Cibodas menjadi salah satu faktor yang diyakini mampu mendongkrak penerimaan daerah secara signifikan.
Untuk menjaga tren positif tersebut, pemerintah daerah akan memperluas promosi destinasi wisata melalui berbagai platform digital serta menggelar beragam kegiatan dan event yang mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan angka kunjungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Selain fokus pada promosi, Disbudpar juga tengah mengembangkan kawasan wisata Pandanwangi sebagai destinasi baru di Kabupaten Cianjur. Pembangunan kawasan tersebut direncanakan berlanjut pada tahun anggaran mendatang agar dapat menjadi salah satu ikon wisata yang turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD daerah.
Dengan strategi promosi yang lebih agresif, pengembangan destinasi baru, serta optimalisasi pengelolaan kawasan wisata unggulan, Disbudpar optimistis sektor pariwisata akan menjadi salah satu penopang penting bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Cianjur pada 2026.[KC.11/Ranti]

.jpeg)
Komentar0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.