CIANJUR [KC],-Seorang perempuan muda menjadi korban aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) di Kampung Cidogdog RT 02/RW 02, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Selasa (4/8/2026) dini hari. Korban mengalami luka di bagian wajah akibat serangan senjata tajam dan harus mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa tersebut menggegerkan warga sekitar yang langsung memberikan pertolongan setelah mengetahui korban dalam kondisi terluka. Warga kemudian membawa korban ke puskesmas terdekat agar segera memperoleh perawatan.
Kapolsek Bojongpicung, Iptu Muchtaromi, membenarkan adanya insiden penganiayaan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan seorang perempuan berinisial NTG (20) mengalami luka bacok pada bagian wajah.
"Korban mengalami luka di bagian wajah dan langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis," ujar Muchtaromi, Selasa (4/8/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kejadian bermula ketika korban sedang berkumpul bersama sejumlah rekannya di lokasi kejadian. Tanpa diduga, seorang pria yang diduga sebagai pelaku datang menghampiri dan langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam sebelum melarikan diri.
Selain mengalami luka fisik, korban juga masih mengalami trauma akibat peristiwa yang menimpanya. Polisi pun belum dapat meminta keterangan secara maksimal dari korban karena kondisi psikologisnya masih belum stabil.
Saat ini jajaran Polsek Bojongpicung bersama tim terkait masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan para saksi serta menelusuri identitas pelaku. Sejumlah langkah juga dilakukan untuk mengungkap motif di balik aksi kekerasan tersebut.
Kapolsek mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan maupun identitas pelaku agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. Kerja sama masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses pengungkapan kasus sehingga pelaku dapat segera diamankan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.[KC.11/Ranti]


Komentar0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.