BSY0BSWiGSMpTpz9TUAoGfC7BY==

PMI Cianjur Intensif Salurkan Air Bersih, Krisis Air Mulai Meluas ke 14 Kecamatan


CIANJUR [KC],-Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur terus meningkatkan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak musim kemarau. Selama sepekan terakhir, sedikitnya 100 ribu liter air bersih telah didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan warga di sejumlah wilayah yang mengalami krisis air.

Ketua PMI Kabupaten Cianjur, Ahmad Fikri, mengatakan distribusi air bersih saat ini telah menjangkau 14 kecamatan. Bantuan tersebut diberikan sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat berkurangnya sumber air bersih di berbagai daerah.

Menurutnya, Kecamatan Cibeber menjadi wilayah yang paling banyak menerima pasokan air bersih. Tingginya permintaan dari masyarakat membuat distribusi ke wilayah tersebut dilakukan lebih sering dibandingkan kecamatan lainnya.

Dalam pelaksanaannya, PMI mampu mengirimkan sekitar 10 ribu hingga 15 ribu liter air bersih setiap hari. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kondisi di lapangan serta permohonan yang masuk dari desa maupun masyarakat yang terdampak kekeringan.

Ahmad Fikri menjelaskan, pelayanan distribusi akan terus dilakukan selama masih terdapat permintaan dari masyarakat. Namun, penyaluran bantuan tetap bergantung pada akses jalan yang memungkinkan kendaraan tangki mencapai lokasi tujuan.

Untuk mendukung kelancaran distribusi, PMI Cianjur mengoperasikan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter. Selain itu, kebutuhan pasokan air dipenuhi melalui kerja sama dengan Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur sehingga ketersediaan air tetap terjaga.

Ia memastikan stok air bersih yang tersedia masih mencukupi untuk mendukung kegiatan distribusi dalam beberapa bulan ke depan. Karena itu, masyarakat yang membutuhkan bantuan diharapkan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa atau pihak terkait agar permohonan dapat diteruskan kepada PMI.

PMI juga terus memantau perkembangan dampak musim kemarau di berbagai wilayah Kabupaten Cianjur. Jika jumlah daerah yang mengalami krisis air terus bertambah, distribusi bantuan akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan skala prioritas di lapangan.

Melalui upaya tersebut, PMI berharap kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau berlangsung, sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat keterbatasan akses terhadap air layak konsumsi.[KC.11/Ranti]

Komentar0

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.

Type above and press Enter to search.