CIANJUR [KC],- Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Kabupaten Cianjur mengintensifkan berbagai langkah mitigasi guna menjaga stabilitas pasokan air bersih bagi masyarakat. Langkah ini diambil menyusul terjadinya penyusutan debit air baku di sejumlah wilayah akibat musim kemarau serta curah hujan yang belum turun secara merata.
Penurunan volume air baku tersebut menuntut pihak manajemen untuk melakukan sejumlah penyesuaian operasional di lapangan. Kendati beberapa area pelayanan mulai merasakan dampak penyusutan, secara umum pendistribusian air bersih kepada para pelanggan dipastikan tetap berjalan dan terkendali.
Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Syamsul Hadi, memaparkan bahwa kendala pasokan saat ini lebih banyak dipicu oleh menyusutnya sumber air permukaan. Sementara itu, suplai yang mengandalkan sumber mata air alami terpantau masih berada dalam batas aman dan stabil.
"Untuk wilayah tertentu yang berasal dari mata air masih normal. Hanya beberapa gangguan dari air permukaan karena curah hujan juga belum merata," ungkap Syamsul saat dikonfirmasi pada Minggu (27/9/2026).
Dampak paling signifikan dari surutnya air permukaan tersebut salah satunya terlihat di kawasan Ciranjang dan Haurwangi. Menyusutnya tinggi muka air di kedua wilayah ini membuat proses penarikan air baku mengalami hambatan teknis yang memerlukan intervensi langsung dari petugas di lapangan.
Guna memastikan proses penyedotan air baku tidak terhenti, tim teknis Perumdam bahkan harus beberapa kali memindahkan posisi pompa intake menyesuaikan dengan titik surutnya air. Upaya relokasi pompa secara berkala ini menjadi langkah krusial agar suplai air menuju instalasi pengolahan tetap terjaga.
Persoalan serupa turut membayangi wilayah Cianjur bagian utara, khususnya di kawasan Batulawang, Kecamatan Cipanas. Meskipun wilayah tersebut sempat diguyur hujan, intensitasnya belum mampu memulihkan kapasitas sumber air ke titik normal sehingga debitnya masih terus mengalami penyusutan.
Menyikapi potensi kemarau yang dapat berlangsung lebih panjang, Perumdam Tirta Mukti kini menerapkan strategi penggiliran distribusi air kepada pelanggan. Rekayasa penjadwalan aliran ini difokuskan pada zona-zona pelayanan yang mengalami defisit debit air baku cukup tajam agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan bagian pasokan.
"Di beberapa wilayah melakukan distribusi. Seperti di daerah Cipanas kita sudah, dan sebagian Cikalong juga kita sudah melakukan penggiliran karena berkurangnya debit air baku," terang Syamsul.
Selain melakukan pengaturan jadwal aliran pipa, pemenuhan kebutuhan air warga juga diperkuat melalui penyaluran langsung menggunakan armada mobil tangki. Operasi bantuan air bersih ini dieksekusi melalui koordinasi lintas sektoral bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres Cianjur, Palang Merah Indonesia (PMI), serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Penanganan khusus juga diterapkan untuk menjangkau masyarakat yang bermukim di wilayah Cianjur selatan. Untuk mengoptimalkan suplai di kawasan tersebut, Perumdam menjalin kerja sama operasional dengan pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) dan BPBD dengan memanfaatkan pasokan air bersih yang diolah dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) di wilayah Sindangbarang.
Di tengah upaya mengatasi penyusutan debit air permukaan, kelancaran distribusi juga dihadapkan pada tantangan teknis berupa kebocoran pipa di beberapa titik cabang. Syamsul tidak menampik bahwa insiden kebocoran tersebut kerap dipicu oleh faktor usia jaringan perpipaan yang sebagian besar sudah cukup tua.
"Namanya juga pipa yang sudah mulai banyak dimakan usia, senantiasa di beberapa cabang juga kebocoran selalu ada. Tentunya setiap kebocoran kita bereaksi cepat untuk segera memperbaikinya," jelasnya menanggapi kendala infrastruktur tersebut.
Menutup keterangannya, Syamsul kembali menekankan bahwa fokus penanganan saat ini tertuju pada pemulihan layanan yang bergantung pada sumber air permukaan. "Perumdam terus memantau kondisi sumber air dan melakukan penanganan apabila terjadi gangguan agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan," pungkasnya.[KC.101/R]


Komentar0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.