CIANJUR [KC],- Suasana pagi di kawasan perairan Waduk Jangari, tepatnya di Blok Malingping, Desa Mande, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, mendadak gempar menyusul ditemukannya sesosok mayat laki-laki yang terapung pada Sabtu (26/9/2026) pagi. Jasad pria yang sempat tidak diketahui identitasnya tersebut ditemukan mengambang di tengah perairan oleh warga yang tengah beraktivitas.
Penemuan jasad tersebut pertama kali diketahui oleh Iyang (35), seorang warga sekitar yang sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan kopi keliling menggunakan perahu. Pagi itu, ia sedang menjalani rutinitasnya menyambangi satu per satu lapak pemancing yang tersebar di area perairan waduk.
Di tengah perjalanan saat sedang mengayuh perahunya, pandangan Iyang tertuju pada sebuah objek mencurigakan yang terombang-ambing di tengah perairan. Dari kejauhan, ia sama sekali tidak menaruh curiga bahwa objek tersebut adalah tubuh manusia.
"Awalnya lagi muter ke lapak pemancing, dan saat mendayung, saya melihat benda menyerupai seseorang mengambang di tengah perairan waduk. Sebelumnya dikira itu boneka yang menyerupai guling bantal," ujar Iyang menceritakan awal mula penemuan tersebut, Sabtu (26/9/2026).
Didorong rasa penasaran, Iyang kemudian mengarahkan perahunya mendekati objek yang mengapung itu untuk memastikan wujud aslinya. Betapa terkejutnya ia ketika berada dalam jarak dekat dan mendapati bahwa benda yang semula dikira boneka tersebut ternyata adalah sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki.
Sontak, Iyang segera berteriak meminta pertolongan kepada warga serta para pemancing di sekitar lokasi kejadian. Temuan mengejutkan itu pun langsung diteruskan kepada pihak pemerintah desa setempat hingga akhirnya dilaporkan ke aparat kepolisian.
Kapolsek Mande, AKP Eriyanto, membenarkan adanya laporan warga terkait penemuan jenazah laki-laki di perairan Waduk Jangari tersebut. Begitu menerima informasi, pihak kepolisian langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna melakukan proses evakuasi dari tengah perairan ke daratan.
"Jajaran Polsek Mande dan Unit Inafis Satreskrim Polres Cianjur, serta dibantu petugas terkait dan masyarakat, langsung membawa mayat tersebut ke RSUD Sayang Cianjur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Eriyanto.
Berdasarkan hasil identifikasi fisik pada pemeriksaan awal di lapangan, korban diketahui memiliki ciri-ciri tinggi badan sekitar 160 sentimeter. Selain itu, pria tersebut memiliki perawakan berkulit sawo matang dengan potongan rambut berwarna hitam.
"Saat ditemukan, korban mengenakan kaus dalam atau singlet berwarna putih dan celana pendek berwarna hitam, serta tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ucap Eriyanto merinci kondisi fisik jenazah saat dievakuasi.
Titik terang mengenai jati diri korban akhirnya terungkap setelah tim Inafis melakukan penelusuran dan pemeriksaan lebih mendalam di rumah sakit. Mayat pria yang awalnya berstatus tanpa identitas (Mr. X) tersebut dipastikan berinisial RH (42), seorang warga yang berasal dari Kabupaten Purwakarta.
Kendati pemeriksaan luar tidak menunjukkan adanya indikasi penganiayaan pada tubuh warga Purwakarta tersebut, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan pemicu pasti tewasnya korban di perairan waduk.
"Meski tidak ada tanda kekerasan, namun untuk memastikan penyebab kematian korban, kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan visum dari pihak rumah sakit," tukasnya.[KC.101/R]


Komentar0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.