CIANJUR [KC],- Kemandirian ekonomi perdesaan melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang profesional terbukti mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan warga. Hal inilah yang tercermin dari kesuksesan BUMDes Ciputri Gemilang di Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, yang berhasil memikat perhatian kalangan legislatif tingkat provinsi.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, RK Dadan Surya Negara, melontarkan apresiasi tinggi atas performa impresif yang ditunjukkan oleh lembaga ekonomi desa tersebut. Legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) ini menilai langkah maju yang ditempuh BUMDes Ciputri Gemilang sangat layak dijadikan percontohan maupun sumber inspirasi bagi desa-desa lain dalam memutar roda perekonomian lokal.
Penilaian positif tersebut disampaikan Dadan kepada awak media pada Minggu (27/9/2026), menyusul kunjungan kerja dan peninjauan langsung yang dilakukannya ke lokasi aktivitas usaha BUMDes beberapa waktu lalu. Dari pengamatan langsung di lapangan, ia menemukan tata kelola kelembagaan yang berjalan dengan standar manajemen yang matang.
Menurut Dadan, daya tarik utama yang membedakan BUMDes Ciputri Gemilang dari lembaga serupa terletak pada kedisiplinan pencatatan serta profesionalisme pengelolaannya. Meskipun modal awalnya bersumber dari penyertaan dana desa sebagaimana lazimnya, jajaran pengurus mampu mengembangkannya melalui sistem administrasi yang sangat tertib.
"BUMDes ini mengelola berbagai macam lini usaha yang diawali dari penyertaan modal desa. Namun, hal yang paling menarik perhatian saya adalah kerapian administrasinya serta pola pengelolaan bisnisnya yang terbilang sangat bagus," ungkap Dadan saat memaparkan hasil tinjauannya.
Di sektor riil, BUMDes Ciputri Gemilang tercatat sangat produktif dalam melakukan hilirisasi komoditas lokal menjadi barang bernilai tambah. Sejumlah produk unggulan yang kini rutin diproduksi meliputi olahan gula semut, gula aren cair, racikan jahe gula aren, hingga inovasi minuman herbal berupa teh berbahan dasar alang-alang.
Tak berhenti pada produk olahan minuman dan pemanis alami, unit usaha ini juga mengoptimalkan lahan kebun desa untuk menggerakkan sektor agribisnis. Berbagai komoditas sayuran ditanam secara mandiri, salah satunya cabai yang tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar, tetapi juga melalui proses pengeringan guna memperpanjang daya simpan dan mendongkrak nilai jual.
Kemampuan produksi yang mumpuni tersebut kian lengkap berkat strategi distribusi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pengelola BUMDes tidak lagi sekadar mengandalkan jaringan pasar konvensional, melainkan telah merambah pemasaran digital secara aktif melalui berbagai jejaring media sosial dan lokapasar (marketplace).
Langkah bisnis yang terukur ini pada akhirnya bermuara pada kontribusi nyata terhadap kas desa. Meski nilainya masih bersifat fluktuatif mengikuti dinamika pasar, BUMDes Ciputri Gemilang tercatat mampu menyetorkan Pendapatan Asli Desa (PADes) paling sedikit Rp35 juta setiap tahunnya—sebuah nominal yang dinilai Dadan cukup signifikan untuk menopang kemandirian fiskal tingkat desa.
Lebih jauh, Dadan membedah resep utama di balik keberhasilan Desa Ciputri dalam menghidupkan unit usahanya. Ia menegaskan bahwa kesuksesan tersebut bertumpu pada tiga kata kunci krusial, yakni sosok kepala desa yang kreatif, direktur BUMDes yang menguasai naluri bisnis, serta sikap jujur dalam mengelola amanah keuangan sehingga usaha benar-benar membuahkan hasil.
Di samping geliat ekonomi BUMDes, perhatian Dadan turut tersedot pada potensi unggulan lain di wilayah yang sama, yaitu keberadaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Ciputri. Kelompok masyarakat ini diketahui sukses menorehkan prestasi membanggakan hingga ke kancah nasional, sehingga memicu ketertarikan Dadan untuk menjadwalkan kunjungan lanjutan pada bulan depan guna melihat langsung aktivitas mereka.
Mengingat manajemen BUMDes di wilayah tersebut sudah berjalan mandiri dan stabil, Dadan berkomitmen mengarahkan dukungan ke depan bagi penguatan KTH, khususnya untuk menggarap potensi rintisan desa wisata. Ia berencana melakukan survei langsung ke lokasi calon desa wisata tersebut guna memetakan kebutuhan penataan kawasan sekaligus mencari solusi atas kendala akses jalan yang saat ini masih kurang memadai.[KC.101/R]


Komentar0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.