Kegiatan yang dipusatkan di Palace Park, Cipanas pada Sabtu, 17 Oktober 2026 ini diisi dengan agenda pengukuran kaki dan tangan palsu, serta pemeriksaan kesehatan secara gratis. Aksi sosial ini merupakan wujud kolaborasi dari berbagai pihak, di antaranya Artha Graha Peduli, jajaran pengurus dan tokoh lintas agama FKUB Cianjur, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), serta Yayasan Peduli Tunadaksa.
Perwakilan Pengurus FKUB Kabupaten Cianjur dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran FKUB tidak sekadar membangun harmonisasi antarumat beragama, tetapi juga harus diwujudkan dalam kepedulian nyata terhadap sesama, khususnya bagi para penyandang disabilitas tunadaksa. Kebutuhan akan alat gerak palsu ini dilatarbelakangi oleh berbagai faktor yang dialami para penerima manfaat, mulai dari penyakit diabetes, penyumbatan darah, hingga kecelakaan.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya jumlah pendaftar. Dalam waktu lima jam sejak pendaftaran dibuka melalui media sosial, tercatat ada lebih dari 100 orang pendaftar. Namun, karena adanya berbagai pertimbangan dan keterbatasan, pada tahap pertama ini panitia hanya mengakomodasi 50 orang untuk pengukuran kaki dan tangan palsu, serta kurang lebih 150 orang untuk pemeriksaan kesehatan gratis.
Para peserta yang lolos verifikasi tersebut tidak hanya berasal dari Kabupaten Cianjur, tetapi juga dari wilayah sekitar seperti Bandung Barat, Bogor, dan Kabupaten Sukabumi.
"Kalau kita tidak bisa rukun dan bersatu karena beda agama, beda etnis, beda kultur, bahkan beda pendirian partai politik, saya mengajak mari kita rukun dan bersatu sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan," tegas Perwakilan FKUB Kabupaten Cianjur.
Gamal Mulyana, selaku General Manager Palace Hotel Cipanas, mengungkapkan bahwa agenda sosial ini merupakan rangkaian pembuka menuju puncak peringatan HUT ke-15 Palace Hotel yang akan jatuh pada bulan November 2026 mendatang.
"Saya mewakili Artha Graha Peduli dan Palace Hotel Cipanas menyampaikan bahwa ini adalah awal rangkaian perayaan HUT ke-15. Kami menyelenggarakan pengukuran kaki atau tangan palsu bersama FKUB dan para tokoh agama di Cipanas, yang juga diiringi dengan semangat Hari Toleransi Umat Beragama," jelas Gamal Mulyana.
Sementara itu, Perwakilan Yayasan Peduli Tunadaksa menjelaskan bahwa program bantuan alat gerak ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan hampir setiap tahun berkat sinergi dengan donatur seperti LKNU dan Palace Hotel. Ia menambahkan, setelah proses pengukuran rampung, tahap pemasangan kaki dan tangan palsu akan dilaksanakan pada bulan November 2026, dengan jadwal yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
Program ini disambut penuh haru dan syukur oleh para penerima manfaat. Bantuan kaki dan tangan palsu ini dinilai sangat vital untuk menunjang aktivitas keseharian mereka, termasuk untuk kembali bekerja mencari nafkah demi keluarga.
"Saya senang banget dengan adanya program ini karena sangat membantu untuk beraktivitas dan mencari nafkah. Bisa ikut kegiatan sehari-hari dan kerja lagi. Pokoknya bersyukur, semoga semuanya sehat terus dan panjang umur, karena kami butuh mereka semua," ungkap salah satu Peserta Disabilitas Tunadaksa penerima bantuan.
Aksi solidaritas lintas iman dan institusi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi kebaikan bagi sesama, serta membuktikan bahwa kepedulian sosial mampu melampaui berbagai perbedaan di masyarakat.

Komentar0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.