Ketua Baznas Kabupaten Cianjur, KH. Deni Saiful Rahman, mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat beban target pengumpulan dana dari Baznas Pusat yang cukup besar, yakni mencapai Rp 21 hingga Rp 22 miliar. Untuk merealisasikan target tersebut, kunci utamanya adalah membangun kepercayaan publik (public trust).
"Zakat ini adalah kepercayaan publik. Ketika kepercayaan publik terbangun, insyaallah target-target itu akan mudah kita capai. Namun apabila kepercayaan publik tidak ada, saya rasa sulit," ujar KH. Deni Saiful Rahman.
Sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab kepada umat, Baznas Kabupaten Cianjur telah merumuskan penyaluran dana zakat, infak, sedekah (ZIS), dan dana sosial keagamaan lainnya melalui lima program unggulan yang disinergikan dengan visi Pemerintah Kabupaten Cianjur:
Cianjur Takwa: Program bantuan keagamaan yang mencakup pondok pesantren, majelis taklim, madrasah diniyah, hingga madrasah awaliyah dan wustho.
Cianjur Sehat: Menjadi salah satu prioritas utama, program ini berfokus pada pelayanan pembiayaan kesehatan masyarakat. Baznas membantu melunasi tunggakan warga yang berobat di rumah sakit atau BPJS/UHC, serta menyiagakan layanan ambulans 24 jam beserta dana operasionalnya.
Cianjur Makmur: Program pengembangan UMKM. Saat ini Baznas Cianjur telah membina sekitar 50 warung sembako bernama "ZMart" yang tersebar di lima kecamatan, serta 3 bengkel motor bernama "Z Auto" di tiga kecamatan.
Cianjur Peduli: Bantuan sosial kemanusiaan dengan program unggulan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Salah satu realisasinya adalah bantuan senilai Rp 20 juta untuk warga di Bojong Picung. Program ini juga mencakup pembagian sembako dalam acara rembug warga, santunan anak yatim, hingga program "Nyaah ka Indung" (donasi untuk ibu-ibu lansia/jompo).
Cianjur Cerdas: Bantuan pendidikan bagi anak-anak sekolah di Kabupaten Cianjur yang kurang mampu, mulai dari pemberian alat tulis, tas, seragam sekolah, hingga bantuan pelunasan tunggakan SPP.
Untuk menopang jalannya kelima program tersebut, KH. Deni Saiful Rahman menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para ASN dan P3K (baik daerah maupun vertikal) yang selama ini rutin menyalurkan ZIS melalui Baznas. Pihaknya juga terus berupaya menggali potensi dari sektor lain dengan mendorong para pengusaha muslim dan agniya (orang kaya) di Cianjur agar memercayakan zakatnya kepada Baznas.
Demi menjaga integritas lembaga, pengelolaan dana di Baznas Kabupaten Cianjur dipagari secara ketat oleh dua prinsip utama, yaitu Aman Syar'i (zakat hanya disalurkan kepada 8 asnaf yang berhak sesuai syariat Islam) dan Aman Regulasi (patuh pada UU No. 23 Tahun 2011, Peraturan Menteri Agama, serta Peraturan Bupati). Kinerja Baznas juga senantiasa diawasi oleh Satuan Audit Internal, Kantor Akuntan Publik (KAP), dan Audit Syariah dari Baznas Pusat.
Ke depannya, Baznas Kabupaten Cianjur berharap partisipasi masyarakat makin meningkat sehingga peran zakat, infak, dan sedekah bisa benar-benar terasa sebagai instrumen utama untuk mengatasi kemiskinan, kesenjangan sosial, dan penanganan kebencanaan di Kabupaten Cianjur.

Komentar0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.