Kunjungan ini membawa angin segar dan harapan baru bagi pemulihan jiwa para warga binaan penyandang disabilitas mental yang bernaung di yayasan tersebut.
Rombongan Kemensos RI yang hadir dipimpin langsung oleh Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin, didampingi oleh Tenaga Ahli Menteri Sosial, Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur. Turut hadir pula aparatur pemerintahan Kecamatan Ciranjang, jajaran Pembina dan Pengurus Yayasan Rumah Pulih Jiwa, serta Ketua Forum Panti Kabupaten Cianjur.
Dalam lawatannya, rombongan Kemensos RI melihat secara langsung aktivitas keseharian para warga binaan di dalam panti. Pihak kementerian memberikan apresiasi tinggi atas hasil karya dan produktivitas warga binaan, di antaranya hasil pertanian berupa buah-buahan serta kerajinan kain batik Shibori yang dibuat langsung oleh para penyandang disabilitas mental.
Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke area kandang domba, di mana Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin secara simbolis menyerahkan bantuan berupa tujuh ekor domba kepada Ketua Yayasan.
Dalam sambutannya, Staf Khusus Menteri Sosial menyampaikan harapan filosofis di balik bantuan peternakan tersebut. "Mudah-mudahan ini menjadi simbol, sebagaimana dulu Nabi Ibrahim AS mendapatkan kesempatan untuk berbakti kepada Tuhan lewat perantara domba atau kambing. Semoga apa yang kita lakukan ini menjadi tafaulan, mudah-mudahan bantuan ini berkah dan menjadi perantara kesehatan mental, serta mengembalikan kawan-kawan kita di Rumah Pulih Jiwa ke situasi normal," ungkapnya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Rumah Pulih Jiwa menyambut baik bantuan tersebut dan berharap adanya sinergi yang berkelanjutan dengan Kemensos RI. Ia juga menyoroti kebutuhan mendesak yayasan akan fasilitas yang lebih representatif, mengingat bangunan yang digunakan saat ini masih berstatus sewa.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih atas silaturahmi perwakilan Menteri Sosial ke Yayasan Pulih Jiwa. Harapan kami, perhatian ini berkesinambungan. Sebenarnya yang saat ini harus kita pikirkan adalah tempat ini masih mengontrak, dan bulan depan kontrakannya habis. Mudah-mudahan ada rezekinya untuk bisa memperpanjang kontrakan rumah ini sehingga kegiatan pemeliharaan di Yayasan Pulih Jiwa bisa berkesinambungan," tutur Pembina Yayasan.
Rasa syukur juga diungkapkan oleh Ketua Yayasan Rumah Pulih Jiwa, Rukmana. Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah pusat dan berbagai elemen masyarakat yang terus memberikan dukungan moril.
"Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Wakil Presiden, Menteri Sosial, Dirjen Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, dan seluruh jajaran Kemensos yang selalu ada. Terima kasih juga untuk Komunitas Ngerayap dan Pak Haji Aris yang hari ini ikut berbagi kasih dan menyayangi kami di sini," kata Rukmana.
Dukungan untuk warga binaan tidak hanya datang dalam bentuk bantuan materiil. Pada hari yang sama, tim medis dari STIS Bogor dengan didukung oleh Pekerja Sosial (Peksos), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta mahasiswa KKN, turut bersiaga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh bagi para warga binaan Yayasan Rumah Pulih Jiwa.

Komentar0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.