Iklan Sisi Kiri ×
Iklan Sisi Kanan ×
BSY0BSWiGSMpTpz9TUAoGfC7BY==

Sako Paguyuban Pasundan dan Tiga Sako Lainnya Resmi Dilantik Kwarcab Kabupaten Cianjur

CIANJUR – Majelis Pembimbing Satuan Komunitas (Mabisako) dan Pimpinan Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Paguyuban Pasundan resmi dilantik pada Jumat (2/10/2026). Prosesi pelantikan untuk masa bakti 2026–2031 ini bertempat di Gedung Bale Kitri, Jalan Pramuka, Kabupaten Cianjur, dan dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Cianjur.

Selain Sako Paguyuban Pasundan, dalam kesempatan yang sama turut dilantik tiga kepengurusan Sako lainnya yang berada di bawah naungan Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Cianjur, yakni Sako Ma'arif Nahdlatul Ulama, Sako Persatuan Umat Islam (PUI), dan Sako Sekawan Persada Nusantara (SPN). Acara diakhiri dengan pengucapan ikrar serta penandatanganan berita acara pelantikan oleh Ketua Kwarcab, Mabisako, dan Pimpinan Sako.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Cianjur, Budi Rahayu Toyib, dalam keterangannya menjelaskan bahwa Satuan Komunitas (Sako) merupakan organisasi pelaksana pendidikan kepramukaan yang berbasis pada kesamaan profesi, keagamaan, maupun seni dan budaya.

"Alhamdulillah di Cianjur ini sudah berdiri dan berkembang beberapa satuan komunitas yang tentunya menambah keanekaragaman kegiatan di Kwarcab Cianjur. Harapan saya selaku Ketua Kwarcab, dengan telah dikukuhkannya kepengurusan baru dari empat Sako ini, mudah-mudahan jalinan komunikasi dan kerja sama semakin baik, terutama dalam membina dan membimbing anak didik untuk menjadi generasi muda yang lebih unggul," ujar Budi Rahayu Toyib.

Ia juga secara khusus menyampaikan ucapan selamat bekerja dan berkarya kepada para Mabi dan pengurus keempat Sako yang baru saja dilantik.

Sementara itu, Mabisako Pramuka Paguyuban Pasundan mengajak jajaran pimpinan dan pengurus yang baru dilantik untuk bersama-sama menguatkan komitmen jiwa pramuka agar mampu memberikan nilai manfaat lebih luas bagi masyarakat.

"Semoga saja Sako Paguyuban Pasundan ke depannya, untuk periode 2026 sampai dengan 2031, bisa terus meningkatkan kiprahnya menjadi Sako unggulan yang dibanggakan. Mudah-mudahan Sako Paguyuban Pasundan bisa menjadi role model (percontohan) di Paguyuban Pasundan itu sendiri, di Kwarcab Kabupaten Cianjur, maupun di tingkat Jawa Barat," harapnya.

Terkait langkah ke depan, Ketua Sako Pramuka Paguyuban Pasundan Kabupaten Cianjur memaparkan bahwa pihaknya telah dan akan terus menggulirkan berbagai program yang mendukung Kwarcab Cianjur serta Sako Paguyuban Pasundan Pusat. Sako ini memiliki ciri khas program yang bermuatan nilai-nilai budaya dan tradisi.

"Kegiatan rutin latihan di tiap-tiap pangkalan alhamdulillah sudah berjalan, bahkan telah menghasilkan Pramuka Garuda di tingkat Penegak. Untuk jenjang dewasa, telah dilaksanakan Kursus Mahir Dasar (KMD), dan ke depan kami memprogramkan KML, KPD, hingga KPL," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa ciri khas utama dari Sako Paguyuban Pasundan adalah penyelenggaraan Kemah Budaya. "Kemah budaya ini dilaksanakan secara bertahap, mulai dari tingkat pangkalan (satuan pendidikan), tingkat cabang yang digelar dua tahun sekali, hingga tingkat Puser atau Jawa Barat yang rutin diselenggarakan secara serentak di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang. Kegiatannya mengedepankan kolaborasi nilai budaya tradisi dengan kepramukaan," tuturnya.

Komentar0

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.

BERITA TERKINI KABARCIANJUR.TV
Memuat berita terbaru...

Type above and press Enter to search.