Iklan Sisi Kiri ×
Iklan Sisi Kanan ×
BSY0BSWiGSMpTpz9TUAoGfC7BY==

Warga Cianjur Wajib Tahu! Ada Program Jabar Sakola untuk Bantu Biaya Sekolah Siswa


CIANJUR, [KC]
– Kabar baik bagi masyarakat Jawa Barat, termasuk warga Kabupaten Cianjur. Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat mensosialisasikan Program Jabar Sakola (PJS), sebuah program bantuan pendidikan yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah, khususnya bagi peserta didik dari keluarga rentan secara ekonomi.

Program tersebut disosialisasikan di Aula Dewi Sartika, Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh bidang di lingkungan Disdik Jabar serta perwakilan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I hingga XIII.

Melalui Program Jabar Sakola, pemerintah daerah berupaya memberikan dukungan kepada siswa yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan, terutama mereka yang belum memperoleh bantuan melalui program pemerintah pusat. Program ini diharapkan dapat membantu keluarga kurang mampu agar anak-anak mereka tetap bisa bersekolah dan melanjutkan pendidikan.

Salah satu skema yang diperkenalkan adalah PJS Personal, yakni bantuan yang ditujukan bagi peserta didik dari keluarga rentan kategori Desil 1 yang tidak menerima Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Program Indonesia Pintar (PIP).

Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan personal siswa yang berkaitan dengan aktivitas sekolah sehari-hari. Kebutuhan itu meliputi pembelian seragam, buku pelajaran, serta biaya transportasi menuju dan dari sekolah.

Bagi masyarakat Cianjur, program ini menjadi informasi penting, terutama bagi orang tua yang menghadapi keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Namun, calon penerima tetap harus memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah dan melalui proses pendataan serta verifikasi sesuai ketentuan program.

Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Mohammad Ibrahim, menjelaskan bahwa Program Jabar Sakola merupakan bentuk transformasi dari program beasiswa pendidikan sebelumnya. Program ini diarahkan agar bantuan dapat menjangkau peserta didik yang benar-benar membutuhkan dukungan biaya pendidikan.

Menurut Ibrahim, ketepatan sasaran menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program tersebut. Disdik Jabar melakukan pemadanan data calon penerima dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk memastikan bantuan tidak tumpang tindih dengan program bantuan pemerintah pusat, seperti PIP dan PKH.

Ia berharap seluruh jajaran pendidikan dapat memahami dan menjalankan kebijakan tersebut dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh peserta didik yang memenuhi kriteria penerima bantuan.

“Harapan kami, melalui kesempatan ini kita semua dapat memahami dan melaksanakan program kebijakan Gubernur ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga, bantuan pendidikan benar-benar dirasakan oleh siswa yang membutuhkan,” ujar Mohammad Ibrahim.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Disdik Jabar, Ai Nurhasan, menegaskan pentingnya proses verifikasi faktual untuk memastikan calon penerima bantuan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ia menginstruksikan jajaran di 13 Kantor Cabang Dinas Pendidikan agar melaksanakan proses verifikasi secara cermat. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan data calon penerima sesuai dengan kriteria program dan bantuan tidak salah sasaran.

Pelaksanaan verifikasi ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas penyaluran bantuan pendidikan. Dengan pendataan yang tepat, program diharapkan mampu menjangkau siswa dari keluarga yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sekolah.

Meski demikian, masyarakat perlu memahami bahwa sosialisasi program belum berarti seluruh calon penerima otomatis mendapatkan bantuan. Informasi mengenai persyaratan lengkap, mekanisme pengajuan, jadwal pendaftaran, besaran bantuan, serta tata cara pencairan masih perlu dipastikan melalui pengumuman resmi Disdik Jabar atau instansi pendidikan yang berwenang.

Orang tua dan wali murid di Kabupaten Cianjur yang merasa memenuhi kriteria dapat mulai memastikan kelengkapan data sosial ekonomi keluarga serta berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memperoleh informasi resmi mengenai perkembangan Program Jabar Sakola.

Melalui program ini, pemerintah berharap kendala ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan. Dukungan terhadap kebutuhan personal siswa diharapkan dapat membantu mempertahankan keberlanjutan pendidikan sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Jawa Barat untuk meraih masa depan yang lebih baik.[KC.07]**

Komentar0

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.

BERITA TERKINI KABARCIANJUR.TV
Memuat berita terbaru...

Type above and press Enter to search.