Acara Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) ini berlangsung khidmat sekaligus meriah. Turut hadir aparatur pemerintah desa setempat, jajaran pengurus yayasan, tokoh ulama, komite, masyarakat sekitar, serta diikuti oleh ribuan siswa dari tingkatan RA, MI, MTs, dan MA di bawah naungan YPI Syariful Anwar.
Panitia menghadirkan Kak Mal, seorang penceramah muda inspiratif yang dikenal luas dengan metode storytelling (bercerita) interaktif. Dalam setiap penyampaian risalah dan pesan religinya, Kak Mal memukau jemaah dengan kemampuannya menirukan 80 karakter suara yang berbeda, mulai dari suara hewan peliharaan, tokoh, hingga suara alat musik. Pendekatan ini membuat materi ceramah sangat mudah dicerna oleh seluruh audiens, terutama anak-anak.
Dalam tausiahnya, Kak Mal menguraikan kunci kebaikan hidup melalui akronim kata "MAULID". Ia mengajak para jemaah untuk (M)enjadikan Nabi sebagai suri teladan, (A)dakan muhasabah diri, hingga senantiasa melaksanakan sunah Rasulullah, seperti menebarkan salam, berbagi makanan, menjalin silaturahmi, dan menunaikan salat malam.
Menanggapi suksesnya kegiatan tersebut, Ketua YPI Syariful Anwar (bertindak sebagai narasumber utama) menyampaikan apresiasi yang mendalam. Ia berharap rutinitas tahunan ini dapat memberikan nilai manfaat besar dalam meningkatkan kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
"Momentum ini kami niatkan sebagai wahana untuk menguatkan kembali rasa cinta atau mahabbah kita kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Ini adalah sebuah siklus yang terus kita upayakan supaya kita menjadi umat Kanjeng Nabi yang istikamah," ujar Ketua YPI Syariful Anwar.
Ia juga memuji metode dakwah yang dibawakan oleh penceramah. "Metode yang disampaikan sangat luar biasa, mengena di semua kelompok umur, baik itu kelompok pelajar Madrasah Ibtidaiyah bahkan sampai kalangan yang sudah menjelang manula. Gaya khasnya yang diselingi hal serius dan candaan membuat anak-anak kami betah bertahan menyimak selama tausiah berlangsung," tambahnya.
Apresiasi senada juga datang dari Ketua MUI Tingkat Desa di Kecamatan Sukaluyu (narasumber kedua) yang menilai gaya penyampaian penceramah sangat efektif dalam menjaga konsentrasi dan kefokusan ribuan santri yang hadir.
"Penyampaian pesan dan kisah dari Kak Mal sangat efektif membuat konsentrasi jemaah terjaga dari awal hingga akhir. Walaupun dengan waktu yang terbilang sedikit, anak-anak terus menyimak dan bisa menyimpulkannya. Mudah-mudahan pergaulan anak-anak menjadi bagus, terinspirasi dari kisah-kisah yang disampaikan, dan mereka kelak menjadi orang yang baik, saleh, pintar, serta bermanfaat bagi agama dan nusa," tutur Ketua MUI tersebut.
Acara ini ditutup dengan sesi doa dan muhasabah diri yang dipimpin langsung oleh Kak Mal. Sesi di penghujung acara tersebut mengubah suasana menjadi hening dan penuh haru, bertindak sebagai media introspeksi yang mendalam bagi seluruh hadirin.

Komentar0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.