December 2012
Kecelakaan lalu lintas
CIANJUR, (KC).- Sedikitnya 115 jiwa melayang akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi dibeberapa tempat sepanjang tahun 2012 di Kabupaten Cianjur. Ratusan korban meninggal tersebut terjadi pada 259 kasus kecelakaan. Sementara 276 orang mengalami luka berat dan ringan. Ditaksir akibat kecelakaan lalu lintas tersebut kerugian materi mencapai Rp 1,1 miliar.

Dibandingkan tahun 2011 silam, angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang 2012 mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Berdasarkan data di Satlantas Polres Cianjur, angka kecelakaan lalu lintas pada 2011 mencapai 155 kasus dengan jumlah 97 korban meninggal dunia, 66 orang korban luka berat, 197 korban luka ringan. Hanya saja untuk kerugian materi jauh lebih tinggi mencapai Rp 2,1 miliar.

Kasatlantas Polres Cianjur AKP Sudewa mengatakan, salah satu faktor terjadinya kecelakaan lalu lintas tidak terlepas akibat kurang disiplinya pengendara, kuranglayaknya kendaraan yang digunakan serta kondisi jalan yang tidak diketahui bagi pengendara. "Itu hanya salah satu faktornya saja," katanya.

Khusus untuk perayaan malam tahun baru yang cenderung kecelakaan lalu lintas terjadi, pihaknya menghimbau saat pelaksanaan tahun baru tidak dilaksanakan secara berlebihan serta tetap mematuhi tata tertib berkendara. “Kami juga menghimbau kepada warga untuk tidak menggunakan kendaraan pick up atau truk (kendaraan bak terbuka) saat bepergian pada malam tahun baru. Tetap patuhi aturan lalu lintas yang ada, untuk keselamatan semua," tegasnya (KC-02)**.
CIANJUR, (KC).- Ratusan warga yang tengah berolahraga di sepanjang Jalan K.H. Abdullah bin Nuh, Minggu (30/12/2012) mendapatkan layanan kesehatan geratis yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kabupaten Cianjur. Kegiatan tersebut dilaksanakan berkaitan dengan peringatah Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember.

Humas DPD PKS Kabupaten Cianjur Aulia mengatakan kegiatan layanan pengobatan geratis yang digelar di pinggiran Jalan KH. Abdullah bin Nuh tersebut merupakan rangkaian kegiatan dala rangka memperingati hari ibu. "Apa yang kita lakukan adalah salah satu bentuk layanan kepada masyarakat yang memvutuhkan. Mudahimudahan ini bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat," kata Aulia.

Tidak hanya layanan kegiatan geratis, dalam rangka memperingati hari ibu juga dilaksanakan kegiatan lainya seperti lomba permaianan dan hiburan. "Intinya kita ingin dengan kegiatan ini masyarakat bisa terbantu. Kita juga ingin mensosialisasikan apa yang ada di partai kami  termasuk didalamnya pengusungan Ahmad Heryawan dan Dedi Mizwar sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013," katanya.

Sementara itu Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS asal Kabupaten Cianjur RK Dadan mengatakan, selama kepemimpinan Gubernur di Jabat Ahmad Heryawan banyak perkembangan pembangunan positif dilakukan di Jawa Barat.Tidak hanya infrastruktur tapi juga masalah lainya termasuk perbankan.

"Masalah perbankan, saat ini Bank Jabar berhasil masuk 10 besar bank secara nasional dalam kondisi baik. Tidak hanya itu perkembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) selain jumlahnya bertambah, juga telah menghasilkan kontribusi sekitar 3 triliun, ini termasuk prestasi," tegasnya (KC-02)**.
CIANJUR, (KC).- Pasangan ganda putra PBSI Cianjur Rizal Pebriadi-Dede Resa berhasil menjadi juara setelah dalam partai final Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup III yang digelas di GS Assakinah berhasil menumbangkan perlawanan H. Dinas-Agus Jamaludin dari Mentari V-Kool Bandung dengan dua set langsung 21-16, 21-16 (2-0).

Pasangan ganda Cianjur yang turun di kelompok umur 14 tahun itu merupakan satu-satunya atlit dari PBSI Cianjur yang berhasil melangkah ke partai final dan menjadi juara.  Sementara atlit lainya hanya sampai dibabak penyisihan kalah dengan lawan-lawanya.

Sementara itu untuk kelompok kategori ganda dewasa yang hanya diikuti khusus dari para atlit dari Kabupaten Cianjur, pasangan ganda putra Raka-Agus berhasil keluar sebagai juara setelah menumbangkan perlawanan pasangan Diman-Adam melalui rubber set 21-18, 16-21, 21-19 (2-1). Sementara untuk ganda putri pasangan Aghitania-Ketut berhasil keluar sebagai juara setelah menumbangkan pasangan H. Ipa-Nita lagi-lagi melalui rubber set 21-12, 14-21, 21-19 (2-1).

Pertandingan babak final Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup III yang digelar sejak pukul 08.00 WIB itu berlangsung sangat menarik. Club-club Persatuan Bulutangkis (PB) besar di Jawa Barat masih mendominasi melangkah pada partai final.

Club PB SGS PLN Bandung yang mengirimkan atlitnya paling banyak juga berhasil menyabet juara paling banyak yakni 3 juara pertama dan 5 juara ke-2. Disusul Club PB Mutiara yang hanya meraih 3 juara untuk kelompok umur 14, tahun, 16 tahun dan 18 tahun.

Ketua PBSI Kabupaten Cianjur Mohammad Toha mengaku puas dengan penyelenggaraan Kejuaraan Bupati Cup III yang berlangsung sesuai rencana meski masih ada beberapa kekurangan yang tentunya akan diperbaiki dalam penyelenggaran tahun mendatang. "Atas nama Cianjur saya sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya penyelenggaraan kejuaraan bulutangkis ini," kata Toha.

Menurut Toha, bagi atlit Cianjur Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup tersebut merupakan ajang pemanasan untu mengkukur kekuatan lawan yang nantinya akan dihadapai dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) di Bekasi.

"Memang dari 12 atlit Cianjur yang kami turunkan hanya pasangan ganda kelompok umur 14 tahun yang bisa menjadi juara, tapi saya yakin, beberapa atlit lapis kedua kita akan bisa berbuat banyak nantinya ditingkat Jawa Barat. Saat ini mereka terus kita lakukan pembinaan," katanya (KC-02)**.


CIANJUR, (KC).- Calon Gubernur Jawa Barat (Jabar) Rieke Diah Pitaloka (RDP) memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang cukup potensial. Namun potensi tersebut sampai saat ini belum tergarap secara optimal sehingga belum dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

Hal tersebut  terungkap, diungkapkan Rieke saat dirinya mengunjungi sejumlah wilayah di Cianjur Selatan, Minggu (30/12/2012). Dalam lawatannya ke Cianjur bagian selatan itu, Calon Gubernur Jabar yang berpasangan dengan Teten Masduki itu mengunjungi Perkebunan Teh di Kecamatan Takokak, kemudian dilanjukan ke Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun.

Tidak hanya meninjau sejumlah lokasi, Rieke juga menyempatkan diri untuk menampung sejumlah keluhan masyarakat. Seperti yang diungkapkan Udai, salah seorang nelayan di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun. Dirinya mengeluhkan, soal minimnya fasilitas bagi nelayan, salah satunya soal keberadaan sandaran kapal serta pelabuhan.

“Karena tidak ada sandaran kapal, perahu-perahu kami mudah berlubang. Ini tentunya menghambat ketika kami akan bekerja mencari tangkapan di laut. Tidak hanya itu, di wilayah ini juga tidak ada koperasi, sehingga kami terpaksa menjual hasil tangkapan kami ke pengepul, untung yang kami dapat sedikit,” ujarnya.

Keluhan lainya juga di sampaikan Aja, warga lainya. Dirinya mengeluhkan soal buruknya infrastruktur di wilayah Cianjur Selatan. “Jalan yang buruk kondisinya, menambah parah jarak tempuh yang harus kami lalui, karena harus ditempuh berjam-jam lamanya. Makanya, warga selatan lebih memilih untuk menjual hasil bumi yang mereka miliki ke Kabupaten Bandung ataupun Garut, daripada ke Cianjur kota,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Rieke menuturkan jika Cianjur Selatan sebenarnya memiliki potensi untuk berkembang dan maju, bahkan menjadi kabupaten sendiri. Pihaknya mengakui, Cianjur Selatan masih sangat minim mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Kalau dibiarkan terus menerus, Cianjur Selatan akan terpuruk. Mengenai soal keluhan nelayan, seharusnya pembangunan pelabuhan sudah bisa dilakukan dengan anggaran sekitar Rp 80 miliar yang dianggarkan sejak 2007, tapi belum ada realisasinya. Kemudian perbaikan tata niaga ikan serta peralatan bagi nelayan juga perlu perbaikan dan prioritas utama dalam pengembangan wilayah wisata,” terangnya.

Dengan potensi alam yang ada diwilayah kecamatan di wilayah Cianjur bagian selatan, sudah seharusnya  dapat berkembang dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Semua itu jika pembangunannya di oprimalkan.

"Kami berencana ingin membangun sekolah, badan latihan kerja dan puskesmas. Sehingga, diharapkan dapat juga mengurangi angka pengangguran dan pengiriman TKI atau TKW dari wilayah Cianjur Selatan," tegasnya (KC-02)**.

CIANJUR, (KC).- Pasangan ganda putra PBSI Cianjur Rizal Pebriadi-Dede Resa berhasil melangkah ke partai final pada Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup III yang digelar di GS Assakinah Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Minggu (30/12/2012) setelah berhasil mengkandaskan pasangan H. Dinar-Agus Jamaludin Mentari V-Kool Bandung 22-20, 21-18 (2-0).

Dipartai final pasangan ganda Cianjur yang turun di kelompok umur 14 tahun itu akan menantang pasangan ganda Air Langga-Yosafat Gunadharma Bandung yang dalam perempat final mengkandaskan pasangan Aldi E- Bakti SGS PLN dengan rubber set 21-15, 15-21, 21-18 (2-1).

Jalanya pertandingan antara ganda putra PBSI Cianjur Rizal Pebriadi-Dede Resa melawan H. Dinar-Agus Jamaludin Mentari V-Kool Bandung berlangsung cukup seru. Set pertama terjadi saling kejar mengejar angka yang cukup ketat. Melalui perjuangan keras pasangan ganda PBSI Cianjur akhirnya berhasil memenangkan pertandingan dengan angka tipis 22-20.

Pada set kedua club dari Mentari V-Kool Bandung itu berupaya memberikan perlawanan. Tekanan melalui smash keran dilancarkan. Namun berkat kesigapan pemain ganda PBSI Cianjur upayanya untuk meraih angka beberapa kali digagalkan. Meski sempat unggul, pasangan ganda PBSI Cianjur itu berhasil menyamakan kedudukan.

Sampai bertandingan berakhir akhirnya Rizal-Dede Risa menang dengan angka 21-18. "Alhamdulillah pasangan ganda satu-satunya Cianjur berhasil melangkah ke partai final. Mudah-mudahan di final mereka bisa menunjukkan permainan terbaiknya," harap Ketua PBSI Cianjur Mohammad Toha seraya memberikan bonus langsung sejumlah uang kepada Rizal-Dede Risa (KC-02)**.
CIANJUR, (KC).- Tunggal Putra Cianjur Rizal Pebriadi harus menyerah ditangan Auditya Alfa Mutiara Bandung (21-16, 21-11) pada babak semi final Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup III yang digelar di Gedung Serbaguna Assakinah Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Minggu (30/12/2012). Kabupaten Cianjur tinggal menyisakan ganda putra pasangan Rizal-Reza yang akan segera bertanding.

Kekalahan tunggal putra Cianjur yang turun dikelompok umur 14 tahun itu memupuskan harapan untuk melangkah ke final. Pada awal set pertama Rizal masih mampu mengimbangi permainan Auditya sehingga terjadi kejar mengejar angka. Namun pada pertengahan pertandingan Rizal harus mengakui ketangguhan pemain asal club Mutiara itu.

Memasuki set kedua atlit dari Mutiara Bandung itu semakin menunjukkan kelasnya. Penempatan bola yang akurat membuat atlit dari PBSI Cianjur itu harus pontang panting. Akhirnya pertandingan pada set kedua dimenangkan oleh Auditya untuk melaju ke babak final.

"Saya terpancing dengan permainan lawan yang main bola-bola pendek. Memang dari kelas dia diatas saya. Tapi mungkin kalau dari awal saya menyerang, bisa saja hasilnya akan berbeda. Tapi saya cukup puas bisa bermain sampai semi final, tadinya pinginnya sih sampai final," kata Rizal (KC-02)**.

CIANJUR, (KC).- Arus lalu lintas yang menuju kawasan wisata Puncak Cipanas pada malam tahun baru, Senin (31/12/2012) dari perempatan Pos Polisi Hypermart (8 Cepu) sekitar pukul 18.00 WIB akan ditutup total. Bagi warga masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut harus mencari jalan lain jika ingin bepergian.
Pemberitahuan penutupan arus lalu lintas pada malam tahun baru 2013 tersebut disampaikan oleh Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cianjur yang tergabung dalam operasi Lilin Lodaya 2012. Selain melakukan penutupan arus lalu lintas pada malam tahun baru menuju arah kawasan wisata Puncak Cipanas, penutupan serupa juga akan dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB untuk arus lalu lintas yang mengarah ke Bogor mulai dari pertigaan PJR Jabar 9 Ciloto dan baru akan dibuka kembali sekitar pukul 03.00 – 04.00 WIB.
Penutupan arus lalu lintas menuju arah Bogor tersebut akan dilakukan tanpa terkecuali baik roda dua (sepeda motor) atau kendaraan roda empat (mobil) ataupun roda empat lebih (KC-02)**.
Wakil Bupati Cianjur (kiri) tinjau irigasi Dauwan di Desa Mekarsari, Kec/Kab. Cianjur
CIANJUR, (KC).- Hanya sekitar 550 irigasi yang ada di pedesaan kondisinya bisa ditanggulangi. Selebihnya menjadi pekerjaan semua pihak untuk sama-sama terjun kelapangan melakukan perbaikan dan pengelolaan yang lebih merata untuk semua irigasi tersebut.

Demikian ditegaskan Ketua Forum Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (Forgab P3A) Mitra Cai Dede Suryadi disela peringatan ulang tahun Forgab P3A Mitra Cai ke-3 yang dilaksanakan di Kampung Warungbatu, Desa Mekarsari, Kec/Kab. Cianjur Sabtu (29/12/2012). "Berdasarkan data dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Cianjur tercatat 800 irigasi desa, hanya saja hanya sekitar 550 saja yang bisa ditanggulangi," katanya.

Atas dasar keadaan dan situasi irigasi yang memprihatinkan terutama untuk irigasi pertanian yang ada di kabupaten Cianjur.  Dengan kesamaan rasa dan persepsi mengenai bagaimana memperbaiki irigasi dan bagaimana mengatur sumber daya air agar bisa digunakan se-efektif mungkin untuk kemakmuran para petani dan masyarakat umumnya.

"Atas dasar itulah Forgab P3A hadir, kami tergugah ingin turut andil bersama pemerintah bagaimana untuk mencari dan menyelesaikan permasalahan irigasi di kabupaten Cianjur yang kelak benar-benar bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, terutama masyarakat petani," katanya.

Wakil Bupati Cianjur H. Suranto yang hadir dalam kegiatan peringatan ulang tahun Forgab P3A Mitra Cai mengharapkan, semoga kedepan langkah-langkah strategis yang telah berhasil mencapai tujuan untuk memelihara, memanfaatkan dan memberikan penghidupan layak untuk masyarakat petani khususnya dapat lebih meningkat dan sumber daya air bersih untuk kemakmuran masyarakat Cianjur dapat terus tersedia dan mencukupi untuk menunjang ketahanan pangan masyarakat Kabupaten Cianjur.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kab. Cianjur, Yanto Hartono, mengungkapkan, sumber daya air sangat menunjang kelangsungan hidup manusia terutama untuk menjaga ketahanan pangan yang merupakan kebutuhan pokok manusia yang tidak bisa digantikan. Air sangat dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari seperti untuk masak, mencuci dan bercocok tanam. Pemanfaatan air juga harus sebijak mungkin agar air tidak terbuang percuma.

"Untuk memanfaatkan sumber daya air perlu tiga pendekatan, yaitu pendekatan kekeluargaan, pendekatan kelompok dan pendekatan kemitraan sehingga masyarakat dengan sendirinya akan menyadari untuk turut menjaga dan memelihara lingkungan agar air tetap melimpah diantaranya dengan tidak membuang sampah ke sungai, berhemat air atau melakukan penanaman pohon di tempat strategis untuk penyerapan air," kata Yanto.

Puncak peringatan HUT Forgab P3A Mitra Cai tersebut juga ditandai dengan bakti sosial (Baksos) penyerahan 2.000 bibit pohon kepada 7 perwakilan daerah Forgab se-Kab. Cianjur serta peninjauan irigasi dan penanaman pohon Daerah Aliran Sungai (Das) Dauwan sekitar wilayah Desa Mekarsari, Kec/Kab. Cianjur (KC-02)**.
Didalam villa inilah kedua korban yang meninggal ditemukan
CIANJUR, (KC).- Dua orang penyewa villa Rose Wood di Kampung Padarincang RT 03/RW 03, Ds. Palasari, Kec. Cipanas, Kab. Cianjur ditemukan tewas mengenaskan didalam kamar villa yang disewanya. Korban yang merupakan laki-laki dan perempuan ditemukan meninggal terbungkus kain kafan oleh penjaga villa sekitar pukul 15.30 WIB, Sabtu (29/12/2012).

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, korban diduga merupakan korban pembunuhan.  Karena saat ditemukan dalam tubuh korban yang belum diketahui identitasnya itu terdapat sejumlah luka. Korban perempuan ditemukan dengan luka benda tajam pada bagian leher. Korban yang memiliki ciri-ciri berusia sekitar 35 tahun memakai kaos warna putih dan mengenakan celana jins itu saat ditemukan terbungkus kain kafan.

Sementara korban laki-laki saat ditemukan dalam kondisi muka terlilit kain kafan. Saat ditemukan memakai kain sarung dan baju koko biru dan berumur sekitar 40 tahun. Petugas kepolisian yang datang setelah mendapatkan laporan tidak menemukan identitas pelaku. Didekat jasad kedua korban petugas menemukan barang bukti berupa 2 buah kelapa muda, 2 kain kafan yang diduga dipakai membekap korban.

Beberapa barang korban juga hilang berupa kendaraan roda empat jenis Avanza. Demikian juga handphone dan uang milik pelaku juga tidak ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). Dugaan kuat barang-barang berharga tersebut dibawa kabur pelaku. Jasad kedua korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan outopsi.

Menurut keterangan penjaga villa Mashuri  (48), kedua korban check inn pada hari Jum'at (28/12/2012) sekitar pukul 18.30 WIB. Korban berencana check out pada Sabtu (29/12/2012) pukul 12.00 WIB. Hanya saja sampai pukul 14.00 WIB, kedua korban tidak juga terlihat keluar dari kamar villa.

Melihat kondisi tersebut penjaga villa curiga apakah korban masih ada didalam kamar atau sudah keluar tanpa ijin. Untuk memastikanya penjaga villa tersebut mengetuk pintu kamar villa, namun tidak ada sahutan dari penguninya. Penasaran penjaga villa tersebut membuka pintu kamar.
Alangkah terkejutnya saat melihat kedalam kamar mendapati kedua korban tergeletak dalam kondisi yang mengenaskan. "Kondisinya mengenaskan, kedua korban dililit dengan kain kafan. Saya langsung keluar kamar dan segera melaporkan ke pihak kepolisian," katanya.

Petugas kepolisian dari Polres Cianjur dan Polsek Pacet yang mendapatkan laporan segera mendatangi TKP. Setelah melakukan olah TKP jasad kedua korban dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan outopsi.

Kapolres Cianjur AKBP Agustri Heryanto melalui Kasubag Humas AKP Acmad Suprijatna mengatakan, saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang menyebabkan kedua korban meninggal. "Saat ini kasusunya sudah ditangani, kami sedang melakukan pendalaman untuk mengungkap siapa pelakunya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa terungkap," tegasnya (KC-02)**.
CIANJUR, (KC).- Pasangan ganda Cianjur Rizal-Reza melaju ke perempat final Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup III yang digelar di GOR Srikandi Jln. Moch. Ali Sabtu (29/12/2012). Unggulan ganda Cianjur tersebut berhasil menumbangkan perlawan pasangan Rizally-Abiyu dari club SGS PLN Bandung (21-10, 21-11).

Kemenangan pasangan ganda bulutangkis asal Cianjur Rizal-Reza yang turun dikelompok umur 14 tahun tersebut membuka peluang Cianjur untuk menyabet juara. Pasangan ganda Rizal-Reza merupakan satu-satunya yang tersisa bagi atli bulutangkis yang turun di kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup III.

Cianjur yang sebelumnya menurunkan 12 atlitnya, belum mampu berbuat banyak menghadapi lawan-lawam tangguh yang sudah malang melintang di Jawa Barat. Club-club besar seperti Mutiara Bandung dan SGS PLN Bandung masih mendominasi pertandingan.

Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup III Cianjur Dadang S Afandi mengatakan, bagi atlit Cianjur kejuaraan bulutangkis Bupati Cup III kali ini menjadikan tolok ukur kekuatan atlit-atlit yang nantinya akan berlaga dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) di Bekasi tahun 2014 mendatang.

"Memang kalau dari segi kualitas kita masih tertinggal dengan Bandung. Tapi kita masih bisa memberikan perlawanan. Kita masih ada harapan untuk di ganda kelompok umur 14 tahun dan tunggalnya," kata Dadang.

Menurut Dadang, minimnya pengalaman bertanding juga menjadi salah satu faktor penyebab belum banyaknya atkit-atlit Cianjur yang bisa memberikan perlawanan. "Dengan kejuaraan inilah, kita jadikan momen pemanasan untuk persiapan Porda mendatang. Tinggal kita melakukan evaluasi dan persiapan sejak dini," harapnya (KC-02)**.

CIANJUR, (KC).- Setiap kecamatan memiliki data kependudukan yang selalu diperbaharui setiap bulannya. Dalam tataran pelaksanaan masih saja terjadi persoalan ketidakakuratan data yang disebabkan oleh berbagai macam hal yang tentunya bersumber dari akurasi pencatatan dan pelaporan dari tingkat desa/kelurahan.

Demikian ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Bachrudin Ali saat menyerahkan data agregat kependudukan per kecamatan diwilayah Kabupaten Cianjur kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur di pendopo Cianjur, Jum'at (28/12/2012). "Dengan demikian diharapkan data yang ada merupakan data yang paling mutahir yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Sekda.

Dikatakan Sekda, akurasi data akan semakin penting ketika di laksanakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat untuk kepentingan yang lebih luas. Untuk itulah diharapkan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang melakukan pencatatan kependudukan harus benar–benar memiliki data yang akurat.

"Kita harapkan data kependudukan di Kabupaten Cianjur khususnya data yang dipergunakan menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2013 lebih baik daripada data yang dipergunakan pada pemilihan umum sebelumnya. Ini semua tidak terlepas demi mendukung kelancaran pelaksanaan Pilgub," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, H. Hilman Kurnia Rahdiana, mengungkapkan data agregat hasil integrasi dari adminduk Kemendagri di Jakarta adalah jumlah penduduk di Kabupaten Cianjur yang di ambil dari Disdukcapil pada pertengahan tahun 2012.

Setelah di adakan integrasi data ganda dan data anomali hasilnya berjumlah 2.106.117 orang. "Untuk menyempurnakan data agregat hasil integrasi tersebut maka kami sertakan juga data agregat Disdukcapil Kabupaten Cianjur yang diambil saat ini berjumlah 3.120.425 orang. Kami telah melakukan konfirmasi ke adminduk Jakarta baik melalui surat maupun datang menghadap jawabannya adalah bahwa data agregat tersebut harus segera disampaikan ke KPU Kabupaten Cianjur," paparnya (KC-02)**.
CIANJUR, (KC).- Replika Ayam Pelung Batik Tertinggi  asli Cianjur yang diselenggarakan disalah satu hotel di Cipanas tercatat dalam rekor Muri Indonesia. Replika ayam pelung dengan spesipikasi ukuran tinggi 7 meter, diameter 4,5 meter dan panjang ekor 3 meter dan lapiasan luarnya diselimuti oleh rangkaian kain batik Perca yang dikumpulkan dari berbagai daerah dan replika ayam pelung ini sangat layak masuk dalam deretan daftar Muri.

"Setelah kita lakukan penilaian, replika ayam pelung ini memenuhi syarat dan ketentuan untuk masuk dalam rekor muri dan kami catat pada susunan nomor 5671. Semoga karya ini bisa menjadi motivasi untuk lebih meningkatkan eksistensi dan pengembangan seni dan budaya di kabupaten Cianjur," kata Ahmad Syarief perwakilan dari Muri, Jum'at (28/12/2012). 

Salah satu kreteria agar suatu karya bisa masuk dalam rekor muri diantaranya adalah karya tersebut belum pernah ada dan belum pernah dibuat serta dilakukan oleh insan-insan Indonesia. Kemudian penilaian superlatif atau jumlah dan ukuran yang luarbiasa serta unik dan langka.

Kegiatan tersebut juga diwarnai dengan ditampilkannya fashion batik oleh anak-anak sampai remaja pecinta batik, penampilan tarian ayam pelung dan bazar beraneka makanan dan minuman khas Cianjur diantaranya beras Pandan Wangi Cianjur, pakaian batik khas Cianjur, tauco Cianjur, pameran lukisan dan kaligrafi serta hiburan music Cianjuran yang juga menjadi lagi pengiring saat acara belangsung hingga selesai.

Wakil Bupati Cianjur H. Suranto yang hadir pada kegiatan tersebut mengaku merasa bangga dengan para insan seniman dan pemerhati seni dan budaya di Kabupaten Cianjur yang telah berupaya keras untuk membangun seni dan budaya Kabupaten Cianjur secara konsisten untuk lebih maju dan berkembang guna kemajuan pariwisata dan ekonomi masyarakat Cianjur agar lebih sejahtera.

Menurut Wabub, batik adalah warisan budaya Indonesia yang memiliki kekhasan dan keunikan pada sisi ornament dan warnanya. Apabila dikaitkan dengan warisan budaya, batik ini Kabupaten Cianjur membuat sebuah replika ayam pelung yang berukuran besar dan dilapisi kain batik yang berasal dari berbagai daerah untuk memecahkan rekor muri Indonesia.

"Saya berharap dengan tercatatnya Replika Ayam Pelung Asli dari Kabupaten Cianjur pada rekor Muri ini dapat menjadi babak baru dalam upaya membangun seni dan budaya Cianjur dengan bergandengan tangan bersama pemerintah serta pihak swasta laiinya yang peduli akan kearifan lokal agar mampu dikenal masyarakat luas bahkan ke tingkat internasional sehingga menjadi daya tarik tersendiri," tegasnya (KC-02)**.
Judi Adi Nugroho
CIANJUR, (KC).- Selama kurun waktu 2012, setidaknya 100 pengusaha mendapatkan teguran secara keras oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akibat memajang barang dagangan yang sudah kadaluarsa. Para pengusaha tersebut selanjutnya dilakukan pembinaan untuk tidak mengulang tindakanya.

Kepala Disperindag Kabupaten Cianjur, Himam Haris melalui Kepala Bidang Perdagangan Judi Adi Nugroho mengatakan, meski mendapatkan teguran keras, belum ada perusahaan yang sampai di cabut ijinnya akibat memajang barang dagangan yang sudah kadaluarsa.

"Setelah kita kasih teguran pertama, rata-rata para pedagang sudah memahami dan tidak lagi memajang barang dagangan yang sudah habis masa berlakunya atau kadaluarsa. Kita terus lakukan pembinaan kepada para pedagang tesebut agar memahami dan mengerti bagaimana caranya memajang barang dagangan yang benar," kata Judi, Jum'at (28/12/2012).

Para pengusaha yang dilakukan pembinaan akibat memasang barang dagangan yang sudah kadaluarsa tersebut kebanyakan dari usaha warungan yang tersebar diberbagai wilayah. Meski demikian ada diantaranya yang berasal dari pengusaha minimarket.

"Pesoalan barang dagangan yang kadaluarsa masih dipajang atau dijual memang seringkali dikeluhkan oleh masyarakat. Untuk antisipasi masalah tersebut kita senantiasa melakukan razia rutin. Kalau ditemukan, kita langsung lakukan pembinaan kepada pengusahanya," katanya.

Tingginya pesoalan antara konsumen dan pengusaha di Cianjur membuat Disperindag mengambil langkah cepat dengan mengusulkan kepada pemerintah untuk pembentukan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Usulan tersebut sudah disampaikan, namun sampai saat ini belum ada realisasinya.

"Cianjur sudah saatnya ada BPSK, sehingga setiap persoalan yang menyangkut konsumen dan pengusaha bisa ditangani secara langsung. Kalau persoalan bisa diselesaikan secara musyawarah bisa dimusyawarahkan dan kalau pidana tinggal melimpahkan ke penyidik," tegasnya.

Dikatakannya, penyelesaian kasus sengketa antara konsumen dengan pengusaha melalui BPSK diharapkan dapat lebih maksimal. Pasalnya, penyelesaian kasus oleh BPSK sudah jelas diiataur dalam UU No 8/1999 tentang perlindungan konsumen.

"Kita tinggal menunggu jawaban dari pemerintah pusat. Kita harapkan 2013 mendatang sudah ada kepastian. Kalau nanti terealisasi BPSK tersebut nantinya akan diisi oleh semua elemen, mulai dari konsumen, pengusaha, Disperindag serta pihak lainnya yang terkait," katanya (KC-02)**.
Mengais sisa kebakaran
CIANJUR, (KC).- Sebuah gudang bekas pabrik garmen di Jalan Arief Rahman Hakim Kampung Lemburtengah RT 02/RW 16, Kel. Solokpandan, Kec/Kab. Cianjur, Jum'at (28/12/2012) sekitar pukul 13.00 WIB musnah dilalap api. Tidak ada korban jiwa dalam peritiwa kebakaran tersebut, hanya saja kerugian ditaksir puluhan juta rupaih.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa kebakaran yang menimpa gudang bekas pabrik yang masih sedang dalam sengketa tersebut diduga akibat konsleting listrik. Api diketahui sudah membesar dibagian belakang bangunan yang dengan cepat menjalar kebagian bangunan lainya. Termasuk beberapa bangunan kontrakan tak luput diamuk si jago merah.

"Saat itu saya mencium bau asap, saat keluar dari kontrakan api di gudang bagian belakang sudah membesar. Saya buru-buru memberitahukan kepada penghuni lainya dan membawa barang yang bisa dikeluarkan seadanya," kata Dede Rahmat (40) saksi mata yang juga menjadi korban kebakaran.

Karena api begitu cepat membesar, dia hanya bisa menyelamatkan beberapa barang yang mudah dibawa. Sisanya ludes terbakar bersama beberapa bangunan kontrakan lainya. "Kami hanya mengontrak dibangunan yang masih dalam bagian gudang pabrik. Ada empat bangunan yang dikontrakkan turut terbakar yakni yang ditempati Deden, Budi dan Yana," katanya.

Selang setengah jam, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur tiba dilokasi. Dibantu masyarakat, petugas pemadam kebakaran berupaya menjinakkan kobaran api. Berkat kesigapan petugasn akhirnya api berhasil dipadamkan. Hanya saja beberapa bagian bangunan gudang termasuk bangunan yang dikontrakkan ludes terbakar.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Achmad Suhara yang berada dilokasi kebakaran enggan memberikan keterangan terkait kebakaran tersebut. "Untuk kali ini saya tidak akan memberikan pernyataan," kata Asep sambil berlalu (KC-02)**.

CIANJUR, (KC).- Kasus tindak pidana asusila mendominasi pelanggaran hukum yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (kejari Cianjur) sepanjang tahun 2012. Sedangkan perkara narkoba menempati urutan kedua terbanyak dibandingkan dengan perkara hukum lainya.

Jaksa Khusus penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak Kejari Cianjur Agatha Wangge menyebutkan, berdasarkan data yang ada di Kejari sepanjang tahun 2012, tercatat kasus pelanggaran Pasal 81 dan 82 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) tentang tindak pidana pencabulan dan pelanggaran tentang perlindungan anak mencapai 69 kasus.

Sementara untuk kasus perlindungan anak mencapai 65 kasus, trafficking satu kasus dan pidana kekerasan dalam rumah tangga (PKDRT) sebanyak tiga kasus. "Dari seluruh perkara atau kasus yang masuk baru 40 % yang telah diputus oleh Pengadilan Negeri (PN) Cianjur," kata Agtha, Jum'at (28/12/2012).

Menurut Agatha, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah kasus pelanggaran hukum yang ditangani Kejari mengalami peningkatan. Hanya saja perkara tentang perlindungan anak masih mendominasi sama tingginya dengan tahun sebelumnya.

Pihaknya mengaku prihatin melihat tingginya kasus perlindungan anak yang cenderung meningkat. Apalagi kalau melihat kasusnya rata-rata masih anak-anak. Mengatasi hal tersebut, Kejari Cianjur bersama dengan Polres Cianjur serta P2TP2A terus melakukan sosialisasi tentang perlindungan anak.

"Selain perkara perlindungan anak yang menjadi perhatian, perkara lainya yang juga tidak luput kalah pentingnya adalah kasus narkoba sebanyak 57 kasus. Disusul dengan kasus perhutanan 17 kasus dan pertambangan ilegal sebanyak 2 kasus," tegasnya (KC-02)**.
CIANJUR, (KC).- Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur atas turunya kasus trafficking (perdagangan manusia) yang terjadi selama kurun waktu 2012. Semua itu terjadi tidak terlepas dengan komitmennya Pemkab Cianjur dalam melakukan penanganan khususnya terhadap wilayah yang disinyalir menjadi kantong  penampungan korban trafficking.

"Saya sangat mengapresiasi langkah Pemkab Cianjur yang dengan cepat dalam menangani sejumlah kasus trafficking yang terjadi. Begitu mendengar ada warga yang menjadi korban, langsung dikejar dan dijemput langsung korban-korbanya dari daerah-daerah hitam yang dijadikan lokasi penampungan," kata Dede.

Salah satu langkah untuk menekan terjadinya kasus trafficking adalah dengan melakukan pemberdayaan terhadap perempuan.  Perempuan harus bisa mendapatkan akses pendidikan, ekonomi,  sehingga tidak mudah terpengaruh dengan iming-iming untuk mendapatkan pekerjaan mudah. Namun pada kenyataanya menjadi korban trafficking.

"Dengan pemberdayaan perempuan, terutama dalam sektor ekonomi atau setidaknya bisa membuka lapangan pekerjaan di daerah sendiri bagi calon-calon tenaga kerja yang ingin bekerja ke luar daerah.  Kalau semua bisa dilakukan dengan sendirinya kasus trafficking akan bisa ditekan," tegasnya.

Kepala Bagian Kependudukan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKKBPP) Setda Kabupaten Cianjur, Esih Sukaesih Karo mengatakan, korban kasus trafficking di Kabupaten Cianjur mayoritas berusia antara 16-18 tahun.  Korban rata-rata terbujuk rayuan dengan modus ditawari pekerjaan dengan gaji tinggi serta pemalsuan dokumen.

"Rata-rata kasus yang terjadi ditawari pekerjaan di hotel atau restoran dengan gaji tinggi, tapi ternyata malah dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK). Demikian juga mengenai dokumen, biasanya dilakukan dengan memark up usianya. Kasus seperti ini terjadi diantaranya ke Batam dan Malaysia," tegasnya (KC-02)**.
Asep Achmad Suhara
CIANJUR, (KC).- Bencana alam yang terjadi selama kurun waktu 2012 di Kabupaten terbilang cukup tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun dari bencana tersebut dua diantaranya sampai jatuh korban jiwa. Korban pertama terjadi akibat musibah kebakaran di Agrabinta Cianjur selatan dan seorang korban akibat tertimpa tanah longsor di wilayah Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Kepala Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Asep Achmad Suhara mengungkapkan, sepanjang tahun 2012 tercatat sebanyak 72 peristiwa bencana alam terjadi.  Dari jumlah tersebut 6 diantaranya merupakan peristiwa angin puting beliung, banjir dan banjir bandang 4 kejadian serta kebakaran sekitar 49 kejadian.

"Ada diantaranya bencana tanah longsor. Semua peristiwa bencana ini tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur, yang selama ini dikenal sebagai wilayah yang rawan bencana seperti wilayah selatan dan utara," katanya.

Akibat bencana alam itu, beberapa infrastruktur mengalami kerusakan. Untuk memperbaikinya diperlukan anggaran yang tidak sedikit. Asep mentargetkan pada tahun 2013, infrastruktur yang rusak akibat bencana alam itu 67 persennya bisa diperbaiki.

"Ada bantuan dari pemerintah pusat senilai Rp 6,4 miliar untuk perbaikan infrastruktur yang rusak. Nantinya pelaksanaanya tidak dilakukan oleh BPBD tapi melalui dinas tekhnis terkait. Kami hanya sebatas mengusulkan anggarannya saja," kata Asep.

Selain mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat, untuk mendukung kegiatan BPBD Cianjur Pemprov Jabar juga memberikan bantuan berupa kendaraan dukungan untuk operasional petugas, yakni satu unit mobil pick up untuk mengangkut logistik serta dua unit sepeda motor.

"Kita juga dapat bantuan anggaran dari Pemprov Jabar untuk pemetaan daerah rawan bencana. Itu semua sudah kami laksanakan sesuai dengan kebutuhan.  Sehingga kita harapkan fungsi pencegahan terjadinya bencana bisa kita lakukan," katanya (KC-02)**.


CIANJUR, (KC).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur telah melakukan pemetaah terhadap wilayah-wilayah yang dinilai rawan terjadi bencana. Hasil dari pemetaan tersebut diketahui terdapat 15 titik wilayah yang rawan bencana alam.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Achmad Suhara mengungkapkan, 15 titik wilayah yang rawan bencana hasil dari pemetaan tersebut terbagi atas tiga kategori diantaranya daerah rawan longsor terdapat di 9 kecamatan, rawan gunung berapi di 3 kecamatan dan rawan tsunami di 3 kecamatan.

"Khusus untuk wilayah yang rawan terjadi bencana tsunami yakni diwilayah Kecamatan Agrabinta, Sindangbarang dan Cidaun kita telah mengusulkan kepemerintah pusut untuk dibuat shelter. Mudah-mudahan 2013 ada realisasinya," kata Asep.

Dengan adanya pemetaan wilayah bencana tersebut, kedepan diharapkan akan lebih mempermudah melakukan penanganan bila terjadi kemungkinan yang tidak diinginkan. Paling tidak antisipasi lebih dini bisa dilakukan dengan adanya pemetaan yang dilakukan dengan berbagai kajian yang matang.

"Saat ini yang kita lakukan bukan bagaimana melakukan penanganan terhadap bencana, tapi bagaimana mencegah terjadinya bencana itu dan salah satunya melakukan antisipasi sedini mungkin," katanya (KC-02)**.

ilustrasi
CIANJUR, (KC).- ‎​Akibat salah kelola keuangan dan wanprestasi ,Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh divonis Pengadilan untuk membayar ganti rugi kepada PT. WS, PT. GWR dan 43 pengusaha senilai Rp 11,2 miliar. Hal ini menunjukkan ketidak seriusan bupati dalam menghadapi gugatan, karena hingga kini meski sudah ada putusan pengadilan belum juga direalisasikan.

Demikian ditegaskan Direktur Institute Social and Economic Development (Inside) Cianjur Yusep Somantri didampingi Divisi Investigasi dan Kajian Hukum Inside Ahmad Anwar saat dihubungi, Kamis (27/12/2012). "Bupati Cianjur sepertinya tidak serius mengahdapi gugatan tersebut, yang mengakibatkan negara mengalami kerugian miliaran rupiah. Bila dicermati, terjadinya gugatan tersebut, dikarenakan Bupati Cianjur telah ingkar janji yang menimbulkan kerugian bagi para pengusaha," kata Yusep.

Tidak hanya itu Inside juga melihat sisi lain adanya gugatan yang dilayangkan para pengusaha mencerminkan bahwa Bupati Cianjur salah kelola dan tidak profesional menjalankan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik dan benar, utamanya tata kelola keuangan daerah. Bahkan terkesan penyimpangan Bupati Cianjur itu dilatari kepentingan personal dan bisnis semata.

"Adanya gugatan dari 42 pengusaha, tidak tertutup kemungkinan Bupati Cianjur melakukan mediasi dan membayar ganti rugi. Bila modus 'perdamaian' serupa terulang kembali, dari tiga gugatan, negara akan dirugikan sebesar Rp.11,2 miliar. Mungkin ini yang dinamakan modus baru mebobol APBD," tegasnya.

Melihat kondisi seperti itu, pihaknya mendesak agar bupati serius dalam menghadapi setiap gugatan hukum. Jangan sampai mudah berdamai baik pidana maupun perdata dan atau upaya hukum lainnya yang sah.

Tidak hanya itu, Kejari Cianjur sebagai Advokat negara melakukan harus penyelidikan atas perbuatan melanggar hukum Bupati Cianjur. Bila ditemukan perbuatan pidana,  supaya dilakukan penyidikan. "Jika tidak, Kejari Cianjur harus melakukan supervisi demi penyelamatan uang negara akibat perilaku Bupati Cianjur yang diduga menyimpang itu," katanya.

Kepala Bagian Hukum Pemkab Cianjur, Heri Suparjo membantah kalau dalam menghadapi gugatan pihaknya main-main. Setiap kali ada gugatan baik pidana maupun perdata Pemkab selalu serius menghadapinya. Mengenai putusan Pengadilan Ngeri Cianjur yang memenangkan penggugat dalam perkara wanprestasi atau ganti rugi atas pekerjaan bencana alam dilingkup Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur pihaknya masih memiliki waktu untuk upaya hukum.

"Dari putusan itu kami memiliki waktu 14 hari untuk berpikir apakah mau banding atau menerima. Kalau menerima tentunya kita harus menyelesaikan pembayaran terhadap 43 pengusaha yang dimenangkan pengadilan atau kita akan banding sampai ada putusan yang mengikat," kata Heri terpisah.

Pihaknya juga mengaku sejauh ini belum ada putusan pengadilan baik pengadilan negeri, tinggi bahkan Mahkamah Agung yang mewajibkan Pemkab membayar ganti rugi. "Kalau diluar sudah ada putusan yang inkrah terutama kasus PT. GWR, mana buktinya. Kami belum menerima salinan putusanya. Itu yang menjadi dasar kami untuk mengajukan anggaran dari APBD," tegasnya (KC-02)**.
ilustrasi
CIANJUR, (KC).- Banyaknya armada bus PO Marita jurusan Cianjur-Kampung Rambutan Jakarta diprotes oleh para sopir angkutan yang tergabung dalam Persatuan Pengemudi Cianjur-Bogor (PPCB). Protes tersebut terpaksa dilakukan, karena pihak pengusaha PO Marita ingkar janji atas kesepakatan yang pernah dibuatnya.

Menurut perrwakilan PPCB Amir, persoalam banyaknya armada bus PO Marita sebenarnya pernah dimidiasai oleh Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur pada 2008 lalu. dalam mediasi tersebut sisepakati bahwa bus antar kota antar provinsi (Akap) itu jumlah armadanya tidak melebihi dari 13 bus. Namun kenyataanya hingga saat ini jumlahnya malah melambung menjadi 33 bus.

"Kalau melihat kondisi seperti ini, apa gunanya kesepakatan bersama. Mereka saat itu jelas-jelas menandatangani kesepakatan, yang berarti harus saling ditaati bersama kesepakatan itu. Namun kenyataanya tidak demikian," tegas Amir, Kamis (27/12/2012).

Pernyataan Amir tersebut dibantar oleh perwakilan bus PO Marita Olih Solihin. Menurut Olih, penambahan armada serta ijin trayek yang dimiliki PO Marita telah mendapatkan persetujuan dari pusat serta Pemprov Jabar. Sehingga, pihaknya berpendapat tidak ada kesepakatan yang dilanggar.

"Ijin trayek yang kita miliki resmi, ada dari  Pemprov Jabar dan dari Dirjen Perhubungan. Kami ini, bekerja sesuai aturan dan kami merasa tidak melanggar apapun," tegasnya.

Secara terpisah Ketua Organda Kabupaten Cianjur Dede Supyanudin menyayangkan sikap Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cianjur yang dinilai lemah dalam melakukan pengawasan trayek angkutan.

"Memang benar apa yang disampaikan PO Marita mereka punya trayek sah, tapi seharusnya juga mengingat adanya kesepakatan yang berarti harus ditaati bahwa jumlang bus itu tidak lebih dari kesepakatan. Disini persoalanya, bahwa Dinas Perhubungan lemah dalam melakukan pengawasan terhadap kesepakatan itu.  Ini sangat kita sayangkan, tidak ada komunikasi antara PPCB dengan PO Marita,” tegasnya.

Sekertaris Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cianjur Yudi Ferdiana mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti keluhan dari dua belah pihak dengan menyampaikan hal tersebut kepada Pemprov Jabar maupun pemerintah pusat.

"Masalah trayek angkutan Akap kami tidak memiliki kewenangan, tapi paling tidak kita akan sampaikan apa yang terjadi terutama mengenai keluhan kedua belah pihak kepada yang lebih berwenang baik Pemprov Jabar maupun pemerintah pusat," katanya (KC-02)**.
MENJELANG akhir tahun 2012, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (YLBHC), seperti tahun–tahun yang lalu, membuat catatan akhir tahun, sebagai evaluasi terhadap apa-apa yang telah dilakukan sepanjang tahun 2012, baik itu bersipat kasuistis maupun kebijakan, sehingga diharapkan ke depan kita dapat  mengambil langkah dan solusi yang tepat dan terbaik.

Yayasan lembaga Bantuan Hukum Cianjur (YLBHC), mencoba untuk merekam/mencatat berbagai peristiwa hukum dan politik yang terjadi sepanjang tahun 2012, khususnya yang terjadi di Kabupaten Cianjur, untuk kemudian menjadi pengalaman (empirik), agar kita lebih baik lagi di masa yang akan datang, dalam melaksanakan peran social control terhadap pemerintah (eksekutif, legeslatif dan yudikatif).

Adapun berbagai peristiwa hukum dan politik, yang kami catat terjadi khususnya di  Kabupaten Cianjur adalah sebagai berikut  :

Kasus-Kasus Publik Sepanjang Tahun 2012, seperti   :
 
Kasus Korupsi APBD Kabupaten Cianjur Makan dan Minum (Mamin Gate) ; Kasus Tindak Anarkis/Perusakan Tempat Ibadah (Mesjid Ahmadiyah) ; Kasus Rencana Renovasi Pasar Ciranjang Kasus Perusakan Lingkungan Hidup ; Kasus Kekerasan Aparat Polisi Terhadap Mahasiswa ; Permasalahan Buruh dan Tenaga Kerja ; Permasalahan TKI (Buruh Migran) ; Permasalahan Pertanahan ; Kasus Korupsi APBD Kabupaten Cianjur Makan & Minum (Mamin Gate)  dan Kasus Korupsi Upaha Pungut.

Bahwa, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) adalah anggaran yang harus digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan rakyat/public. Namun seringkali APBD selalu menjadi lahan korupsi bagi para pejabat public  Begitu pun yang terjadi di Kabupaten Cianjur, APBD diduga kuat telah dikorupsi, hal ini dibuktikan dengan adanya  kasus korupsi mamin gate,               dan kasus korupsi Upah Pungut, yang saat ini sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung.

Terdakwa kasus upah pungut mantan Kadispenda/Sekretaris DPRD Cianjur (SH) telah divonis 2 tahun penjara dan kasus korupsi mamin gate, yang diduga telah merugikan keuangan Negara sebesar  Rp.  4.1 milyar lebih, melibatkan beberapa  pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur, sudah 2 (dua) pejabat Pemkab Cianjur yaitu : EI dan HK  telah dijadikan sebagai Terdakwa, saat ini sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung.

Bahwa, Hasil dari pemerikasaan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, kasus korupsi mamin gate diduga kuat adanya keterlibatan  Bupati Kabupaten Cianjur dan anaknya (Drs H. Tjetjep Muchtar Soleh, MM dan H. Irvan Rivano Muchtar, S.Ip, S.H., Msi) yang diduga kuat telah menerima  aliran dana dari uang korupsi mamin gate, hal ini terungkap dalam Surat Dakwaan.

Bahwa, Muncul desakan dari sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Cianjur  (Yayasan LBH Cianjur – LBH Cianjur – Inside – KIPP Cianjur dll), agar Bupati Kabupaten Cianjur dan anaknya diproses hukum juga.

Bahwa, Untuk alasan kejelasan dan asas kesamaan derajat di depan hukum serta kepentingan publik,  maka Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (YLBHC) mendesak agar aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Jawa Barat,  untuk melakukan pemeriksaan kepada siapa pun yang diduga terlibat melakukan korupsi mamin gate, diperiksa dan apabila terbukti dilanjutkan dengan proses hukum.

Bahwa, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, agar segera dapat mengembalikan uang yag telah dikorupsi kepada rakyat Cianjur (APBD), untuk dipergunakan semaksimal mungkin bagi kepentingan public.

Kasus Tindak Anarkis/Perusakan Tempat Ibadah (Mesjid Ahmadiyah) ;

Bahwa, Dalam tahun 2012 juga telah terjadi tindakan anarkis massa yaitu perusakan tempat ibadah anggota ahmadiyah di wilayah Kecamatan Haur Wangi Kabupaten Cianjur. Para pelaku perusak sudah diproses hukum disidangkan di Pengadilan Negeri Cianjur dan telah divonis.

Bahwa, Pemerintah khususnya Pemkab Cianjur beserta pihak aparat penegak hukum (Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan serta dibantu oleh TNI), harus memberikan himbauan atau penyuluhan hukum hukum, untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat Cianjur, sehingga dalam mensikapi atau menghadapi suatu masalah social tidak melakukan tindakan anarkis ; 

Kasus Rencana Renovasi  Pasar Ciranjang ;

Bahwa, Dalam tahun 2012 juga telah terjadi gejolak social yang dialami  oleh para pedagang pasar Ciranjang. Persoalan yang terjadi adalah timbulnya konflik antara pengembang yang akan melakukan renovasi pasar Ciranjang dengan para pedagang yang tidak setuju, sehingga perusakan seng kios darurat yang secara paksa dibangun oleh pengembang, sehingga 5 (lima) orang pedagang Pasar Ciranjang telah ditahan oleh Polres Cianjur dan diproses hukum di Pengadilan Negeri Cianjur ;

Bahwa, Pihak Desa Ciranjang dan Para Pedagang telah melakukan gugatan hukum kepada pengembang di Pengadilan Negeri Cianjur dan telah ada vonis yaitu amar putusan sebagai berikut  : Menolak gugatan penggugat ; Menolak eksepsi tergugat ; Membebankan biaya perkara kepada penggugat.
             
Bahwa,    Atas putusan tersebut, pihak penggugat telah mengajukan  upaya hukum banding,  hal ini untuk mencegah pihak pengembang  memaksakan kehendak melakukan pembangunan pasar Ciranjan, karena dalam  putusan Pengadilan tersebut, majelis hakim telah menyakatan MoU  antara Desa Ciranjang dan Pengembang berlaku sampai tanggal, 27 Januari 2013 ;

Bahwa, Kami menghimbau kepada pihak pengembang dan pemkab Cianjur, agar menghormati supremasi hukum dan tidak melakukan pembangunan renovasi pasar Ciranjang sebelum ada putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Kasus Perusakan Lingkungan Hidup ;

Bahwa, Yayasan LBH Cianjur sepanjang tahun 2012 telah beberapa kali mengkritisi adanya kegiatan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah kabupaten Cianjur terutama di wilayah Puncak – Cipanas – Cianjur Selatan (galian pasir, pasir besi dan pembangunan hotel dll),  yang tidak/belum memiliki ijin dan berpotensi terjadi kerusakan lingkungan hidup yang dapat berakibat terjadinya bahaya banjir dan  longsor, seperti  mengirim  surat protes kepada para pengembang dan pihak yang berwenang  (mengirim surat ke Kantor Badan Lingkugan Hidup Kabupaten Cianjur,  PSDAP Kabupaten Cianjur dan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia).

Bahwa, Surat dari kami telah dibalas oleh pihak yang berwenang, seperti  dari Kantor Badan Lingkungan Hidup kabupaten Cianjur menjelaskan bahwa dari sejumlah pengusaha penambang pasir besi yang telah memiliki ijin pengelolaan sumber daya alam pasir besi di Cianjur Selatan baru 1 (satu) pengembang.  Surat dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia menjelaskan agar Yayasan LBH Cianjur berkoordinasi dengan pihak Kantor Kementrian Lingkungan Hidup Daerah Jawa Barat.

Kasus Kekerasan Aparat Polisi Terhadap Mahasiswa ;

Sekitar September 2012 di Kabupaten Cianjur, diwarnai juga dengan terjadinya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Resor Cianjur terhadap mahasiswa yang sedang melakukan demontrasi untuk memprotes film yang menghina nabi Muhammad SAW.

Tindak kekerasan Polisi tersebut telah mengakibatkan sejumlah mahasiswa terluka dan ditangkap serta ditahan dijadikan sebagai tersangka karena dituduh  telah melakukan kekerasan secara bersama-sama (Pasal 170 KUHP).

Yayasan LBH Cianjur, lalu melakukan advokasi bekerja sama dengan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung dan Komisi Untuk Orang Hilang & Kekerasan (KONTRAS).

Setelah mengirimkan surat protes ke Komnas Ham, Mabes Polri danlainya, maka Kapolres Cianjur meminta maaf kepada para mahasiswa dan segera membebaskan para mahasiswa yang ditahan serta menindak 4 (empat) orang anggota Polres Cianjur dengan menggelar sidang etika, yang menghukum ke 4 (empat) orang anggota Polri tersebut dengan hukuman kurungan selama 21 hari, penundaan kenaikan pangkat dan tidak boleh mengikuti pendidikan dalam 1 (satu) periode. 

Permasalahan Buruh dan Tenaga Kerja ;

Tahun 2012, Kabupaten Cianjur diramaikan dengan berdirinya industri/pabrik, yang lumayan menyerap tenaga kerja, yang berarti mengurangi angka pengangguran. Namun, permasalahan kesejahteraan seperti upah minimum kabupaten (UMK) dll belum dirasakan oleh para buruh.

Oleh karena itu, sekitar bulan Mei 2012,  Divisi Buruh & Tenaga Kerja  Yayasan LBH Cianjur mengadakan diskusi soal buruh bertempat di Kantor LBH Cianjur Jl. Siti Boededar No. 128 Cianjur dengan peserta mahasiswa, lsm, perwakilan buruh di Cianjur dan nara sumber dari Yayasan LBH Cianjur, anggota DPRD Cianjur, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cianjur.

Maksud dan tujuan dari diskusi tersebut adalah untuk menjalin  silaturahmi dan menggugah serta meningkatkan kesadaran hukum buruh akan hak-haknya.

Permasalahan Buruh Migran (TKI) ;

Kabupaten Cianjur adalah salah satu pengirim terbesar buruh migrant (Tenaga Kerja Indonesia) ke luar negeri, namun perlindungan terhadap  buruh migrant (TKI) tersebut masih sangat minim, baik sejak sebelum berangkat,  waktu berada di tempat pekerjaan di luar negeri. Kualitas pengiriman dan pelatihan buruh migrant (TKI) harus ditingkatkan, sehingga buruh migrant (TKI) minimal dapat melindungi dirinya sendiri baik itu masalah hukum maupun masalah lainnya termasuk persoalan kesejahteraan. 

Pemerintah pusat/Daerah (Pemkab Cianjur) dan instansi terkait lainnya bekerja sama dengan elemen masyarakat lainnya harus lebih memperhatikan lagi permasalahan buruh migrant (TKI) terutam TKI asal Cianjur.

Permasalahan Pertanahan ;

Masalah pertanahan di kabupaten Cianjur, masih belum memenuhi  keadilan masyarakat terutama para petani dan petani penggarap.   Banyak tanah Negara yang berstatus hak guna usaha (HGU) dikuasai  oleh pihak swasta yang sering merugikan kepentingan petani (penggarap).

Pemerintah (Pemkab Cianjur) harus lebih memperhatikan dan melindungi kepentingan petani (penggarap), sehingga potensi konflik horizontal mapupun vertikal akibat dari sengketa tanah dapat dicegah.

Rekomendasi

Berdasarkan persoalan-persoalan tersebut di atas, maka dengan ini  Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (YLBHC), merekomendasikan bahwa proses hukum sesuai supremasi hukum para pelaku pelanggar hak asasi manusia (HAM), perusak lingkungan hidup, korupsi (APBD Kabupaten Cianjur), tanpa pandang bulu sesuai dengan azas kesamaan derajat didepan hukum, menegasikan azas  praduga tak bersalah ; Memperketat/selektif ijin usaha kegiatan lingkungan hidup di kawasan Cianjur Selatan dan Bopuncur (Bogor Puncak Cianjur) seperti galian pasir, pasir besi, pembangunan villa danlainya ;  Lakukan audit lingkungan sesuai dengan UU No. 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup ; Tingkatkan kesejahteraan (naikan UMK)  buruh, kesejahteraan petani (penggarap), perketat pengiriman dan tingkatkan kualitas TKI ; Kembalikan uang yang dikorupsi kepada rakyat  (APBD Kabupaten Cianjur)***




CIANJUR, (KC).- Calon Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf Macan Efendi memerintahkan kepada semua tim sukses dan relawan untuk mencabut semua baligo atau atribut kampanya yang dipasang di pohon. Perintah tersebut disampaikan Dede mengingat dirinya melihat secara langsung ada beberapa alat peraga kampanye seperti pamlet dan baligo serta spanduk dipasang di pohon.

"Saya perintahkan kepada tim sukses maupun relawan untuk mencabut atribut saya yang dipasang di pohon. Karena itu merusak pemandangan dan lingkungan. Saya tidak ingin pemandangan jadi rusak gara-gara dipasangi atribut atau baligo saya. Saya ingin lingkungan itu terjaga dan pemandangan juga enak dirasakan," kata Dede saat ditemui seusai menggelar kegiatan puncak peringatan hari ibu di Bale Rancage, Jalan Siliwangi Cianjur, Rabu (26/12/2012).

Pihaknya tidak menampik selama perjalanannya keliling Jawa Barat untuk mensosialisasikan dirinya sebagai salah satu pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat melihat banyak atribut atau alat peraga kampanye terpasang dipohon-pohon dipinggir jalan. Pihaknya sendiri sebagai calon mengaku tidak nyaman melihat gambarnya ditancapkan dipohon.

"Itu jelas merusak atau menyakiti pohon dan tidak sesuai dengan aturan. Melihat kondisi itulah saya sudah perintahkan kepada seluruh tim sukses maupun relawan untuk mencabuti gambar-gambar saya itu dari pohon. Saya ingin memberikan contoh kepada masyarakat kalau hal seperti itu tidak benar. Saya perintahkan sosialisasi saya yang melanggar ditertibkan dan dipasang ditempat yang dibolehkan oleh aturan," katanya.

Dede Yusuf yang berpasangan dengan Lex Laksamana yang merupakan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat itu juga terjun langsung mencopot gambarnya sendiri disepanjang jalan yang dilalui menuju arah Cianjur selatan yang dipaku dipohon. Dede tidak segan-segan mengambil peralatan sendiri dan mencabut sendiri dan kemudian diserahkan kepada tim suksesnya untuk dipasang ditempat yang tidak melanggar aturan.

"Saya ingin sebagai Calon Gubernur tertib aturan, kalau itu tidak boleh kita harus patuh. Makanya saya cabut gambar pasangan saya saja yang nempel dipohon, kalau yang lain saya cabut nanti saya dikira macam-macam," katanya.

Pihaknya juga berharap, semua pasangan Calon Gubernur dan wakil Gubernur yang melakukan sosialisasi dengan menempatkan poster atau gambarnya masing-masing tidak menempatkan pada tempat yang dilarang. "Semestinya yang lain juga melakukan hal yang sama, kita memberikan contoh nyata kepada masyarakat," tegasnya (KC-02)**.
Korban (kanan) tengah dihubungi pelaku penipuan lewan handphone
CIANJUR, (KC).- Hati-hati terhadap telepon atau kiriman sms (short massage service) yang masuk ke nomor telpon genggam yang memberitahukan mendapatkan hadiah. Bisa jadi hal seperti itu merupakan modus bagi penipu untuk menjalankan aksinya.

Seperti yang dialami oleh Enay Nurhayati (40) warga Gang Akeng Kampung Lemburtengah RT 01/RW 14, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan/Kabupaten Cianjur itu harus rela kehilangan uang miliknya senilai Rp 1 juta setelah tergiur pemberitahuan pemberian hadiah melalui telepon selulernya. Korban rela mentransfer uang tabungannya setelah dijanjikan mendapatkan hadiah senilai Rp 7,5 juta.

Menurut penuturan korban, saat itu korban mengaku mendapatkan telepon dari seorang yang mengaku bernama Firman Gani dari kantor salah satu perusahaan seluler yang berkantor di Jalan Gatot Subroto lantai 9 nomor 42. Korban diberitahukan mendapatkan hadiah undian dari program seluler yang digelar di salah satu televisi swasta senilai Rp 7,5 juta.

Pelaku menawari korban apakah hadiah itu mau diambil atau tidak. Korban merasa tertarik dan sepakat akan diambil. Pelaku bertanya kepada korban memiliki rekening tabungan di bank atau tidak. Dengan polosnya korban memberitahukan memiliki rekening tabungan dan juga memiliki kartu atm (Anjungan Tunai Mandiri).

Setelah itu korban dipandu melalui telepon agar korban menuju ATM terdekat. Karena penasaran korban berangkat ke ATM. Sesampainya di ATM korban diminta untuk memasukkan kartu atm berikut nomor pinnya. Tanpa pikir panjang korban menuruti keinginan pelaku.

"Awalnya saya sudah curiga, kalau ini penipuan, tapi penasaran terus. Makanya saat saya diminta mentransfer uang sebesar Rp 500 ribu dengan alasan akan digabungkan dengan uang hadiah saya percaya saja, saya langsung ke ATM dan saya transfer. Saat itu pelaku bilang agar ditunggu karena sedang diproses hadiahnya," kata Enay saat ditemui sesuai mentransfer uang melalui bank di Jalan Arief Rahman Hakim, Rabu (26/12/2012).

Ternyata setelah ditransfer, pelaku menghubungi kembali dirinya dengan menggunakan nomor 08511539959700 dan 081632311105 dan menyuruhnya kembali mentransfer uang sebesar Rp 500 ribu ke nomor rekening bank 1400966421 atas nama Deka Aji Yulianto. Karena masih penasaran dan berharap mendapatkan hadiah Rp 7,5 juta korban kembali mentransfer sejumlah uang sebagaimana yang diminta pelaku.

"Ini penasaran saja, saya transfer lagi. Setelah itu pelaku menghubungi saya lagi dan meminta satu menit untuk menunggu, uang hadiah akan ditransfer kembali. Tapis etelah saya cek tidak juga ada kiriman. Saya telepon balik, pelaku minta agar saya menunggu satu setengah jam, saya jadi kesel akhirnya, saya tutup saja," katanya.

Tidak lama berselang pelaku kembali menghubungi korbannya lagi dan meminta agar korban membuka tabungan disalah satu bank yang ditunjuk. Setelah itu pelaku minta untuk kembali mentransfer uang tabungan yang ada di bank. "Saya sudah kesel dan sadar kalau saya memang ditipu, saya tidak turuti. Saya ambil hikmahnya saja kejadian ini," ketanya kesal.

Yomi Budiaji, seorang Satpam bank di Jalan Arief Rahman Hakim Cianjur mengaku, aksi penipuan dengan modus mendapatkan hadiah seringkali terjadi. Korbanya rata-rata terbujuk hadiah dan rela mentransfer sejumlah uang yang diminta pelaku.

"Sering kejadian penipuan dengan modus mendapatkan hadiah seperti itu, baik yang mengatasnamakan undian seluler maupun dengan modus lainya. Korbanya rata-rata tergiur dengan besarnya hadiah yang ditawarkan, padahal semuanya bohong, hanya modus pelaku saja untuk mencari korban," katanya.

Pihaknya berharap bagi masyarakat yang mendapatkan iming-iming hadiah melalui telepon agar menghubungi langsung perusahaan yang sebenarnya. "Ini modus kejahatan, masyarakat harus hati-hati, sebaiknya menghubungi perusahaan yang mempunyai program undian atau langsung lapor polisi," tegasnya (KC-02)**
CIANJUR, (KC).- Sebanyak 755 atlit se Jawa Barat mengikuti Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup III yang akan digelar mulai Rabu (26/12/2012) hingga Minggu (30/12/2012). Ratusan atlit bulu tangkis tersebut akan turun pada laga kelompok umur 10,12,14,16, dan 18 tahun. Khusus untuk ganda putra kelompok umur 14 tahun juga dipertandingkan.

Selain para atlit untuk kelompok umur yang berasal dari wilayah Jawa Barat, juga dipertandingkan khusus untuk ganda putra dan putri se Kabupaten Cianjur. Untuk Ganda Putri akan diikuti oleh 15 pasangan, dan Ganda Putra sebanyak 40 pasangan.
  
Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup III itu dijadwalkan akan dibuka secara resmi oleh Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh di Gedung Serbaguna Assakinah Jalan K.H. Abdullah bin Nuh. Dijadwalkan hadir para pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Barat dan tokoh Bulutangkis Jawa Barat.

Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup III Dadang S Afandi melalui Asep Saepurochman mengatakan, para peserta yang ikut dalam Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup III ini berasal dari wilayah Jawa Barat. Setidaknya 20 dari 26 Kabupaten/Kota di Jawa Barat turut serta meramaikan kejuaraan yanh menjadi agenda rutin PBSI Cianjur ini.

"Beberapa club club besar bulutangkis di Jawa Barat seperti Mutiara, Guna Darma, Sinema, SGS akan full time. Sehingga dipastikan persaingan akan ketat untuk menunjukkan prestasinya siapa yang akan menjadi yang terbaik dalam kejuaraan ini," kata Asep.

Cianjur sendiri menurut Asep akan menerjunkan 12 atlit yang merupakan gabungan dari club-club bulutangkis dibawah binaan PBSI Cianjur. "Kita punya andalan untuk ganda putra kelompok umur 14 tahun juara. Sedangkan kelompok umur lainya minimal masuk urutan 1,2 dan tiga," katanya.

Bagi atlit Cianjur yang berprestasi dan masuk juara pihak PBSI Cianjur akan memberikan bonus khusus. Sementara untuk para pemain bulutangkis di Cianjur diberi kesempatan untuk mengikuti kejuaraan ganda putra dan putri. "Ini khusus untuk para atlit Cianjur untuk kelas dewasa. Mereka kita beri kesempatan untuk bertanding," katanya (KC-02)**.
CIANJUR, (KC).- Ruang Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur disatroni kawanan maling. Akibatnya uang tunai senilai Rp 6,8 juta yang disimpan didalam brankas raib di gondol maling uang diperkirakan berjumlah lebih dari satu orang itu.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa kemalingan yang terjadi di Ruang Instalasi Gizi RSUD Cianjur itu baru diketahui, Selasa (25/12/2012) pagi setelah salah seorang perawat hendak memasuki ruangan. Namun perawat tersebut curiga melihat isi ruangan yang berantakan. Kecurigaanya semakin bertambah saat pandanganya melihat jendela ruangan yang terlihat seperti dibuka paksa.

Beberapa barang berharga yang biasanya berada ditempatnya juga raib. Mengetahuo hal itu, perawat tersebut langsung melaporkan keatasanya. Setelah dilakukan pengecekan ternyata uang yang disimpan didalam brankas senilai Rp 6,8 juta sudah tidak ada ditempatnya.

Humas RSUD Cianjur Dicky Wangsa saat dihubungi membenarkan adanya peristiwa kemalingan yang terjadi di ruang Instalasi Gizi. Menurut Dicky, akibat aksi kawanan maling itu sebuah laptop milik kepala ruangan dan uang tunai senilai Rp 6,8 juta raib digondol maling.

"Uang yang disimpan didalam ruangan itu merupakan uang belanja harian dibagian instalasi gizi. Sedangkan laptop, merupakan milik pribadi kepala ruangan. Setelah kita memastikan ada aksi pencurian, kita segera laporkan kepihak yang berwajib," kata Dicky.

Peristiwa kemalingan dilingkungan RSUD Cianjur bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, dua orang yang diketahui maling sendal berhasil diamankan aparat kepolisian, setelah sempat diamuk massa oleh pengunjung rumah sakit yang jengkel lantaran sering kehilangan sandal.

"Kalau peristiwa yang baru terjadi seperti ini sepertinya jarang, paling kalau maling sandal memang pernah terjadi, itupun pelakunya sudah tertangkap,” tegasnya.

Sementara itu, petugas kepolisian yang mendapatkan laporan tersebut langsung mendatangi tempat kejadian dan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak Polres Cianjur. "Tunggu saja perkembangannya, kita masih melakukan penyidikan," ujar seorang petugas (KC-02)**.

CIANJUR, (KC).- Meski libur natal dan sekolah berbarengan, sampai Selasa (25/12/2012) arus kendaraan yang melintas dikawasan wisata Puncak Cipanas masih terpantau lancar. Meski sedikit volume kendaraan ada kenaikan, tapi tidak sampai memacetkan arus lalu lintas.

Berdasarkan pantauan, sejumlah titik yang biasanya menjadi pusat kemacetan mulai dari arah Pasekon hingga perempatan Hanjawar hanya sesekali terlihat melintas kendaraan berplat nomor B (Jakarta dan sekitarnya). Kendaraan tersebut kebanykan lalu lalang atau mulai memadati sejumlah tempat dipinggir jalan seperti hotel, restoran dan tempat jajanan.

Sementara itu beberapa jalan yang menuju objek wisata seperti ke Kawasatan Wisata Cibodas (KWC), Kota Bunga dan Taman Bunga Nusantara juga masih terlihat normal. Beberapa personel kepolisian dari Polres Cianjur terlihat sigap mengatur arus lalu lintas yang ada disepanjang jalur kawasan wisata Cipanas meski terjadi guyuran hujan.

"Tadi pas waktu berangkat arus lalu lintas masih lancar, demikian juga saat saya dan rombongan kembali dari Cibodas, juga masih lancar. Paling kalau terjadi kepadatan sekitar pasar Cipanas dan dekat perempatan Cibodas lantaran ada kendaraan lain yang keluar masuk," kata Diah Gunawan (30) seorang wisatawan Cianjur.

Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Sadewo mengatakan, bersamaan liburan Natal dan Tahun Baru 2013, belum terlihat adanya kepadatan kendaraan dari arah Puncak menuju Cianjur. Demikian juga arus lalu linta menuju tempat-tempat wisata, relatif masih normal.

"Relatif masih normal, memang terjadi peningkatan arus lalu lintas dari arah Cianjur menuju Bogor dan Jakarta. Mungkin ada sebagian wisatawan yang memilih pulang setelah merayakan malam Natal di Cipanas. Pada prinsipnya, baik dari arah Puncak menuju Cianjur atau sebaliknya, arus kendaraan lancar terkendali," kata Sadewo (KC-02)**.