CIANJUR, (KC).- Pemkab Cianjur dalam waktu dekat akan mengundang PT. Kereta APi Indonesia (KAI) terkait dengan berhenti operasinya kereta api jurusan Cianjur-Bandung. Hal itu dilakukan untuk mengetahui pertimbangan apa hingga menyebabkan operasional KA Cianjur-Bandung itu berhenti beroperasi

Sekeretaris Daerah (Sekda) Kab. Cianjur Bachrudin Ali mengatakan, dampak dari berhenti operasinya KA Cianjur-Bandung sangat dirasakan oleh masyarakat yang selama ini menggunakan jasa KA. Mereka harus mengeluarkan biaya lebih jika bepergian menggunakan transportasi kendaraan lain.

"Jelas ini sangat berdampak bagi masyarakat. Pengguna jasa KA ini kebanyakan adalah pedagang dan masyarakat umum. Mereka sangat terbantu karena biaya atau ongkos transportasinya lebih murah jika menggunakan KA dibandingkan dengan sarana transportasi lain," kata Bachrudin Ali, Jum'at (5/4/2013).

Melihat dari manfaat itulah, pihaknya berencana akan mengundang PT. KA untuk memnita penjelasan, mengenai berhentinya operasional KA- Cianjur-Bandung. "Kita upayakan secepatnya, sebab kalau kalau kita mendapatkan penjelasan resmi, tentu ada langkah-langkah solusi yang bisa diambil," katanya.

Pihaknya hanya menegaskan bahwa keberadaan jalur KA Cianjur-Bandung itu sangat bermanfaat bagi masyarakat. Keberadaanya selama ini sangat membantu masyarakat yang ingin bepergian dari Cianjur-Bandung ataupun sebaliknya.

"Kalau saya boleh mempunyai keinginan, sudah selayaknya keberadaan KA Cianjur-Bandung itu beroperasi kembali. Apalgi kita memiliki rencana untuk pengembangan kereta wisata yang menghubungkan denga Situs Megalitikum Gunung Padang. Tapi semua itu kita kembalikan ke pihak PT. KA, karena yang mempunyai kewenangan," paparnya.

Sementara itu Ketua DPRD Cianjur Gatot Subroto mengungkapkan, dengan tidak beroperasinya kembali KA Cianjur-Bandung maka masyarakat yang wilayahnya hanya terlewati kereta api, akan sangat sulit beraktivitas. Sebab, mereka mengandalkan moda transportasi tersebut.

"Kasihan memang jika kereta api sebagai moda transportasi murah tidak lagi beroperasi. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pelosok, yang tak terlewati angkutan umum," kata Gatot.

Untuk itulah Pemkab Cianjur harus bisa mengambil solusi alternatif dengan berhenti operasinya KA Cianjur-Bandung. "Ini harus dicari solusinya, karena keberadaan KA Cianjur-Bandung ini memiliki histori dengan Cianjur. Pemkab harus responsif, apalagi sudah ada rencana membuat KA wisata yang menghubungkan tempat wisata Gunung Padang," tegasnya.

Berdasarkan informasi, berhenti operasinya KA Cianjur-Bandung enam bulan silam akibat membengkaknya biaya operasional yang tidak sebanding dengan pendapatan. Selain itu lokomonitif yang digunakan juga model lokomotif lama yang sudah tidak diproduksi lagi oleh PT. KAI. Sementara jika menggunakan lokomunitf baru, jalur KA tidak memungkinkan karena lebih kecil dan sangat berbahaya (KC-02)**.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.