Headlines News :
Home » » Anggota Garis Ancam Kepung Rumah Eyang Subur

Anggota Garis Ancam Kepung Rumah Eyang Subur

Report By : Kabar Cianjur on Senin, 20 Mei 2013 | 04.34.00

CIANJUR, (KC).- Ribuan anggota Gerakan Reformis Islam (Garis) mengancam akan mengepung kediaman Eyang Subur dalam waktu dekat ini untuk mengambil Ani istri ke 7 Eyang Subur jika tidak dikembalikan ke orang tuanya. Hal itu akan dilakukan dalam waktu dekat ini bila pemerintah tidak bisa menyelesaikan persoalan tersebut.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garis H. Cep Hernawan mengatakan, langkah pengepungan rumah Eyang Subur di Jakarta itu akan dilakukan menunggu hasil upaya yang dilakukan oleh pihak pemerintah Cianjur dalam menindak lanjuti permintaan bantuan orang tua Ani. Jika tidak ada kejelasan langkah pengepungan akan dilakukan.

"Kita akan kerahkan ribuan anggota Garis Jawa Barat untuk mengepung kediaman Eyang Subur, biar dia tidak bisa kemana-mana sampai Ani diserahkan kepada orang tuanya. Kita tidak akan main-main, karena Abi dan Eyang Subur tidak ada pernikahan, mau nikah bagaimana orang tuanya selaku wali tidak pernah menikahkan," kata Cep Hernawan saat ditemui di kantor P2TP2A Kab. Cianjur, Minggu (19/5/2013).

Menurur Cep Hernawan yang juga pengusaha barang bekas itu, tindakan Eyang Subur yang memiliki istri lebih dari empat orang itu melanggar syariat islam. "Islam mengajarkan istri itu tidak boleh lebih dari empat, makanya kita akan ambil istrinya yang tiga kita kembalikan ke orang tuanya walau itu dengan jalan paksa," katanya.

Ade Junaedi (57) ayah dari Ani istri Eyang Subur yang ke 7 berharap anaknya tersebut bisa segera pulang kembali kerumahnya. Karena semenjal mengaku dinikahi Eyang Subur pada tahun 2005 lalu, Ani tidak pernah pulang kerumah.

"Selaku orang tua saya berharap anak saya bisa kembali, karena saya tidak pernah menikahkan dengab Eyang Subur. Saya hanya pernah diminta ijin kalau dia akan menikah, dan saya tidak pernah mengijinkan saat tahu dia akan dinikahi oleh Eyang Subur," kata Ade saat ditemui terpisah.

Dikatakan Ade, anaknya Ani yang memiliki nama lengkap Anisa itu pergi meninggalkan rumah saat baru lulus SMP diajak oleh bibinya ke Jakarta. Dari situlah Ani dikenalkan dengan Eyang Subur yang akhirnya menikahinya. "Saya sebenarnya sudah beberapa kali ketemu Eyang Subur dirumahnya. Tapi selalu saja saya tidak bisa berbuat banyak saat berhadapan dengan dia. Mulut ini seperti terkunci," katanya.

Sementara itu Adi Bing Slamet yang turut hadir di kantor P2TP2A tidak lain untuk memberikan support kepada orang tua Ani yang tengah berupaya untuk mendapatkan anaknya kembali. "Saya datang untuk memberikan support kepada kang Ade (orang tua Ani). Beliau yang pegang kunci, kita akan kawal termasuk fatwa MUI juga," kata Adi.

Adi juga menganggap bahwa pernikahan Ani dengan Eyang Subur orang tuanya Ani di kecoh oleh Eyang Subur. Saat pertama dikasih tahu Ani akan menikah tapi setelah itu ternyata sudah menikah. "Eyang Subur itu sekarang sepertinya berupaya mengalihkan masalahnya dengan ura-pura mencalonkan diri jadi presiden segala. Kita laporkan dia dengan tuduhan pasal berlapis-lapis," katanya (KC-02)**.


Share this post :

Poskan Komentar

 
Redaksi: Jl. Perintis Kemerdekaan Kp. Baru RT. 01/21 Kel. Sayang Cianjur | 089698682683 | 089698682683
Copyright © 2012. KABAR CIANJUR - NPWP : 00.539.489.5-406.000
Template Didukung Published by Mas Template
Proudly powered by KC Support by Blog Asnur