CIANJUR, (KC).- Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur tengah turun kelapangan untuk menindak lanjuti laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan penerimaan bantuan beras untuk rakyat miskin (raskin) di wilayah Kec. Sukaresmi, Kab. Cianjur tahun 2012, Senin (6/5/2013). Sejumlah kepala desa di Kec. Sukaresmi dimintai klarifikasi terkait data yang disampaikan masyarakat.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, dugaan penyelewengan bantuan beras raskin tersebut mulai mencuat setelah beberapa RT mempertanyakan bantuan beras yang tersendat. Setelah ditelusuri ternyata beras raskin itu semuanya sudah didistribusikan dari Bulog Cianjur sesuai dengan pagu yang telah ditetapkan.

Seperti yang diungkapkan oleh ‎​‎​‎​Amin--Ketua RT 02/RW 03 Kampung Babakan Kiara, Desa Ciwalen, Kec. Sukaresmi. Menurutnya di ke RTannya hanya menerima 6 kali pengiriman beras raskin dari Desa Ciwalen. Itupun pengirimannya sempat tersendat tidak setiap bulan.

Padahal kata Amin--sepengetahuannya distribusi beras raskin dari Bulog selama tahun 2012 sebanyak 13 kali. "Asa aneh memang, kita hanya menerima jatah beras raskin sebanyak 6 kali, itupun tidak setiap bulan, kadang keselang satu bulan," kata ‎​Amin- saat dihubungi, Senin (6/5/2013).

Pihaknya pernah menanyakan hilangnya jatah raskin tersebut kepengurus raskin tingkat desa. Namun hanya mendapat jawaban yang tidak jelas dan berubah-rubah. "Saya sudah menanyakan, alasannya belum datang, dan pernah juga jatahnya dikurangi. Saya jadi heran kenapa tetangga sebelah (desa sebelah-red) menerima, kita tidak. Pembayarannya juga lancar dari masyarakat, tidak ada yang macet," katanya.

Pihaknya mengaku kebingungan saat masyarakat menanyakan kepadanya kenapa raskin tidak turun-turun. "Masyarakat yang biasa mendapatkan raskin pada nanyain ke RT, saya jawab apa adanya saja. Bahkan tahun 2013 ini saja juga baru 2 kali kami nerima," katanya.

Secara terpisah Camat Sukaresmi Kab. Cianjur Asep Kusmanawidjaya mengaku bahwa jatah beras raskin yang diterima diwilayah Kec. Sukaresmi sudah sesuai dengan ketentuan. Baik jumlah distribusinya dari Bulog maupun pembayarannya.

"Berdasarkan bukti administrasi yang ada semuanya sudah sesuai dengan pagu yang ada. Baik bukti DOnya maupun bukti penerimaan masing-masing dari setiap desa. Bahkan pembayarannya juga sudah disampaikan melalui bank," kata Asep yang mengaku lupa menyebut jumlah pagu raskin di Kec. Sukaresmi.

Pihaknya juga tidak menampik jika ternyata belakangan ramai adanya informasi dugaan penyimpangan bantuan raskin tahun 2012 diwilayah Kec. Sukaresmi. "Ia sekarang lagi rame masalah itu, pihak kejaksaan juga informasinya sudah turun," katanya.

Kepala Seksi Pedana Khusus Kejari Cianjur Haerdin mengaku menerima laporan adanya dugaan penyelewengan bantuan beras raskin tahun 2012 diwilayah Kec. Sukaresmi dari masyarakat. Saat ini pihaknya tengah menindak lanjuti laporan tersebut sesuai dengan fakta-fakta hukum.

"Kami baru memeriksa laporannya. Ini kan masih mentah dan perlu pendalaman. Tapi kita tindak lanjuti, apapun hasilnya nanti apakah ditingkatkan menjadi penyelidikan atau tidak tergantung hasil dari pemeriksaan dan fakta-fakta hukumnya," kata Haerdin.

Sementara itu berdasarkan informasi, sebanyak 11 Kepala Desa di Kec. Sukaresmi telah dimintai keterangan oleh pihak kejaksaan Cianjur terkait dengan adanya dugaan penyelewengan bantuan beras raskin. Belum diketahui persis hasil dari pemeriksaan yang dilakukan disalah satu tempat di Kec. Sukaresmi itu. Beberapa Kepala Desa saat dihubungi belum bersedia memberikan keterangan (KC-02)**.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

1 comments:

  1. Ah ti camat....desa........rt.........saruana masih keneh seneng beas raskin....biasana nu sok loba ka bagi teh dulur dulurna orang kecamatan......dulur dulurna orang staf desa.......dulur dulurna rt.....hayang bukti.....sumpah pocong we...da engke oge kanyahoan saha nu korupsi beas raskin....ngan teu ka harti we......rakyat indonesia anu dibere beas raskin teu ngarti artina beas raskin.......beas ngaledek kana harga diri anu miskin.....ah hampura dulur da emang kitu kanyatana????

    BalasHapus

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.