CIANJUR, (KC).- Diduga stres, Lukman bin Rasyid (25) warga Kampung Sawo RT 05/RW01, Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, nekad mengakhiri hidupnya dengan jalan gantung diri. Jasadnya ditemukan menggantung dipohon asem di kebun pinggir sungai tidak jauh dari rumahny.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa yang sempat menggegerkan warga sekitar tersebut, terungkap setelah salah seorang warga yang melintas tidak sengaja melihat benda yang tergantung dipohon asem sekitar pukul 07.00 WIB. Warga yang belakangan diketahui bernama Inin (43) itu selanjutnya mendekati pohon asem yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya.

Betapa terkejutnya, ternyata benda yang tergantung dopohon asem tersebut adalah sosok manusia. Penemuanya kemudian dilaporkan ke ketua RT setempat. "Memang biasanya saya melintas tidak jauh dari pohon asem untuk beraktivitas mencari rongsokan. Pas melintas saya melihat ke atas ada benda yang menggantung dipohon asem," kata Inin.
           
Setelah didekati ternyata sosok yang menggantung tersebut adalah Lukman (25). Kondisinya setengah telanjang, hanya menggunakan baju belang hitam putih, dan menggunakan sepatu warna putih. "Saya langsung saja kembali dan melaporkannya kepada ketua RT," katanya.

Tidak lama berselang beberapa aparat kepolisian dari Polsek Cilaku yang mendapatkan laporan adanya peristiwa gantung diri tiba dilokasi dan langsung melakukan evakuasi terhadap korban yang masih menggantung di atas pohon asem tersebut. Korban menggantung dengan tali dari kain sarung, selanjutnya di evakuasi dan dibawa ke Kamar Jenazah RSUD Cianjur.

Kapolsek Cilaku, Kompol Malik mengaku, pihaknya kini melakukan penyelidikan atas peristiwa gantung diri tersebut. Sejumlah saksi tengah dilakukan pemeriksaan. "Kita tengah meminta keterangan beberapa saksi untuk memastikan apakah korban murni gantung diri atau ada penyebab lain," kata Kapolsek.

Sementara itu, Kepala Pemulasaraan Forensik Kamar Jenazah RSUD Cianjur, U Wahyudin, mengungkapkan, kondisi korban gantung diri dalam kondisi mengenaskan. Selain ada luka jeratan di leher, yang merupakan bekas ikatan dengan menggunakan sarung, ada juga luka lebam lebam merah di punggung. "Kalau melihat ciri-cirinya bisa disimpulkan korban murni gantung diri, karena tidak ditemukan luka-luka aneh seperti penyiksaan dalam tubuhnya," kata U. Wahyudin.
           
Berdasarkan catatan pihaknya, dalam kurun waktu Januari-Mei 2013 setidaknya sudah ada 5 orang yang meninggal akibat gantung diri. Dari beberapa keterangan keluargannya kebanyakan mereka nekad mengakhiri hidupnya lantaran stres.

"Ini sebuah fenomena sosial di masyarakat. Penyebab gantung diri dari keterangan beberapa keluarganya mayoritas masalah faktor kejiwaan. Gangguan kejiwaan itu bisa karena stres atau depresi. Sudah bisa diambil kesimpulan jenazah korban gantung diri mengalami stres atau depresi ketika kita melihat kondisi tubuh secara keseluruhan. Hampir sebagian besar kondisi tubuh korban gantung diri seperti tak terawat. Misalnya saja dari kondisi gigi yang seperti tak pernah digosok atau kukunya yang panjang dan hitam,” terangnya

Aksi gantung diri di Cianjur terbilang cukup tinggi. Rata-rata dalam sebulan ditemukan sedikitnya 1 orang yang memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. "Kalau dilihat dari jumlah kasusnya termasuk tinggi dan salah satu faktornya adalah kejiwaan," tegasnya (KC-02)**.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.