CIANJUR, [KC].- Puluhan warga yang mayoritas ibu-ibu sambil membawa anaknya mendatangi Kantor Perusahaan Daerah Air Minum Daerah (PDAM) Cianjur di Jalan Pangeran Hidayatulloh Desa Limbangansari, Kec/Kab. Cianjur, Senin (24/6/2013). Kedatangan warga tersebut merupakan tindakan kekecewaan akibat saluran air PDAM kerumah mereka dalam sepekan terakhir mati total.

Warga yang berasal dari dua RT yakni RT 01 dan 02 RW 11 Gang Wakaf 1 dan 2 Kel. Muka, Kec. Cianjur itu ke Kantor PDAM Cianjur tidak lain sebagai bentuk kekecewaan atas pelayanan air PDAM ke wilayah mereka. Warga merasa kesal karena sudah satu minggu air PDAM ke rumah mereka tidak ngocor. Sudah beberapa kali melaporkan, tapi belum juga ada perbaikan.

"Kami kesal sudah berubgkali melaporkan, tapi tetap saja tidak ngocor airnya. Makanya kami bersama warga datang ke sini (Kantor PDAM) untuk mengadukan sekaligus mempertanyakan kenapa air ke wilayah kami tidak ngocor. Padahal kami rutin membayar setiap bulannya, telat sedikit saja di denda," kata Kamal Azis (32) warga Gang Wakaf 1 RT 01/RW 11 Kel. Muka yang datang mendampingi istrinya.

Menurut Kamal, matinya saluran air PDAM kerumah warga dilingkungannya sebenarnya sudah terjadi sejak dua bulan silam. Hanya saja saat ini kondisi air kadang masih ada dan kadang mati. Sehingga warga masih bisa mensiasatinya dengan menampung air di bak penampungan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Sekitar dua bulan silam, air itu masih datang sekitar pukul 02.00 WIB, artinya masih ada aoir meski sedikit. Tapi sejak dua minggu ini air sama sekali tidak ada alias mati total. Beberapa warga sudah melaporkan, tapi belum juga ada tindak lanjutnya, air tetap mati. Makanya secara spontan kami datang ke PDAM untuk mempertanyakan dan meminta tanggungjawabnya," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan air, banyak warga terpaksa membeli air galon. Ada juga yang meminta air ke tetangga jauh dengan cara diangkut. Bahkan ada warga yang terpaksa menggunakan air sumur yang kondisinya sangat tidak layak.

"Saya juga pernah menggunakan air sumur, sampai-sampai anak saya gatal-gatal karena menggunakan air sumur untuk mandi. Terpaksa saya meminta air ke orang tua yang jaraknya sekitar 3 kilometer dari rumah, banyak warga yang terpaksa membeli air galonan," katanya.

Perwakilan warga Dadang Lukman (34) mengaku kedatangannya ke Kantor PDAM Cianjur bersama warga terpaksa dilakukan karena kebutuhan air sangat-sangat diperlukan oleh masyarakat mengingat akan memasuki bulan ramadhan.

"Kami diterima oleh petugas dari PDAM dan kami sampaikan persoalan yang kami hadapi. Kami menanyakan kendala khusunya di ke RW an 11, kenapa airnya tidak ngocor. Pihak PDAM menjanjikan akan memprioritaskan dalam penanganan. Bahkan katanya sudah sejak malam hari diperbaiki. Kalau ternyata tidak ada upaya perbaikan kita akan datang lagi bersama warga dengan jumlah yang lebih besar," katanya.

Disaat hampir bersamaan, beberapa warga juga datang ke PDAM Cianjur dengan permasalahan yang sama. Kali ini merupakan perwakilan warga dari Gang Aqua Sayangheulang RT 4 dan 5 RW 5 Kel. Bojongherang, Kec. Cianjur.

"Kami datang mewakili jamaah masjid Assurur, sudah dua minggu air mati. Banyaj jamaah yang mengeluh. Bagiamana ini bisa terjadi, kami menuntut PDAM bertanggungjawab untuk segera melakukan perbaikan. Jangan sampai dibiarkan seperti ini," kata Ade (43) pengurus DKM Assurur.

Sementara terpisah Kepala Bagian Hubungan Langganan (Kabag Hublang) PDAM Cianjur, Dadang S Affandi mengatakan, pihaknya telah berupaya melakukan penanganan dengan menerjun petugas kelapangan. Bahkan kata Dadang, petugas evaluasi sampai jam 00.04 pagi masih melakukan pekerjaanya.

"Mudah-mudahan hingga malam hari pekerjaanya bisa diselesaikan. Atau paling tidak bisa dilakukan dengan upaya penggiliran. Untuk sementara kita siapkan mobil tangki yang siap memenuhi kebutuhan air warga sampai air kembali berjalan normal," kata Dadang S. Affandi terpisah.

Menurutnya, dari hasil evaluasi tim tekhnis, tidak ngocornya air PDAM di gang Wakaf akibat ada masalah pipa yang tersumbat yang tidak bisa langsung dilihat pekerjaanya karena harus ditelusuri dengan matang."Pengaruh debit air memang ada, tapi bisa ditangani. Permasalahan utamanya karena ada yang tersumbat. Sekarang masih ditelusuri," katanya [KC-02]***.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.