July 2013
no image
CIANJUR, [KC].- Aksi kejahatan dengan modus pecah kaca kembali terjadi di Cianjur, Selasa (30/7/2013) malam. Kali ini menimpa dua mobil sekaligus saat tengah terparkir di halaman parkir Rumah Makan Saung Sobat di Jalan Raya Bandung Sadewata Kec. Karangtengah, Kab. Cianjur.

Mobil pertama yang menjadi korban kejahatan dengan modus pecah kaca menimpa mobil twincam Toyota Nopol B 8848 YE milik Dadan Asdiansyah pegawai Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kab. Cianjur. Kaca belakang bagian depan sebelah kanan kendaraannya hancur. Namun masih beruntung, beberapa barang berharga miliknya didalam kendaraan masih utuh.

Berbeda dengan mobil Taruna Nopol F 1694 W milik Alfian pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur. Mobil yang diparkir bersebelahan dengan mobil milik pegawai Dinsosnakertransi itu kaca bagian depan sebelah kiri hancur berantakan. Sejumlah barang berharga didalam mobil seperti uang, hand phone, STNK dan lainya raib dari tempatnya. Kerugian ditaksir mencapai kisaran Rp 10 juta.

Menurut Dadan Asdiansyah, peristiwa yang menimpa kendaraan pribadinya dan temannya tersebut terjadi saat dia yang merupakan Ketua Perkumpulan Olokezo menggelar buka bersama di Rumah Makan Saung Sobat. Disaat tengah buka bersama itulah diduga pelaku menjalankan aksinya.

"Memang sempat terdengar bunyi alarm, tapi kami tidak menaruh curiga. Tapi setelah kami bubar sekitar pukul 07.30 WIB, salah seorang teman memberitahukan kaca mobil saya dan mobil disamping saya pecah. Saat saya cek memang kondisinya sudah berantakan, terutama kaca mobil milik teman saya," kata Dadan saat ditemui di Kantor Dinsosnakertrans, Rabu (31/07/2013).

Setelah di cek kedalam mobil, pihaknya sedikit lega. Pasalnya tidak ada barang satupun yang hilang. Berbeda dengan mobil temannya, selain kacanya pecah, barang-barang berharga didalam mobil raib tidak tersisa.

"Kami sempat meminta pertanggungjawaban pihak rumah makan, karena kami anggap mereka bertanggungjawab terhadap keamanannya. Tapi kami tidak mendapatkan respek positif. Malah anak dari pemilik rumah makan hanya bilang turut berbela sungkawa. Padahal ini menurut kami sangat fatal, dan rumah makan harus bertanggungjawab," tegasnya.

Pihaknya kemudian melaporkan peristiwa yang menimpanya itu ke Mapolsek Karangtengah. Hanya saja petugas Polsek menyarankan untuk melaporkan ke Mapolres Cianjur dengan pertimbangan untuk mempermudah pengurusan STNK yang hilang dari dalam mobil yang diambil pelaku kejahatan.

"Polisi yang datang dari Ident Polres, itupun ditelpon bukan dari Polsek. Saya hanya berharap pihak Rumah Makan bertanggungjawab terhadap keamanan dilingkungan rumah makan. Kalau tidak saya yakin akan berdampak ke usahanya, karena para pelanggan termasuk kami kawatir terhadap keamanan, lebih baik memilih tenpat makan yang lain," kata Dadan [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- - Sebagai bentuk antisipasi melonjaknya permintaan kebutuhan elpiji 3 kilogram pada saat menjelang lebaran Idul Fitri, kuota elpiji ukuran tiga kilogram di Kabupaten Cianjur ditambah. Diprediksikan peningkatan permintaan kebutuhan gas elpiji tiga kilogram itu menjelang lebaran mengalami kenaikan sekitar 20 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Cianjur, Judi Adi Nugroho, mengatakan, penambahan kuota gas elpiji ukuran tiga kilogram itu didasarkan pada kebiasaan masyarakat menjelang lebaran yang meningkat penggunaanya. Kuota pada bulan Agustus 2013 mencapai 1.248.467 tabung.

"Kita tambah kuota sebagai langkah antisipasi, biasanya normalnya penggunaan gas elpiji tiga kilogram itu dari bulan Januari sampai Juni 2013, kuota elpiji ukuran tiga kilogran di Kabupaten Cianjur sebanyak 1.134.970 tabung. Karena menjelang lebaran, kita tambah kuotanya," kata Judi saat ditemui diruang kerjanya Selasa (30/7).

Dikatakan Judi, penambahan kuota pada bulan Agustus menjelang lebaran Idul Fitri untuk gas elpiji tiga kilogram mencapai 91.280 tabung. Diharapkan dengan penambahan kuota tersebut tidak ada kelangkaan disaat kebutuhan meningkat. Jika terjadi kelangkaan dipastikan akan berdampak dengan melambungnya harga.

"Daripada kurang, lebih baik banjir persedian. Karena kalau kurang jelas konsumen yang akan merugi. Dengan cukupnya persediaan dipastikan harga tidak akan mengalami lonjakan," katanya.

Meningkatnya pemakaian elpiji menjelang lebaran Idul Fitri itu seiring dengan meningkatnya waktu kegiatan memasak yang dilakukan oleh setiap rumah tangga. Judi mencontohkan, menjelang lebaran banyak ibu rumah tangga yang membuat kue kering atau makanan kecil yang dipastikan penggunaan elpiji meningkat.

"Ini fenomena tahunan, menjelang lebaran banyak rumah tangga yang membuat kue lebaran. Tentu saja hal ini akan menambah jumlah penggunaan elpiji. Inilah yang menjadi salah satu pertimbangan perlunya menambah kuota gas elpiji tiga kilogram," kata Judi.

Meski akan mengalami pengingkatan penggunaan, harga eceran tertinggi (HET) di tingkat agen dan pangkalan masih mengacu peraturan bupati tahun 2012. Pemerintah mengatur HET di tingkat agen dan pangkalan dengan cara zoning. Untuk jarak 0-60 km HET di agen Rp 12.750.- dan di pangkalan Rp 13.650,-, untuk jarak 60-90 HET di agen Rp 13.100,- dan di pangkalan Rp 14.000,-, untuk jarak 90-120 HET di agen Rp 13.500,- dan di pangkalan Rp 14.500,-, dan untuk jarak 120 km HET di agen Rp 13.750,- dan pangkalan Rp 14.750,-.

"Jika ternyata setelah kita tambah masih ada kelangkaan, kami telah melakukan kordinasi dengan Hiswana Migas untuk mengantisipasinya. Nantinya Hiswana Migas yang akan melakukan pengawasan untuk mengecek penyebabnya sehingga dapat dicari upaya dan solusi penangananya. Tapi saya rasa dengan tambahan kuota dirasakan cukup," katanya.

Hal senada juga dikatakan Sekretaris DPC Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas Kabupaten Cianjur, Dudu Badujaman. Untuk pengawasan elpiji tiga kilogram unyuk kebutuhan menjelang lebaran pihaknya telah membentuk satgas untuk memantau kelangkaan atau terjadi macet yang berdampak terhadap pengiriman menjelang Lebara.

"Salah satu fungsi satgas yang kami bentuk utamanaya memantau tangki dan truk elpiji dalam pengiriman. Karena kalau sampai terjadi kendala di jalan kami akan dengan cepat melakukan kordinasi dengan kepolisian. Sebab kendala utama ketika Lebaran ini biasanya terjadi kemacetan di jalan. Khusus untuk gas elpiji dan BBM dapat prioritas. Tapi jika memang terjadi  kelangkaa kami langsung kordinasi dengan Pertamina," kata Dudu saat ditemui terpisah.

Dikatakan Dudu, tidak hanya elpiji tiga kilogram yang akan ditambah, tapi bahan bakar minyak (BBM) untuk jenis premium dan solar juga akan ditambah untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Kabupaten Cianjur menjelang dan setelah lebaran. Pihaknya memprediksikan pemakaian BBM untuk dua jenis tersebut akan meningkat menyusul Kabupaten Cianjur merupakan daerah tujuan wisata.

"Kalau penambahanya tergantung SPBU. Yang pasti sebelum H-4 atau hari Sabtu dan Minggu nanti masing-masing owner harus meminta dua kali lipat kuota yang dimiliki. Sebab pemakaian BBM diprediksi akan naik 80-100 persen tergantung daerahnya. Sebab tidak semua daerah di Kabupaten Cianjur membutuhkan tambahan kuota BBM. Khusus untuk jalur wisata Cipanas dan kota akan mengalami kenaikan," kata Dudu.

Didaerah wisata Cipanas, konsumsi BBM cukup tinggi. Biasanya setiap harinya menghabiskan BBM sekitar 30 ton. Namun menjelang Lebaran pemakaian BBM di sejumlah SPBU di wilayah tersebut akan mencapai 50 ton per hari atau meningkat bahkan mencapai 100 persen.

"Berbeda dengan daerah lain seperti Cianjur selatan. Makanya owner harus mempersiapkan diri menambah pesanan. Karena kalau tidak akan terjadi kelangkaan," tegasnya [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Tarif angkutan lebaran di Kabupaten Cianjur hingga Selasa (30/7/2013) belum ada kepastian terjadi kenaikan. Pemkab Cianjur masih menunggu petunjuk atau surat edaran dari Pemerintah Provinsi untuk kenaikan tarif angkutan lebaran.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Aban Sobandi melalui Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Khusus dan Dan Barang Dishubkominfo, Mustofa Wiradibrata, mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah menunggu surat edaran tersebut dari pemerintah provinsi. Kalau surat tersebut sudah sampai akan dibawa dalam rapat dan dibahas dalam forum lalu lintas.

"Biasanya H-7 lebaran Idul Fitri sudah ada, mungkin besuk. Tapi setelah ada kita akan cepat bahas dalam forum lalin unyul menentukan besaran tarif angkutan lebaran," kata Mustofa saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (30/7/2013).

Dikatakan Mustofa, untuk saat ini tidak ada lagi istilah tuslah lebaran. Yang ada adalah tarif atas dan bawah. "Nantinya tarif lebaran itu ada dua yakni batas minimal ambang batas dan batas maksimal. Dan itu biasanya berlaku mulai :H-7 lebaran," katanya.

Cek Kelayakan Armada
Dishubkominfo Kabupaten Cianjur sejak H-10 lebaran Idul Fitri telah menerjunkan tim tekhnis ke terminal untuk mengecek kelayakan kendaraan menjelang arus mudik. Tim tersebut melakukan pemeriksaan secara detai terhadap setiap armada, utamanya yang akan dinaiki para pemudik.

"Sampai saat ini belum ada laporan armada yang tidak layak jalan untuk digunakan mengangkut pemudik. Tim masih terus bekerja, mudah-mudahan semua armada laik jalan," paparnya.

Pihaknya memprediksikan, arus mudik yang akan melintas Cianjur masih akan didominasi oleh kendaraan roda dua atau sepeda motor. "Kalau sepeda motor sepertinya masih tinggi, kalau armada bus kayaknya turun. Tapi kalau tinggi kita sudah siapkan armada tambahan sebanyak 20 bus," katanya [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh tidak mengijinkan mobil plat merah atau mobil dinas dipakai untuk mudik. Pernyataan bupati tersebut merupakan salah satu bentuk kekawatiran terhadap resiko yang terjadi bila pegawainya mudik menggunakan kendaraan dinas.

"Kalau saya tahu dipakai saya tidak akan mengijinkan. Kecuali kalau saya tidak mengetahuinya, mungkin saja," kata bupati saat ditanya ketika mendampingi Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Sarifuddin Hasan di Pemkab Cianjur, Minggu (28/7/2013) malam.

Hanya saja bupati enggan memberikan alasan tidak diijinkannya para pegawainya menggunakan mobil dinas untuk keperluan mudik. Orang nomor satu di Cianjur itu hanya tersenyum saat dicecar pertanyaan alasan tidak diijinkan penggunaan mobil dinas untuk mudik lebaran.

Dia juga tidak berkomentar saat ditanya mengenai penyiapan lahan parkir Pemkab Cianjur untuk menampung kendaraan para pegawai Pemkab yang ditinggal mudik. Bupati terkesan menghindar dan berupaya mengalihkan perhatian.

Sementara itu seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemkab Cianjur yang menggunakan mobil dinas, adanya larangan tidak boleh digunakan untuk kendaraan mudik tidak mempersoalkannya. Meski demikian pihaknya masih berharap penggunaan mobil dinas untuk mudik diperbolehkan.

"Kalau keputusannya tidak boleh digunakan untuk mudik, kami selaku pegawai harus nurut. Tapi kalau boleh meminta agar diijinkan, apalagi kebutuhannya hanya selama lebaran. Ini sangat membantu bagi kami pegawai yang tingga diluar Cianjur," kata PNS yang tidak mau disebutkan namanya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur mengultimatum para pengusaha agar segera membayarkan Tunjungan Hari Raya (THR) kepada para karyawanya. Pihak Dinsosnakertran memberikan deadline paling lambat H-7 lebaran Idul Fitri seluruh perusahaan yang ada di Cianjur harus sudah membayarkan THR kepada karyawannya.

"Kita sudah layangkan surat himbauan itu kepada para pengusaha. Kita harapkan seluruh pengusaha mentaatinya. Karena itu kewajiban para pengusaha dan merupakan hak para karyawannya yang sudah diatur," kata Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur H. Sumitra, Senin (29/7/2013).

Sumitra mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada para pengusaha yang ternyata kedapatan tidak membayarkan THR kepada karyawanya. Sanksi tersebut bisa berupa teguran dan pemanggilan terhadap para pengusaha yang melanggar.

"Tentunya sanksi ini akan diberikan jika perusahaan tidak mengindahkan kewajibannya atau melanggar aturan. Ini menjadi konsekwensi logis bagi setiap pengusaha yang membuka usahanya di Cianjur bahkan ini secara nasional. Mereka harus mentaati aturan," katanya.

Untuk pengawasan terhadap pelaksanaan THR oleh pengusaha, pihaknya telah membentuk tim pengawas yang terdiri dari para tenaga pengawas perusahaan dan anggota khusus lainya. Tim tersebut sudah bergeral memantau setiap perusahaan terutama perusahaan yang memperkerjakan banyak karyawan.

"Sejauh ini belum ada persoalan dengan THR. Bahkan ada beberapa perusahaan yang telah mulai membayarkan THRnya kepada para karyawan. Ini bagus sekalai sebagai contoh bagi perusahaan lainya. Ngapain kalau harus ditunda kalau toh juga akan diberikan," kata Sumitra.

Sumitra menghimbau, agar seluruh perusahaan yang ada di Cianjur membayarkan THR kepada karyawannya tepat waktu. Jika tidak perusahaan tersebut akan dianggap melanggar aturan. Konsekwensinya akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang ada.

"Kami harapkan perusahaan tidak main-main. Ini merupakan kewajiban mereka. Apalagi melihat kondisi saat ini, THR tentu sangat ditunggu dan diharapkan oleh para karyawan untuk memenuhi kebutuhan lebaran," katanya [KC-02]**
no image
CIANJUR, [KC].- Lahirnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Koperasi secara langsung akan mengikis rentenir yang berkedok koperasi. Karena di undang-undang tersebut sudah pengawasan.

Demikian ditegaskan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) RI Syarief Hasan saat mengunjungi Pasar Rakyat di halaman parkir Pemkab Cianjur jalan Siti Jenab, Minggu (28/7/2013). "Insya Allah meulai tahun ini pengawasannya sudah mulai diperketat," kata Syarief.

Menurut Sarief, rentenir yang berkedok koperasi saat ini sudah mulai terkikis dengan adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR). "Kita juga akan gulirkan dana bergulir, agar rentenir yang berkedok koperasi itu bisa benar-benar tidak ada lagi. Karena koperasi itu harus bersih dan mensejahterakan anggotanya," katanya.

Pihaknya mengkleim bahwa perkoperasian saat ini sudah mulai membaik. "Khusus di Cianjur kita ingin menjadi kota koperasi, kita ingin memberikan perhatian lebih," tegasnya [KC-02]**
no image
CIANJUR, [KC].- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menargetkan tahun 2013 sebelum digelar pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 9 April 2013, seluruh desa sudah ada Babinkamtibmas. Sampai saat ini peran Babinkamtibmas belum maksimal mengingat masih banyaknya satu Babinkamtibmas yang memegang beberapa wilayah desa.

"Melihat kondisi sekarang, peran Babinkamtibmas belum idial, karena masih banyak satu Babinkamtibmas yang memegang beberapa wilayah desa. Idialnya satu desa itu ada satu Babinkamtibmas," kata Dir Binmas Baharkam (Badan Pemeliharaan Ketertiban Masyarakat) Polri Brigjen Pol Hengki Kaluara.

Dikatakan Hengki, peran Babinkamtibmas itu saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Selain sebagai ujung tombak Polri ditingkat desa, Babinkamtibmas juga berperan untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat.

"Babinkamtibmas itu merupakan front terdepan polisi ditingkat desa dan kelurahan. Tugasnya adalah memberikan pelayanan umum kepolisian yang melihat gejolak ekses di tingkat desa dan kelurahan, jadi tugas pokoknya bukan tugas pokok terbatas," kata Hengki.

Untuk itulah melihat pentingnya peran Babinkamtibmas, Polri akan terus berupaya memaksimalkan peran dan fungsi Babinkamtibmas ditengah-tengah masyarakat. "Kita akan upayakan pada tahun 2013 ini bisa terpenuhi. Semua desa kita upayakan terisi, satu desa satu Babinkamtibmas. Sebelum pemilu mudah-mudahan bisa terisi," katanya.

Untuk mengisi kebutuhan Babinkamtibmas, pihak kepolisian bisa mengikutsertakan dari kesatuan Brimob. "Bisa saja nanti dari Brimob, anggota yang memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan bisa kita tempatkan menjadi Basbinkamtibmas. Dengan demikian pelayanan masyarakat di desa bisa semakin meningkat," katanya.

Sementara itu di Kabupaten Cianjur hingga saat ini baru 247 desa dari 360 desa yang sudah terisi Babinkamtibmasnya. "Kalau Cianjur sudah cukup bagus, sudah diatas 50 persen. Itu akan kita upayakan 2013 ini terpenuhi, sedang diupayakan," tegasnya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) RI Syarif Hasan akan menyambangi Cianjur hari ini Minggu (28/7/2013). Kedatangan Menkop ke Cianjur tersebut merupakan rangkaian kunjungan kerjanya selama bulan ramadhan.

Menkop di jadwalkan tiba di Cianjur sekitar pukul 14.00 WIB dan akan menuju Kampung Lio, Desa Ciherang, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. Ditempat tersebut mereka akan bertemu dengan masyarakat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Selesai bertemu dengan para pelaku UMKM, Menkop langsung menuju kegiatan pasar rakyat yang dilaksanakan Kementerian Koperasi dan UKM RI Deputi Bidang Pemasaran kerja sama dengan Diskop UMKM Cianjur di halaman parkir belakang Pemkab Cianjur Jalan Siti Jenab. Menteri akan meninjau pasar rakyat yang semua pesertanya merupakan anggota koperasi dan pelaku UMKM di Cianjur.

Pada waktu bersamaan juga akan dilaksanaan pembagian sembako murah sebanyak 1.500 paket dengan harga per paketnya Rp 12.000,-. Setelah itu menteri menuju ke Masjid Agung Cianjur untuk buka bersama dan dilanjutkan dengan shalat magrib berjamaah.

"Kegiatan sembako murah ini merupakan program dari kementerian koperasi. Kami hanya diminta untuk membantu dalam pelaksanaanya. Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban masyarakat, apalagi menjelang lebaran. Harga paket sembako yang dijual ini jauh lebih murah," kata Kepala Dinas Koperasi UMKM Ridwan Iyasin [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Duta besar Negara Kazakhistan untuk Indonesia, Mr. Ashkat Orazbay Jum’at (26/07/13) kunjungi Pemkab Cianjur. Kedatanganya diterima langsung oleh Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh.

Kunjungan Dubes Kazakhistan ke Pemkab Cianjur tersebut selain untuk silaturahmi, juga dalam rangka mengetahui lebih jauh kondisi dan potensi daerah-daerah di Indonesia, salah satunya Kabupaten Cianjur, sekaligus untuk menjajagi kemungkinan kerjasama di bidang ekonomi, pertanian, kebudayaan, agama, pendidikan serta bidang-bidang lainnya.

Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh dalam pertemuan yang juga di hadiri oleh Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur Oting Zaenal Mutaqin dan sejumlah kepala OPD itu menyampaikam ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas perkenan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cianjur. "Ini merupakan suatu kehormatan karena pertama kalinya selama menjabat sebagai Bupati Cianjur saya menerima kunjungan kerja dari duta besar suatu negara," kata Tjetjep.

Selanjutnya Bupati memberikan penjelasan, gambaran situasi, kondisi wilayah dan masyarakat Cianjur. Dalam paparanya bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Cianjur memiliki luas wilayah sekitar 350.148 hektar, dengan jumlah penduduk 2,2 juta jiwa. Sesuai dengan kondisi geografis, Kabupaten Cianjur merupakan daerah agraris dan beriklim tropis dengan lapangan pekerjaan utama penduduk adalah bercocok tanam/bertani. Adapun potensi utama Cianjur diantaranya beras Cianjur, teh, kopi, kerajinan tangan, sayuran dan lainya.

Setelah diterima Bupati, Dubes Kazakhistan diantar untuk mengunjungi sentra industri lampu gentur di Kecamatan Warungkondang kemudian dilanjutkan mengunjungi Pondok Pesantren Tanwiriyah di Kecamatan Karangtengah [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Pencarian terhadap korban imigran yang tenggelam akibat kapal karam hingga Jum'at (26/7/2013) sudah berhasil menemukan 15 korban meninggal dunia. Pencarian imigran dari Iran, Srilanka, Bangladesh, dan Iran tersebut mulai bergeser hingga ke barat Cianjur.           

Sebanyak dua orang korban yang terakhir ditemukan Tim SAR, berjenis kelamin perempuan, dewasa dan anak-anak. Kedua jasad yang belum bisa di identifikasi tersebut, ditemukan di Kampung Pantai Cikalapa dan Kampung Cikole, Cikakap, Desa Sinar Laut, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur.
           
Kapolres Ciianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti melalui Kasubag Humas Polres Cianjur, AKP Achmad Suprijatna mengatakan, pencarian terhadap korban tenggelamnya kapal karam di perairan pantai selatan Cianjur, terus dilakukan. Diduga masih ada korban yang belum ditemukan.

"Pencarian masih terus dilakukan, meskipun tidak seperti pada hari-hari sebelumnya. Pencarian sekarang dioptimalkan oleh polsek yang berdekatan dengan pantai, yakni Polsek Cidaun, Agrabinta dan Sindangbarang," kata Achmad.
           
Selain mengoptimalkan, polsek-polsek diwilayah pesisir pantai, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Polres Sukabumi. Sebab ada kecenderungan korban mulai bergeser ke arah barat (perbatasan Cianjur-Sukabumi). Hal itu didasarkan pada penemuan beberapa mayat imigran yang terakhir mulai bergeser ke arah pesisir pantai Kecamatan Sindangbarang dan Kecamatan Agrabinta.

"Sejak awal sudah diperhitungkan kalau ada dugaan bergeser ke arah barat. Makanya ketika itu kita lakukan penyisiran hingga ke arah barat, sesuai arah arus dan arah angin,” katanya.

Untuk hari ke empat, pencarian imigran korban kapal tenggelam hasilnya masih nihil. Pihaknya akan terus melanjutkan pencarian, termasuk koordinasi dengan Polres Sukabumi. "Kita akan lakukan penyisiran hingga ke wilayah pesisir pantai Ciemas dan Ciracap, Sukabumi," katanya.

Sementara, untuk korban selamat, lanjut Achmad, jumlahnya belum bertambah, dan masih sebanyak 189 orang. Saat ini, seluruh korban selamat, sudah dibawa pihak imigran ke Sukabumi dan Bogor. "Kalau Imigran sudah ditangan Imigrasi, kami tidak tahu lagi kondisinya," katanya.

Sementara jasad korban tewas langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta. "Korban meninggal sudah dibawa, termasuk yang baru ditemukan. Tidak seluruh mayat berhasil di identifiikasi, karena kesulitan untuk di identifikasi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan imigran berpenumpang imigran dari Iran, Srilanka, Bangladesh, dan Iran yang berencana akan menyebrang ke Pulau Christmas di perairan pesisir pantai selatan Cianjur, di Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Selasa (23/7), sekitar pukul 23.00 WIB tenggelam [KC-02/rs]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Sedikitnya 160 imigran gelap korban kapal karam diperairan pesisir pantai Selatan di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur berhasil diselamatkan. Empat orang diantaranya dalam kondisi meninggal dunia.

Keterangan yang berhasil dihimpun Rabu (24/7/2023) menyebutkan kapal yang membawa ratusan imigran gelap tersebut berangkat dari Rancabuaya Garut dengan tujuan pulai crismast Australia. Hanya saja ditengah perjalanan ketika melintasi perairan Cidaun, Selasa (23/7/2013) malam, diduga kapal mengalami kebocoran hingga mengakibatkan kapal tenggelam.

Belum diketahui jumlah pasti berapa korban yang berada dalam kapal naas tersebut. Proses pencarian terhadap korban tenggelam sampai berita ini diturunkan masih terus berlangsung. Tim SAR Brimob dan Dalmas Polres Cianjur, yang diturunkan dengan mengerahkan 18 perahu masih terus mencari Imigran korban kapal yang dimungkinkan masih ada.

Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti mengatakan, jumlah korban yang sudah berhasil diselamatkan sementara mencapai 160 orang. Dari jumlah tersebut empat orang diantaranya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

"Sementara sudah ada sekitar 160 Imigran yang berhasil diselamatkan, empat dalam kondisi meninggal, dua orang merupakan anak-anak, dua lagi dewasa," kata Dedy.

Menurut Kapolres, saat ini pihaknya tengah fokus untuk melakukan pencarian para korban dan menyelamatkan. Para imigran yang menjadi korban kapal tenggelam tersebut yang berhasil diselamtkan ditampung di tiga tempat, yakni Aula Desa Sukapura, Gedung Serba Guna Kecamatan Cidaun, serta Puskesmas Cidaun.

"Korban imigran kapal tenggelam yang ditampung di Aula Desa Sukapura mencapai 38 orang. Mereka merupakan imigran yang menyelamatkan diri dengan cara berenang. Sedangkan sisanya sebanyak 122 orang berhasil diselamatkan saat kita melakukan penyisiran. Mereka dievakuasi ke Puskesmas Cidaun dan Gedung Serba Guna Kecamatan Cidaun," katanya.

Para imigran yang berhasil diselamtakan tersebut kebanyakan orang dewasa. Mereka diantaranya berasal dari Bahrain, Bangladesh dan Srilangka. Terdapat juga anak-anak sekitar tujuh orang.

Kapolres mengaku, mendapatkan informasi adanya kapal yang mengangkut imigran tenggelam di perairan pesisir Cianjur selatan pada Selasa (23/7/2013) malam. "Informasi adanya kapal tenggelam kita terima pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB. Langsung kita terjunkan tim untuk melakukan penyisiran," terangnya.

Pihaknya akan terus melakukan penyisiran untuk mencari korban yang diduga masih ada. Lazimnya pencarian lanjut Dedy akan dilakukan proses pencarian selama tiga hari. Itupun harus mempertimbangkan kondisi cuaca.

"Kondisi saat ini kurang bersahabat, gelombang laut sangat besar. Kondisi ini tentunya sangat menyulitkan dalam upaya pencarian terhadap para korban yang diduga masih tersisa. Kita akan lihat perkembangannya, keselamatan kita juga harus diperhatikan," katanya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Asep Achmad Suhara mengatakan, untuk mendukung pencarian terhadap imigran yang menjadi korban kapal tenggelam pihaknya menerjunkan 15 personel yang sudah terlatih. Mereka membantu melakukan penyisiran yang dilakukan oleh tim SAR dari Polri.

"Kami sifatnya hanya mendukung, yang mempunyai kewenangan Polri. Termasuk berapa lama masa pencarian terhadap korban, itu juga bukan kewenangan kami. Kami sidatnya hanya membantu mendukung Polri dalam melakukan pencarian korban," kata Asep saat dihubungi terpisah.

Dikatakan Asep hingga pukul 16.30 WIB tercatat sudah korban imigran gelap yang sudah ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal sebanyak 9 orang. Mereka terdiri dari 5 anak-anak dan 4 dewasa. "Kalau yang anak-anak saya tidak tahu persis jenis kelaminya, tapi yang dewasa terdiri dari 2 laki-laki dan 2 perempuan," katanya.

Para Imigran yang berhasil diselamtkan saat ini masih ada di penampungan. Beberapa orang yang sakit mendapatkan penanganan di Puskesmas Cidaun. Sedangkan yang meninggal dibawa ke RSUD Cianjur sebelum dikirim ke Rumah Sakil Polri di Jakarta. "Ini kewenangan polisi, korban meninggal transit sebentar di RSUD Cianjur terus dibawa ke Rumah Sakit Polri di Jakarta," katanya.

Proses penyisiran pencarian terhadap korban masih berlangsung. Gelombang tinggi mengganggu proses pencarian. "Sementara sepertinya akan dihentikan, tinggal menunggu satu kapal lagi yang belum bersandar, lainya sudah pada bersandar," kata Asep [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Sedikitnya 1.500 warga Cianjur yang memiliki rumah tidak layak huni bisa tersenyum lega. Pasalnya mereka akan mendapatkan bantuan stimulan dari pemerintah berupa bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Bantuan tersebut diberikan mantan anggota DPRD Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, melalui aspirasinya saat menjadi anggota DPRD Cianjur.

Menurut Irvan Rivano Muchtar, bantuan Rutilahu yang diberikan kepada warga di wilayah Kabupaten Cianjur mencapai 1500 Rutilahu. Bantuan tersebut berasal dari aspirasi dewan, saat dirinya menjabat anggota DPRD Cianjur. “Ketika itu, saya sedang menjabat anggota dewan, ada aspirasi dari masyarakat terkait rumah tidak layak huni. Lalu saya perjuangkan, hingga ada 1.500 Rutilahu,” kata Irvan saat memberikan secara simbolis bantuan stimulan Rutilahu, di jalan raya Ciherang Karangtengah Cianjur.

Dikatakan bakal calon anggota DPRD Provinsi Jawa Barat daerah pemilihan Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor itu, program Rutilahu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan rumah yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Diharapkan, mereka mampu membangun dan meningkatkan kualitas rumah secara swadaya.
"Jadi mereka dapat menghuni rumah yang layak dalam lingkungan yang sehat dan aman," paparnya.

Dia menegaskan, bantuan tersebut hanya bersifat stimulant. Sebab, program tersebut diarahkan untuk membangun serta membangkitkan kembali semangat gotong royong antar warga di Kabupaten Cianjur. “Mudah-mudahan ada semangat gotongroyonkig, sehingga Rutilahu benar-benar dirasakan manfaatnya,” imbuhnya [KC-01]**.
no image
CIANJUR, (KC).- BERBEDA cara dilakukan masyarakat Cianjur dalam menunggu datangnya berbuka puasa. Ada yang memanfaatkan dengan olahraga, mengaji sampai ada juga yang sekedar bercengkrama. Namun ada yang terlihat lain yang dilakukan sebagian masyarakat yakni melakukan terapi pijat refleksi.

Seperti yang terlihat di salah satu tempat di Jalan Hasyim Asyari Warujajar Cianjur. Satu-satuunya tempat pijat refleksi didaerah itu selalu penuh oleh pengunjung selama bulan ramadhan. Bahkan mereka yang ingin terapi pijat refleksi harus rela ngantri.

Hebatnya lagi, ternyata pengunjung tidak hanya dari seputaran Cianjur kota saja, banyak yang datang dari pelosok Cianjur bahkan ada yang datang sengaja dari luar Cianjur.

Seperti yang diungkapkan Eha (42) warga Cibaregbeg Kec. Cibeber. Ia datang jauh-jauh bersama suaminya tidak lain sekedar ingin terapi pijat refleksi sambil ngabuburit (menunggu datangnya berbuka puasa). Selain tubuh terasa segar setelah dipijat, puasanya tidak terasa.

"Ya saking asyiknya dipijat, tahu-tahu sudah bedug magrib. Kan puasanya tidak terasa. Apalagi pijat refleksi ini menyehatkan. Rasanya setelah dipijat tubuh terasa segar dan bugar," katanya.

Dia mengaku sengaja datang jauh-jauh sekalian ada keperluan berbelanja. Sambil memanfaatkan waktu, dia menyempatkan diri unyuk pijat refleksi. "Harus ngantri, tadinya kirain sepi, eh ternyata malah banyak. Tapi sambil ngabuburit gak apalah ngantri jiga," jelasnya.

Sementara seorang pemijat refleksi yang minta tidak disebutkan namanya mengakui, selama ramadhan pasien yang ingin pijat refleksi mengalami peningkatan. Terutama pada hari-hari libur.

"Ia jumlahnya meningkat, banyak yang harus ngantri ada juga yang datang kembali lagi setelah melihat banyak yang ngantri. Mungkin ini berkah bulan ramadhan bagi kami," kata pria yang menekuni jadi pemijat sudah lebih dari 5 tahun itu.

Selama bulan ramadhan, tempat kerja pijat refleksinya buka mulai pukul 08.00 WIB hingga menjelang magrib. Kemudian buka kembali setelah shalat tarawih hingga pukul 22.00 WIB. "Tempat kami ini benar-benar pijat kesehatan, tempatnya juga terbuka dan pekerjanya sebanyak tiga orang dan semuanya semua laki-laki," katanya [KC-02)**.
no image
CIANJUR, [KC].- Untuk mempermudah pelanggan dalam melakukan pembayaran tagihan pemakaian air, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mukti Kab. Cianjur menggandeng pihak perbankan. Direncanakan per 1 Agustus 2013, para pelanggan PDAM yang akan melakukan pembayaran tagihan bisa secara online melalui m-banking.

"Ini upaya kami untuk meningkatkan pelayanan. Apalagi sekarang ini sudah tidak ada alasan lagi hari libur tidak bisa melakukan transaksi pembayaran. Makanya kita menggandeng perbankan agar masyarakat pengguna air PDAM bisa kapan saja dan dimana saja melakukan transaksi pembayaran tagihannya," kata Direktur PDAM Tirta Mukti H. Herman Suherman.

Dikatakan H. Herman, sebelumnya pihaknya juga telah menggandeng PT. Pos Indonesia untuk hal yang sama dalam pembayaran tagihan air PDAM. "Mudah-mudahan rencana dengan perbankan ini bisa berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan. Apalagi menjelang ramadhan ini, pemakain air pasti meningkat dan masyarakat harus membayar tagihannya pada saat libur. Dengan adanya m-banking ini akan lebih mudah," tegasnya.

Salah seorang pelanggan PDAM Tirta Mukti Cianjur menyambut baik rencana diberlakukan pembayaran melalui m-banking oleh PDAM. Karena hal itu bisa lebih mempermudah dalam melakukan pembayaran. "Jelas ini akan mempermudah bagi pelanggan. Saya sendiri merasa diuntungkan dengan adanya m-banking, karena mau bayar tagihan air tidah harus "ngagidik", cukup dari rumah dengan menggunakan hand phone melalui m-banking," kata salah seroang pelanggan PDAM Budi [KC-02]**.
no image

CIANJUR, [KC].- Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk perbaikan infrastruktur diwilayah Jawa Barat (Jabar) Selatan pada tahun 2013 ini sekitar Rp 1 trilyun. Hal itu ditegaskan Menteri Koordinator Ekonomi Hatta Rajasa dalam kunjungannya ke Cianjur.

Menurut Hatta, selama ini pemerintah banyak mengeluarkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Pantura (Pantai Utara). Trilyunan anggaran telah direalisasikan untuk pembangunan jalan Pantura.

"Melihat kondisi yang, wilayah Jabar Selatan juga harus diperhatikan. Karena dengan infrastruktur yang baik diharapkan bisa mendorong peningkatan roda perekonomian masyarakat. Pemerintah pusat melihat hal itu dan tahun ini mengalokasikan anggaran untuk Jabar Selatan senilai Rp 1 trilyun," kata Hatta.

Untuk membangun infrastruktur harus berkesinambungan. Diupayakan tahun depan untuk merampungkan perbaikan infrastruktur Jabar Selatan juga harus dialokasikan anggaran. "Ada 11 prioritas bangsa Indonesia tiga diantaranya yakni pangan, energi dan infrastruktur. Inilah yang sedang kita soroti saat ini terutama infrastruktur," paparnya.

Pihaknya mempersilahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk mendisain. "Dengan adanya ifrastruktur diharapkan kesejahteraan bisa meningkat. Salah satunya Cianjur selatan juga perlu menjadi perhatian kita. Sehingga ongkos logistik bisa lebih murah. Saya akan mengawal secara berkelanjutan dan ini harus ditutaskan," katanya [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Ada empat sektor yang saat ini tengah di genjot oleh Pemkab Cianjur dalam mewujudkan visi misi Cianjur yang lebih sejahtera dan berakhlakulkarimah. Demikian ditegaskan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh dalam sambutannya saat kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa di Cianjur, Minggu (21/7/2013).

Menurut Tjetjet keempat sektor yang selalu digenjot tersebut adalah pendidikan bermutu, pelayanan kesehatan masyarakat, kemampuan daya beli, serta memantapkan reformasi birokrasi. Keempat sektor itu dirasakan akan sangat berdampak terhadap pembangunan ekonomi di Cianjur.

"Komitmen kami bahwa untuk meningkatkan pembangunan ekonomi sesuai dengan potensi dan mekanisme yang diwujudkan dalam visi dan misi Kabupaten Cianjur harus mengacu pada empat sektor tersebut. Saat ini terus kita dorong agar visi dan misi Cianjur itu bisa terwujud," kata Tjetjep.

Tjetjep mengaku, Pemkab Cianjur telah menyusun berbagai program dalam rangka penguatan pembangunan ekonomi. Di antaranya, program revitalisasi pasar tradisional, pembinaan pedagang informal, koperasi dan UMKM, pariwisata, argrobisnis dan agroindustri, serta meningkatkan iklim investasi yang kondusif.

"Program-program ini diharapkan menjadi fundamental dalam rangka meningkatkan taraf perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Cianjur. Tentunya kita tidak bisa berjalan sendiri, harus bersama-sama dengan berbagai komponen yang ada," tandasnya [KC-02]**.
no image
CIANJURn [KC].- Sebanyak 80 anak kaum dhuafa mendapatkan santunan dari PT. Jamsostek Wilayah Jawa Barat di panti asuhan anak Aisyiah Cianjur, Jum'at (19/7/2013). Kegiatan yang merupakan rangkaian safari ramadhan Jamsostek Wilayah Jawa Barat tersebut merupkan yang kedua setelah sebelumnya menggelar kegiatan yang sama di Bandung.

Hadir dalam pemberian santunan Pimpinan Jamsostek Kanwil Jawa Barat Teguh Purwanto, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kab. Cianjur H. Sumitra, Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertrans Kab. Cianjur Dindin Aminudin.

Ketua Panitia pemberian santunan anak yatim dan duafa Dindin Aminudin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kerjabareng Jamsostek dengan Dinsosnakertrans Kab. Cianjur. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan taraf kesejahteraan anak yatim dan duafa di Cianjur. Selain itu juga untuk membantu mengatasi hambatan atau permasalahan yang dihadapi anak yatim dan duafa agar dapat meningkatkan taraf kesejahteraan hidupnya melalui pemberian bantuan paket.

"Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan anak yatim dan duafa dapat memiliki harapan baru untuk meningkatkan kesejahteraan dimasa depan," katanya.

Kepala Kanwil Jamsostek Jawa Barat Teguh Purwanto mengatakan, legiatan pemberian santunan terhadap anak yatim dan duafa tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Jamsostek Kanwil Jawa Barat dalam Saafari Ramadhan tahun 2013.

"Ini di Cianjur merupakan untuk yang kedua kalinya selama bulan ramadhan ini. Sebeleumnya kita juga laksanakan di Bandung. Setelah ini kita akan lanjutkan ke daerah lain seperti, Kuningan, Garut, Indramyu dan Subang. Kita tidak hanya memberikan santunan kepada anak yatim dan duafa tapi juga memberikan bantuan peralatan seperti kesehatan dan lainya," kata Teguh.

Pihaknya berharap, kegiatan tersebut bisa berkelanjutan. "Ini memang bagian dari CsR kita, mudah-mudahan kita bisa memberikan secara berkesinambungan dan bisa bermanfaat bagi masyarakat. Ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami," katanya [KC-02]**.
Lubang galian masih menganga, pihak PDAM baru akan menyambung pipa
CIANJUR, [KC].- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mukti Kabupaten Cianjur menyiagakan 10 kantor cabangnya selama 24 jam dalam menghadapai Hari Raya Idul Fitri 1434 H. Langkah tersebut diambil sebagai salah satu bentuk pelayanan terhadap konsumen atau pelanggan PDAM yang memerlukan pelayanan khususnya pada waktu libur lebaran.

Direktur PDAM Tirta Mukti H. Herman Suherman mengatakan, pemberlakuan siaga 24 jam selama libur lebaran tersebut diharapkan bisa memberikan ketenangan bagi masyarakat khusunya pelanggan PDAM. Jika sewaktu-waktu pelanggan memerlukan bantuan, petugas yang ada siap untuk memberikan pelayanan secara maksimal.

"Kita harapkan pada hari lebaran Idul Fitri nanti tidak ada lagi gangguan masalah air di Cianjur. Kita ingin masyarakat yang merayakan lebaran bisa lebih khidmat tanpa dipusingkan oleh masalah air bersih ke rumahnya masing-masing," kata H. Herman saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (18/7/2013).

Untuk memberikan pelayanan maksimal dalam distribusi air selama libur lebaran Idul Fitri, PDAM Tirta Mukti Cianjur saat ini tengah memperbaiki beberapa sarana dan prasarana yang dianggap sudah udzur. Seperti yang terjadi di sepanjang jalan HOS. Cokroaminoto. Disepanjang jalan tersebut sepanjang 840 meter kiri dan kenan tengah dilakukan pemasangan atau penggantian pipa dengan diameter 8 inch dan 4 inch.

Tidak hanya di jalan HOS Cokroaminoto, perbaikan juga dilakukan dijalur yang menghubungkan komplek KDA Joglo sepanjang 1,5 kilometer. Demikian juga yang terjadi di daerah Bojongherang yang seringkali tersendat pasokan airnya.

"Perlu diketahui pipa yang diganti tersebut dipasang pada jaman Belanda. Kami targetkan sebelum lebaran semuanya sudah selesai. Yang ke arah KDA tinggal menyambubgkan ke bak induk dan yang di Bojongherang juga sama. Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan," katanya.

Sementara untuk perbaikan yang mengarah ke Komplek BTN Karangtengah diupayakan dengan mengambil sumber mata air baru. Karena persoalan yang terjadi lebih karena sumber air yang berkurang bukan kerusakan pompanya. "Kalau diganti juga percuma pompanya, kalau mata airnya berkurang. Solusinya kita ada penampungan Ciwaru, kedepan tidak pakai poma tapi disuplai di Ciwaru, dan akan menyuplai daerah lainya juga," katanya [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kab. Cianjur mengaku kesal atas sikap pengelolaan jalan nasional. Pasalnya permohonan untuk penebangan sejumlah pohon yang sudah mati dikiri kanan jalan nasional tidak juga mendapatkan respon. Padahal kondisinya sangat berbahaya sewaktu-waktu bisa tumbang dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

"Kita sudah sampaikan permohonan, tapi belum juga ada respon. Padahal ono sifatnya darurat sekali. Kita akan coba sampaikan surat kalau tetap tidak ada tanggapan kita akan bertindak sendiri. Karena masyarakat tahunya itu kewenangan kami, padahal kewenangan pengelolaan jalan nasional," kata Kepala Dishutbun Kabupaten Cianjur Moch. Ginanjar saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (18/7/2013).

Dikatakan Ginanjar, ada sedikitnya 12 pohon yang rawan tumbang di kiri kanan jalan nasional diwilayah jalan raya Cugenang. Pohon-pohon tersebut kondisinya sudah mati dan terlihat lapuk. Sewaktu-waktu bisa tumbang dan sangat membahayakan bagi pengguna jalan.

"Saya sudah mengecek sendiri, pohon itu harus segera ditebang. Kondisinya sangat berbahaya, bahkan ada pohon yang sudah mati sebagain rantingnya sudah patah dan menyangkut didahan lainya. Ini berbahaya, sewaktu-waktu bisa saja jatuh," katanya.

Pihaknya mengaku, sudah mendapatkan pengaduan dari masyarakat mengenai pohon yang terancam tumbang tersebut. Bukti pengaduan tersebut akan dilampirkan dalam surat permohonan ke pengelola jalan nasional.

"Kita segera akan kirim, mudah-mudahan ada respon positif. Kalau tidak kita akan mengambil langkah sendiri. Tapi semuanya prosedur harus ditempuh, kita tidak mau disalahkan. Karena bukan kewenangan kita kalau jalan nasional. Kita hanya punya tenaga untuk menebangnya," jelasnya.

Halimi (56) seorang warga Cangklek Desa Sukamanah, Kec. Cugenang mengaku sudah kesal melihat kondisi yang terjadi. Pohon yang mati persis diatas pertigaan menuju arah Kampung Kedung Hilir Desa Sukamanah itu pernah dahanya patah dan menimpa pengendara sepeda motor.

"Pernah ada pengendara motor tertimpa dahan yang patah, dan harus dirawat di rumah sakit. Saat itu juga tidak lama berselang ada petugas yang langsung memotong dan menyingkirkan dahan pohon yang patah. Tapi setelah itu tidak dilanjutkan lagi dan sampai saat ini dibiarkan pohon itu mati tidak juga ditebang," kata Halimi.

Sebagai warga pihaknya sangat menyayangkan lambanya penanganan. Padahal kalau dibiarkan terus sangat berbahaya. "Saya tidak tahu itu kewenangan instansi mana yang harus menebang. Kami hanya berharap agar pohon yang mati itu segera ditebang. Jangan sampai menunggu ada korban, baru ditebang," harapnya [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Sebanyak 53 pemilik rumah di Desa Cibanteng Kec. Sukaresmi, Kab. Cianjur bisa bernafas lega. Pasalnya Pemkab Cianjur akan memberikan bantuan stimulan terhadap korban tanah longsor dan terancam tersebut dalam waktu dekat ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Cianjur Asep Achmad Suhara mengatakan, pemberian dana stimulan tersebut khusus diberikan bagi warga di Cibanteng yang rumahnya rusak maupun terancam akibat longsor. Sehingga warga terpaksa harus direlokasi ketempat yang lebih aman.

"Kalau tempat relokasinya kami serahkan ke masing-masing warga, yang jelas harus berada ditempat yang aman dari potensi bencana longsor. Mereka juga sudah tahu mana saja tempat diwilayahnya yang aman untuk pemukiman, karena sudah kita bekali pengetahuan daerah mana saja yang rawan dan aman," kata Asep Achmad Suhara, Rabu (17/7/2013).

Dari 53 warga pemilik rumah itu, kebanyakan pindah masih diwilayah Desa Cibanteng, Kec. Sukaresmi tapi ada juga yang berada diluar daerah tersebut. "Kita tidak mempermasalahkan dimana lokasinya, mau di desa semula atau diluar, yang penting tempat rumah barunya berada ditempat yang aman," katanya.

Bagi para pemilik rumah, nantinya akan diberikan dana stimulan yang besarnya berkisar Rp 10 juta. Mekanisme pembayarannya sedang dirumuskan, karena melibatkan beberapa OPD lainya. "Intinya pak bupati sudah setuju dibayarkan, tinggal mekanisme pembayarannya saja mau bagaimana. Ini sedang dirumuskan," tegasnya.

Meski dana stimulan sudah di depan mata, ternyata dari 53 pemilik rumah, masih ada sekitar 11 pemilik rumah yang belum pindah dan masih menghuni rumahnya walaupun dilokasi yang terancam longsor. Para warga tersebut sewaktu-waktu meninggalkan rumahnya, jika situasinya dianggap rawan.

"Memang masih ada 11 pemilik rumah, tapi setelah kita bayarkan stimulan mereka harus sudah pindah tidak boleh lagi tinggal dirumahnya semula. Karena sangat berbahaya dan berdasarkan pemetaan lokasinya sudah tidak bisa lagi dijadikan tempat hunian," jelas Asep.

Sementara persawahan yang terkena longsor tidak mendapatkan dana stimulan. Sawah-sawah tersebut tidak bisa lagi dijadikan lahan basah dan diharuskan menjadi lahan kering. "Di Cibanteng itu ada sekitar 22 hektar lahan yang tidak bisa dihuni atau menjadi perkampungan. Lahan tersebut harus menjadi lahan kering termasuk didalamnya swah warga yang terkena longsor beberapa waktu lalu," pungkasnya [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) digugat oleh warga di dua kecamatan yakni Kecamatan Ciranjang dan Bojongpicung terkait klem tanah pertanian diwilayah mereka. Gugatan tersebut disampaikan melalui Pengadilan Negeri (PN) Cianjur.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, gugatan tersebut berawal ketika sejumlah warga di dua kecamatan meminta pengembalian tanah yang sebelumnya pernah dibeli pemerintah Belanda pada tahun 1919, dan dijanjikan untuk dikembalikan kepada pihak pemilik setelah 10 tahun kemudian. Namun pada pelaksanaannya, pengembalian tanah disesuaikan dengan kategori yang ditentukan. Sedangkan untuk ahli waris hanya disisakan sekitar 50 hektar dari luas lahan sebelumnya 1.086 hektar.
           
"Ada sekitar 189 orang ahli waris. Dari areal 50 hektar, baru diberikan pada 149 orang dengan luas sekitar 37 hektar. Sisanya belum juga dibagikan sampai sekarang,” ujar perwakilan ahli waris, Aban Rohendi (72), warga Kampung Babakansoka, RT01/06, Desa Neglasari, Kecamatan Bojongpicung, Rabu (17/7/2013).
           
Tidak hanya tuntutan pengembalian sisa tanah yang dijanjikan, yakni seluas 13 hektar, pihaknya juga menuntut adanya ganti rugi. "Sudah berapa puluh tahun lahan itu disewakan, kita minta ganti rugi untuk hasil sawah yang selama ini disewakan dari tahun 1972. Sayangnya meski sempat ada SK dari gubernur pada 1968 untuk mengembalikan hak kami, tapi realisasinya tidak pernah ada,” paparnya.
           
Kuasa hukum warga, Ermayadi Miharja berharap, PN Cianjur bisa memutuskan dan mengabulkan seluruh gugatan yang diajukan oleh warga. "Tentu kami berharap gugatan ini bisa bisa terkabul dan tergugat bisa menyerahkan tanah milik warga. Tapi, sekarang masih dalam tahap mediasi antara kedua belah pihak,” ujarnya.
           
Sementara itu, Biro Hukum Pemprop Jawa Barat, Deni Wahyudin mengatakan, gugatan yang dilakukan warga tersebut adalah salah sasaran. Pasalnya, tanah yang ada di wilayah tersebut, adalah tanah yang ada dibawah Badan Pertanahan Nasional (BPN)
           
"Tanah yang masuk dalam gugatan itu sudah di kuasai oleh Negara sejak tahun 1984. Sehingga, gubernur pun tidak punya kewenangan masalah ini. Tanah itu dibawah BPN, kalau mau minta hak tanah itu, ya harus ke BPN,” ujarnya.

Dengan demikian kata Deni, gugatan yang dilakukan warga tersebut salah alamat. Selain itu, pihaknya menganggap, tanah yang dipermasalahkan tersebut telah selesai dan dibagikan. "Tanah 13 hektar yang dikelem sebagai tanah sisa itu tidak ada pisiknya, dan semua sudah didistribusikan dibagikan ke pemiliknya. Sehingga, saya menggap gugatan ini salah alamat," jelasnya [KC-02/rs]**.
no image
CIANJUR, [KC].-Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 22 orang saksi, Polres Cianjur akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perusakan yang terjadi saat unjuk rasa menolak penambangan pasir besi yang dilakukan PT. Mega Top Inte Selaras di wilayah Kec. Cidaun, Kab. Cianjur beberapa waktu lalu. Meski statusnya sebagai tersangka, ketiga warga tersebut tidak ditahan lantaran dinilai proaktif dan tidak mempersulit penyidikan yang dilakukan pihak polisi.

Waka Polres Cianjur Kompol ‎​Legawa Utama, didepan empat orang komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham) mengatakan, ketiga warga yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut secara lisan sudah meminta keringanan ke Kapolres untuk tidak dilakukan penahanan.

"Dengan pertimbangan ketiganya proaktif selama dalam pemeriksaan akhirnya kami memutuskan tidak menahannya meski statusnya sudah menjadi tersangka," kata Legawa saat memberikan penjelasan kepada empat orang anggota Komnasham masing-masing Siane Indriani, Ferdiansyah, Nurjaman, dan AA Rajab di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur, Selasa (16/7/2013).

Menurut Legawa, ketiga warga yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perusakan inventaris PT. Mega Top dan kendaraan polisi itu diantaranya Mk (28) Hd (32) dan Dn (40) yang ketiganya merupakan warga Desa Sukapura Kec. Cidaun. Mereka dianggap sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas terjadinya perusakan.

Sementara itu Komnasham meminta kepada pihak kepolisian untuk sementara waktu menangguhkan proses perkara yang menimpa tiga orang warga yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Salah satu pertimbangannya agar terjadi situasi yang kondusif dimasyarakat pasca terjadi aksi anarkis.

"Kami minta kepada pihak kepolisian untuk menangguhkan proses lanjut terhadap tiga orang warga yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Lebih baik persoalan tersebut diselesaikan dengan jalan musyawarah dan mufakat antar kedua belah pihak," kata Ferdiansyah salah satu komisioner Komnasham.

Apalagi jika melihat surat pernyataan dari pihak karyawan PT. Mega Top yang merasa tidak pernah melaporkan kasus perusakan itu kepada pihak kepolisian. Penyelesaian secara musyawarah bisa lebih dikedepankan. "Tapi semua itu kewenangan pihak kepolisian, itu hanya permintaan kami," tegasnya [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Pertemuan antara Komnas Ham dan Pemkab Cianjur dalam hal ini diwakili oleh Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur Oting Zaenal Mutaqin, komisioner Komnasham Siane Indriani mencecar Plh Sekda Cianjur tersebut dengan berbagai pertn terkait keberdaan PT. Mega Top selaku pemegang IUP (Izin Usaha Pertambangan) pasir besi. Dalam penjelasannya Oting menyebut bahwa PT. Mega Top tersebut sudah memenuhi proses perijinan. Saat ini perusahaan tersebut belum melakukan aktivitas penambangan karena harus memenuhi berbagai persyaratan.

"Saat ini belum ada aktivitas penambangan, PT. Mega Top masih membangun sarananya. Hingga saat ini perusahaan itu sedang membangun Tersus (Terminal Khusus) setelah itu harus juga membangun pabriknya, listrik, air bersih, jalan serta CsRnya. Baru setelah memenuhi persyaratan itu bisa melakukan eksploitasi, sekarang ini belum ada kegiatan itu," kata Oting.

Oting juga menjelaskan, dalam melakukan eksploitasi, nantinya dilakukan dengan cara disedot dan hanya diambil sekitar 10-15 persen saja, sisanya dikembalikan lagi. "Pokoknya persyaratan ini ketat, ijin yang diberikan kepada PT. Mega Top ini merupakan ijin kawasan dan oitu kewenangannya dimasyarakat. Kalau masyarakat misalnya tidak mau lahannya dijadikan penambangan, PT. Mega Top tidak bisa memaksa. Apalagi kita juga melarang untuk pembelian lahan," katanya.

Menanggapi bahwa PT. Mega Top belum melengkapi perijinan lengkap dari Pemkab Cianjur, pihaknya akan mengambil langkah-langkah. Salah satunya dengan memanggil Dinas terkait yang menangani perijinan. "Secepatnya kita akan tanya kepada dinas terkait mengenai perijinan lainya. Kalau ada yang belum tentu kita akan mendesak PT. Mega Top untuk menyelesaikan perijinannya," jelasnya.

Komisioner Komnasham Siane Indriani, saat ditemui seusai menggelar pertemuan dengan Plh. Sekda Cianjur dan unsur OPD serta pihak kepolisian mengatakan, dia belum bisa menyimpulkan hasil investigasinya. Dia hanya menegaskan bahwa sosialisasi mengenai PT. Mega Top perlu dilakukan kembali oleh pemerintah daerah maupun pihak perusahaan.

"Sepertinya minimnya sosialisasi menjadi salah satu penyebab. Kami sudah meminta kepada pihak Pemkab Cianjur untuk terus melakukan sosialisasi. Karena kalau dari hasil penjelasan semua perijnannya sudah ditempuh," katanya.

Terkait masalah warga yang dikabarkan terkena tembak, hasil klarifikasi dengan kepolisian tidak benar adanya warga yang terkena tembak. Yang ada tiga warga mengalami luka dan sempat mendapatkan penanganan medis. "Kita juga nanti akan bertemu dengan pihak PT. Mega Top, untuk klarifikasi selanjutnya," jelasnya [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Seorang warga Indri Yani, (22), warga Kampung Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, harus menahan sakit yang berkepanjangan akibat adanya sejumlah benda asing seperti paku tiba-tiba bersarang didalam kepalanya. Dari beberapa paku yang ada, baru tiga paku yang berhasil keluar dengan sendirinya.           

Ketiga paku kecil yang berhasil keluar dengan sendirinya tersebut, dua paku keluar dari telinga kanan, dan satu paku keluar dari mulutnya.
           
Menurut penuturan Indri, awal mula adanya sejumlah benda asing yang bersarang di kepalanya itu bermula saat dirinya terjatuh di sebuah kamar kecil, ketika sedang mandi. "Saya tidak tahu persis awalnya bagaimana bisa ada benda asing di kepala saya. Hanya saja setelah saya terjatuh dikamar kecil, telinga kanan saya keluar darah," kata Indri, usai melakukan rongent di RSUD Cianjur, Selasa (16/7/2013).

Darah yang keluar dari telinganya itu terus berlanjut hingga hampir dua bulan lamanya. Hanya saja saat keluar darah tersebut dirinya mengaku tidak merasakan sakit. "Tapi saat darah berhenti selama satu pekan ini, rasa sakit itu datang dan saya rasakan sangat sakit sekali," katanya.

Merasa penasaran dengan rasa sakit di telinganya, Indri pun mengorek telinganya hingga terasa ada sebuah benda yang mengganjal. “Saya meminta bantuan teman untuk melihat telinga saya, dan ternyata kata teman saya, ada benda seperti paku,” ujarnya.
           
Akhirnya, Indri pun langsung memeriksakan telinganya tersebut ke sebuah Klinik di kampungnya. Dari pemeriksaan diketahui, ada sejumah paku dan berhasil dikeluarkan. “Pasien datang mengeluh, karena ditelinganya merasa sakit. Setelah diperiksa, dan diteropong, ternyata ada paku,” ujar Neng Cen-Cen, bidan yang memeriksa Indri.
           
Indri pun diberikan rujukan ke RSUD Cianjur. Akhirnya, Indri di Rongent dan berhasil dikeluarkan tiga buah paku, yang dua buah keluar dari telinga dan satu dari mulut. Sementara, kini, masih terdapat sejumlah benda asing yang masih bersarang di tubuhnya [KC-02/rs]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham) mendatangi komplek Pemkab Cianjur di Jalan Siti Jenab, Selasa (16/7/2013). Kedatangan empat orang anggota Komnasham tersebut diduga terkait dengan upaya penyelidikan terhadap pelanggaran Ham yang terjadi saat aksi demo penolakan penambangan pasir besi PT. Megatop Inti Selaras di Cidaun Cianjur selatan yang berakhir ricuh beberapa waktu lalu.

Empat anggota Komnasham yang menggunakan mobil Toyota Nopol B 1028 PQH begitu tiba, langsung menuju ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur. Didalam ruangan telah menunggu Plh Sekda Oting Zaenal Mutaqin, Kepala Badan Lingkungkungan Hidup Cahyo Supriyo,Kepala Bagian Hukum Suparjo, Camat Agrabinta Ruskandar Fasa, Staf Ahli Tresna Gumilar dari unsur kepolisian serta beberapa dari perwakilan OPD.

Sampai berita ini diturunkan, pertemuan masih berlangsung. Empat anggota Komnasham masing-masing Siane Indriani, Ferdiansyah, Nurjaman, dan AA Rajab meminta penjelasan dari Plh Sekda Oting Zaenal Mutaqin yang juga Kepala Dinas PSDAP mengenai keberadaan PT. Mega Top [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Sejumlah warga Kampung Sindanglaka, RT 03/RW 02, Desa Sindanglaka, Kec. Karangtengah, Kab. Cianjur mendatangi kantor Desa Sindanglaka, Senin (15/7/2013). Mereka datang ke kantor desa tidak lain untuk mempertanyakan pendataan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang dianggap tidak merata.

Seperti yang diungkapkan Lilih (50). Kedatangannya bersama warga lainnya ke kantor desa dimaksudkan untuk mengetahui tekhnis pendataan pada program bantuan pemerintah yang mengakibatkan sebagian besar warga miskin di wilayahnya tidak mendapatkannya. Padahal masyarakat yang tidak kedata benar-benar masyarakat yang kurang mampu.

Menurut ibu dari 11 anak ini, jika merujuk pada data Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) semestinya dia juga layak mendapatkan BLSM, tapi kenyataanya tidak. "Ini datanya darimana? Kenapa tidak rata? Kenapa orang-orang seperti kami malah tidak mendapatkan bantuan," keluhnya.

Senada, juga diungkapkan Ade Supriadi (40), dia menyebutkan, sistem pendataan tidak masuk akal. Hal ini disebabkan beberapa orang penerima BLSM merupakan orang dengan kategori mampu. Sementara banyak yang tidak mampu malah tidak mendapatkannya.

"Kenapa bantuan ini tidak berpihak kepada kami yang jelas-jelas kehidupan ekonominya memang lemah. Setahu saya, dari 60 KK yang masuk kategori miskin, hanya 15 KK yang mendapatkan BLSM. Itupun, tidak semua kategorinya tidak mampu, bahkan ada yang lebih mampu malah mendapatkanya," tegasnya.

Untuk itulah pihaknya bersama warga lainnya datang ke kantor desa untuk meminta kejelasan. "Kami ingin tahu kenapa kami tidak terdata, kami ingin tahu alasan pastnya," jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Desa (Kades) Sindanglaka, Kec. Karangtengah, Dewi Mulyawati didampingi Kaur Ekbang Susi menjelaskan, terkait data penerima BLSM diakuinya merupakan data dari pusat. Pemerintah desa tidak pernah mengeluarkan data untuk penerima BLSM.

"Kami juga tidak mengerti soal data ini. Apa indikatornya kami juga tidak tahu. Karena ada beberapa warga yang menerima Jamkesmas, ternyata tidak menerima BLSM atau ada yang dapat BLT, BLSM nya tidak dapat. Ada juga yang mendapatkan semua bantuan," jelasnya [KC-02/zr]**
no image
CIANJUR, [KC].- Pembunuhan yang diduga berlatar belakang hutang piutang yang menimpa Didi Lukman Nurhakim (34) warga Jalan KH. Hasyim Ashari Kel. Solok Pandan Kec/Kab. Cianjur beberapa waktu lalu diduga sudah direncanakan oleh pelaku. Hal itu terungkap dalam rekunstruksi perkara pembunuhan yang dilakukan Satuan reserse Kriminal Polres Cianjur, Senin (15/7/2013).

Dalam rekonstruksi yang disaksikan ratusan masyarakat itu, pelaku DS (24), warga Parung Reah Sukabumi, yang bekerja sebagai sales kosmetik/obat-obatan itu melakukan pembunuhan tersebut dengan direncanakan. Pasalnya sebelumnya pelaku berangkat dari rumahnya menggunakan kendaraan sepeda motor.

Pelaku sempat mampir ke Pasar Muka Cianjur dengan niat untuk membeli sebilah pisau untuk melakukan pembunuhan terhadap korban. Setelah itu pelaku mencari korban dan setelah bertemu langsung melakukan aksinya seorang diri dengan cara menusuk beberapa
kali ke bagian tubuh korban dengan pisau dapur yang dibelinya dari salah satu toko sekitar Pasar Muka atau Ramayana Cianjur, sampai akhirnya korban meninggal dunia didalam mobil Suzuki Karimun Estillo, warna kuning dengan posisi telungkup di atas jok mobil sebelah kiri pengemudi.

Setelah menghabisi korbannya, pelaku langsung kabur meninggalkan korban yang dalam kondisi bersimbah darah hingga akhirnya korban ditemukan oleh warga yang langsung melaporkan ke polisi. Petugas yang mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi kejadian di Kampung Cisirih RT 02/RW 05, Desa Babakan Caringin, Kec.
Karang Tengah, Kab. Cianjur.

Dalam kurun waktu 10 hari tepatnya pada Selasa (9/7/2013) pukul
15.00 WIB, Sat Reskim Polres Cianjur berhasil menangkap pelaku pada saat akan mengambil uang barang kiriman penjualan obat ricalinu dan urat madu sebesar Rp. 635.000,- di apotik A di daerah Warung Kondang, Cianjur.
 
"Berdasarkan pengakuan tersangka motif pembunuhan tersebut diduga masalah hutang piutang dimana korban berhutang kepada pelaku sebesar Rp 500 ribu, tapi tidak juga dibayar. Tapi untuk pengembangan lebih lanjut kita tengah mendalami pengakuan tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Gito didampingi Kasubag Humas Polres Cianjur AKP Achmad Prijatna.

Atas perbuatanya pelaku akan dijerat denga pasal 340 KUH Pidana dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain dengan direncanakan terlebih dahulu. "Ancaman hukumannya dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat digemparkan dengan ditemukannya sosok mayat bersimbah darah dalam sebuah mobil Suzuki Karimun Estillo, warna kuning dengan posisi telungkup di atas jok mobil sebelah kiri pengemudi di Kampung Cisirih RT 02/RW 05, Desa Babakan Caringin, Kec. Karang Tengah, Kab. Cianjur, Sabtu (29/6/2013). Penemuan tersebut kemudian di laporkan kepihak kepolisian dan dalam waktu 10 hari pelakunya bisa terungkap dan tertangkap [KC-02]**
no image
CIANJUR, [KC].-Meski permintaan penggunaan gas elpiji 3 kilogram akan meningkat selama bulan ramadhan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur belum berencana mengajukan tambahan kuota elpiji 3 kilogram di wilayah Kab. Cianjur. Disperindag memandang kebutuhan elpiji 3 kilogram masih relatif stabil meski cenderung mengalami kenaikan penggunaannya.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Cianjur, Yudi Adi Nugroho mengatakan, pada bulan Juli 2013 yang berbarengan masuknya bulan ramadhan, Kab. Cianjur mendapatkan kuota untuk gas elpiji sebanyak lebih kurang 1.191.719 tabung. Hingga pekan pertama bulan ramdhan, belum ada permintaan dari masyarakat untuk tambahan kuota elpiji 3 kilogram.

"Dengan demikian saya rasa kuota yang ada masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan mendapatkan kuota gas elpiji Kabupaten Cianjur sebanyak 1.191.719 tabung, sepertinya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan selama ramadhan," kata Yudi, Minggu (14/7/2013).

Meski belum berencana menambah ajuan kuota gas elpiji, pihaknya mengakui kemungkinan penambahan kuota masih terbuka lebar bersamaan bulan ramadhan. Apalagi mendekati Hari Raya Idul Fitri, ada kemungkinan intensitas pemakaian elpiji 3 kilogram semakin meningkat.

"Kita lihat perkembangannya, jika dalam minggu ke 3 atau ke empat intensitas permintaan meningkat tajam, dan terjadi kekurangan kita nanti koordinasi dengan Hiswana Migas maupun Pertamina untuk penambahan kuotanya," terangnya.

Pihaknya menegaskan, agar para agen maupun pangkalan tidak menaikkan harga jual mengingat permintaan diprediksi meningkat selama ramadhan. Karena untuk menaikkan harga eceran tertinggi (HET) harus berdasarkan surat keputusan (SK) bupati.

"Menaikkan harga gas elpiji itu tidak bisa sembarang dan seenaknya, karena harus diatur pemerintah. Berbeda dengan harga komoditas bahan pokok lainnya yang bisa naik turun tergantung mekanisme pasar. Saat ini HET gas elpiji 3 kilogram sebesar Rp13.670 per tabung. Kita harapkan pangkalan maupun agen menjual seperti itu," tuturnya [KC-02/bb]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Memasuki hari ke 5 bulan ramadhan, harga sejumlahbahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional masih relatif tinggi. Keterbatasan barang dituding menjadi salah satu penyebab lantaran tidak sebanding dengan permintaan yang cenderung naik. Sehingga harganyapun masih berfluktuasi.

Seperti yang terjadi di Pasar Induk Cianjur (PIC) di Jalan Suroso, harga yang paling menonjol masih terjadi pada daging sapi yang tembus di kisaran Rp95 ribu per kilogram. Harga daging ayam broiler yang semula dikisaran Rp28 ribu bertengger di harga Rp35 ribu perkilogramnya. Telur ayam yang semula Rp18 ribu per kilogram menjadi Rp20 ribu per kilogram.

Asep (30), salah seorang pedagang di PIC mengungkapkan, dia memprediksikan belum stabilnya harga-harga kebutuhan pokok tersebut akan berlangsung hingga menjelang lebaran Idul Fitri. Apalagi menjelang Idul Fitri dipastikan sejumlah kebutuhan pokok akan melonjak, seperti halnya daging.

"Kalau melihat kondisi saat ini, harga-harga masih jauh dari stabil, masih fluktuatif. Ada tyang turun bahkan banyak juga yang mengalami kenaikan, karena tingginya permintaan masyarakat," kata Apep, Minggu (14/7/2013).

Menurutnya harga yang cenderung merangkak naik lainya selain daging dan telor ayam diantaranya minyak goreng curah yang semula Rp10 ribu menjadi Rp11 ribu per kilogram. Harga cabai rawit naik menjadi Rp60 ribu per kilogram dari semula Rp45 ribu. Sedangkan harga gula pasir Rp11.500 per kilogram.

"Perkiraan kami harga cabai rawit akan terus melambung, lantaran permintaan tinggi sementara pasokannya terbatas akibat terkendala cuaca," tegasnya.

Harga kebutuhan lainya yang cenderung masih tinggi untuk beras kualitas 1 masih tetap di kisaran Rp10 ribu per kilogram, dan beras jenis IR 64 justru mengalami kenaikan dari Rp8.500 menjadi Rp9.00 per kilogram. "Beras juga ada yabg mengalami kenaikan karena banyaknya permintaan dan pasokan kadang telat," kata Rustandi (40), pedagang lainya.

Kepala Pusat Pelayanan Pasar Induk Cianjur (PIC) Asep Sudrajat menyebutkan, pihaknya selalu memantau perkembangan harga bahan pokok, apalagi saat ini diperkirakan permintaan akan terus naik. Pemantauan itu dilakukan agar berfluktuasinya harga dan permintaan bisa disampaikan kepada masyarakat.

"Kita terus pantau harga-harga terutama kebutuhan pokok. Rata-rata saat ini cenderung fluktuatif tapi ada juga yang relatif stabil," katanya [KC-02/bb]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Puncak peringatan Hari Jadi Cianjur (HJC) yang ke 336, Jum'at (12/7/2013) digelar dengan melakukan upacara bendera yang dipusatkan di komplek Pemkab Cianjur Jalan Siti Jenab. Upacara HJC tersebut diikuti oleh para pegawai dilingkungan Pemkab Cianjur.

Terlihat Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh dan Wakil Bupati H. Suranto bersama beberapa pejabat teras lainya mengenakan pakain adat sunda. Namun sayangnya para peserta upacara mengenakan baju dinas biasa.

Upacar bendera kali ini berbeda dengan upacara biasanya. Dalam susunan acara termasuk sambutan Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh menggunakan bahasa sunda. Dalam sambutanya bupati menyampaikan ucapan selamat HJC ke 336 kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Cianjur.

Dikatakan Bupati, peringatan hari jadi ini, senatiasa harus digunakan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi, atas peran dan tanggungjawab dalam membangun daerah cianjur yang kita cintai ini. dari tahun ke tahun seluruh jajaran aparat dan masyarakat bersama-sama membangun Cianjur, baik secara fisik material maupun mental spiritual.

Diakui bupati, setiap tahun dihadapkan kepada kenyataan bahwa permasalahan dan tantangan yang harus dihadapi semakin bertambah besar. "Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik balik kebangkitan kita warga masyarakat dan pemerintah Kabupaten Cianjur, untuk bersama-sama membangun Cianjur yang kita cintai ini dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan, guna mewujudkan tekad kita menjadikan masyarakat Cianjur yang lebih sejahtera, dan lebih berakhlakul karimah," ajak Tjetjep.

Dikatkan Tjetjep, potensi Kabupaten Cianjur sangatlah besar untuk menjadi daerah yang memiliki daya saing di tengah percaturan persaingan global. "Kita memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat luar biasa. sebuah potensi yang luar biasa yang harus  dapat kita optimalkan untuk kemakmuran masyarakatnya di masa yang akan datang," katanya.
 
Saat inilah kata Tjetjep, waktu yang tepat untuk melakukan langkah-langkah nyata di tengah masyarakat, sekecil apapun dan dalam bentuk apapun. Pihaknya mengajak untuk bergerak sesuai dengan kapasitas masing-masing, yang diharapkan dapat membawa perubahan pada kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Itulah pada dasarnya hakekat setiap kita memperingati HJCsetiap tahunnya. Kiranya perlu dipahami, selain adanya keberfihakan dari kita semua, tentunya kita harus senantiasa melakukan evaluasi terhadap hasil-hasil pembangunan sehingga menuju pada peningkatan yang lebih berarti dibandingkan dengan kondisi saat ini, yang pada akhirnya pembangunan daerah dapat terlaksana dengan baik, lebih jelas dan terarah dan manfaatnya lebih dirasakan oleh masyaraka," tegasnya.

Setelah menggelar upacara HJC yang ke 336, dilanjutkan dengan menghadiri sidang paripurna istimewa di gedung DPRD Cianjur. Hampir semua yang hadir dalam sindang paripurna istimewa itu juga mengenakan baju adat. Demikian juga jalannya sidang juga menggunakan bahasa sunda [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Sedikitnya 20 rumah di Kampung Nyelempet Desa Sukasari Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur, Kamis (11/7/2013) malam terendam banjir bandang akibat meluapnya Sungai Cilaku setelah sebelumnya turun hujan deras sejak siang hingga malam. Selain itu, sekitar 6 hektare lahan sawah siap panen juga turut terendam.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, hujan deras yang mengguyur seputaran Cianjur sejak siang hari mengakibatkan sungai Cilaku yang hanya memiliki lebar sekitar 3 meter itu tidak mampu menampung debit air yang diakibatkan curah hujan. Airpun meluap hingga ketinggian mencapai 1 meter.

Tidak ayal lagi, luapan air sungai Cilaku tersebut menerjang beberapa rumah yang ada disputaran bantaran sungai. Warga yang rumahnya terkena luapan air sungai Cilaku tidak sempat menyelamtkan beberapa barang rumah tangganya. Mereka lebih memilih untuk menyelamatkan diri. Namun sekitar pukul 23.00 WIB air tersebut kembali surut dan warga kembali kerumahnya yang kebanjiran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suhara mengatakan, selain merendam sekitar 20 rumah, bencana banjir bandang akibat meluapnya Sungai Cilaku juga merendam hampir 6 hektare lahan sawah siap panen. Hanya saja pihaknya mengaku belum bisa menaksir kerugian yang disebabkan banjir tersebut.

"Langkah yang kita ambil pertama menyelamtkan jiwa terlebih dahulu. Untuk kerugian saat ini masih dalam pendataan termasuk apa saja yang terendam banjir. Hanya saja laporan sementara ada sekitar 20 rumah yang terendam, satu unit motor, sejumlah irigasi rusak, serta sekitar 6 hektare lahan sawah," kata Asep, Jumat (12/7/2013).

Dikatakan Asep, saat terjadi banjir, warga yang tinggal dibantaran sungai Cilaku langsung diungsikan ke tenpat yang lebih aman. Ada yang mengungsi ke famili atau sanak saudaranya, ada juga yang ke rumah tetangganya. "Penanganan yang dilakukan saat ini masih dilakukan pembersihan sisa kotoran lumpur dari setiap rumah yang terendam. Untuk membantu warga petugas kita sebanyak 20 orang kita kerahkan ditambah personel Polsek, Koramil, dan Kecamatan," ujarnya.

Pihaknya mengakui, bencana alam banjir yang terjadi masih sulit untuk dideteksi daerah mana saja yang rawan terjadi banjir bandang. Meski demikian diakui Asep ada beberapa daerah yang selama ini menjadi langganan banjir bandang.

"Pemetaan daerah banjir bandang ini memang sulit untuk dideteksi. Tapi ada saja dua daerah yang menjadi langganan bencana banjir bandang yakni wilayah Kecamatan Sindangbarang dan Kecamatan Cipanas," katanya.

Salah satu penyebeb terjadinya banjir bandang di Cianjur sebut Asep akibat berbagai faktor. Salah satu diantaranya akibat terjadinya sedimentasi karena penumpukan sampah rumah tangga, ada juga yang karena kondisi lingkungan.

"Yang harus diwaspadai setiap kali terjadi curah hujan tinggi, potensi banjir bandang sangat memungkinkan. Kalau wilayah Cipanas lebih dikarenakan penggundulan lahan di daerah hulu. Tapi kalau aliran sungai di wilayah Cianjur lebih disebabkan sedimentasi sampah rumah tangga," terangnya.

Pihaknya juga tidak berani berspekulasi mengenai kondisi cuaca yang terjadi belakangan ini diwilayah Cianjur. Alasannya kondisi cuaca bisa sewaktu-waktu berubah."Wah kalau kita suruh memprediksi cuaca sangat sulit. Saat ini saja yang semestinya kemarau tapi seperti musim hujan. Tapi kami memperkirakan cuaca ekstrim yang terjadi saat ini akan berlangsung hingga akhir tahun," paparnya [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Sebanyak 63 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Kabupaten Cianjur mendapatkan sharing produksi kayu tahun 2010-2011 dari Perum Perhutani KPH Cianjur. 63 LMDH tersebut berasal dari 21 wilayah kecamatan di Kabupaten Cianjur dengan mendapatkan sharing produksi kayu senilai Rp1.107.745.223.-

Administratur Perum Perhutani KPH Cianjur, Ir. Bambang Juriyanto, mengatakan, penyerahan sharing produksi kayu ini diharapkan dapat dioptimalkan dan dimanfaatkan untuk penguatan dan kemajuan LMDH serta untuk semakin merekatkan silaturrahim antar sesama LMDH.

"Kita berharap tentunya dengan adanya sharing ini LMDH yang ada diwilayah Perhutani semakin maju dan berkembang dalam menjalankan aktivitasnya. Terutama dalam membangun kemitraan bersama Perhutani dan dampaknya bisa mensejahterakan masyarakat disekitar kawasan hutan," kata Bambang saat penyerahan Sharing Produksi Kayu Tahun 2010 Dan 2011 oleh Perum Perhutani KPH Cianjur kepada LMDH, di Aula Kantor Perhutani KPH Cianjur, Kamis (11/7/2013).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Moch. Ginanjar, dari unsur BPN Cianjur, Bagian Hukum Setda Kabupaten Cianjur serta tamu undangan lainnya.

Bupati Cianjur dalam kesempatan tersebut menyampaikan, sumber daya alam khususnya hutan dan lahan yang ada saat ini sudah mengalami penurunan kemampuan daya dukung. Oleh karenanya pemerintah setiap tahunnya berupaya untuk memulihkan kerusakan sumber daya alam tersebut dengann berbagai upaya dan daya.

"Mari kita bersama turut andil dan berperan aktif serta bertanggung jawab untuk melestarikan sumber daya alam, hutan, tanah dan air dengan senantiasa menumbuhkan dan meningkatkan gerakan pemeliharaan hutan," kata Tjetjep.

Bupati mengingatkan kepada semua pihak yang terkait terutama lembaga yang berwenang menangani hutan agar senantiasa terus meningkatkan kinerjanya serta mengawasi dan mengendalikan penebangan hutan di wilayah kerjanya.

"Kita harapkan melalui moment penyerahan sharing produksi kayu tahun 2010 dan 2011 oleh Perum Perhutani KPH Cianjur kepada LMDH ini dapat membawa manfaat yang menyentuh langsung kepada masyarakat dan berdampak pula terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, meningkatkan peluang usaha serta mempercepat pertumbuhan perekonomian dan kemasyarakatan di Kabupaten Cianjur," tegasnya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Aparat gabungan berhasil mengamankan 17 pasangan mesum dari sejumlah penginapan dan hotel saat menggelar razia pekat (penyakit masyarakat) Senin, (8/7/2013) malam.

Operasi gabungan yang terdiri dari aparat Satpol PP, anggota TNI/Polri dan petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur tersebut, digelar di empat wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Cianjur, Karangtengah, Ciranjang dan Kecamatan Cugenang.

Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur, Tohari Sastra melalui Kebid Penegakan Perundang-undang Daerah, Sulaeman Madna mengatakan, operasi gabungan tersebut digelar dalam rangka menciptakan situasi dan kondisi kondusif jelang pelaksanaan ibadah shaum di bulan suci Ramadhan tahun ini.

“Giat ini juga untuk penegakkan Perda Nomor 21 tahun 2000 tentang larangan pelacuran serta merujuk pada surat edaran Bupati Cianjur tentang seruan untuk memelihara kekhidmatan bulan suci Ramadhan tahun ini,” ungkap Madna.

Pihaknya sendiri akan gencar melakukan razia selama bulan Ramadhan untuk menjaga kekhusyukan ummat Islam saat menjalankan ibadah puasa. Selain razia prostitusi, pihaknya juga akan merazia penyakit masyarakat lainnya, seperti judi, minuman keras dan narkoba.

Selain itu, pihak Satpol PP telah menyebarkan surat imbauan kepada para pengusaha, pemilik dan pengelola tempat-tempat hiburan seperti diskotik, karaoke, pub, tempat bilyard dan panti pijat untuk tutup guna menciptakan situasi aman, tertib, terkendali dan khidmat selama bulan suci Ramadhan.

“Jika ada di antara mereka yang tetap membandel (beroperasi) kita tentu akan tindak tegas sesuai surat edaran bupati,” tandasnya.
           
Sementara itu, Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusumabakti mengatakan, pihaknya akan terus melakukan peningkatan oprasi pekat untuk masyarakat. “Kami terus tingkatkan oprasi pekat ini, bahkan ke setiap polsek yang ada di wilayah Cianjur. Sedangkan untuk titik yang diprioritaskan, semua titik kita tingkatkan untuk oprasi pekat,” ujar Kapolres [KC-02/rs]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur, diprediksi akan mengalami penurunan, selama bulan ramadhan 1434 Hijriyah. Hal itu mengingat para pendonor yang mayoritas muslim tengah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Kepala Bagian Pelayanan Darah UTD PMI Kabupaten Cianjur Azwar B Chaniago tidak menampik kondisi tersebut. Menurut Azwar, untuk saat ini stok darah di UTD PMI Cianjur hanya bisa mencukupi untuk kebutuhan selama 10 hari kedepan, karena menurunnya pendonor.

"Stok darah golongan A mencapai 100 labu, golongan darah B mencapai 74 labu, golongon darah O mencapai 71 labu dan golong darah AB mencapai 23 labu,” ujarnya.
           
Untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan stok darah selama satu bulan, pihaknya mengandalkan dari para pendonor non muslim. Selain mengandalkan sukarelawan, pihaknya juga melakukan jemput bola dengan mendatangi tempat ibadah, seperti Gereja, Vihara serta komunitas Tionghoa.
           
"Karena mayoritas pendonor adalah muslim, otomatis ketika bulan puasa, kita kekurangan. Makanya, kita mengandalkan para pendonor non muslim,” paparnya.
           
Dia menjelaskan, setiap bulannya kebutuhan stok darah meningkat. Pihaknya mencatat, kebutuhan darah per bulan mencapai 900 labu sampai 1.000 labu, termasuk pemenuhan kebutuhan darah untuk penderita thalasemia sekitar 400 labu per bulan. “Jika puasa seperti ini, paling yang masuk hanya sekitar 300 labu,” jelasnya.
           
Sehingga, pihaknya berharap, kesadaran masyarakat Cianjur untuk mendonorkan darahnya. “Kalau rata-rata per hari, pendonor itu hanya 10 sampai 15 orang, stok darah kami lebih banyak di dapat dari hasil jemput bola atau melalui kegiatan sosial lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pendonor, mengaku, dirinya hampir setiap tiga bulan sekali melakukan donor darah. Hal tersebut, dia lakukan karena selain untuk kesehatan dirinya, juga untuk memberikan darahnya kepada warga yang memerlukan.
“Saya sedih melihat stok darah di UTD PMI Cianjur, makanya saya rutin melakukan donor darah. Selain untuk kesehatan, juga ibadah,” ujar seorang pendonor [KC-02/rs]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Cianjur Senin (8/7) selenggarakan acara sosialisasi dana Bantuan Ooperasional Sekolah (BOS) dilingkungan Kantor Kementerian Agama. Sosialisasi tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Kemenag dalam transparansi pengelolaan anggaran khususnya Bos.

Hadir dalam acara sosialisasi Bos tersebut Wakil Bupati Cianjur H. Suranto, Kepala Kemenag Kab. Cianjur H. Dadang Ramdani dan Ketua Panitia Kepala Srksi (Kasi) PD. Pontren H. Yudi Affiful Hidayat.

Wakil Bupati H. Suranto mengatakan sosialisasi alokasi dana Bos dirasakan sangat penting untuk memberikan pemahaman dan wawasan kepada para Kepala Sekolah Mdrasah Ibtidiyah (MI), Madrasah Tsnawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) supaya alokasinya tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan.

"Dana alokasi Bos ini hanya untuk membantu operasional pendidikan saja, tentunya masih banyak kekurangan yang tidak cukup hanya mengandalkan dana Bos. Masalah pendidikan adalah masalah kita bersama bagaimana membangunnya agar masyarakat bisa menikmati pendidikan dengan keringanan biaya dengan tetap meningkatkan kualitas pendidikan," kata Suranto.

Meskipun anggaran pendidikan sudah mencapai 20 persen dari APBN, lanjut Suranto, namun kebutuhan dunia pendidikan terus meningkat. Oleh karena itu perlu adanya terobosan untuk bekerja sama dan memberikan peluang sebesar-besarnya kepada pihak swasta untuk mengembangkan pendidikan di Kabupaten Cianjur.

Sementara Kepala Kemenag Kab. Cianjur H. Dadang Ramdani, menuturkan kegiatan sosialisasi Bos ini adalah untuk meningkatkan pertanggungjawaban penggunaan anggaran yang transparan dan akuntabilitas. "Alhamdulillah tiap tahun pertanggungjawabannya terus meningkat, selain itu kami terus upayakan singkronisasi antara penyerapan anggaran dengan pertanggungjawabannya sehingga masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari dana Bos ini," tegasnya.

Menurut Dadang, kesejajaran antara sekolah swasta dan sekolah umum juga terus di ciptakan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat supaya mau menyekolahkan anaknya dengan tetap mempermudah akses pendidikan.

"Kita terus berupaya agar sekolah dilingkungan Kemenag itu tidak kalah bersaing bahkan bisa lebih berkwalitas, sehingga diharapkan animo masyarakat untuk bersekolah dilingkungan Kemenag bisa semakin meningkat," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia penyelenggara Sosialisasi Bos Kasi PD. Pontren Kemenag Cianjur H. Yudi Affiful Hidayat melaporkan kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala sekolah MI, MTs, MA dan tenaga pendidik pondok pesantren yang berjumlah 414 orang. Adapun narasumber yang mengisi kegiatan ini adalah terdiri dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kejaksaan Negeri Cianjur, Kapolres Cianjur dan dari Kanwil Kementerian Agama Kab. Cianjur [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Warga Kampung Pasir Angin RT 02/RW 06 Desa Padajaya, Kec. Cikalongkulon gempar menyusul ditemukan sosok mayat di perkebunan sawit vada, Sabtu (6/7/2013) sekitar pukul 06.00 WIB. Mayat yang diduga merupakan korban dari pembunuhan itu perrama kalai ditemukan oleh seorang warga yang melintas hendak memancing.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki itu kontan saja mendapat perhatian warga sekitar yang bermaksud ingin melihat dari dekat. Saat ditemukan mayat dalam kondisi kaki terikat lakban dan mulut dibekap baju kaos, leher terikat tali tambang plastik. Ada pendarahan yang sudah kering pada kaki dan mulut dan kondisi mayat sudah kaku.

Adapun ciri-ciri mayat yang diduga korban pembunahan itu usia ditaksir sekitar 45 tahun, memakai celana pendek coklat kotak-kotak, baju kemeja tangan pendek warna orange hitam bertliskan PT. Tunas Krakatau Anugrah

"Mayat pertama kali d temukan oleh pengendara sepeda motor yang bermaksud mancing ke Cirata. Pengendara tersebut kemudian melaporkan ke N. Kusmawan aparat desa setempat yang kemudian melaporkan ke pigak kami," kata Kapolsek Cikalong Kulon AKP Pardiyanto didampingi Kasi Humas Aiptu Ace Suyatman.

Petugas yang mendapatkan laporan langsung menuju lokasi kejadian. Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sosok mayat tersebut dibawa ke Puskesmas Cikalongkulon sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk di outopsi.

"Kita menduga mayat tersebut merupakan korban pembunuhan ditempat berbeda dan untuk menghilangkan jejak pelakunya sengaka membuangnya. Untuk memastikan apakah korban merupakan korban pembunuhan kita lakukan outopsi, mudah-mudahan pelakunya bisa terungkap demikian juga identitas korban," paparnnya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh, menghadiri peresmian Jalan Lingkar Timur Cianjur yang dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum RI Djoko Kirmanto, di jalan raya Bandung Kp. RawaBango Cianjur, Jum’at (05/07/13). Hadir dalam kegiatan tersebut Dirjen Bina Marga, Sekda provinsi Jawa Barat serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutanya bupati menyampaikan, ucapan terimakasih kepada menteri Pekerjaan Umum RI, atas diresmikannya infrastruktur jalan. Diharapkan mudah-mudahan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan fasilitas jalan, menumbuhkembangkan kualitas pendidikan dan kesehatan sehingga dengan sendirinya kesejahteraan masyarakat akan lebih meningkat.

"Dengan diresmikan Jalan Lingkar Timur Cianjur ini menjadi mudah-mudahan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan tingkat swadaya dan kegotongroyongan serta tumbuhnya rasa memilki dan tanggung jawab warga masyarakat dalam kegiatan pemeliharaannya, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas pendidikan dan derajat kesehatan di Kabupaten Cianjur," kata bupati.

Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum RI Djoko Kirmanto menyampaikan dengan di resmikannya Jalan Lingkar Timur Cianjur yang mempunyai panjang 7,45 kilometer diharapkan dapat mempermudah aksesibilitas dan mempersingkat waktu tempuh dari Cianjur ke Sukabumi.

"Mari jadikan Jalan Lingkar Timur Cianjur ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya diwilayah Cianjur," katanya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Jajaran Polsek Pacet berhasil mengamankan 198 botol minuman keras (miras) oplosan jenis Ciau dari berbagai tempat. Selain itu juga berhasil mengamankan ratusan petasan banting yang dijual oleh para pedagang musiman diseputaran Cipanas Pacet.

Kapolsek Pacet, AKP Bobby melalui Kanitreskrim, AKP Bef Nurdin mengatakan, ratusan botol miras oplosan serta dari berbagai merk itu diamankan dari sejumlah pedagang jamu dan kios-kios pinggir jalan. Sementara petasan diamankan dari para pedagang kaki lima yang ada disekitar Cipanas Pacet.

"Selama sepekan terakhir kita gencar melakukan razia pekat atau penyakit masyarakat terhadap tempat-tempat yang diduga kerap menjual miras di atas 15 persen ini. Ratusan miras yang kita amankan ini kita dapat dari 10 depot jamu yang ada di wliayah Cipanas, Pacet dan sekitarnya," tutur Bef.

Bef mengatakan, giat razia tersebut digelar dalam rangka menciptakan kondusifitas jelang pelaksanaan bulan suci Ramadhan. Pihaknya sendiri, sambung dia akan terus menggelar razia selama bulan Ramadhan.

"Ini tentu komitmen kita untuk menciptakan situasi kamtibmas (keamanan, ketertiban masyarakat) kondusif dan bebas dari berbagai pekat, agar masyarakat atau umat muslim khusyuk menjalani ibadah puasanya," tuturnya.

Selanjutnya, ratusan botol miras dan petasan itu akan dikirimkan ke Polres Cianjur untuk dilakukan pemusnahan secara serentak. Pihak Polsek Pacet sendiri, kata Bef, akan gencar menggelar razia.

"Sejumlah pemilik dan penjual miras ini sudah kita mintai keterangan," pungkasnya [KC-02/ft]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Akibat kekurangan tenaga medis, khususnya dibagian Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur mengakibatkan pelayanan kesehatan atau penanganan pasien masih belum berjalan optimal.

Humas RSUD Cianjur, Dicky F. Wangsa Widjaja mengatakan, mengakui kondisi tersebut. Hingga saat ini pihaknya masih kekurangan tenaga medis. Namun begitu, tidak serta merta kekurangan itu bisa langsung teratasi karena penambahan tenaga medis memerlukan waktu serta mekanisme.

"Memang dengan tenaga yang ada belum bisa dikatakan ideal. Kendati begitu, komitmen kita tentu harus tetap konsisten dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat atau pasien," ungkap Dicky.

Pihaknya terus menjalin komunikasi dan kordinasi dengan pihak puskesmas terkait optimalisasi pelayanan medis di tingkat puskesmas-puskesmas.

"Kalau pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas sudah berjalan optimal, kita tentu bisa meminimalisir persoalan keterbatasan tenaga medis di sini (RSUD Cianjur, red)," ungkapnya [KC-02/ft]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke X dan Hari Keluarga ke XX serta Hari Anti Narkoba Internasional Tingkat Kab. Cianjur tahun 2013 yang diselenggarakan di Desa Ciharashas Kecamatan Cilaku Kab. Cianjur, Kamis (4/7/2013) secara resmi ditutup oleh Plt Sekda Cianjur Oing Zaenal Mutaqin yang mewakili bupati.
Dalam sambutannya Oting menyampaikan, sudah menjadi tugas dan kewajiban bersama untuk menyelamatkan keluarga, masyarakat, dan bangsa dari kejahatan narkoba. Pihaknya mengajak dalam upaya tersebut sebaiknya dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan memastikan keluarga dan lingkungan sekitar terbebas dari kejahatan narkoba.
Dikatakata Oting, dalam upaya mendukung pelaksanaan pelestarian nilai-nilai gotong royong melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, perlu menggiatkan kembali kegiatan gotong royong masyarakat yang mengikutsertakan seluruh elemen masyarakat dan lembaga kemasyarakatan yang ada.
"Sesuai dengan perubahan paradigma saat ini proses perencanaan partisipatif yang mengakomodir seluruh kepentingan pelaku pembangunan khususnya masyarakat, diharapkan mampu meningkatkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan," katanya.
Dia mengharapkan melalui kegiatan tersebut dapat lebih meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam penguatan interaksi sosial melalui kegiatan gotong royong dalam pelaksanaan pembangunan serta pemeliharaan hasil-hasil pembangunan di Kabupaten Cianjur.
Sementara itu Panitia kegiatan penutupan bulan bhakti gotong royong masyarakat (BBGRM) X, Peringatan Hari Keluarga XX dan hari Anti Narkoba Internasional Hj. Esih Sukaesih melaporkan tujuan kegiatan tersebut tidak lain untuk meningkatkan partisipasi, rasa memiliki dan rasa tanggung jawab masyarakat dalam pembangunan melalui pelibatan lembaga pemasyarakatan.
"Untuk mengajak sseluruh keluarga Indonesia agar melakukan introspeksi dan berbenah diri guna berbuat yang terbaik untuk bagi keluarganya, untuk mewujudkan masyarakat sehat tanpa narkoba," katanya [KC-02]***.
no image
CIANJUR (KC),-Puluhan kepala sekolah dasar di Kecamatan Campaka, Cianjur, Jabar, keluhkan pemotongan gaji yang dilakukan oknum Pusat Pembinaan dan Pendidikan (Puspindik) sebesar Rp 602.807 perbulan.

Salah seorang kepala sekolah SDN di wilayah tersebut, mengatakan, oknum tersebut berdalih pemotongan tersebut untuk membayar tagihan koran dan pramuka.

Sebelumnya dia merasa lega karena sudah tidak akan ada pemotongan gaji kepala sekolah untuk pembayaran langganan koran sebesar Rp 602.807 per bulan pada Juni 2013. "Setahu kami perbulan Juni lalu, sudah diintruksikan tidak ada pemotongan gaji dengan dalih untuk membayar koran. Tapi kenyataanya masih saja ada," katanya, Rabu (3/7).

Dia menuturkan, pemotongan gaji tersebut tetap untuk membayar 14 media cetak per sekolah. Ditambah pula dengan potongan lainya, sehingga jika ditotal tutur dia, perbulan gaji kepala sekolah di wilayah tersebut dipotong Rp 1.000.000.

Hal senada terucap pula dari kepala sekolah lainnya NM. Dia menyebutkan, pemotongan gaji untuk pembayaran langganan koran itu atas intruksi dari Pusbindik Campaka. Setiap bulannya, tambah dia, harus merelakan gajinya dipangkas sebesar Rp700.000 per bulan.

"Saya terkejut karena pada rincian gaji saya bulan ini, masih dipotong sebesar Rp 300 ribu, bulan sebelumnya sampai Rp 700.000 per bulan," ucapnya.

Sementara itu, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Campaka, Hamdai membenarkan adanya pemotongan tersebut karena pihak sekolah telah melakukan Mou dengan media cetak atas sepengetahuan KRS, PGRI serta Pusbindik

"Sebelumnya kalau ada kesepakatan dari pihak kepala sekolah, itu tidak menjadi masalah. Selama ini tidak ada kesepakatan antar kepala sekolah dengan Pusbindik perihal langganan Koran," ucapnya.(KC.01/Republika)
no image
CIANJUR, (GM).- Gara-gara as roda belakang bagian sebelah kanan patah, sebuah mobil Kijang Kapsul Nopol B 7613 NN yang dikemudikan oleh Saepul Mutaqin (40) warga Gang
Laksana I Kel. Sayang Kec/Kab. Cianjur menabrak pembatas jalan hingga kendaraan tersebut menaiki pembatas jalan di jalan raya Kampung Neglasari Desa/Kecamatan Haurwangi Kab. Cianjur, Minggu (30/6/2013).

Akibatnya seorang penumpang yang duduk disebelah kiri samping pengemudi bernama Eva Hanaya (38)terlempar keluar kendaraan. Korban mengalami luka serisu dan harus mendapatkan penanganan medis dari petugas Pusekesmas DTP Ciranjang. Namun karena lukanya cukup parah korban dirujuk ke RSUD Cianjur.

Sementara tiga penumpang lainya yang berada didalam mobil termasuk pengemudi mengalami luka ringan dalam kejadian kecelakaan lalu lintas tunggal itu.

Peristiwa kecelakaan tunggal tersebut bermula saat mobil Kijang Kapsul Nopol B 7613 NN yang dikemudikan oleh Saepul Mutaqin (40) warga Gang
Laksana I Kel. Sayang Kec/Kab. Cianjur melaju dari arah Cianjur menuju arah Bandung. Saat memasuki jalan raya Kampung Neglasari Desa/Kecamatan Haurwangi Kab. Cianjur tiba-tiba as roda belakang bagian sebelah kanan patah. Akibat kejadian tersebut kendaraan oleng ke kanan
dan menabrak pembatas jalan sehingga kendaraan menaiki pembatas jalan.

"Untuk pengusutan lebih lanjut, petugas kami tengah memintai keterangan sejumlah saksi yang diduga kuat melihat peristiwa kecelakaan tersebut," kata Kasubah Humas Polres Cianjur AKP Achmad Suprijatna [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Sososk mayat laki-laki bersimbah darah dutemukan didalam sebuah mobil merk Suzuki karimun Estilo ,warna kuning dgn posisi tertelungkup ke arah bawah dek mobil, geger warga Kampung Kampung Cisirih RT 02/RW 05 ,Desa Babakan Caringin, Kecamatan Karangtengah , Kabupaten Cianjur, Sabtu (29/6/2013).

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, mayat bersimbah darah tersebut ditemukan sekitar pukul 15.25 WIB. Diperkirakan mayat berjenis kelamin laki-laki itu berumUir sekitar 25 tahun. Saat ditemukan kondisinya sangat mengenaskan. Korban berada didalam kendaraan Suzuki Estilo warna kuning nopol D 1013 VH yang terparkir di pinggir jalan.

Ditubuh korban terdapat luka 6 bekas tusukan satu diantaranya dibagian pinggang sebelah kanan. Bahkan bagian usus korban keluar. Luka lainya terdapat pada dada dan dibagian leher. Adapun barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian selain kendaraan Suzuki Karimun Estilo ,warna kuning
Nopol D 1013 VH juga ditemukan sebuah Hp blackberry dan struk resi pembayaran listrik.

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporam segera mendatangi oleh TKP. Untuk pengusutan lebih lanjut petugas membawa jasad korban ke RSUD Cianjur untuk dilakukan outopsi.

Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti melalui Kasubah Humas Polres Cianjur AKP Achmad Suprijatna mengaku setelah melakukan penyeldikan, akhirnya identitas korban berhasil diketahui "Korban diketahui identitasnya bernama Didi Lukman berusia sekitar 34 tahun warga Jalan KH Hasyim Asyhari Kelurahan Solok Pandan, Kec/Kab Cianjur. Pihak kepolisn terus mendalami untuk mengungkap pelaku kejahatan," tegasnya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Persoalan sejumlah karyawan toko distributor yang mengadukan nasibnya ke Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (LBH-C) berbuntut panjang. Pihak perusahaan toko distributor, CV Victory, dii Jalan Raya Sukabumi, Ciajak, Cianjur, akan melaporkan pegawainya. Tersebut ke pihak Kepolisian, terkait kasus pidana melakukan pencurian.

Sebelumnya, sebanyak 11 dari 20 pegawai toko distributor, yang merasa terintimidasi, mengadu ke LBH-C. Mereka harus mengganti kerugian akibat hilangnya barang-barang di toko tersebut yang diharuskan mencicil dengan jumlah kerugian hingga mencapai Rp200 juta.

Kuasa hukum CV Victory, Shalatuddin. Z, SH membenarkan, jika pihak perusahaan akan melaporkan para pegawainya ke polisi. Rencananya, kata dia, pelaporan terkait kasus pencurian tersebut akan dialkukan pada hari Selasa (2/7).

"Pegawai yang melapor ke LBH-C, pegawai yang terlibat pencurian di tempat mereka bekerja, dengan cara memasukan barang-baran yang lebih mahal dari isi dus yang semestinya, dan menjual barang tersebut ke toko lain. Dan perbuatan mereka ini telah dilakukan berulangkali. Dan pihak perusahaan akan melaporkan perbuatan mereka kepihak berwajib," kata Salat, kemarin.

Terkait kesejahteraan yang minim, karena digajih dibawah Upah Minimum Kerja (UMK), pihaknya pun membantah. Bahkan, kata dia, uapah yang diberikan perusahaan lebih besar dari UMK. "Tidak sesuai UMK itu tidak benar. UMK Cianjur kan sekitar Rp970 ribu, sementara buruh dibayar perbulan sekitar Rp1,5 juta lebih. Tapi karena ini dibayar tiap hari sebesar Rp65 ribu," katanya.

Sedangkan, persoalan ditekan oleh perusahaan, hal itu juga kata dia, tidak benar, karena saat memberikan pernyataan oleh pegawai, tidak dihadiri oleh aparat, tapi hanya oleh pihak perusahaan. "Dan barang-barang seperti motor, surat tanah dan uang, itu bukan penyitaan, tetapi jamainan pegawai, dan itupun diberikan oleh mereka, bahkan sekarang sudah dikembalikan lagi ke mereka (pegawai)," katanya.

Sementara, terkait oknum kejaksaan yang melakukan menyidang para pegawai, kata dia, hal tersebut bersifat membantu. Bahkan, orang kejaksaan bukan atas nama institusi, tetapi pribadi. "Orang kejaksaan hanya membantu mediasi, tidak ada persidangan, dan itu bukan institusi kejaksaan, itu pribadi (pertemanan)," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 11 dari 20 pegawai toko distributor, mengadu ke LBH-C. Mereka harus mengganti kerugian akibat hilangnya barang-barang di toko tersebut yang diharuskan mencicil dengan jumlah kerugian hingga mencapai Rp200 juta.

Informasi yang berhasil dihimpun, tudingan tersebut terjadi saat pegawai yang berjumlah 20 orang mendapatkan surat panggilan untuk mempertanggungjawabkan kehilangan barang-barang kebutuhan pokok (keringan) di toko grosir tersebut. Para pegawai tersebut diharuskan mengganti jumlah kerugian hingga mencapai Rp500 juta.
Dugaan kasus pencurian tersebut, diduga hingga melibatkan aparat penegak hukum. Bahkan, para pegawai sempat disidang hingga diputuskan harus mengganti kerugiannya dengan cara menyicil.

Sebagian besar diantaranya menyanggupi pembayaran dengan cara mencicil. Ada juga pegawai yang dilakukan penyitaan sepeda motor maupun surat-surat tanahnya. Karena merasa tertekan, sebanyak 11 dari 20 orang pegawai mengadukan nasib mereka ke LBH Cianjur [KC-02/rs]***.