CIANJUR, [KC].- Sedikitnya 20 rumah di Kampung Nyelempet Desa Sukasari Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur, Kamis (11/7/2013) malam terendam banjir bandang akibat meluapnya Sungai Cilaku setelah sebelumnya turun hujan deras sejak siang hingga malam. Selain itu, sekitar 6 hektare lahan sawah siap panen juga turut terendam.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, hujan deras yang mengguyur seputaran Cianjur sejak siang hari mengakibatkan sungai Cilaku yang hanya memiliki lebar sekitar 3 meter itu tidak mampu menampung debit air yang diakibatkan curah hujan. Airpun meluap hingga ketinggian mencapai 1 meter.

Tidak ayal lagi, luapan air sungai Cilaku tersebut menerjang beberapa rumah yang ada disputaran bantaran sungai. Warga yang rumahnya terkena luapan air sungai Cilaku tidak sempat menyelamtkan beberapa barang rumah tangganya. Mereka lebih memilih untuk menyelamatkan diri. Namun sekitar pukul 23.00 WIB air tersebut kembali surut dan warga kembali kerumahnya yang kebanjiran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suhara mengatakan, selain merendam sekitar 20 rumah, bencana banjir bandang akibat meluapnya Sungai Cilaku juga merendam hampir 6 hektare lahan sawah siap panen. Hanya saja pihaknya mengaku belum bisa menaksir kerugian yang disebabkan banjir tersebut.

"Langkah yang kita ambil pertama menyelamtkan jiwa terlebih dahulu. Untuk kerugian saat ini masih dalam pendataan termasuk apa saja yang terendam banjir. Hanya saja laporan sementara ada sekitar 20 rumah yang terendam, satu unit motor, sejumlah irigasi rusak, serta sekitar 6 hektare lahan sawah," kata Asep, Jumat (12/7/2013).

Dikatakan Asep, saat terjadi banjir, warga yang tinggal dibantaran sungai Cilaku langsung diungsikan ke tenpat yang lebih aman. Ada yang mengungsi ke famili atau sanak saudaranya, ada juga yang ke rumah tetangganya. "Penanganan yang dilakukan saat ini masih dilakukan pembersihan sisa kotoran lumpur dari setiap rumah yang terendam. Untuk membantu warga petugas kita sebanyak 20 orang kita kerahkan ditambah personel Polsek, Koramil, dan Kecamatan," ujarnya.

Pihaknya mengakui, bencana alam banjir yang terjadi masih sulit untuk dideteksi daerah mana saja yang rawan terjadi banjir bandang. Meski demikian diakui Asep ada beberapa daerah yang selama ini menjadi langganan banjir bandang.

"Pemetaan daerah banjir bandang ini memang sulit untuk dideteksi. Tapi ada saja dua daerah yang menjadi langganan bencana banjir bandang yakni wilayah Kecamatan Sindangbarang dan Kecamatan Cipanas," katanya.

Salah satu penyebeb terjadinya banjir bandang di Cianjur sebut Asep akibat berbagai faktor. Salah satu diantaranya akibat terjadinya sedimentasi karena penumpukan sampah rumah tangga, ada juga yang karena kondisi lingkungan.

"Yang harus diwaspadai setiap kali terjadi curah hujan tinggi, potensi banjir bandang sangat memungkinkan. Kalau wilayah Cipanas lebih dikarenakan penggundulan lahan di daerah hulu. Tapi kalau aliran sungai di wilayah Cianjur lebih disebabkan sedimentasi sampah rumah tangga," terangnya.

Pihaknya juga tidak berani berspekulasi mengenai kondisi cuaca yang terjadi belakangan ini diwilayah Cianjur. Alasannya kondisi cuaca bisa sewaktu-waktu berubah."Wah kalau kita suruh memprediksi cuaca sangat sulit. Saat ini saja yang semestinya kemarau tapi seperti musim hujan. Tapi kami memperkirakan cuaca ekstrim yang terjadi saat ini akan berlangsung hingga akhir tahun," paparnya [KC-02]**.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.