October 2013
no image
CIANJUR, [KC].- Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI Sjarifuddin Hasan naik Reog Ponorogo pada Helaran Seni dan Budaya Tahun 2013 dalam rangka Hari Jadi Cianjur ke 336 yang dilaksanakan, Rabu (30/10). Tidak hanya Sjarif, Wakil Bupati Cianjur Suranto, dan Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti juga merasakan keperkasaan pemain Reog Ponorogo.

Berdasarkan pantauan, Helaran Seni dan Budaya Tahun 2013 yang digelar sekaligus memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Barat yang ke 68 itu disaksikan ribuan masyarakat Cianjur. Sepanjang jalan protokol, ribuan warga berdesak-desakan ingin menyaksikan berbagai jenis helaran seni yang ada dari wilayah Cianjur.

Ribuan masyarakat yang hadir tampak memadati sepanjang jalan yang dilalui oleh peserta helaran. Helaran Seni dan Budaya tahun 2013 itu sendiri menempuh jarak sejauh 4 KM dimulai dari Jalan K.H. Abdullah bin Nuh dilanjutkan ke jalan Ir. H. Juanda dilanjutkan Jalan Taifur Yusuf lalu ke jalan Suroso lanjut ke jalan Mangunsarkoro lanjut ke jalan Adi Sucipta dan berakhir di jalan Siliwangi tepatnya di depan pintu gerbang belakang Pemkab Cianjur.

Rombongan peserta helaran di pimpin langsung oleh Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh bersama Menteri Koperasi dan UKM RI Sjarifuddin Hasan beserta istri dengan mengendarai kereta kencana.

Ketua Panitia Helaran Seni dan Budaya, Sudrajat Laksana mengatakan, pada kegiatan kali ini diikuti oleh kesenian daerah dari 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur, 6 perwakilan etnis yakni dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Banten, Jawa, Padang, Batak, Tionghoa. "Untuk yang dari etnis mereka membawa kesenian daerahnya masing-masing," kata Sudrajat saat ditemui disela kegiatan.

Dikatakan Sudrajat, digelarnya helaran seni dan budaya ini lebih menitik beratkan keterlibatan masyarakat banyak dengan menampilkan kesenian daerah. "Inilah bedanya, kalau sebelumnya kita selalu menitik beratkan keterlibatan masyarakat banyak yang mewakili ulama, masyarakat, pemuda dan petani, guru, sehingga terlihat banyak. Saat ini lebih beragam sajian. Adapun etnis diajak ingin penegasan bahawa Cianjur sudah hiterogin. Bukan hanya lokal, tapi sudah ada orang Batak, Jawa dan lainya sudah menyatu. Kita ingin identitas mereka tidak hilang, yang kita harapkan ada akulturasi pertukaran budaya," tegasnya.

Pihaknya ingin, kedepan ada panggung khusus untuk menambilkan seni dan budaya bagi warga etnis yang menjadi warga Cianjur. "Ini salah satu bentuk melestarikan budaya. Dengan demikian akan lahirnya definisi baru bahwa orang Cianjur bukan hanya lahir di Cianjur tapi mereka warga Cianjur asalnya darimana saja, tapi mencintai Cianjur. Percuma orang Cianjur tapi merusak Cianjur," kata Sudrajat.

Reog Ponorogo Jadi Perhatian
Dari perhelatan penampilan berbagai seni dan budaya, rupanya Reog Ponorogo menjadi magnet yang menarik bagi ribuan masyarakat Cianjur. Mereka baru bisa menyaksikan secara langsung penampilan seni reog yang pernah di klem Malaysia itu.

"Saya penasaran ingin lihat seni Reog Ponorogo yang sempat diklem oleh negara Malaysia itu. Memang luar biasa, orang bisa memainkan beban dengan berat diatas 60 kilogram, itu tidak sembarangan. Tidak hanya itu Reog Ponorogo benar-benar mengagumkan, pantas saja Malaysia ingin mencaploknya," kata Yuda Permana (30) warga Cianjur [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Forum Pengurus Karangtaruna (FPKT), Kabupaten Cianjur melaksanakan pengobatan gratis di Kampung Rarahan Desa Cimacan Kecamatan Cipanas Kab. Cianjur, Rabu (30/10/13). Pengobatan gratis dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda.

Ketua FPKT Kab Cianjur, H Irvan Rivano Muchtar mengatakan, masyarakat yang mengikuti pengobatan gratis terbilang sangat antusias. Setidaknya sekitar 500 orang ikut dalam kesempatan yang jarang terjadi itu. "Mereka berasal dari wilayah Kecamatan Cipanas, Pacet, Sukaresmi," katanya.

Dikatakan Irvan, dalam pelaksanaan pengobatan gratis, FPKT Kab Cianjur, menggandeng FPKT Kecamatan Cipanas dan FPKT Desa Cimacan. "Karena teknis di lapangan adalah pengurus karangtaruna di tingkat kecamatan dan desa," ujarnya.

Pengobatan gratis tersebut melibatkan 4 dokter,10 perawat, dan apoteker. "Para petugas medis itu bertugas untuk memberikan pelayanan pengobatan kepada masyarakat Cianjur wilayah utara," paparnya.

Sementara itu, Ketua FPKT Kecamatan Cipanas, Dadan memaparkan, kegiatan ini disambut antusias warga di tiga kecamatan. Mereka berdatangan memeriksa kesehatannya."Ada yang datang untuk mengobati penyakit, ada juga yang membawa anak-anaknya untuk periksa," tegasnya.

Dia menilai, acara tersebut sangat bagus. Diharapkan dilaksanakan berkesinambungan. "Masyarakat periksa tanpa dipungut biaya apapun," katanya.

Terpisah, Tim Suka Rela Kesehatan (TSR), dr. Dendi memaparkan, warga yang memeriksa kesehatan, kebanyakan memiliki riwayat penyakit, seperti hipertensi atau darah tinggi, asam urat, asma dan lainnya. "Dari tim medis sendiri memberikan obat kepada pasien sesuai dengan diagnosa atau penyakit yang diderita," tuturnya.

Dia menghimbau kepada warga jika tidak ingin penyakit menyerang, maka harus dibiasakan pola makan yang sehat, dan biasakan olah raga seminggu sekali. "Kalau hal itu rutin dilaksanakan, Insa Allah penyakit tidak akan pernah datang kepada diri kita," imbuhnya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Kebakaran yang meluluhlantakkan lima bangunan rumah bedeng di Kampung Tugaran RT 03/RW 12 Desa Sindanglaya (Legok Cisarua) Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Selasa (29/10) merenggut nyawa pasangan suami istri (Pasutri). Kedua korban terpanggang saat rumah yang dihuninya terbakar.

Kedua korban yang meninggal teridentifikasi bernama Josen (45) dan Lilis alias Imas (35). Belum diketahui pasti penyebab terjadinya kebakaran, namun dugaan kuat berasal dari arus pendek listrik.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB itu diketahui pertama dari salah satu rumah warga. Api dengan cepat membesar dan menyambar kebangunan lainya yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar.

Warga yang mengetahui adanya kebakaran berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Hembusan angin kencang membuat kobaran api semakin membesar dan menjalar kebangunan lainnya. Api baru bisa dipadamkan setelah mobil pemadam kebakaran tiba dan petugas dibantu warga berupaya melokalisir kobaran api agar tidak menjalar kebangunan lainya.

Saat api mulai padam dari puing kebakaran didapati dua korban. Korban diduga dalam kondisi tidur saat terjadi kebakaran. Kedua jasad korban langsung di evakuasi oleh Kepolisian di bantu TNI dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Cianjur.

Kapolsek Pacet AKP Bobby Indra Purwanagara, mengerahkan anggotanya untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab terjadinya kebakaran.

Menurut Syarifah (40), salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, ketika terjadi kebakaran sempat terdengar teriakan dari dalam salah satu rumah yang ambruk terbakar.

"Secara samar, saya sempat mendengar teriakan minta tolong dari dalam salah satu rumah, tapi api sangat cepat membesar karena rumah yang terbakar terbuat dari kayu. Sehingga sulit untuk memberikan pertolongan," ujar Syarifah.

Saat ini polisi masih menyelidiki dan memeriksa penyebab sumber api. Polisi juga sedang memintai keterangan dari beberapa warga di lokasi kejadian yang diduga mengetahui terjadinya kebakaran [KC-02]***.
Aksi Jalan Engrang Cianjur - KPK
CIANJUR(KC),-  Aksi  unjuk rasa dengan jalan engrang yang dilakukan oleh aktivis anti korupsi Cianjur  untuk mendorong penuntasan korupsi yang diduga melibatkan petinggi cianjur dan merugikan negara,   Aksi nekat ini dilakukan seorang aktivis anti korupsi asal Kabupaten Cianjur, Selasa (29/10). Aktivis sekaligus budayawan yang bernama Asep Toha ini berjalan menggunakan enggrang menuju kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Aksi itu menyusul kegiatan yang dilakukan 15 pemuda aktivis anti korupsi asal Kabupaten Cianjur sebelumnya. Ke-15 pemuda itu berjalan kaki ke kantor KPK pada 21 Oktober 2013.



Menurut Asep Toha, aksi ini dilakukan Sebagai bentuk tekanan kami kepada pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagai simbol lambatnya penanganan kasus korupsi Cianjur oleh pihak Kejati Jabar dan begitu beratnya penegakkan hukum di Cianjur, sehingga KPK terkesan enggan untuk memproses kasus korupsi di Cianjur.

Selain itu dalam pers releasenya yang diunggah di jejaring sosial facebook, pihaknya melihat dalam proses penanganan kasus tersebut, pada tanggal 14 Pebruari 2012, Pihak Kejati Jabar sempat mengeluarkan Surat Nomor R-279/0.2.1/02/2012, perihal Laporan Hasil Pemaparan/ekpose Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Anggaran Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur Tahun 2007 s.d 2010. Dalam kesimpulannya menyebutkan, Bupati telah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai tersangka namun perlu pendalaman penguatan alat bukti dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Tetapi, sampai persidangan berakhir, Bupati Cianjur sama sekali tidak tersentuh hukum, baik sebagai saksi apalagi penetapan sebagai tersangka.

Pihak Kejati sebenarnya tidak harus melakukan pendalaman, penguatan alat bukti, atau pemeriksaan terhadap saksi lagi untuk menetapkan Bupati Cianjur sebagai tersangka, sebab dalam proses persidangan atas Edi Iryana dan Herri Kkaeruman sudah terbuka dengan jelas, bagaimana kasus posisi dari Bupati Cianjur tersebut. Misalnya, ketika di persidangan, Rachman Firdaus selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaannya menyebutkan, Edi Iryana dan Heri Khairuman telah melakukan tindak pidana korupsi APBD Kabupaten Cianjur Tahun 2007 sampai 2010. Hasil korupsi tersebut diserahkan kepada Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh, Rp 188.000.000,00 (seratus delapan puluh delapan juta rupiah) per bulan.

Disamping itu, pada tanggal 03 Desember 2012, Badan Pemeriksa Keuagan Republik Indonesia (BPK-RI) mengeluarkan Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara atas Penyalahgunaan Anggaran Belanja Kegitan Kepala Daerah (KDH) dan Wakil Kepala Daerah (WKDH), pada Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur Tahun Anggaran 2007/2010.

Kesimpulan hasil pemeriksaan tersebut menyatakan, berdasarkan perhitungan terhadap bukti dokumen dan informasi yang berkaitan dengan kerugian negara atas penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur tahun anggaran 2007 – 2010, dapat disimpulkan terdapat indikasi kerugian negara sebesar Rp. 6.094.423.252,00.

Namun sampai persidangan berakhir yaitu pada 07 Pebruari 2012, Pengadilan Tipikor Bandung sama sekali tidak menyentuh Bupati Cianjur. Hingga akhirnya, Hakim Ketua dalam persidangan tersebut yaitu Setyabudi Tedjocahyono ditangkap oleh KPK pada 22 Maret 2013.

Sejatinya, paska kasus ini selesai disidangkan, pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Barat melanjutkannya dengan menetapkan Bupati Cianjur sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Namun, hingga sekarang pihak Kejati Jabar masih saja berkutat pada pendalaman kasus tersebut. Hal inilah yang membuat masyarakat menilai bahwa proses kasus ini mandeg, oleh karena itu, kami menuntut KPK agar segera mengambil alih kasus tersebut dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.(KC.01)**
no image
CIANJUR, [KC].- Pembangunan infrastruktur di Kab. Cianjur hingga saat ini belum bisa berjalan maksimal. Salah satu penyebabnya adalah terbatasnya anggaran yang dimiliki. Sehingga pembangunan infrastruktur masih jalan ditempat.

Asisten Daerah (Asda) IV Bidang Keuangan dan Pendayagunaan Aparatur Setda Cianjur Yono Ernawan mengatakan, masih terbatasnya anggaran untuk pembangunan infrastruktur tidak terlepas karena anggaran belanja masih tinggi.

"Kalau melihat APBD Cianjur itu mencapai 2,1 Trilyun, tapi prosentase untuk pembangunan dengan belanja pegawai tidak berimbang. Sekitar 60 persern APBD itu untuk belanja pegawai seperti membayar gaji. Sisanya untuk pembangunan," kata Yono saat ditemui pada kegiatan Bintek Pengembangan Inovasi Tekhnologi Tepat Guna Bidang Energi Kab. Cianjur di Cipanas, Selasa (29/10).

Dikatakan Yono, untuk belanja pegawai mayoritas didominasi untuk membayar gaji guru sekitar 11 ribu pegawai, sisanya pegawai lainya. "Untuk jalan itu seharusnya buat biaya pemeliharaan saja itu minimal harus ada Rp 60 milyar yang ada saat ini setengahnya sekitar 38 milyar, itupun dibagi bagi untuk jalan kabupaten dan desa," katanya.

Minimnya anggaran infrastruktur berpengaruh luas terhadap berbagai sektor. Kabupaten Cianjur yang berupaya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti listrik, air dan jalan saat ini belum bisa berjalan maksimal.

"Cianjur itu diarahkan pembangunan untuk pertanian agribisnis.
Layanan dasar pemerintah itu listrik, air dan jalan. Hanya faktanya ternyata banyak kebutuhan diluar itu sehigga dominasinya mengalahkan kebutuhan dasar," katanya.

Salah satu faktor yang menyebabkan diantaran faktor politik, perkembangan ekonomi dan dan pertumbuhan penduduk tinggi. "Untuk pertumbuhan penduduk Cianjur masih aman dalam pertumbuhan penduduk mencapai 1,02 persen. Tentu ini akan berpengaruh pada hal lainya khususnya pendidikan," tegas Yono.

Diakui Yono, dampak infrastruktur yang kurang memadai juga secara tidak langsung berimbas pada faktor ekonomi. Untuk mendongkrak ekonomi, tidaklah mudah bahkan terbilang sulit.

"Ini memang kenyataanya saat ini. Ekonomi menjadi faktor tersulit. Indikator di Jawa Barat tingkat ekonomi Kab. Cianjur paling rendah. Demikian juga kesehatan. Karenna angka kematian ibu dan bayi juga masih tinggi. Intervensi pemerintah sudah banyak tapi belum signifikan," katanya [KC-02]***.
no image
CIANJUR [KC],- JANGAN sampai kita memperingati peringatan hari sumpah pemuda hanya rutinitas, sehingga kehilangan makna. Kita harus memaknai kembali sesuai dengan semangat sekarang tanpa kehilangan nilai-nilai dari sumpah pemuda itu sendiri.

Demikian ditegaskan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh dalam puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-85 Tahun 2013, tingkat Kab. Cianjur Senin (28/10/13). Peran dan partisipasi pemuda dalam pembangunan nasional merupakan hal yang nyata, dengan berbagai potensi, bakat kemampuan dan keterampilan sekaligus dengan semangat dan idealisme yang kental, keterlibatan dan peran serta pemuda dalam pembangunan nasional senantiasa memberikan warna yang khas bagi pertumbuhan dan kemajuan bangsa.   

"Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-85 tahun 2013, kiranya spirit sumpah pemuda 1928 tetap mengilhami kita semua dalam tugas-tugas pengabdian kepada bangsa dan negara," tegasnya. 

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya, yaitu sebuah tanda penghargaan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah berbakti selama 10, 20 atau 30 tahun lebih secara terus menerus dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetian dan pengabdian sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lainnya. Penghargaan tersebut diberikan kepada 193 orang PNS di lingkungan Pemkab Cianjur [KC-02]***.
no image
SUMPAH pemuda adalah salah satu tonggak sejarah yang penting bagi bangsa Indonesia, khususnya warga Cianjur. Seperti kita telah ketahui, ada tiga butir penting sumpah pemuda, yaitu bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu. “Tiga hal ini merupakan faktor penting bagi negara kita,” kata Ketua Forum Pengurus Karangtaruna (FPKT) Kabupaten Cianjur, H Irvan Rivano Muchtar.

Dikatakan Irvan, adanya sumpah pemuda merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu. Kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli.

Tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945. “Sebagai generasi mendatang, kita harus mengisi sumpah pemuda ini dengan kegiatan hal-hal positif dan berkiprah di berbagai bidang,” papar Irvan yang juga Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Demorkat nomor urut 7.

Sebagai Ketua FPKT Kab Cianjur, pihaknya menghimbau kepada para pemuda agar terus semangat dalam hal persatuan. Yaitu, mengisi kemerdekaan dengan hal positif yang berguna bagi nusa dan bangsa. “Kita harus menciptakan semua itu, demi kemajuan Cianjur,” imbuhnya [KC-02/dn]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Gejala alam seperti halnya gempa bumi merupakan pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang disebabkan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa Bumi akan terjadi.

Demikian salah satu bagian dari sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dan Peningkatan katahanan masyarakat di Jawa Barat yang dilaksanakan Internasional Organization for Migration (IOM) wilayah Jawa Barat. Organisasi tersebut tengah menjalankan program di tujuh kabupaten selama dua tahun sejak Mei 2012 hinga Mei 2014.

Program yang didanai Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) dan bekerjasama dengan BNPB serta BPBD adalah wujud kontribusi IOM untuk mengurangi kerentanan dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana alam khususnya di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Agus perwakilan IOM wilayah Jawa Barat menjelaskan, salah satu programnya dalam mengadakan sosialisasi pengurangan risiko bencana diantaranya berupa gelar cerdas cermat untuk tingkat sekolah menengah pertama se-Kecamatan Cianjur dan Ular Tangga. Kegiatan Siaga bencana ini digelar dilingkungan parkir Pendopo Pemkab Cianjur sekaligus dalam rangka peringatan Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional 2013 dan Hari Anak Nasional 2013.

Dalam kegiatan perlombaan Ular Tangga dengan mensosialisasikan Sekolah Siaga Bencana (SSB) mengambil tema, "Pengurangan Risiko Bencana (PRB) , Investasi Ketangguhan Bangsa". "Melalaui kegiatan ini diharapkan para siswa/i yang mengikuti perlombaan mampu menyerap ilmu tentang berbagai gejala serta antisipasi adanya bencana alam dan kebakaran yang terjadi di sekitar lingkungan mereka sendiri," kata Agus..

Perlombaan cerdas cermat tingkat sekolah menengah pertama se-Kecamatan Cianjur diikuti oleh 8 sekolah. Demi suksesnya kegiatan, IOM bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan PMI Cianjur. Mereka memberikan konsep pengetahuan untuk para peserta lomba. Pertanyaan dari juri yang harus dijawab seputar bencana alam serta proses antisipasi juga cara-cara tanggap darurat yang harus diikuti.

Seorang siswa, Sauki dan Anugrah kelas 6 siswa SDN 2 Salakopi yang mengikuti perlombaan Ular Tangga Sekolah Siaga Bencana sangat senang adanya kegiatan tersebut. Disamping senang dan menambah ilmu pengetahuan tentang apa itu bencana alam, gejala yang akan dimulai serta simulasi tentang apa yang pertama kali harus dilakukan oleh semua siwa yang mengikuti. Begitu halnya, Eka, tim pendamping sekaligus wali kelas. Bermain sambil belajar terhadap kepekaan para siswa terhadap bencana alam. Sekalipun waktu yang diselenggarakan hanya sebentar.

Wulan bersama Ismail anggota PMI Cianjur relawan, lakukan simulisasi dan sosialisasi siaga bencana dengan membentangkan gambar dengan pola siaga bencana yang didalamnya disusun beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh para siswa sampai pada penyelesaian yang harus dilakukan oleh enam sekolah dasar se-Kecamatan Cianjur.

Adapun para juara perlombaan cerdas cermat tingkat sekolah menengah pertama, untuk juara pertama diraih oleh SMPN 2 Cianjur, juara kedua SMPN 1 Cilaku dan juara ketiga diraih oleh SMPN 3 Cianjur. Untuk juara perlombaan Ular Tangga Siaga Bencana , juara pertama diraih oleh SDN Ibu Dewi 4, juara kedua SDN Sayang 3 dan untuk juara ketga direbut oleh SDN Ibu Dewi 2. Mereka masing mendapatkan piala dan hadiah lainnya yang sangat menarik [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Sedikitnya 400 warga dari berbagai tempat tumpah ruah mengerubungi sungai Cimenteng di Kampung Cimenteng Girang Kelurahan Muka Kec/Kab. Cianjur, Minggu (27/10)Kehadiran warga tersebut tidak lain untuk mancing bareng yang diselenggarakan Dulur Banteng Wulung Cianjur (DBWC) bekerja sama dengan pemuda setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kab. Cianjur, Saep Lukman beserta rombongan. Saep datang diundang warga untuk membuka kegiatan Cinta Sungai sebagai rangkaian peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober yang diselenggarakan DBWC.

Pengurus DBWC , Iin Ibrahim, mengatakan, kegiatan mancing bareng di sungai Cimenteng ini cukup mendapat sambutan dari warga. Terlebih sebelum acara mancing bareng warga bergotong royong membersihkan sungai tersebut dari sampah.

"Ini sebagai wujud keberpihakan kami untuk lingkungan, sehingga sungai tidak kumuh dan tidak kotor bahkan bisa ditanami ikan yg bermanfaat untuk peningkatan kebutuhan lauk pauk warga," kata Iin Ibrahim.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kab Cianjur, Saep Lukman mengatakan pihaknya menyambut positif partisipasi warga Cimenteng dalam perbaikan dan kebersihan sungai dan lingkungannya. "Kegiatan ini harus diteruskan dan ditingkatkan, ini benar-benar sangat bermanfaat, " kata Saep disambut tepuk tangan warga.

Disebutkan Saep, pihaknya senantiasa mendorong kegiatan pro-lingkungan bersih yang dicontohkan warga Cimenteng tersebut. "Sungai adalah kehidupan dan tempat kita mendapatkan kehidupan yang baik dan nyaman, tanpa sungai yang bersih kita tak akan memiliki kehidupan yang lebih baik, untuk itu gerakan cinta sungai ini harus terus dikampanyekan," kata Saep yang juga Calon Anggota DPRD Provinsi Jabar dari PDI Perjuangan ini [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Sejumlah jabatan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) diwilayah hukum Polres Cianjur, Sabtu (26/10) mengalami rotasi. Bahkan jabatan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) juga tak luput dari rotasi yang merupakan upaya penyegaran dijajaran kepolisian.

Serah Terimakan jabatan Para Kapolsek dan Kasat lantas tersebut mengacu pada Surat Keputusan Kapolda Jawa Barat No. 966 tanggal 16 oktober 2013. Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti bertindak sebagai Inspektur upacara, menyerah terimakan jabatan para Kapolsek dan Kasatlantas aula Mapolres Cianjur Jalan KH. Abdullah bin Nuh.

Para Kapolsek yang terkena mutasi masing-masing Kapolsek Cibeber, Kapolsek Cugenang, Kapolsek Cikalongkulon, Kapolsek Bojongpicung dan Kasatlantas Polres Cianjur. Berdasarkan srin Kapolres Cianjur Nomor: Sprin/802/X/2013 tanggal 14 Oktober 2013 dan Sprin Kapolres Cianjur Nomor: Sprin/831/X/2013 tanggal 24 Oktober 2013, para pejabat yang melakukan serah terima jabatan antara lain Kapolsek Cibeber dari Kompol Asri H. Jaman Harahap kepada AKP Pardianto, Kapolsek Cikalongkulon yang semula dijabat AKP Pardianto diserahterimakan kepada AKP Kusmayadi.

Selain jabatan Kapolsek Cugenang yang semula diemban Kompol Amin B Arfan, diserahkan kepada AKP Undang Hasanudin. Kapolsek Bojongpicung yang semula dijabat AKP Undang Hasanudin diserahkan kepada AKP Ajat Sudrajat.

Sementara jabatan Kasatlantas Polres Cianjur yang semula dijabat AKP Irwandi, diserahterimakan kepada AKP Sy Zaenal Abidin. "Mutasi dan rotasi dijajaran kepolisian merupakan hal yang biasa dan sebagai upaya penyegaran demi peningkatan pelayanan masyarakat," kata Kapolres [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Plt Sekretaris Daerah Kab. Cianjur H. Oting Zaenal Mutaqin, membuka Worshop Jurnalistik Tingkat Pelajar SMA/SMK dan MA Se Kabupaten Cianjur Tahun 2013, Jum’at (25/10/13), di Gedung PGRI Cianjur. Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kab. Cianjur, Cecep S Alamsyah, dan beberapa undangan lainnya.

Dalam amanatnya, Oting yang mewakili bupati Cianjur mengatakan bahwa jurnalistik atau media massa merupakan bagian penting dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Pentingya peranan media massa saat ini, dibuktikan dengan telah dibukanya keran kebebasan pers, sehingga pers menjadi lembaga yang memiliki kebebasan paling maju.

Kebebasan pers di era transparansi lanjut Oting, dimaknai sebagai kebebasan yang bertanggungjawab serta tidak merugikan pihak lain. "Selain itu, dengan terbukanya kebebasan pers saat ini, pers sebagai agen perubahan, berpotensi untuk mengembangkan kesadaran masyarakat dan menjadi kekuatan serta pilar bangsa yang benar-benar tangguh dan mampu mendorong terciptanya suasana yang kondusif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," kata Oting.

Oting mengharapkan melalui workshop jurnalistik tingkat pelajar SMA/SMK dan MA se Kabupaten Cianjur Tahun 2013 ini, dapat menumbuhkembangkan minat dan bakat pelajar dan mahasiswa dalam dunia jurnalistik serta dapat membentuk karakter pelajar dan mashasiswa dalam menyikapi berbagai permasalahan.

Sementara itu Ketua Panitia Kegiatan Firman Taqur melaporkan maksud dan tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan gambaran kepada para peserta pelatihan jurnalistik apa dan bagaimana jurnalistik itu. Adapun peserta pelatihan sebanyak 50 orang peserta dari 10 sekolah SMA/SMK dan MA dari berbagai sekolah di Kabupaten Cianjur [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur, mengaku telah memberikan teguran kepada oknum petugas satuan pengamanan (Satpam) di ruang Delima RSUD Cianjur terkait tindakannya yang membentak seorang pasien saat merintih menahan sakit hingga menyebabkan pasien tersebut trauma.

Humas RSUD Cianjur, Dicky Wangsa mengaku, oknum petugas satpam tersebut yang berinisial YT telah dipanggil pihak RSUD Cianjur dan diberikan teguran. Selain itu, dia (YT) juga diberikan peringatan dan diberikan pembinaan.

“Kami dari RSUD sudah melakukan teguran kepada satpam tersebut, dan diberikan pengarahan mengenai tugas dan fungsinya sebagai petugas keamanan, khususnya di RSUD Cianjur,” ujar Dicky.

Selain itu, lanjut Dicky, pihak RSUD Cianjur juga berencana akan mengunjungi pasien yang merasa tersinggung dengan petugas satpam di RSUD Cianjur. “Dari kami (RSUD) akan berkoordinasi untuk kemungkinan mengunjungi pasien. Dan bila perlu, kami akan meminta permohonan maaf,” ungkapnya.
           
Sementara itu, keluarga pasien Ima Rahmani (23), pasien ruang Delima RSUD Cianjur, yang dibentak oknum satpam, Aang Arif Rahman (35), mengaku, tidak puas dengan apa yang telah dilakukan pihak RSUD Cianjur terhadap petugas yang telah melecehkan kerabatnya.
           
“Seharusnya pihak RSUD Cianjur jangan hanya menegur dan memberikan arahan saja, lebih baik di keluarkan saja. Karena, kejadian tersebut bukan hanya ke satu orang, ini sudah sering terjadi yang dilakukan oleh petugas satpam tersebut,” tegasnya.
           
Sebelumnya, gara-gara merintih kesakitan, Ima Rahmani, pasien ruang Delima RSUD Cianjur dibentak-bentak petugas satpam rumah sakit tersebut. Akibatnya, pasien mengalami trauma berat. Warga Kampung Kebon Jambu, Kelurahan Bojong Herang, Kecamatan/ Kabupaten Cianjur, itu menderita maag dan tengah dirawat di ruang Delima.

Karena sakit nyeri, Ima merintih kesakitan. Sang suami, Nawawi (28) tengah berada di luar ruangan, karena tidak bisa ditemani siapapun, sehingga Ima terus merintih dan memanggil-manggil suaminya. Mendengar itu, oknum petugas satpam berinisial YT mendatangi ruangan dan langsung membentak pasien [KC-02/rs]***.
CIANJUR, [KC].- Sebanyak 170 peserta perwakilan dari berbagai organisasi masa, aparat ditingkat desa hingga kecamatan mengikuti kegiatan sosialisasi nilai-nilai Perjuangan di Kabupaten Cianjur di Cipanas, Kamis (17/10). Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah nara sumber diantaranya Drs. H. Kasmiri, MM ( Widiaswara), Drs. H. Sudrajat Laksana M.I. Com ( Asda I) dan Prof. Dr. H. Dwidja Priyatno, SH., M.H., Sp.N (Rektor Universitas Surya Kancana Cianjur).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Tom Dani Gardiat mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan pihaknya tersebut juga merupakan salah satu bentuk dalam meningkatkan wawasan kebangsaan. Pesertanyapun juga bervaritif ada dari aparat kecamatan, Sekretaris Desa, Kaur Kesra Desa dan Perwakilan Organisasi.

"Kita mengambil tema kegiatan, Meningkatkan Kehidupan Beretika Moral dan Sauri Tauladan Untuk Ketahanan Nasional. Kegiatan ini kita maksudkan untuk mengingat kembali jasa-jasa para kusuma bangsa dalam membela dan memperjuangkan  Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk ditiru dan di teladani sekaligus di imflementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Tom yang juga menjadi Ketua Panitia dalam kegiatan tersebut.

Dikatakan Tom, kegiatan sosialisasi itu diharapkan juga dapat memberikan penyegaran bagi aparat Desa dan perangkat Kecamatan Se Kab. Cianjur. "Kita harapkan kegiatan yang kita lakukan ini bisa bermanfaat. Khususnya pagi para peserta dan bisa disampaikan kembali kepada masyarakat luas agar bisa selalu mengingat dan menghargai jasa-jasa pendahulu kita," tegasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur Oting Zaenal Mutaqin yang hadir dalam kegiatan sosialisasi itu mengungkapkan, pihaknya menyambut baik kegiatan sosialisasi nilai-nilai perjuangan sebagai upaya menyatukan pandangan dan pemahaman secara global dan dapat dilaksanakan secara lokal.

"Melalui sosialisasi dapat tertanam semangat perjuangan untuk menjaga kedaulatan bangsa dan negara Republik Indonesia, sehingga perjuangan mengisi kemerdekaan dapat tetap berlangsung secara berkesinambungan oleh generasi berikutnya," kata Oting.

Setiap bangsa di dunia lanjut Oting, mempunyai dasar atau landasan, kekuatan dan motivasi bagi perjuangannya, yang berupa jiwa, semangat dan nilai-nilai untuk mencapai cita-cita nasionalnya. Begitu juga bangsa Indonesia telah memiliki jiwa semangat dan nilai-nilai kejuangan bangsa Indonesia.

"Jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan bangsa Indonesia tidak lahir seketika, tetapi merupakan proses perkembangan sejarah dari zaman  ke zaman dan baru tercapai titik kulminasinya pada tahun 1945. Nilai-nilai itu disepakati sebagai dasar, landasan, kekuatan dan daya dorong bagi para pendiri Republik Indonesia," tegasnya.

Derasnya arus informasi di era global, kata Oting, telah membawa pengaruh terhadap pola pandang dan pola pikir masyarakat terutama dikalangan generasi muda yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan, yakni kecenderungan menurunnya nasionalisme dan rasa Cinta terhadap tanah air. "Melalui kegiatan seperti ini dapat mensosialisasikan wawasan kebangsaan dan semangat perjuangan kepada masyarakat secara terus menerus, terutama kepada para generasi muda agar bangkit menjadi pejuang-pejuang baru yang handal dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan," katanya [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Ribuan umat muslim di Wilayah Cianjur kota dan sekitarnya melaksanakan shalat Idul Adha di masjid Agung Cianjur di Jalan Siti Jenab, Selasa (15/10). Bahkan ribuan jemaah tersebut terpaksa menunaikan shalat Idul Adha hingga disepanjang jalan Siti Jenab dan halaman parkir Masjid Agung Cianjur akibat masjid tidak muat menampung banyaknya jamaah.

Turut bergabung dengan ribuan umat islam Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh dan Menteri Koperasi dan UKM RI, Syariefudin Hasan. Bertindak sebagai imam pada shalat Idul Adha tersebut adalah KH.R.Abdul Rauf. Sedangkan bertindak sebagai khotib KH. Mahfudin Fasya. 

Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh mengatakan, momentum Idul Adha hendaknya dijadikan cermin, dengan senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, yang dipresentasikan ke dalam bentuk qurban. "Melalui Idul Adha kita dilatih untuk mempertebal rasa kemanusiaan, mengasah kepekaan terhadap masalah-masalah sosial dan mengajarkan sikap saling menyayangi terhadap sesama," kata bupati.

Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM RI, H. Syariefudin Hasan, mengungkapkan ibadah kurban merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW sekaligus wujud rasa empati kepada kaum dhuafa dan fakir miskin. "Mudah-mudahan dengan ibadah berkurban ini hubungan antara sesama umat islam akan semakin dekat begitupun juga kepada Allah SWT," kata Syariefudin.

Ketua Panitia Hari Besar Islam, H. Ahmad Yani, melaporkan hewan kurban yang terkumpul pada panitia tingkat kabupaten terdiri dari 1 ekor sapi dari Menteri Koperasi dan UKM RI, 5 ekor sapi dan 15 ekor domba atas nama Pemkab Cianjur, dari keluarga H. Budi Prasetio dan Ibu Hj. Dwi Ambar WS 1 ekor sapi, dari Kapolres Cianjur 3 ekor domba, dari Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Cianjur 2 ekor domba.

"Nantinya hewan kurban tersebut akan disembelih dan dagingnya akan dibagikan kepada kaum dhuafa yang ada disekitar Cianjur. Mudah-mudahan daging kurban ini bisa bermanfaat dan semakin menambah keimanan dan ketaqwan kita bersama," katanya [KC-02]**.



no image
CIANJUR, [KC].- Setelah menjalani perawatan beberapa hari di Mekah Arab Saudi, Kardi Wahidin Darmo (74) seorang jamaah haji asal Kampung Margaluyu Kelurahan Muka Kec/Kab. Cianjur meninggal dunia. Jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 07 itu didagnosa sakit stroke oleh dokter yang merawatnya.

Kepala Seksi (Kasi) Urusan Haji dan Umroh Kementerian Agama Cianjur Hipni didampingi pelaksananya Mamat mengatakan, jamaah haji yang memiliki paspor nomor A.5672458 dilaporkan wafat pada tanggal 7 Oktober 2013 sekitar pukul 18.45 waktu Arab Saudi.

"Kita mendapatkan kabar saat ini almarhum sedang kritis dan dirawat di rumah sakit Zahir di Mekah Arab Saudi. Beberapa hari kemudian kita menerima kabar duka kalau almarhum akhirnya meninggal," kata Hipni, Jum'at (11/10).

Dikatakan Hipni, almarhum sempat dirawat selama tiga hari di rumah sakit Zahir. Kondisinya yang terus melemah akhirnya almarhum meninggal dunia. "Sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Mungkin karena kondisinya sudah tua dan Allah berkehendak lain, almarhum tidak tertolong," katanya.

Sebelum berangkat untuk menunaikan ibadah haji, almarhum memiliki riwayat sakit stroke. Almarhum berangkat setelah tim dokter merekomendasikan bisa berangkat. "Memang ada riwayat sakit stroke, tapi dalam pemeriksaan kesehatan dokter menganggap tidak ada masalah dengan kesehatannya, sehingga bisa berangkat," tegasnya.

Meninggalnya seorang jamaah haji Kardi Wahidin Darmo (74) mengurangi jamaah haji asal Kabupaten Cianjur. Pada musim haji tahun 2013 ini Kab. Cianjur memberangkatkan 1.436 jamaah haji. Jamaah haji tertua yang turut dalam rombongan berusia sekitar 83 tahun. "Almarhum Kardi merupakan jamaah yang tua, tapi yang tertua berusia 83 tahun," katanya.

PIhaknya berharap, para jamaah haji asal Kab. Cianjur bisa melaksanakan ibadah haji sebagaimana yang diharapkan. Mereka bisa kembali ke keluarga seperti saat berangkat. "Kloter 07 yang pertama dijadwalkan akan pulang ke Cianjur pada tanggal 23 Oktober 2013, semoga semuanya bisa kembali dalam kondisi yang baik sebagaimana saat berangkat," tegasnya [KC-02]**.
no image
CIANJUR [KC].- Para aktivis Cianjur yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Cianjur (GMC) kembali menyambangi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di Jl. RE. Martadinata No.54, Bandung Rabu (09/10/2013). Kedatangan GMC ke Kajati Jabar tidak lain untuk menyampaikan surat yang ditujukan Kejati Jabar tentang permohonan tindak lanjut kasus dugaan korupsi remuneurasi gate RSUD Cianjur.

Koordinator GMC Kab. Cianjur, Andi Syarif Hidayatulloh mengatakan, berdasarkan peraturan pemerintah nomor 23 tahun 2005 tentang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 61 tahun 2007 tentang pendoman teknis pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah (BLUD), diperbolehkan menerima remuneurasi bagi pejabat. Dari mulai pengelola, dewan, pengawas, sekretaris dewan pengawas dan pegawai BLUD seusai tingkat tanggungjawab dan tuntunan profesionalisme yang diperlukan.

“Remuneurasi tersebut merupakan imbalan kerja yang bisa berupa gaji, tunjangan tetap, honorarium, intensif, bonus atau prestasi dan atau pensiun," katanya.

Menurutnya, atas dasar peluang tersebut, paparnya, Direktur RSUD Kab Cianjur, Suranto (sekarang menjabat Wakil Bupati CIanjur), mengeluarkan surat keputusan nomor 455/Kep.04.1/RSUD/2009 tanggal 20 Januari 2009 tentang penetapan remuneurasi bagi pejabat pengelola dan pegawai BLUD di lingkungan RSUD Cianjur.

“Hanya saja surat keputusan tersebut belum disetujui oleh kepala daerah, sehingga pemberian remuneurasi tidak dilengkapi dengan surat keputusan kepala daerah. Ini yang menjadi salah satu persoalannya," katanya.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), nomor 52.C/LHP/XVIII.BDG/09/2010 tanggal 30 September 2010 halaman 48 kata Andi, disebutkan pemberian intensif yang diberikan mulai bulai Mei sampai dengan bulan Nopember 2009 dengan mengambil dana yang dianggarkan dari Belanja Jasa Pelayanan Kesehatan sebesar Rp14.808.124.830 (Empat belas miliyar delapan ratus delapan juta seratus dua puluh empat ribu delapan ratus tiga puluh ribu rupiah,).

"Ada anggaran yang digunakan untuk remuneurasi sebesar Rp 2.800.153.700 (Dua miliyar delapan ratus juta seratus lima puluh tiga ribu tujuh ratus rupiah). Jumlah tersebut tidak sedikit jika melihat jumlah pegawai di rumah sakit," tegasnya.

Menurut Andi, adanya pengeluaran remuneurasi tersebut dinilai cacat demi hukum, karena tanpa persetujuan dan keputusan dari kepala daerah dan sangat bertentangan dengan peraturan pemerintah nomor 32 tahun 2005 pasal 36 ayat 1 dan 2 serta peraturan menteri dalam negeri nomor 61 tahun 2007 pasal 50 ayat 1.

"Intinya remuneurasi tersebut harus ditetapkan terlebih dahulu oleh kepala daerah (bupati/walikota) sebelum diputuskan oleh Dirut RSUD," jelasnya.

Oleh karena itu, tambah Andi, dalam rangka menegakkan supremasi hukum, partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi, dan menindaklanjuti laporan dari Komunitas Pemuda Cianjur (Kompac), tentang dugaan korupsi remuneurasi yang kemudian sedang ditindaklanjuti dengan pengkajian dan penelitian oleh Kejari Cianjur, pihaknya memohon kepada Kejati Jabar agar mendorong Kejari Cianjur untuk segera ditindaklanjuti kasus tersebut ke tahapan penyelidikan dan penyidikan.

"Apabila terbukti telah terjadi pelanggaran tindak pidana korupsi, maka kami berharap kasus tersebut ditindaklanjuti sampai ke meja hijau," harapnya.

Sementara itu, Kasidik Kejati Jawa Barat Teguh Imanto secara terpisah membenarkan kedatangan Gerakan Masyarakat Cianjur (GMC) untuk menindaklanjut kasus remunerisasi RSUD Cianjur yang diterima oleh Kasidik Kejati.

Menurutnya, Kejati akan menindak lanjuti atas permintaan dari LSM GMC. "Karena surat ini ditunjukan untuk Kepala Kejati, jadi kami akan berikan kepada Kepala Kejati, kemudian akan ditindaklanjuti," katanya.

Ditambahkannya, terkait kasus remunerisasi RSUD, pihak Kejati sudah melakukan penyelidikan, namun dikarenakan kasus tersebut dibawah Rp 4 milyar sehingga dilimpahkan ke Kejari Cianjur, "Atas dasar ini kami akan segera menanyakan kembali ke Kejari Cianjur," pungkasnya [KC-02]**.

no image
CIANJURn [KC].- Panitia Khusus (Pansus) Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Cianjur selatan, secara marathon melakukan verifikasi dukungan Surat Keputusan (SK) Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pada hari terakhir, Rabu (9/10) Pansus DOB melakukan verifikasi terhadap BPD di 13 Desa di Kecamatan Pagelaran.

Ketua Pansus DOB Cianjur Selatan, Lepi Ali Firmansyah mengatakan,
mekanisme verifikasi itu dilakukan dengan cara mewawancarai para ketua BPD, lalu meminta konfirmasi keseriusan usulan tentang pemekaran Cianjur Selatan. Mereka diundang dan berkumpul pada salah satu tempat yang ditentukan di kecamatan.

"Hari ini (kemarin) merupakan hari terakhir kita melakukan verifikasi terhadap SK BPD yang kami terima mengenai dukungan pemekaran Cianjur Selatan. Para BPD yang kami verifikasi pada hari terakhir tersebut berasal dari 13 desa di Kecamatan Pagelaran," kata Lepi saat dihubungi, Rabu (9/10).

Dalam kesempatan tersebut kata Lepi, para Ketua BPD hadir. Mereka meyakinkan Pansus mengenai keseriusannya untuk membentuk DOB Cianjur Selatan. "Dalam pertemuan itu terungkap bahwa para Ketua BPD mengusulkan pemekaran itu dilatarbelakangi adanya keinginan untuk melakukan percepatan pembangunan di kawasan Cianjur Selatan, baik pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi," katanya.

Dikatakan Lepi, hasil dari verifikasi akhir itu akan dikonsultasikan ke Pemprov Jabar dan Depdagri, selanjutnya lalu akan dirumuskan menjadi rekomendasi pansus. Kemudian hasil konsultasi itu dijadikan keputusan DPRD melalui paripurna.

Dikatakan Lepi, mekanisme verifikasi itu dilakukan dengan cara mewawancarai para ketua BPD, lalu meminta konfirmasi keseriusan usulan tentang pemekaran Cianjur Selatan.

"Ada 13 kecamatan yang menginginkan DOB Cianjur selatan. Secara bertahap para BPD yang memberikan dukungan ini kita verifikasi. Karena salah satu persyaratanya harus ada 2/3 yang menyatakan dukungan," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Sebelumnya, Anggota Paguyuban Masyarakat Cianjur-Kidul, Dian Herdiana mengatakan, dibentuknya Pansus DPRD menyangkut pemekaran DOB merupakan suatu bukti bahwa keinginan pemekaran bukan hanya sekadar gertakan. Apalagi masyarakat sangat berharap, pemekaran bisa menjadi kado istimewa di akhir masa bakti DPRD.

"Setelah hasil kajian pemekaran dianggap layak, maka akan dijadikan putusan DPRD dan Bupati Cianjur untuk selanjutnya di rekomendasikan kepada Gubernur Jawa Barat. Ini semua merupakan salah satu bagian dari proses," kata Dian.

Keinginan Cianjur Selatan memekarkan diri dari kabupaten induk sebagai DOB, menurut Dian, didasari keinginan percepatan pertumbuhan wilayah (membangun infrastruktur dasar dan penunjang ), meningkatkan aksesibilitas pelayanan publik, dan mempercepat pemecahan masalah rentang kendali dan percepatan pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bidang pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Tentunya saja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Adanya keputusan DPRD Cianjur juga sekaligus akan menepis bahwa DOB Cianjur Selatan hanya menjadi alat politik bagi para anggota dewan. Keinginan itu murni aspirasi rakyat yang menginginkan lebih sejahtera," tegasnya [KC-02]**.

CIANJUR, [KC].- Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur mewisuda sebanyak 1.103 mahasiswa, Selasa (8/10) yang dilaskanakan di Palace Hotel di Jalan Raya Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Para mahasiswa yang diwisuda tersebut terdiri dari program Sarjana dan Magister dari berbagai fakultas diantaranya Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, dan Pascasarjana (Fakultas Hukum dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).

Acara wisuda tersebut langsung dipimpin oleh Rektor Unsur, Prof. Dr. H. Dwidja Priyatno, SH., M.H., Sp.N. Hadir menyaksikan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Gatot Subroto, Koordinator Perguruan tinggi Swasta Wilayah IV, Ketua kopertis Wilayah II, Ketua Aptisi Wilayah IV, Ketua Pembina dan  pengurus Yayasan Pendidikan Unsur, Mupida Cianjur, Pimpinan dan Anggota Senat Akademik Unsur,Para Wakil Rektor, Para Dekan dan Pejabat di lingkungan Unsur, Orang Tua Wali dan Keluarga Wisudawan serta para tamu undangan lainnya.

Dalam amanatnya Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh, menyampaikan ucapan selamat predikat formal yang menjadi hak para wisudawan/wisudawati setelah menempuh berbagai program yang telah dilaksanakan merupakan suatu beban tanggungjawab yang secara kongrit harus diamalkan di lingkungan masyarakat. Bahkan keilmuan seorang sarjana akan benar-benar diuji sejauh mana mereka mampu mengamalkan ilmunya di masyarakat.

Menurut bupati, tugas dan kewajiban alumnus perguruan tinggi sebagai kader perjuangan dan pembangunan bangsa, mereka memikul dua kewajiban utama yaitu, pertama, sesuai dengan fungsinya, alumnus harus dapat menyiapkan diri menjadi kader yang terampil dan berilmu serta profesional, membina diri agar mampu berpikir secara konseptual sekaligus obyektif.

Yang kedua kata bupati, alumnus selayaknya juga mampu menganalisis serta memahami makna dan tujuan kehidupannya, mengkaji setiap fenomena yang terjadi di tengah masyarakat serta mampu untuk menghadapinya,leh karena itu, para wisudawan  harus memiliki sifat dan sikap yang profesional dalam bidangnya, dengan demikian akan  mampu melihat berbagai interaksi dan mengambil posisi, sikap dan pandangan yang tepat  untuk menghadapi  persaingan pada saat ini dan di masa mendatang.

"Para wisudawan juga harus memiliki dasar-dasar mentalitas yang tangguh untuk selalu memikirkan masa depan dengan sebaik-baiknya serta mampu menempatkan diri, mampu membangun semangat dan kreativitas, menanamkan rasa keimanan dan ketaqwaan serta menumbuhkan harapan-harapan dalam melaksanakan aktivitas untuk meningkatkan kemajuan pembangunan," katanya.
 
Bupati Cianjur berpesan, agar wisudawan dan wisudawati Unsur Cianjur, selalu berupaya meningkatkan kualitas diri sebagai sumber daya manusia yang unggul dan dapat diandalkan, berkepribadian serta berakhlak mulia agar mampu mengabdikan diri dengan sepenuh hati tanpa pamrih, selaras dengan cita-cita bersama yaitu mewujudkan masyarakat Cianjur yang lebih sejahtera dan berkhlakul karimah [KC-02]***.
Ilustrasi
CIANJUR, [KC].- Jalan yang menghubungkan Desa Sukajadi dengan Desa Margaluyu di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, terancam putus. Jalan tersebut berlubang dengan kedalaman 7 meter di tengah jalan. Para  pengguna jalan yang akan melintasi  baik warga maupun siswa yang akan berangkat sekolah merasa was-was. Karena, kawatir terjerembab.

Informasi yang dihimpun, jalan yang terancam putus tersebut berada tepat di Kampung Babakan Pabrik RT 05/RW 02, Desa Sukajadi tersebut amblas lantaran gorong-gorong yang ada di bawah jalan tergerus air. Kondisi tersebut sudah berlangsung hampir setengah tahun.

"Agar bisa dilintasi terpaksa kami bersama warga membangun jembatan di atas lubang dengan menggunakan bambu. Jembatan bambu itu hanya sekitar 10 meter dan lebar dua meter, sehingga hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, dan jalan kaki,” kata Ketua RW, Eji Junaedi.

Jalan yang masuk dalam jalan desa tersebut tidak hanya dilalui oleh masyarakat sekitar desa, tapi masyarakat diluar desa seringkali melintas, karena termasuk jalur utama. "Banyak, siswa SD, SMP dan SMA yang akan pergi atau pulang ke sekolah melewati jalan tersebut. Karena jalur ini juga termasuk jalur sekolah,” jelasnya.

Amblasnya jalan, tidak hanya dikeluhkan oleh pengguna jalan dan warga. Namun, kondisi tersebut juga mengancam satu kampung dan beberapa hektare sawah yang ada di sekitar jalan, karena sewaktu-waktu gorong-gorong dibawah jalan yang rusak jika tidak segera diperbaiki jika turun hujan dipastikan airnya akan meluap.

"Banyak sampah-sampah yang dibuang ke aliran air sehingga menyumbat gorong-gorong itu. Makanya kalau tidak segera diperbaiki, sebanyak 62 KK di Kampung Babakan Kupa akan terendam air,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukajadi, Wawan Ridwan mengatakan, pihaknya telah mengajukan bantuan ke pihak terkait, seperti Dinas Bina Marga Kabupaten Cianjur dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur.

"Kami sudah mengajukan perbaikan, namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Informasi yang saya terima ketika setiap ditagih, katanya anggarannya belum cair. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, warga memasang tanda waspada agar pengguna jalan berhati melintasi jembatan sementara yang dipasang di atas jalan itu,” tegasnya [KC-02]***.
ILustrasi
CIANJUR, [KC].- Ratusan siswa SMPN Campaka 3, Kabupaten Cianjur, belajar dalam rasa was-was. Pasalnya bangunan sekolah mereka yang berada dibawah perbukitan terancam tertimbun longsor. Apalagi jika terjadi hujan, ratusan siswa tidak jarang terpaksa harus dipulangkan lebih awal.

Informasi yang berhasil dihimpun, sekolah yang berada di kawasan perbukitan, tepatnya di Kampung Cisaladra, Desa Susukan, Kecamatan Campaka, rawan terkena longsor. Bahkan, dalam sepekan, sekolah tersebut sudah empat kali tertimpa longsoran tanah dari bukit yang bertepatan dengan sekolahan.

Kepala SMPN Campaka 3, Eti Mulyati membenarkan hal tersebut. Meski, longsor yang telah terjadi sebanyak empat kali tersebut tidak berakibat fatal, namun telah menghancurkan satu atap sekolah. "Untungnya, longsor yang terus menimpa sekolah kami tidak saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung. Tetapi, sudah merobohkan dinding penahan tempak atau kawat baja (beronjong) dengan berat 100 ton, yang dibuat pihak sekolah agar tanah tebing tersebut bisa didatarkan. Namun, karena hujan terus mengguyur, jadi roboh juga,”katanya.

Upaya untuk membangun dinding penanah tanah ternyata tidak mampu menopang tanah jika hujan turun, sehingga longsor pun tidak bisa dielakan. "Upaya yang telah kita lakukan untuk menahan longsor dengan memasang beronjong dimana-mana. Tapi ternyata tidak kuat juga," katanya.

Dari beberapa ruang kelas, yang paling rawan diterjang longsor yakni ruangan di kelas VII, yang berada tepat dibawah bukit. "Sehingga jika hujan turun pada saat KBM, murid kelas VII langsung dipulangkan, karena sedikitnya 140 siswa terancam tertimbun longsor kalau terus dibiarkan. Mereka juga belajar dalam rasa was-was," tegasnya.

Meskipun antisipasi longsor sudah dilakukan dengan memasang beronjong di sudut-sudut rawan tanah ambles, namun longsoran atau pohon tumbang tidak bisa dicegah. "Harapan kami bisa mendapatkan RKB baru untuk memindahkan kelas yang rawan terkena longsor itu. Agar siswa dan guru bisa belajar maupun mengajar dengan tenang,” harapnya.

Sementara itu, Komite SMPN Campaka 3, Cianjur, Saeful Mubarok, mengungkapkan, selain rawan longsor, sekolah tersebut juga rawan akan aksi pencurian. Kejadian pencurian di sekolah bukan yang pertama kalinya. "Selain itu, pagar sekolah yang tidak berfungsi dinilai menjadi salah satu pemicu seringnya pelaku pencurian beraksi di lingkungan sekolah ini,” sebutnya.

Tidak berfungsinya pagar sekolah itu, lanjut dia, semakin menambah rawan sekolah apa lagi ketika malam. Karena, pagar sekolah hanya terbuat dari bambu setinggi 1,5 meter. “Pagar itu pun baru dipasang belum lama ini, untuk antisipasi adanya pencurian sementara,” tandasnya [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Ini merupakan peringatan bagi para orang tua agar selalu menjaga buah hatinya. Betapa tidak, kasus kekerasan yang menimpa terhadap anak didominasi oleh peristiwa pemerkosaan. Disusul kemudian kasus trafficking (penjualan manusia) dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Demikian data yang dilansir Bagian Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Setda Kabupaten Cianjur. Menurut Kepala Bagian Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Setda Kabupaten Cianjur, Esih Sukaesih Karo, jumlah peristiwa pemerkosaan dalam kasus kekerasan terhadap anak, tertinggi tercatat pada tahun 2012 mencapai 21 kasus. Pada tahun 2011, tercatat 15 kasus dan 2010 mencapai 12 kasus. Pada tahun 2013, hingga Oktober tercatat sebanyak 18 kasus.

"Kalau dilihat dari grafiknya, trendnya juga cenderung tinggi dibandingkan dengan dua kasus lainnya yakni trafficking dan KDRT. Untuk trafficiking, selama empat tahun terakhir, kita mencatat ada 28 kasus, dengan tertinggi di 2010 sebanyak 15 kasus. Sedangkan KDRT, setiap tahunnya mengalami penurunan, 2013 saja, tercatat hanya satu kasus," kata Esih saat dihubungi, Senin (7/10).

Dari kasus trafficking yang terjadi di Cianjur, kebanyakan menimpa kaum perempuan. Berdasarkan data yang ada setidaknya telah terjadi kasus trafficking yang menimpa kaum perempuan mencapai 80 kasus.

"Kekerasan terhadap anak ini biasanya terjadi dan dilakukan bukan orang jauh. Makanya bagi setiap orang tua harus memiliki rasa kekawatiran sehingga bisa menimbulkan kewaspadaan terhadap pergaulan anak. Dengan demikian kasus-kasus kekerasan tersebut bisa dihindari dengan kewaspadaan dan kehati-hatian," tegasnya.

Dikatakannya untuk mengantisipasi meningkatnya kasus kekerasan pada anak dan perempuan, pihaknya gencar melakukan sosialisasi berkerjasama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur.

"KIta terus melakukan sosialisasi, sebagai langkah pencegahan dini agar kasus kekerasan terhadap anak itu tidak terjadi. Kita lakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, bahkan kita rutin melakukan sosialisasi ditengah pengajian ibu-ibu. Karena mereka harus tahu, kita juga berdayakan kader posyandu untuk tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi kepada masyarakat," katanya  [KC-02]***.
UNTUK kali kedua, PT. Tirta Investama (AQUA) Gekbrong kembali melakukan gebrakan sebagai bukti kepeduliannya terhadap masyarakat sekitar. Perusahaan produk air mineral tersebut mendukung berlangsungnya kontes Ayam Pelung dengan nama HIPOCI (Himpunan Petani Organik Cianjur) CUP II yang dilaksanakan pada Minggu (6/10) lalu.

HIPOCI yang merupakan lembaga lokal pertanian organik dampingan CSR AQUA yang berada di Desa Gekbrong Kecamatan Gekbrong Cianjur tersebut merupakan salah satu organisasi yang sangat peduli terhadap pertanian dan peternakan.

Manajemen Aqua Cianjur Agus Herdiana, mengatakan, acara kontes Ayam Pelung tingkat Nasional ini dilaksanakan di lapangan Kecamatan Gekbrong. Kontes ini ditujukan untuk melestarikan keanekaragaman hayati yang merupakan aset berharga Kabupaten Cianjur dan Indonesia.

"Keberadaan ayam pelung menjadikan Indonesia memiliki sumber daya lestari yang khas dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat," katanya.

Usaha peternakan ayam pelung kata Agus, jika dilakukan secara profesional dapat memberikan keuntungan ganda kepada pengusahanya. Hal yang dapat dijual dari ayam pelung adalah keindahan suara, penampilan, daging dan telurnya. "Saat ini semakin banyak penggemar Ayam Pelung baik dari dalam negeri maupun luar negeri," tandasnya.

PT. TIRTA Investama melihat bahwa pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan CSR merupakan salah satu kegiatan terpadu dalam pengelolaan aset lokal, dimana keragaman hayati dapat dilestarikan. Untuk itu, pendampingan kelompok pembudidaya Ayam Pelung terus mendapatkan suport oleh CSR PT Tirta Investama Plant Cianjur.
"Selain plasma nutfah yang ada yaitu Ayam pelung dapat lestari dengan budidaya dan kontes, disisi lain adalah masyarakat dampingan CSR PT. TIV Plant Cianjur khususnya dapat menikmati dari kegiatan ekonomi yang berlangsung dari peternakan Ayam Pelung," tegasnya.

Dia menerangkan, program pemberdayaan usaha peternakan Ayam Pelung dilakukan dalam upaya pelestarian sumberdaya genetika plasma nutfah Indonesia khas Kabupaten Cianjur. Sedangkan penerima manfaat kegiatan CSR PT Tirta Investama Plant Cianjur, yaitu kelompok usaha ternak Ayam Pelung di bawah HIPOCI dengan anggota sebanyak 51 peternak.

Sementara itu, Ketua Panitia Kontes Ayam Pelung, Amir memaparkan, pada kontes Ayam Pelung tahun ini diikuti sekitar 290 peserta dari berbagai daerah. Selain diadakan lomba keindahan suara, bobot dan penampilan juga merupakan arena jual beli ayam pelung dari mulai anakan hingga ayam Pelung siap kontes bahkan juara kontes dapat juga ditawar. Dengan demikian lomba/kontes ayam pelung sekaligus merupakan bursa penjualan, promosi dan sosialisasi khusus ayam pelung.

"Melalui bursa semacam ini para pembeli, penjual dan penggemar merasa puas karena pada umumnya mendapatkan bibit-bibit maupun induk yang berkualitas dan tambahan pengetahuan tentang segala hal mengenai ayam pelung yang cukup memuaskan dari sesama peternak dan penggemar," katanya [KC-02]***.

CIANJUR, [KC].- Meski gagal menjadi pasar percontohan, masyarakat pedagang pasar Cibeber yang menjadi korban kebakaran beberapa waktu lalu kini bisa bernafas lega. Pasalnya mereka dipastikan akan menempati kembali kios mereka, karena Pemkab Cianjur saat ini tengah membangun pasar dilokasi bekas kebakaran. Pasar yang diperkirakan menelan biaya mencapai Rp 5 milyar itu didanai dari APBN.

Kepala Dinas Perinsutrian dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur Himam Haris mengaku lega, meski keinginannya untuk menjadikan pembangunan pasar Cibeber menjadi pasar percontohan gagal. Hal tersebut didasari dengan turunnya anggaran untuk pembangunan pasar Cibeber yang sebelumnya musnah terbakar.

"Patut kita syukuri, meski kita tidak mendapatkan pasar percontohan dengan anggaran dari pusat, tapi kita bisa membangun pasar yang juga didanai dari anggaran pemerintah pusat. Minimalnya pembangunan pasar Cibeber yang kita lakukan bisa mendekati sebagaimana pasar percontohan," kata Himam saat ditemui diruangan kerjanya, Senin (7/10).

Pembangunan pasar Cibeber yang saat ini tengah berlangsung tersebut nantinya diperuntukkan bagi seluruh pedagang yang menjadi korban kebakaran pada tahun lalu. Mereka akan menempati kios yang saat ini tengah dibangun itu berdasarkan sistem zonasi.

"Kalau masalah penempatan kita berdasarkan zona, para pedagang sudah sepakat dan melihat sendiri dimana kios yang nantinya akan ditempati. Semua itu terbuka sesuai dengan gambar perencanaan bangunan, sehingga tidak bisa akan terjadi kekeliruan," tegasnya.

Jumlah kios yang ditengah dibangun mencapai 210 kios ditambah dengan los sebanyak 250 los. Jumlah tersebut diperuntukkan bagi para pedagang yang menjadi korban kebakaran sebagaimana pendataan yang telah dilakukan.

"Memang kita gagal menjadi pasar percontohan, tidak masalah meski menjadi pasar revitalisasi. Kita ingin mendekati saja. Salah satunya dengan penempatan berdasarkan zonasi, kita siapkan lingkunga, sanitasi, fasilitas umum dan tentunya pengamanan. Bahkan kita juga siapkan minimal empat hidrant sebagai antisipasi terjadinya kebakaran," katanya  [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Pondok Pesantren Nurul Huda di Kampung Baru, Kelurahan Sayang, Kecamatan/Kabupaten Cianjur mendapatkan bantuan dari Persatuan Indonesia (Perindo). Bantuan senilai Rp 300 juta itu diserahkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Indonesia (Perindo) Jawa Barat untuk membantu pesantren dan pendidikan anak yatim piatu dan duafa.

Ketua DPW Perindo Jawa Barat, Rustam Efendi mengatakan, selain untuk membantu kelangsungan anak didik, tujuan bantuan tersebut juga untuk mengangkat kemiskinan anak-anak yang tidak bisa melanjutkan dunia pendidikan.
           
"Kebetulan, di pesantren ini (Nurul Huda) menampung beberapa orang yatim dan duafa untuk bersekolah. Sehingga, ada kepedulian dari Perindo, untuk berpartisipasi untuk membantu kelangsungan anak didik," kata Rustam, Minggu (6/10).

Pihaknya optimis, Perindo yang baru seumur jagung ini, dengan semangat bekerja keras terutama di Jawa Barat, akan mengangkat kemiskinan, pendidikan, seuai dengan visi dan misi perindo.
"Seperti contohnya di Kabupaten Cianjur, yang kini di cap sebagai daerah paling banyak yang memproduksi Tenaga Kerja Wanita (TKW). Nah, tren seperti itu, sedikit demi sedikit kita hapuskan. Karena di Jabar sudah banyak yang menjadi korban," katanya.
           
Dia menegaskan, tidak perlu khawatir, bahwa tidak ada yang ditakdirkan tidak berhasil, selama bekerja keras. Hal tersebut, kata dia, sering ditegaskan kepada Perindo Jabar. “Tidak ada keberhasilan tanpa pengorbanan, kita bekerja pasti bakal ada keberhasilan. Itulah tujuan kita berorganisasi, bermasyarakat,” terangnya.
           
Ketua DPD Perindo Cianjur, Agung Abdurahman menjelaskan, kedatangan Perindo ke lingkungan Pesantren bukanlah untuk mengajak berpolitik. Namun, kata dia, masih banyak yang harus di rubah. "Kita hadirkan Perindo bukan partai politik. Kami kesini bukan mengajak untuk berpolitik, tapi nampaknya harus ada yang kita rubah. Dan kedatang kita kesini untuk melakukan perubahan, seperti adek-adek yang tidak sekolah, jadi sekolah," ujar Agung dihadapan ratusan pelajar.

Sementara itu, Pengurus Yayasan Nurul Huda, KH. Dadan Lukmanul Hakim, mengucapkan terima kasih kepada Perindo yang telah memberikan bantuan kepda Pesantren Nurul Huda, khususnya dalam dunia pendidikan.
           
"Saya sangat berterima kasih, kedtangan Perindo yang melakukan silaturahmi, mudah-mudahan kedepan terus terjalin dan menjadikan perubahan," katanya  [KC-02/rs]**.
Pemilik Pohon Buah Merah H. Ismail, tengah memperhatikan tanamanya
BUAH merah atau nama lain dari Pandanus Conoideus Lam ternyata bisa tumbuh dan berbuah di Cianjur. Tanaman buah asal Papua yang dikenal sarat manfaat itu diketahui bisa dijumpai dikebun milik H. Ismail di Kampung Kedunghilir RT 01/RW 04 Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur.

Menurut pemiliknya H. Ismail, saat ini dia memiliki pohon tanaman buah merah sebanyak 6 pohon yang tumbuh dipekarangan belakang rumahnya. Tanaman pohon buah merah tersebut ditanam dikebun belakang rumahnya sejak enam tahun silam. Saat ini tingi pohonnya sudah mencapai sekitar 6 meter.

"Saya mendapatkan pohon buah merah itu dari teman enam tahun silam sebanyak tujuh pohon. Semuanya kami tanam, tapi hanya enam pohoan yang bisa tumbuh dan berkembang. Satu pohon mati dan dari enam pohon yang tersisa saat ini satu pohon sudah mulai berbuah," kata H. Ismail saat ditemui dikediamanya Minggu (6/10).

Pohon buah merah tersebut kata H. Ismail saat ditanam tingginya baru sekitar 4 centimeter. Namun dalam usianya yang memasuki tahun ke enam tingginya adanya yang sudah mencapai enam meter. Dimungkinkan tingginya masih terus bertambah.

"Pohonya seperti sejenis pandan, tapi memiliki akar yang kuat dari atas pohonnya yang mencengkeram kebawah. Sehingga meski pohonnya tinggi dan tidak seberapa besar, terlihat kokoh meski diterpa angin kencang," katanya.

Sepengetahuanya, pohon buah merah tersebut tidak mudah tumbuh selain ditanam didaerah asalnya. Kalaupun tumbuh biasanya tidak bisa berbuah. Tapi ternyata tanaman buah merah tersebut bisa tumbuh dan bisa berbuah di Cianjur.

"Saya penasaran aja, untuk membudidayakan. Ternyata harus menunggu waktu yang cukup lama selama enam tahun baru bisa melihat pohon buah merah yang saya tanam ini berbuah. Itupun saat berbuah saya baru tahu beberapa minggu lalu dari orang lain, yang melihat terlebih dahulu," paparnya.

Dari enam pohon yang ada, baru satu pohon yang sudah berbuah. Itupun baru satu buah. "Tanda-tandanya sudah ada, sepertinya akan berbuah lagi. Buah yang ada saat ini baru satu dengan ukuran panjang sekitar 80 centimeter dengan diameter sekitar 15 centimeter," katanya.

Pihaknya mengaku akan mengolah buah merah itu sendiri. Karena manfaatnya cukup banyak buat kesehatan. "Untuk sementara kita akan berupaya mengolah sendiri, kita pingin tahu sejauh mana manfaatnya," kata H. ISmail yang menyebut pohon buah merah tersebut harus banyak air agar bisa berbuah.

Seperti diketahui buah merah mengandung senyawa antioksidan dalam dosis tinggi. Di antaranya betakaroten, tokoferol, dan virblastin. Selain itu buah merah juga mengandung asam oleat dan asam linoleat, asam lemak tak jenuh yang gampang diserap oleh tubuh. Kandungan beta karoten, tokoferol, asam lemak tak jenuh (omega 3, omega 6, omega 9), kalsium, energi, dan zat aktif lainnya terbukti sangat berpengaruh dalam membantu proses penyembuhan.

Sari buah merah dikenal sebagai obat tradisional dari Papua yang secara empiris telah terbukti sebagai obat alternatif untuk menyembuhkan penyakit-penyakit seperti kanker, hiv aids, tumor, hipertensi dll. Kandungan yang paling menonjol dari buah merah adalah antioksidan. Beberapa antioksidan yang sangat penting antara lain betakaroten, tokoferol, dan juga kalsium. Bahkan, kandungan kalsium dalam buah merah merupakan yang tertinggi di dunia. Kalsium sangat penting dalam metabolisme tubuh untuk memperbaiki kondisi kesehatan. Kalsium berfungsi sebagai kofaktor dalam mempercepat dan memperbaiki proses metabolisme tubuh [KC-02]***.

CIANJUR, [KC].- Calon Kepala Desa diwilayah Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur mengeluhkan sejumlah pungutan yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai Kecamatan Cikalongkulon. Pungutan tersebut dilakukan dengan dalih untuk kebutuhan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Padahal biaya Pilkades sudah ditanggung melalui APBD Kabupaten Cianjur.

Seperti yang diungkapkan salah seorang Calon Kepala Desa Cijagang Kecamatan Cikalongkulon. Dirinya mengaku sangat menyayangkan dan keberatan adanya sejumlah pungutan yang kalau ditotal mencapai Rp 13,6 juta.

"Kalau saya boleh bilang ini merupakan modus atau bentuk pemerasan yang dilakukan oleh oknum dengan dalih yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Saya sendiri selaku calon Kades sangat keberatan dan sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi. Kenapa di kecamatan lain tidak ada pungutan seperti yang kami alami," kata Calon Kades Cijagang yang minta tidak disebutkan namanya.

Dijelaskannya, pungutan tersebut sudah dirasakan sejak awal proses pencalonan. Pungutan dilakukan oleh oknum di kecamatan kepada calon dan panitia Pilkades. Adapun pungutan tersebut dilakukan tidak sekaligus melainkan secara bertahap.

"Pungutan awal dilakukan saat panitia mengajukan proposal awal Pilkades sebesar Rp 500 ribu ditambah biaya lainya Rp 100 ribu. Selanjutnya dengan alasan untuk pemeriksaan berkas para calon diminta lagi Rp 1 juta setiap desa," katanya.

Pungutan masih terus berlanjut, dengan alasan untuk satiaji atau pembekalan calon oleh pihak kecamatan lagi-lagi panitia dimintai biaya sebesar Rp 1 juta. "Ada juga dengan alasan untuk akselarasi dan setoran ke Pemdes sebagai pelicin agar Pilkades dipercepat panitia diminta lagi Rp 5 juta. Tidak hanya itu dengan alasan untuk muspika kembali diminta biaya Rp 5 juta dan untuk uji kompetensi diminta lagi Rp 1 juta," jelasnya.

Pihaknya merasa heran, pungutan yang cukup besar tersebut hanya terjadi diwilayah Kecamatan Cikalongkulon saja. Didaerah lainya yang melaksanakan Pilkades tidak terjadi pungutan seperti itu. Bahkan untuk minta tanda tangan camat saja harus membayar Rp 1 juta.

"Saya sudah cek ke kecamatan lain yang juga melaksanakan Pilkades, tidak ada pungutan seperti yang ada di Cikalongkulon. Karena biaya Pilkades sudah didanai oleh APBD. Saya juga cek ke Pemdes, ternyata mereka tidak menerima uang. Mereka bilang itu merupakan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh oknum kecamatan. Ini apa-apan, mau Pilkades berkualitas bagaimana kalau caranya seperti ini," katanya.

Pihaknya tidak mempermasalahkan jika pungutan tersebut dilakukan ada dasar hukumnya yang jelas, bukan hanya modus untuk kepentingan yang tidak jelas. "Memang kami diminta dana oleh panitia Pilkades, tapi berdasarkan kesepakatan para calon kami menyanggupi sebesar Rp 5 juta, itu tidak kami permasalahkan. Karena melihat banyak pungutan seperti ini maka kami kembali membuat kesepakatan dengan para calon untuk membantu panitia masing-masing kami sanggup Rp 1,3 juta. Kalau ditotal pungutan itu mencapai sekitar Rp 13,6 juta," katanya.

Pungutan tersebut ternyata masih terus berlangsung. Hal itu didasarkan pada surat undangan yang diterima para calon Kades. "Saya mendapatkan surat beberapa hari lalu dari kecamatan yang isinya mengundang untuk acara pembekalan yang akan dilaksanakan besuk Senin (7/10) di kecamatan. Dalam surat itu juga terlampir permintaan biaya untuk panitia MTQ sebesar Rp 300 ribu," paparnya.

Pihaknya berharap persoalan pungutan ini harus dipertanggungjawabkan. Kalau hal itu dibiarkan terus akan menjadi preseden buruk dalam pelaksanaan Pilkades di Cikalongkulon. "Saya siap dicoret, jika ternyata reaksi saya ini dipermasalahkan. Karena saya hanya berjuang untuk suatu kebenaran," tegasnya.

Secara terpisah Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Cikalongkulon Dik Dik Permana tidak menampik adanya sejumlah pungutan tersebut. "Ia memang benar seperti itu," katanya singkat  (KC-02)***
CIANJUR, [KC].- Sedikitnya 150 orang petani mengikuti pembinaan dan demplot pertanian yang dilaksanakan di Kampung Tegal Batu RT 03/RW 02 Desa Rancagoong Kecamatan Ciaku Kabupaten Cianjur, Sabtu (5/10).

Kegiatan yang dilaksanakan Kelompok Pemuda Tani bekerjaama dengan DPD KNPI Kabupaten Cianjur dan PT. Amindoway Jaya Jakarta itu mendapat sambutan positif dari para petani yang tergabung dalam Gapoktan masing-masing.

Ketua Kelompok  Pemuda Tani Ade Yudi Drajat mengatakan, kegiatan pembinaan dan demplot pertanian tersebut bertujuan mengenalkan pupuk organik cair  dengan nama pupuk Nutrifarm-AG dari PT. Amindoway Jaya-Jakarta . Pupuk tersebut diharapkan bisa membantu para petani dalam bercocok tanam dan dapat mendorong hasil yang maksimal.

"Kegiatan juga dilakukan dengan uji coba demplot pertanian di lahan kurang lebih luas 1 hektar areal pesawahaan di kelompok pemuda Tani Rancagoong. Hasil dari penggunaan pupuk cair tersebut terlihat tanaman semakin subur dan diharapkan juga hasilnya lebih maksimal," kata Ade Yudi.

Kegiatan pembinaan dan demplot pertanian yang dilaksanakan, diharapkan bisa memberikan pemahaman pola teknologi Logowo dua bagi para petani. Sehingga petani bisa melaksanakan pola tanam yang baik dan benar dengan hasil yang maksimal.

"Ini memang upaya kita untuk memberikan pemahaman kepada para petani. Kegiatan ini dirasakan banyak manfaatnya. Ini juga satu bukti bahwa keberadaan DPD KNPI Kabupaten Cianjur peduli terhadap sektor pertanian di Kabupaten Cianjur dengan turut serta setiap kali ada kegiatan yang mendorong sektor pertanian," paparnya [KC-02]***.
HARI Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktobermerupakan momen penting bagi rakyat Indonesia. Karena Hari Kesaktian Pancasila ada nilai sejarah yang tidak bisa dilupakan. Ketika itu, pada  tanggal 30 September 1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S). Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif dibelakangnya.

Akan tetapi otoritas militer dan kelompok reliji terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965–1966.

Pada hari itu, enam Jendral dan satu Kapten serta beberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta. Gejolak yang timbul akibat G30S sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia.Tujuan kudeta tersebut adalah merebut pemerintahan yang sah dan mengganti ideologi Pancasila dengan komunisme-sosialisme.

Tetapi Tuhan berkehendak lain, sehingga revolusi berdarah ini mengalami kegagalan dan Pancasila masih tegak kuat menjadi dasar negara dan dasar sumber hukum bangsa Indonesia. Setelah 46 tahun, saatnya kita menggali kembali makna hari Kesaktian Pancasila ini agar bangsa Indonesia bisa belajar dari sejarah kelam dan bisa bangkit dari krisis multidimensi. Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Sebagai warga Indonesia alangkah baiknya mengetahui tentang keutuhan Pancasila dan butir-butir pengamalan Pancasila. Karena kalau kita mengetahui tentang idiologi Pancasila pasti semangat membangun Indonesia semakin bergelora.

Kita mulai dengan Pancasila sebagai ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Berarti  Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Pers tuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Butir-butir Pengamalan Pancasila
Ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 36 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila. Diantara ke 36 butir-butir Pancasila adalah;

A. Sila Ketuhanan yang Maha Esa
Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.   Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

B. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia Saling mencintai sesama manusia. Mengembangkan sikap tenggang rasa.   Tidak semena-mena terhadap orang lain.  Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.Berani membela kebenaran dan keadilan. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
 
C. Sila Persatuan Indonesia

Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.  Cinta Tanah Air dan Bangsa. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

D. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan PerwakilanMengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.  Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

E. Sila Keadilan SosialBagi Seluruh Rakyat Indonesia
Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong. Bersikap adil.  Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak-hak orang lain  Suka memberi pertolongan kepada orang lain.   Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.   Tidak bersifat boros.   Tidak bergaya hidup mewah.  Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.  Suka bekerja keras.   Menghargai hasil karya orang lain.Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.Ketetapan ini kemudian dicabut dengan Tap MPR no. I/MPR/2003 dengan 45 butir Pancasila. Tidak pernah dipublikasikan kajian mengenai apakah butir-butir ini benar-benar diamalkan dalam keseharian warga Indonesia.

Sila pertama Bintang.

Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.  Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.  Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.  Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
   
Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.  Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Sila kedua Rantai.

Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.  Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.    Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.  Berani membela kebenaran dan keadilan.   Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Sila ketiga Pohon Beringin.
Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
 
Sila keempat Kepala Banteng

Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.  Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.  Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
   
Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Sila kelima Padi dan Kapas.

Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.  Menghormati hak orang lain. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.  Suka bekerja keras.    Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Setelah mengetahui tentang Pancasila sebagai ideologi dasar dan butir-butir pengamalan Pancasila. Kita sebagai generasi muda harus mencoba menggali kembali makna mendalam Pancasila sebagai ideologi bangsa, dasar hukum, dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk ditanamkan dalam diri kita. Sehingga sebagai generai muda mendatang kelak menjadi generasi bangsa yang mempunyai wawasan kebangsaan dan nasionalisme supaya tidak terjebak pada tindakan menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan seperti PKI.

Karena itu, mari kita memaknai kembali hari Kesaktian Pancasila sebagai wahana pendidikan , pemberdayaan ekonomi, kesehatan, peningkatan daya beli, memberantas kemiskinan dengan semangat ingin memajukan negara Indonesia, khususnya Kabupaten Cianjur kearah lebih baik lagi. Semoga bermanfaat !!! (Penulis adalah Ketua Umum Forum Pengurus Karangtaruna Kabupaten Cianjur/Calon Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Demokrat Nomor Urut 7)
CIANJUR, [KC].- Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Cianjur telah mengundang 10 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terkait terjadinya perbedaan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD dalam Berita Acara (BA) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur dan dengan tingkat PPK.

Pemanggilan tersebut dilaksanakan secara berturut-turut. Sebelumnya Panwaslu Kabupaten Cianjur juga telah mengundang dari pihak KPU dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapi) untuk dilakukan klarifikasi.

"Kita semuanya sudah sampaikan undangan untuk klarifikasi permasalahan perbedaan jumlah DPT ini. Yang terakhir baru-baru ini kita sudah undang 10 PPK untuk dilakukan klarifikasi mengenai perbedaan jumlah DPT yang ditetakan KPU dengan yang ditetapkan PPK," kata Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur, Saepul Anwar saat dihubungi, Kamis (3/10)

Meski sudah melakukan klarifikasi terhadap KPU dan PPK, pihaknya belum bisa menjelaskan kesalahan dilakukan ditingkat mana. Saat ini persoalan perbedaan jumlah DPT di 10 kecamatan itu masih dalam tahap kajian.

"Tujuan kita melakukan klarifikasi tidak lain untuk mengetahui persis terjadinya perubahan angka itu apakah ditingkat PPK yang salah atau memamg ada kesalahan proses penulisan ditingkat KPU atau penyebab lain. Ini memang harus terjawab melalui klarifikasi. Karena akan melihat fakta yang akan diperlihatkan dalam klarifikasi berupa BA sudah berbasis PPS dan jumlahnya sama dan valid," kata Saepul.

Hanya saja untuk menyimpulkan akar masalah dalam perbedaan DPT tersebut harus jeli dan harus berdasarkan fakta tidak hanya mengacu pada opini. "Memang KPU dan PPK memiliki argumentasi masing-masing. Saat ini kita tengah melakukan kajian dari hasil klarifikasi untuk diterbitkan rekomendasi. Semuanya masih dalam proses," paparnya.

Sebelumnya Panwaslu Kabupaten Cianjur telah memanggil dari pihak KPU terkait perbedaan jumlah DPT sebagamana BA yang dari KPU dan dari 10 PPK. Dari hasil klarifikasi KPU mengungkapkan terjadi kesalahan tekhnis atau sistem ditingkat kecamatan yakni ada data yang belum terdelete [KC-02]***.

CIANJUR, [KC],- Lampu Gentur sejenis lampu hias produksi asli masyarakat Kampung Gentur Desa Jambudipa Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur tembus pasar internasional. Lampu yang berbahan dasar kuningan dan kaca itu sudah merambah kedaerah Singapura dan Turki.

Siti Mulyati (36) seorang pengrajin Lampu Gentur warga Kampung Gentur RT 03/RW 06, Desa Jambudipa, Kecamatan Warungkondang mengungkapkan, produksi lampu Gentur yang dibuat dirinya bersama para pengrajin lainnya, selain untuk memenuhi pasar lokal juga memenuhi pesanan dari luar negeri. Biasanya pesanan dari luar negeri itu meningkat pada bulan-bulan tertentu.

"Saat ini memang pasar kita tidak ahanya memenuhi pesanan pasar lokal, kita sudah mengekspor ke manca negara seperti Singapura dan Turki. Biasanya bulan Juni-Juli dan libur natal dan tahun baru pesanan ke luar negeri itu meningkat," kata Siti saat ditemui di sentra pameran Cianjur UMKM Festival 2013 Bergerak di lapang Yogja Departemen Store Jalan Arief Rahman Hakim, Rabu (2/9).

Dikatakan Siti, untuk pengiriman keluar negeri dalam satu bulan biasanya mampu mengirim sekitar satu kontainer atau taksiran omset mencapai Rp 400 juta. Kebanyakan lampu Gentur yang diekspor tersebut merupakan lampu untuk pemenuhan kebutuhan keluarga.

"Kebanyakan lampu hias dan lampu-lapu dalam rumah. Tapi kami melayani berdasarkan pesanan. Kalau konsumen menginginkan lampu sesuai dengan keinginannya kita akan produksi. Tapi pasar keluar negeri kebanyakan lampu hias untuk kebutuhan rumah tangga," katanya.

Sementara untuk pasar lokal, lampu Gentur ini memiliki pasar dikawasan wisata Puncak dan daerah Bali. Daerah wisata tersebut merupakan pasar utama bagi pemasaran lampu Gentur. "Yang di Bali kebanyakan pekerjanya orang Gentur, tapi pengusahanya orang luar. Ini memang sangat disayangkan, kami memiliki tenaga ahli, tetap saja yang berkuasa yang punya duit," kata Siti.

Untuk memasarkan lampu Gentur, pihaknya dan para pengrajin lainnya juga membuka geleri lampu Gentur di tempat asal lampu Gentur yakni di Kampung Gentur Desa Jambudipa Kecamatan Warungkondang. "Ini sebagai upaya kami agar keberadaan kami itu ada dan diakui. Kami masih berharap pemerintah bisa membantu kami para pengrajin khususnya mematenkan produksi kami," harapnya.

Mengenai harga jual, lampu Gentur bisa diperoleh dengan kisaran harga mulai Rp 70 ribu sampai Rp 4 juta bahkan lebih. Mahal dan murahnya tergantung tingkat kerumitan dalam membuat. "Semakin rumit cara membuatnya akan berpengaruh terhadap harga jualnya," tegas pengrajin yang menjadi pengepul pengrajin lainya itu.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cianjur Ridwan Ilyasin mengatakan, untuk membantu pemasaran produksi lampu Genyur yang telah menjadi icon kampung Gentur, pemerintah tengah menyiapkan bangunan galeri yang lokasinya diwilayah Kecamatan Warungkondang.

"Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah akan keberlangsungan produk lokal. Apalagi kalau produk itu sudah mendunia, tentu harus dibina dan dibantu dalam pemasarannya. Adanya galeri ini diharapkan masyarakat yang ingin mendapatkan produk-produk Gentur tinggal datang ke galeri," katanya  [KC-02]***.