CIANJUR, [KC].- Jawa Barat menduduki rengking ke enam dalam penyalahgunaan dan pengedaran narkoba dengan prosentase mencapai 2,5 persen dari jumlah penduduk. Sementara DKI Jakarta berada ditingkat teratas dengan prosentase mencapai 7 persen.

Demikian ditegaskan Kepala Badan Narkotika  Nasiona (BNN) Provinsi Jawa Barat Brigjen Polisi Anang Pratanto disela kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan eselon III dan eselon IV dilingkungan BNN Provinsi Jabar di salah satu hotel di Cipanas, Kamis (9/12). "Kegiatan narkoba semakin kedepan akan semkin marak, ini bukan hanya cerita saya. Dan sejarah penyalagunaan narkoba dunia di Amerika Serikat juga pastinya angkanya akan naik," kata Anang.

Menurut Anang, di Indonesia berdasarkan hasil penelitian Universitas Indonesia (UI) tahun 1998 angka peredaran dan penyalahgunaan narkoba mencapai 1,5 persen dan saat ini sudah mencapai 2,5 persen di nasional maupun Jawa Barat. "Tantangan didialam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika ke Indonesia 90 persen datang dari luar. Jaringan internasional yang ada ada menganggap Indonesia adalah pasar yang  empuk, market yang bagus good market dan good prise go to drug," katanya.

Dikatakan Anang, program pemberantasan hukum atas narkotika yang masuk ke Indonesia, itu tidak cukup mengurangi peredaran. Walupun bidang pemberantasannya ada di Polri dan bea cukai. Itu hanya 10 persen dari narkotika yg masuk. "Yang kita lakukan saat ini tidak lain adalah pola penanganan mulai dari pencegahan, pemberdayaan masyarakat untuk menurunkan angka 2,5 persen itu dan harus disembuhkan," katanya.

Menurut Anang, saat ini jaringan narkotika internasional enggan menggunkan jalur Jawa Barat. Karena pengawasannya terbilang sangat ketat. "Jaringan internasional takut ke Jabar, karena selalu kita ungkap. Mereka lewat diluar jabar. Kebetulan Jabar masyarakat padat dan mudah diketahui. Kita ungkap setuntasnya jangan dipelihara mereka," katanya.

Sementara itu Kepala BNN Kota Cimahi Odang Masdar, mengatakan Cimahi merupakan daerah perlintasan dan menjadi daerah yang rentan terjadinya penyelundupan jaringan internasional.
Terjadi konflik seperti sentra duta, merupakan kasus yang terbilang menonjol.

"Saat ini BNNK Cimahi lebih kearah pencegahan dan pemberdayaan masyarakat untuk mepersempit peredaran gelap. Penyidikan dari BNN baru sebatas pemetaan jaringan saja. Ini untuk mempermudah penanganan. Setidaknya ada 3 kecamatan dalam penyalagunaan cukup tinggi. Mudah-mudahan mampu melaksanakan," katanya.

Kepala BNN Kabupaten Cianjur Hendrik melalui Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat BNN Kab. Cianjur Husen Seniman mengatakan, untuk langkah awal dalam upaya pencegahan dan penyalahgunaan narkoba, akan melakukan sosialisasi kepada para pelajar mulai dari tingkat SLTP hingga SLTA. Diharapkan mereka bisa menjadi kaderisasi dalam rangka pencegahan dan penyalahgunaan narkoba.

"Kita akan sosialisasi, kita ambil beberapa orang dan akan disampaikan ke rekan rekanya apa itu rusak dan untungnya narkoba. Kita akan datang kesekolah, kita kumpulkan pengurus osis menjadi kader jembatan BNN agar mereka tahu apa itu narkoba," kata Husen.

Selain itu juga akan melakukan sosialisasi ke 7 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kab. Cianjur. "Kita juga akan sampaikan sosialisasi kepara pekerja seperti pabrik, BUMN dan BUMND. Tahun ini ada 3 kegiatan untuk ke sekolah kita akan bidik 43 sekolah," katanya.

Berdasarkan hasil mepping yang dilakukan kesjumlah tempat, beberapa wilayah Kecamatan di Kab. Cianjur sangat rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Wilayah kecamatan yang dikategorikan sangat rawan diantaranya Cianjur, Cipanas Cibeber, Ciranjang. "Kalau yang masuk kategori menengah kecamatan Karangtengah, Cikalongkulon, Sukanagara, Pagelaran dan Cidaun," katanya [KC-02]***.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.