CIANJUR, [KC].- Tingginya curah hujan yang belakangan terjadi diwilayah Cianjur mengancam terjadinya banjir bandang dan bencana alam tanah longsor. Masyarakat diminta untuk selalu waspada akan terjadinya bencana alam setiap saat.

Demikian ditegaskan Wakil Bupati Cianjur H. Suranto, saat meninjau lokasi longsor di sekaligus memberikan bantuan untuk masyarakat di Kampung Gedogan, Desa Mekarmulya, Kecamatan Cikalongkulon Kab. Cianjur, Kamis, (23/1). "Waspadai gejala alam dimusim penghujan. Curah hujannya cukup tinggi dan berisiko terjadi longsor kapan saja terutama di wilayah rawan longsor," kata H. Suranto.

Untuk itulah pihaknya menghimbau kepada masyarakat, untuk selalu waspada, jangan membuang sampah ke selokan dan tidak boleh menebang pohon tanpa ijin. Karena hal tersebut bisa mengakibatkan berkurangnya wilayah resapan air dan akhirnya debit air tersebut mengakibatkan perubahan pergerakan tanah dan terjadilah longsor.

Seperti diberitakan sebelumnya, musibah pergerakan tanah dan longsor yang terjadi dalam sepekan terakhir di Kampung Gedogan, Desa Mekarmulya, Kecamatan Cikalongkulon mengakibatkan 40 rumah warga rusak berat dan ringan akibat pergerakan tanah dan longsor.  Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) terpaksa diungsikan ke tempat aman, khawatir kembali terjadi pergerakan tanah.

Dari data sementara yang dikumpulkan, bencana alam di desa tersebut mengakibatkan 2 rumah rusak berat, 1 rumah terseret banjir, 26 rumah terancam tertimbun longsor, 4 jembatan putus, 3 saluran irigasi rusak berat, dan jalan menuju ke perkampungan warga terputus. Selain itu beberapa hektar areal persawahan tertimbun material longsoran tanah bercampur lumpur sehingga dipastikan gagal panen.

Dalam kunjungannya kelokasi pergerakan tanah dan longsor, Suranto juga memberikan  bantuan berupa peralatan dapur, obat-obatan, bahan makanan dan pakaian untuk para korban longsor. Suranto juga meninjau posko kesehatan dari puskesmas DTP Cikalongkulon. "Pelayanan kesehatan untuk warga setempat telah disiapkan dokter untuk memberikan layanan kesehatan yang maksimal. Untuk keamanan lingkungan , pihak koramil, polsek setempat ditambah Satuan Pol PP kabupaten Cianjur dan tim dari BPBD selalu siaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti antisipasi penjarahan harta benda warga yang ditinggal," katanya.

Dikatakan Suranto,  sejauh ini bantuan dari pihak pemerintah Kabupaten Cianjur terus diupayakan. "Kami sangat prihatin atas terjadinya peristiwa ini. Apa yang dibutuhkan oleh para korban baik itu bantuan moril maupun materil  harus tepat sasaran serta diharapkan dapat mengurangi penderitaan para korban, terutama bantuan kesehatan dan obat-obatan serta kebutuhan lainnya sebisa mungkin diupayakan tepat waktu,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Relawan dan Kebencanaan PMI Kabupaten Cianjur Rudy Syahdiar Hidajat, mengatakan, pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Cianjur masih melakukan pemetaan dan pendataan terhadap kebutuhan pengungsi yang diperkirakan akan bertahan selama beberapa hari di lokasi. Bahkan pihaknya hingga saat ini masih melakukan pendataan terhadap kemungkinan terjadinya banjir dan longsor susulan di wilayah tersebut karena bisa terjadi kapanpun menyusul masih tingginya intensitas curah hujan.

"Berbagai kemungkinan masih saja terjadi jika melihat cuaca yang seperti ini. Intensitas hujan yang masih cukup tinggi membuat semuanya harus selalu waspada akan terjadinya bencana susulan. Inilah yang kami selalu koordinasikan jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya [KC-02]***.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.